NovelToon NovelToon
GADIS PEMBAWA SIAL, DI CINTAI DUDA KAYA RAYA

GADIS PEMBAWA SIAL, DI CINTAI DUDA KAYA RAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa idayu

Nayra Agata Kennedy, ia merupakan putri bungsu dari Lukas Kennedy, Nayra memliki saudari kembar bernama Nayla (Nayla lahir 45 menit lebih dulu), lahir dengan membawa duka. Ibunya meninggal dunia karena pendarahan hebat setelah berjuang melahirkannya, membuat Nayra dibenci ayah dan ketiga kakak laki-lakinya selama 21 tahun. Hanya Nayla yang selalu peduli padanya.

Takdir berubah saat Nayra bertemu seorang miliarder tampan. Dipersunting olehnya, hidup Nayra berubah drastis, dari yang dulu diabaikan, kini ia dimanjakan layaknya putri raja oleh suaminya yang penuh kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa idayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Game Viral

"Tuan!"

Panggilan Roy terdengar pelan, matanya menyipit menatap Sean yang tampak terbenam dalam pikiran sendiri, tubuhnya membeku seperti patung di kursi besar meja kerjanya. Layar laptopnya menyala terang, tapi mata pemiliknya sama sekali tidak fokus pada apa yang ada di sana.

"Tuan!"

Roy memanggil lagi, nada nya sudah sedikit meninggi. Tangan kanannya mulai menggaruk kepala karena kesal, tapi Sean tetap saja seperti tidak mendengar panggilan nya, wajahnya datar, pandangan masih menembus layar laptop seolah ada dunia lain di sana.

"TUAN!!"

Kali ini Roy berseru dengan nada melesat setinggi oktaf opera, tangannya mengepal keras hingga sulur darah tampak jelas di pelipisnya. Suaranya begitu keras hingga melewati dinding kaca ruangan dan membuat beberapa karyawan di luar sekilas menoleh ke arah pintu. Sean akhirnya terkejut, tubuhnya sedikit terbangkit dan matanya melirik Roy sekilas, sebelum akhirnya kembali menatap layar dengan wajah yang masih tidak ada emosinya.

"Tuan... saya sudah sepuluh menit berdiri di sini lho! Dan Sepuluh menit sudah berkali-kali memanggil tuan, tapi tidak ada tanggapan sedikit pun!"

Roy mengeluarkan hembusan napas yang panjang, seperti sedang menghembuskan seluruh kesal yang ada di dalam dadanya. Tangan kanannya menepuk-nepuk dahinya secara berulang-ulang, ekspresi wajahnya seperti orang yang baru saja menemukan hal paling tidak masuk akal di dunia.

"Untuk apa kau berdiri di situ?"

Sean bertanya dengan nada yang sangat datar, bahkan sedikit membosankan. Jari-jarinya masih saja menyentuh keyboard laptop seolah sedang sibuk, padahal layarnya jelas-jelas tidak ada aktivitas apa-apa selain dokumen kosong.

"Untuk apa?! TUAN MALAH MENANYAKAN UNTUK APA SAYA BERDIRI DI SINI?!"

Roy hampir melompat kesal, tangannya memukul meja kecil di sebelahnya tidak terlalu kuat tapi berhasil membuat sebuah cangkir plastik bergoyang dan hampir tumpah. Pukulan itu tidak terlalu keras, tapi juga lumayan bertenaga "Apa saya salah kalau merasa kesal?! Saya berdiri di sini dari tadi, jelas-jelas dia yang memanggil, sekarang dia tanya ngapain saya di sini?" Batin Roy menahan rasa kesalnya

"TUAN! ANDA SENDIRI YANG MEMANGGIL SAYA KE RUANGAN INI!"

Roy berkata dengan wajah kemerahan, matanya melotot besar ke arah Sean. Kalau saja bisa, dia pasti akan mengangkat meja itu dan melemparkannya, tapi tentu saja dia tidak berani melakukan hal itu.

"BERANI KAU MEMBENTAK SAYA?!"

Sean tiba-tiba memalingkan wajahnya dengan cepat ke arah Roy, matanya menyala seperti bara api yang baru saja dinyalakan. Tatapannya yang tajam hingga membuat Roy secara refleks mundur satu langkah,

"Maaf Tuan... maaf saya benar-benar tidak bermaksud..."

Roy berkata dengan suara yang pelan dan lesu, bahunya menggantung lemas. Tangannya mengusap-usap bagian belakang lehernya dengan tergesa-gesa, wajahnya penuh rasa bersalah meskipun di dalam hati dia masih merasa bahwa kesalahan bukan hanya ada pada dirinya.

"Saya tidak mau menerima permintaan maafmu. Gajimu bulan ini dipotong setengah. Selain itu, cari tahu semua informasi tentang Nayra! Segera!"

Sean tidak lagi menatap Roy, wajahnya kembali ke kondisi awal yang tidak ada emosinya. Jari-jarinya kembali menyentuh keyboard secara tidak sengaja, seolah ia benar-benar sibuk dengan pekerjaannya.

"Tuan... ini jelas kesalahan Anda sendiri kan? Kenapa harus gaji saya yang kena potong?"

Roy melihat Sean dengan ekspresi wajah yang penuh keprihatinan dan rasa tidak adil. Matanya sudah mulai sedikit berkaca-kaca, pikirannya sudah mulai menghitung berapa banyak uang yang akan hilang dan bagaimana ia akan membayar cicilan rumahnya bulan ini.

"Dimana letak kesalahan saya?"

Sean masih saja tidak mau menoleh, suara nya tetap saja dingin dan tidak ada rasa empati sedikit pun.

"Anda yang memanggil saya, tapi saat saya datang Anda malah merenung seperti orang hilang akal dan tidak memberi perintah apapun! Saya panggil berkali-kali juga tidak dijawab, itu sebabnya saya sedikit bersuara tinggi!"

Roy menjelaskan dengan nada yang hampir seperti menangis, ia meremas-remas kedua tangannya dengan cepat seolah ingin menunjukkan betapa benar dirinya. Dia berharap Sean bisa sedikit mengerti dan membatalkan keputusannya.

"Oke, bulan ini kau tidak dapat gaji sama sekali. Semua dipotong habis."

Sean berkata dengan nada yang sangat santai, seolah sedang hanya membicarakan cuaca yang cerah. Dia bahkan masih bisa menggeser kursinya sedikit ke belakang dan menyandarkan tubuhnya dengan rileks.

"Tuuuuan..."

Roy mengeluarkan suara lirih yang penuh kesedihan, bahunya semakin menggantung lemas. Pikirannya sudah mulai berputar-putar tentang bagaimana ia akan membayar cicilan rumah, cicilan mobil dan biaya pacar nya yang hobi ke salon dan shoping.

"Cepat pergi cari tahu tentang Nayra! Kalau tidak selesai dalam waktu dekat, gajimu tiga bulan akan saya potong seluruhnya!"

Sean akhirnya menatap Roy dengan tatapan yang sangat mengerikan, matanya seperti sedang membakar segala sesuatu yang ada di depannya. Roy tidak berani lagi berkata apa-apa, dia hanya mengangguk pelan dan kemudian berlari keluar ruangan dengan langkah yang tergesa-gesa, pintu ruangan ditutup dengan suara thud yang cukup keras.

Setelah Roy pergi, Sean kembali merenung dengan wajah yang penuh keraguan. "Apa maksud papa dengan kata-kata itu? mengenali sifat siapapun, termasuk keluarga kita sendiri'?"

Batinnya penuh dengan kekacauan, jari-jarinya menggosok-gosok dagunya secara tidak sadar. "Papa dan Mama pasti tidak akan pernah membahayakan saya kan? Kak Natali dan bang Rocky juga tidak mungkin punya niat buruk terhadap saya. Atau Ken dan Amel? Ah, tidak mungkin! Mereka adalah kakak dan keponakan saya yang selalu baik hati dan penuh perhatian selama ini..."

Sean menarik napas panjang hingga dadanya terisi penuh udara, kemudian mengeluarkannya perlahan.

"Cucu kandung?"

Suaranya terdengar tajam saat mengucapkan kata itu, kemudian wajahnya menunjukkan ekspresi terkejut seolah baru saja menyadari sesuatu yang sangat penting. "Kenapa mama bilang 'akhirnya punya cucu kandung'? Apa artinya Ken dan Amel bukan cucu kandung dari mama dan papa?"

Dia segera meraih ponsel yang ada di atas meja, jari-jarinya sudah siap untuk menekan nomor ibu nya. Tapi sebelum jari nya menyentuh layar ponsel, dia berhenti dan menggelengkan kepalanya.

"Tidak usah... pasti mama salah ngomong saja. Saya tahu dengan jelas bagaimana Ken dan Amel lahir. Saat Ken lahir saya sudah sepuluh tahun, saya bahkan ikut pergi ke rumah sakit dan melihat kak Natali yang sedang dalam kesusahan melahirkan. Saat Amel lahir saya sudah duduk di bangku SMP dan juga ada di rumah sakit untuk menemani mereka. Pasti saja mama hanya kelupaan atau salah ucap kata!"

Sean membuang napas kasar, tangannya menepuk meja dengan sedikit keras membuat cangkir plastik yang hampir tumpah tadi benar-benar menyiram sebagian isi nya ke atas meja. "Aduh kenapa papa harus bilang hal-hal yang membuat saya berpikir terlalu banyak sih?! Ini membuat kepala saya jadi sangat sakit!"

Sementara itu, jauh dari kesibukan dan kekacauan pikiran Sean, Nayra bersama keempat kakaknya sedang berada di ruang tengah. rumah yang hangat dan penuh dengan tawa riang. Kebetulan hari itu Nagara tidak pergi ke perusahaan karena tidak ada rapat penting yang harus dihadiri, sehingga dia bisa lebih santai bersama saudara-saudaranya. Nick yang sudah mengambil cuty satu tahun dari pekerjaannya sebagai pilot juga ikut bergabung, dia memang merindukan momen kumpul keluarga seperti ini. Sedangkan Nathan, sebagai bos dari ratusan restoran yang tersebar di berbagai kota, bisa dengan leluasa mengatur waktu kerja nya sendiri sehingga tidak pernah ketinggalan saat keluarga berkumpul.

"Kita main game yang lagi viral banget di awal tahun 2026 ini yuk!"

Nayla mengajak dengan mata yang bersinar cerah, tangannya bergerak-gerak penuh semangat. Dia sudah melihat banyak orang memainkan game itu di media sosial dan merasa sangat penasaran untuk mencoba bersama saudara-saudaranya.

"Emangnya game apa sih yang lagi hits banget sekarang?"

Nagara menutup layar ponselnya dengan perlahan dan meletakkannya di atas meja besar yang ada di tengah ruangan. Dia memang sudah merasa cukup capek dengan pekerjaan dan sangat senang bisa melupakan semua itu untuk sementara waktu.

"Yang 'AT LEAST' itu Lo Kak! Kan banyak orang yang sudah main itu!"

Nayla menjawab dengan suara yang penuh semangat, bahkan sedikit menjentikkan jari nya ke arah wajah Nagara.

"Oh iyaaa! 'At least aku paling pintar di antara saudara-saudara ku, CETASS!!'"

Nayra langsung menyela dengan suara yang lantang dan penuh percaya diri, wajahnya menunjukkan ekspresi yang sedikit songong. Tawa lebar langsung meledak dari Nayla dan kakak-kakak nya, mereka bahkan tidak bisa menahan tawa hingga perutnya sakit.

"Dihhh Nay, songong banget kau!"

Nagara tertawa sambil menepuk-nepuk bahu Nayra yang sedang merasa puas dengan dirinya sendiri. Wajahnya penuh dengan keceriaan, jauh dari wajahnya yang biasanya serius saat di kantor.

"Iya lagi, iya lagi!"

Nathan ikut menyela dengan suara yang penuh candaan, tangannya masih saja tertahan di depan mulutnya yang sedang tertawa lebar. Dia sudah mulai berpikir tentang balasan yang akan dia lontarkan nanti.

"At least aku udah jadi pengusaha muda sukses tanpa modal dari orang tua, CETASS!!"

Nathan menjerit dengan suara yang sangat lantang, wajahnya penuh dengan kebanggaan. Dia memang benar-benar membangun bisnis restoran nya dari nol tanpa bantuan finansial dari orang tua, jadi ia merasa sangat berhak untuk membanggakannya.

"Langsung main banget nih, enggak pakai aba-aba dulu?"

Nayla menyungut dengan bibir yang menonjol ke depan, ekspresi wajahnya seperti anak kecil yang merasa tidak adil. Tapi segera setelah itu, dia juga ikut tertawa karena melihat wajah-wajah saudara-saudaranya yang penuh dengan keceriaan.

"Intinya cuma menyombongkan diri aja kak, kan gampang banget!"

Nick menambahkan sembari menatap Nagara yang seolah belum faham cara mainnya, dengan suara yang penuh candaan, tangannya mengangkat bahu dengan cuek. Dia sudah tidak sabar untuk ikut bermain dan menunjukkan apa yang bisa dia banggakan.

"At least meskipun aku belum kaya raya tapi cita-cita ku sudah tercapai, CETASS!!"

Nick menjerit dengan suara yang penuh kegembiraan. Dia memang selama ini ingin menjadi pilot dan akhirnya bisa mewujudkannya, jadi ini adalah hal yang paling membuatnya bangga di dunia.

"Iya lagi, iya lagi!"

Nathan dan Nayra berseru bersama dengan suara yang lantang, mereka bahkan saling tatap sambil tertawa lebar. Karena memang di antara kelima bersaudara itu, hanya Nick yang berhasil meraih cita-cita awal nya, Nagara yang ingin jadi polisi harus mewarisi perusahaan keluarga karena permintaan ayah mereka, Nathan yang ingin jadi tentara juga ditolak karena dianggap profesi yang terlalu berbahaya, sedangkan Nayla dan Nayra yang ingin menjadi atlet basket juga mendapat larangan karena orang tua mereka menganggap wanita tidak boleh terlalu capek. Meskipun Nayra dulu tidak dilarang secara terbuka, tapi almarhum Lukas sering bilang bahwa Nayra merupakan anak yang sulit diatur, saat dia melihat Nayra terus berlatih basket seperti atlet profesional. Itulah kenapa Nayra yang tidak di larang secara terang-terangan memilih mengubur mimpinya agar bisa mendapatkan perhatian dari sang ayah.

"At least di antara kita semua, uang ku yang paling banyak, CETASS!!"

Nagara menjerit dengan suara yang sangat percaya diri, wajahnya menunjukkan ekspresi yang sangat puas. Saudara-saudaranya langsung saling tatap dengan wajah yang kaget, kemudian mereka semua tertawa lebar karena melihat betapa cepatnya Nagara mengerti aturan permainan itu.

"Wah cepet banget ya Kak mengikuti permainannya!"

Nick tertawa sambil menggeleng-geleng kan kepalanya, wajahnya penuh dengan kagum dan candaan sekaligus.

"At least meskipun aku bukan anak bungsu tapi aku yang paling disayang, CETASS!!"

Nayla menjerit dengan suara yang penuh kebanggaan, wajahnya menunjukkan ekspresi yang sangat ceria.

"Iya lagi, iya lagi!"

Kelima saudara itu berseru bersama dengan suara yang lantang, mereka bahkan mulai menepuk-nepuk meja dengan riang. Nayla memang dikenal sebagai anak yang paling di manja dan disayang oleh orang tua mereka, jadi tidak ada yang bisa membantahnya di poin ini.

"Ingat ya semua, ini cuma permainan aja ya! Jangan sampai ada yang baper dan merasa tersinggung!"

Nayla mengingatkan dengan suara yang jelas dan tegas, tangannya mengangkat tinggi sebagai tanda bahwa dia sangat serius dengan peringatan itu. Semua saudara segera mengangguk dan berteriak setuju dengan suara yang lantang.

"At least aku bukan jomblo lagi, CETASS!!"

Nick menjerit dengan suara yang penuh kegembiraan, wajahnya menunjukkan ekspresi yang sangat bahagia. Nagara, Nathan, dan Nayla langsung saling tatap dengan wajah yang sedikit kesal dan iri, sementara Nayra hanya bisa tertawa lebar melihat reaksi kakak-kakaknya itu.

"At least anak yang ada di perut kamu calon pewaris keluarga kaya raya lho Nay..."

Nick membisikkan kata-kata itu ke telinga Nayra dengan suara yang sangat pelan. Nayra hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan lembut dan sedikit tersenyum, dia memang belum siap untuk berpikir tentang hal itu, apa lagi tentang dirinya yang akan tiba-tiba menjadi nyonya muda dari pengusaha kaya Raya.

"At least aku akan makin kaya raya karena akan punya adik ipar yang crazy rich, CETASS!!"

Nagara menjerit dengan suara yang penuh kegembiraan, wajahnya menunjukkan ekspresi yang sangat puas. Dia sudah membayangkan betapa besarnya keuntungan yang akan didapat perusahaan nya jika Nayra benar-benar menikah dengan Sean.

"Iya lagi! Kalau Nayra nikah sama Tuan Sean, perusahaan Kakak akan untung banyak banget!"

Nathan menyela dengan suara yang sedikit kesal, wajahnya menunjukkan ekspresi yang tidak suka dengan perkataan Nagara.

"At least aku tidak pernah di kucilkan saat kecil, CETASS!!"

Nayla menjerit dengan suara yang sedikit keras, wajahnya menunjukkan ekspresi yang sedikit serius. Saudara-saudaranya langsung saling tatap dengan wajah yang menjadi serius juga, suasana ruangan yang tadinya riang mulai sedikit mendingin.

"Kok tiba-tiba nyerang perasaan?"

Nagara berkata dengan suara yang pelan, matanya menatap Nayra dengan tatapan yang penuh dengan keprihatinan. Dia tahu bahwa Nayra pernah ditinggalkan saat kecil.dia khawatir Nayra justru akan tersinggung

"Balas dong! Jangan sampai lemah kayak gitu!kan aku Udah bilang dari awal jangan baper kan?"

Nayla menyela dengan suara yang penuh semangat, tangannya menepuk-nepuk meja untuk mencoba menghidupkan suasana kembali. Dia tidak ingin permainan yang tadinya menyenangkan berubah menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan.

"At least meskipun aku pernah di kucilkan saat kecil tapi calon suamiku kaya raya, CETASS!!"

Nayra menjerit dengan suara yang lantang dan penuh percaya diri, wajahnya kembali menunjukkan ekspresi yang ceria. Tawa lebar langsung meledak kembali dari saudara-saudaranya, mereka bahkan tidak bisa menahan tawa hingga wajahnya kemerahan. Melihat Nayra yang justru tidak merasa canggung dan berusaha membuat suasana tetap hangat. Benar, Nayra terpaksa menggunakan Sean agar suasana tetap hangat dan tidak saling canggung

"Wah akhirnya ikan nya makan umpan ku!"

Nayla tertawa lebar sambil menepuk-nepuk bahu Nayra, wajahnya kembali penuh dengan keceriaan. Dia memang sengaja mengeluarkan kalimat tadi untuk menarik perhatian Nayra dan membuatnya ikut bermain dengan semangat.

"Udah udah jangan sampai ada yang merasa canggung ya! Ayo kita lanjutkan,seru banget ini permainan!"

Nayla mengajak dengan suara yang penuh semangat, tangannya mengangkat tinggi sebagai tanda bahwa suasana sudah kembali riang seperti semula.

1
Monroe George
dunia Nayra msih baik" sja coz pnya saudara kembar yang peduli 👍
Monroe George
marathon aku kak, seru crita nya 💪
Monroe George
CEO ni nnti yang nikahi Nayra 🤭
Ardy Ansyah
teraniaya dulu bahagia kemudian 🤣. suka aku tuh kalau alur yang begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!