NovelToon NovelToon
OVERTHINKING

OVERTHINKING

Status: tamat
Genre:Cerai / Selingkuh / Janda / Tamat
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

SEKUEL DARI CINTA LAMA BELUM KELAR

Dalam kisah ini didominasi perjalanan cinta antara Sasa dan Sakti, restu orang tua dari Sakti yang belum juga turun, meski pernikahan mereka sudah berjalan kurang lebih 5 tahun, bahkan kedua anak Iswa sudah sekolah, namun hubungan mertua dan menantu ini tak kunjung membaik.

Kedekatan Sakti dan kedua anak mendiang adiknya, Kaisar, Queena dan Athar membuat Sasa overthinking dan menuduh Sakti ada fair dengan Iswa. Setiap hari mereka selalu bertengkar, dan tuduhan selingkuh membuat Sakti capek.

Keduanya memutuskan untuk konsultasi pernikahan pada seorang psikolog yakni teman SMA Sakti, Mutiara,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAU PISAH

Sampai malam, Sakti tak kunjung datang. Sasa semakin terbawa curiga dengan pikirannya. Setahu dia hanya piknik, apakah sampai menginap? Ia pun menurunkan ego untuk chat pada sang suami.

Pulang gak? tanya Sasa sudah diambang kekesalan sampai ubun-ubun. Sejak tadi tak ada kabar, meski Sasa jalan juga tiap beberapa waktu cek ponsel, namun nihil. Berkali-kali Sasa menghela nafas, hatinya gusar dan terus membatin.

Mereka tadi ngobrol berdua gak ya?

Sakti pasti nyaman banget ngobrol sama Iswa, sampai lupa gak kasih kabar ke aku.

Mama dan papa pun pasti merestui, sekarang Iswa menantu kesayangan, tak perlu cari pengganti Kaisar jauh-jauh cukup Sakti.

Sial. Sampai kapan aku punya prasangka kayak gini.

Sakti sadar gak sih, sikap cuek kamu begini semakin membuatku ingin pisah sama kamu semakin besar.

Aku sudah rela, Sakti kalau menjadi jandamu. Gak akan pernah ada alasan kuat buat bertahan. Aku tahu cinta kamu sudah luntur. Cintamu pada keluarga juga terlalu besar dibanding padaku.

Sampai malam, Sakti tak memberi kabar, Sasa iseng cek status Iswa, siapa tahu dia upload foto atau apa yang menunjukkan piknik mereka. Dugaan Sasa benar, ada satu foto selfi yang diunggah Iswa. Dalam foto itu hanya ada Iswa dan kedua anaknya berlatar belakang langit malam dengan bintang serta cahaya api unggun. Iswa menuliskan caption.

Bermalam di sini, sangat menyenangkan. Coba kalau ada papa Kaisar, pasti semakin menyenangkan ya Kidz. 😍😍.

"Ternyata mereka menginap," ucap Sasa sendu. Ia tertawa meremehkan dirinya yang terlalu berharap Sakti peka. Nyatanya Sakti lebih berpihak pada keluarganya.

"Akan aku pastikan setelah ini kita menjadi mantan Sakti, aku sudah tidak kuat. Pikiranku terlalu buruk memikirkan kamu dan Iswa," gumam Sasa sendu. Ia menangis sendiri di dalam kamar, dadanya terlalu sesak. Hubungan suami istri selama 5 tahun berada di ujung tanduk.

Sasa pun terpaksa tengah malam chat pada Mutiara. Setidaknya berbagi kegundahan malam ini.

Malam Bu Muti, maaf mengganggu malam-malam. Saya sedih sekarang, Mbak. Pikiran saya berisik memikirkan Sakti dan adik iparnya. Memang mereka liburan bersama mama dan papa juga, tapi apa mereka bisa berjauhan. Gak mungkin kan Mbak. Sebagai istri saya sangat curiga. Sakti dichat juga tidak balas. Saya capek begini terus. Kenapa dia tidak mengerti saya? Sampai kapan saya harus menerima kenyataan kalau dia lebih memihak keluarganya daripada saya?

Boleh kah saya tanya, bagaimana prosedur untuk bercerai Bu Muti? Saya sangat capek. Daripada saya gila, lebih baik saya mundur.

Tentu saja chat itu tak dibalas Mutiara, jelas sang psikolog itu sudah tidur apalagi ini tengah malam. Sasa kembali menangis hingga tertidur.

Mutiara baru balas setelah shubuh. Perempuan itu kaget membaca pesan Sasa, sepertinya beban mental Sasa sudah sangat berat. Mutiara bisa membayangkan Sasa tadi malam kacau dengan pikirannya dan pasti menangis. Mutiara agak kesal dengan Sakti, kok bisa secuek itu dan terlihat tak punya effort untuk menjaga perasaan Sasa.

Maaf Mbak Sasa, baru balas. Saya tahu bagaimana perasaan Mbak Sasa bagaimana. Tentu sakit, baik hati maupun pikiran. Bisa kita bertemu agar Mbak lebih legowo?

Mumpun minggu, suami Mutiara juga sedang ke luar kota, biarlah dia meluangkan waktu di hari minggu untuk membantu kliennya. Sasa pun membalas saat bangun tidur, Baik Bu Muti. Sasa pun menyebutkan cafe untuk bertemu, dan jam 10 dirasa waktu yang pas untuk mereka bertemu.

Sampai pagi ini, Sakti tak memberi kabar. Hanya saja pesan Sasa sudah dibaca. Tekad Sasa sudah bulat, dia tidak akan mengharap kepekaan Sakti lagi.

Sasa sekarang mau siap-siap untuk bertemu dengan Mutiara, satu-satunya orang yang dipercaya Sasa sebagai tempat berbagi keluh kesahnya.

Penampilan Sasa masih seperti seorang gadis kuliahan, awalnya dia itu sexi, di beberapa area menonjol, itu juga menjadi alasan Sakti tertarik padanya. Namun seiring berjalannya waktu, menikah dengan Sakti dia semakin kurus. Terlalu banyak pikiran membuatnya kehilangan bobot secara signifikan, meski memakai pil KB juga.

Sasa langsung memeluk Mutiara saat bertemu, spontan menangis saja. Ia capek, sangat capek menjalani pernikahan ini, sehingga bertemu dengan ahlinya membuatnya menemukan rumah yang nyaman dan mengerti akan keadaannya, meski Mutiara akan bersifat profesional dan netral.

Mereka berbincang basi-basi terlebih dulu, hingga Mutiara menanyakan kamu mau apa?

"Aku ingin cerai, Mbak. Aku pikir rumah tanggaku sudah gak bisa diperbaiki lagi, pulang konsultasi dulu, kita malah saling diam. Dan bingung harus melakukan apa. Kalau pun mau bicara dari hati ke hati kayaknya gak bakal ada titik temu."

"Kamu gak mau mencoba memahami keinginan Sakti? Siapa tahu dengan kamu menuruti keinginan Sakti, terutama dekat dengan keluarganya dia berubah?"

Sasa menggeleng, "Aku insecure pada keluarganya Bu, latar belakangku yang tak punya ayah, membuat aku enggan dekat dengan keluarga Sakti, Bu!"

Sasa pun menceritakan bagaimana kesan pertama bertemu orang tua Sakti dulu, sampai tercetus Queena menyebut onyet, betapa sakitnya Sasa dianggap seperti monyet. Jelas ia tak terima dan itulah yang membuat ia enggan dekat dengan keluarga Sakti.

"Aku ingin Sakti adil, Bu. Dia bisa bersama keluarganya dan aku. Di saat bersama keluarganya dia ingat aku, dan saat bersamaku ya fokus ke aku saja. Tapi Sakti enggak, dia maunya sama keluarganya terus, bahkan sedikit memaksa aku untuk masuk ke keluarganya."

Mutiara menghela nafas, " Mbak Sasa, Sakti ingin dekat dengan keluarga karena ia tak ingin menyesal kedua kali, dia sudah kehilangan sang adik di saat Sakti dekat dengan Mbak. Dia berniat begitu karena ingin merangkul Mbak dan keluarganya, agar dia tidak menyesal lagi. Berat juga sebagai Sakti, Mbak."

"Aku tahu, Bu. Oleh sebab itu, aku gak bisa menuruti keinginannya, aku masih sakit hati dengan sikap mama dan papanya. Aku merasa mama dan papa Sakti hanya mau Iswa saja sebagai menantu," ujar Sasa masih kekeh dengan overthinkingnya.

"Untuk keputusan pisah, saya tidak bisa terlibat, Mbak. Saya hanya memberi saran untuk tetap perbaiki komunikasi dan saling introspeksi, karena memang menikah itu ibadah paling berat dan lama. Saling memaafkan, saling memahami, agar kita mendapat surga di akhirat nanti," ucapan Mutiara memang sangat teduh, sedikit mengetuk hati Sasa yang memang sama sekali tidak pernah menjalankan ibadah. Berbeda dengan Sakti, dia sempat ikut kebiasaan Sasa, tapi semenjak Kaisar meninggal, Sakti kembali rajin beribadah. Sakti juga sering mengingatkan Sasa, namun Sasa enggan untuk melakukan. Baginya ya buat apa menjalani ibadah apalagi disuruh Sakti, sedangkan Sakti sendiri tak mau menuruti keinginannya untuk jaga jarak pada Iswa.

"

1
Siti Maulidah
ceritanya sangat menarik /Good//Good//Heart//Heart/
Vera Uni
harus punya anak yg ke2 kak cewek
Lel: waduh
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
Alhamdulillah...ini end apa msh lanjut boncap😁
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
😂😂😂 iya bener
senjaku
alurnya cepet banget sih Thor,tiba2 udah end ajaaa
Ray Aza
yuuuhhh lgsg end aja neh
Lel: kalau g malas ada boncapnya
total 1 replies
Oktavia Zuriko
lohh beneran udah end ini thor masih gak rela😭😭
Oktavia Zuriko: wkwkwk berharap di kasih boncap sama author😄😄
total 6 replies
citraalief
ehhh... beneran udahan Kak🙏😭
citraalief: expart Kak😢🙏
total 2 replies
Ray Aza
demi kemaslahatan umat ya sak... 🤣🤣🤣
Lel: merinding
total 1 replies
Ray Aza
wkwkwkwkkkk... ga cinta tp cemburu wa???
Lel: mulai geser hatinya
total 1 replies
Ray Aza
cie cieeeeyg ditunggu2 akhirnya hadir jg. hehehheee... anaknya nti ikut2an manggil popo neh. 😅😅😅😅
Lel: pastinya ikut kakak2
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
sabar pak sakti...iswa trnyata ngambekan ya emng kudu ngimbangi krn karakter yg sngt beda.untung sakti sayang
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒: Thor sepi iki , ga ada bacaane lagi kah?🤭 sdh pd tamat g bs ce2 updatean lgi😁 yg jln ketenangan lanjut aja Thor🤗
total 2 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
🤣🤣🤣terlalu cerdas queena y
Lel: betul kakak
total 1 replies
citraalief
🤣🤣🤣🤣🤣 sabar.. sabar...
Lel: kasihan
total 1 replies
Siti Musyarofah
Halah kok dikit
Lel: tanganku kriting kalau banyak2
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
yeee hore👏👏👏 wah oma bkl nmbh cucu g sia2 mau ngsh waktu anak mantu berduaan n ngurusi cucu🤭
Lel: horeee
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ih lucu deh kalian😁 nah kn kl udh slng memiliki sdh slg tau kepribadian msg2 merajuk comtohnya..hal2 kcl.yg cm.d tnjkn kpsgan sakti kaget mesti
Lel: padahal brandingnya cewek tangguh
total 1 replies
Sri Wahyuni Abuzar
yaa elaaah nomor mantan masih aja di simpan dah tau bumil itu sensitif...noh gantian pushiing calon papa
Lel: habis ini kapok
total 1 replies
citraalief
Alhamdulillah setelah sekian purnama, tujuh tanjakan, delapan lautan, dan sembilan turunan akhirnya up juga🥰🥰🥰 makasih Kak🙏, sehat dan sukses terus buat semuanya😊🙏🙏. ti ati bang Sak bumil mulai nunjukin taringnya🤣🙏
Lel: terimksh kak
total 1 replies
Erni Purwaningsih
akhirnya update lagi, nungguin kmrn sehari an
Lel: iy kmrn repot kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!