NovelToon NovelToon
Nigista Dan Dunianya

Nigista Dan Dunianya

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Dosen / Lari Saat Hamil / Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Kak Nya

Nigista, seorang gadis cantik yang terlahir dengan kelebihan yang tak biasa, harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah caci maki orang-orang sekitarnya. Dia hanya ingin hidup normal, seperti manusia lainnya, tapi takdir sepertinya tak berpihak padanya.

Nigista Kanaya Putri, nama yang indah, tapi ironisnya, di rumahnya dia lebih sering dipanggil "Si pembawa Sial" oleh ibunya sendiri. Setiap musibah yang menimpa keluarga selalu saja dia yang disalahkan.

Tapi, Nigista memiliki kemampuan unik - dia bisa mendengar bisikan-bisikan dari orang-orang yang butuh pertolongan, sebuah kelebihan yang membuatnya sering merasa terjebak. Di sekolah, dia menjadi target bully-an teman-temannya karena sering menjerit-jerit ketika bisikan itu datang, membuatnya dicap sebagai "gadis aneh"

Yok ikuti kisah Nigista

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak Nya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nigista Dan Dunianya

Gista berdiri di depan pagar sekolah yang menjulang tinggi, ia menyerkah keringat yang memenuhi pelipisnya.

"Ya terlambat lagi, pasti mama marah lagi kalo tau aku terlambat." gungam Gista. "Harusnya tadi aku gak usah istirahat, lari aja terus pasti gak akan terlambat kayak gini." lanjutnya

"Eh, siapa lo mau bawa gue kemana?" Gista memberontak saat tangannya di tarik seseorang

Tangan Gista di lepaskan saat tiba di belakang sekolah, dan pemuda itu menoleh pada Gista.

"Raden?!" Gista benar-benar di buat terkejut saat mengetahui ternyata yang membawanya kebelakang ialah Raden, sang kapten basket di sekolah. "L-lo jangan macem-macem ya.."

Gista melangkah mundur saat Raden terus maju mendekatinya, hingga Gista tak bisa bergerak lagi karena punggungnya menyentuh tembok.

Mata Gista memejam saat Raden mengurung pergerakannya. "L-lo mau apa Raden? J-jangan macem-macem."

"Manjat, gue mau manjat."

"Hah?" mata Gista terbuka lebar saat itu juga

"Lo minggir, gue mau manjat."

"Terus gue gimana?"

"Ya manjat juga kalo lo gak mau di hukum."

Gista menghembuskan napas. "Kalo gue gak lagi pakai rok tembok ini udah gue panjat dari tadi."

"Emang bisa?" Raden memandang remeh Gista, dia lupa jika Gista bukan seperti gadis-gadis pada umumnya.

"Ck! Ngeselin banget sih. Gue kira lo itu satu-satunya orang baik yang gue kenal, ternyata sama aja."

Raden menaikan satu alisnya, ia tak mengerti maksud dari gadis di hadapannya saat ini. Raden membungkuk, menepuk pundaknya sembari berkata. "Naik.."

"Gak, gue gak mau. Lo pasti mau ngintip gue 'kan?"

Ctak

"Pikirannya ya, naik aja gue gak bakal ngintip kok."

Gista memicingkan matanya. "Bener ya? Awas kalo boong."

"Iya, iya, lo bisa pegang omongan gue."

Gista naik ke atas punggung Raden, dengan perlahan Raden meninggikan tubuhnya dan Gista naik ke atas tembok itu. Setelah Gista, Raden pun ikut menyusul ke atas tembok.

Hap.

Raden berhasil mendarat dengan baik sementara Gista masih ada di atas sana.

"Gista turun,"

"Tinggi banget, gue jadi takut." tubuh Gista bergetar saat melihat ke bawah

Raden terkekeh mendengarnya. "Mana katanya tadi berani kok nyalinya sekarang jadi ciut gin—"

Bruk.

Gista menutup matanya saat tubuhnya melayang, namun ia tak merasakan sakit sama sekali di tubuhnya. Ataukah karena ia sudah berada di alam lain makannya ia tak merasakan sakit?

Mata Gista terbuka hingga netralnya langsung bertemu pada manik kembar milik Raden.

'Indah, matanya benar-benar sangat indah.'

Lama dengan posisi seperti itu bahkan Raden sedikit mengangkat kepalanya mendekat ke wajah Gista, jarak di antara mereka hanya berapa inci.

"Ehm.. mau ciuman jangan di sini." ucap seseorang yang tak keduanya ketahui siapa sang pemilik suara

Sontak saja ucapan orang tersebut membuat keduanya gelagapan, Gista mendorong bidang dada Raden menjauh darinya.

"Udah puas den?" ucap orang tersebut dengan senyuman tengil

Raden memutar bola matanya malas. "Gue gak ngapa-ngapain sama Gista, otak mesum kalian itu buang jauh-jauh."

Kedua anggota osis itu tertawa, Gista bingung dari sudut mana lucunya sehingga keduanya tertawa seperti itu.

"Dia siapa den, bening banget." ucap Andi, dia mengedipkan matanya menatap Gista.

Bug

"Kebiasaan gak bisa liat yang bening dikit." Rehan memukul pelan Andi

"Dia, Gista. Saudari kembarnya Adara."

Mendengar ucapan Raden membuat keduanya terkejut.

"Sejak kapan Adara punya saudari? Perasaan selama kita berteman gak pernah tuh Adara cerita punya sahabat." ucap Andi yang di beri anggukan Rehan

"Mana gue tau, tanya sendiri sama orangnya."

"Se—"

"Nanti aja tanya-tanya nya, kita mau masuk nanti ketahuan sama ketua osis kesayangan kalian itu." Raden menggandeng Gista, membawa gadis itu pergi dari sana.

_____

"Serius lo gak terlambat sta?"

Gista mengangguk. "Iya Adara, lo jangan khawatir mama gak akan di panggil ke sekolah lagi."

"Lo mau makan apa sta? Biar gue pesani."

"Gue gak laper dar, lo aja yang makan.."

"Gak laper lo bilang? Hey markonah, lo belum makan dari tadi pagi." Adara kesal pada Gista yang keras kepala, jelas-jelas di belum makan apapun dan malah dia berkata sudah kenyang.

"Tapi dar—"

"Gak ada penolakan, lo harus makan." sela Adara. "Gue pesenin mie ayam ya?".

"Gue gak mau makan, kenyang." sebenarnya Gista sangat lapar tapi ia sudah tak memiliki uang karena uang simpanannya sudah habis di pakainya, tak ada sisa-sisa uang simpanannya lagi.

"Ck! Serah lo, sakit tanggung sendiri." ketus Adara

Pertengkaran kedua saudari kembar tak identik itu tak luput dari pandangan teman-temannya.

"Ternyata kalian berdua suka ribut juga ya?" ucap Irsyad dengan kekehan

"Ya gimana gak ribut kalo saudaranya keras kepala kek gini.." sindir Adara. "Pantes mama sering marahin dia, ternyata emang nyebelin."

Gista bangkit. "Gue mau kekelas, kalian makan yang banyak ya biar sehat gak sakit." ucap Gista sebelum berlalu

"Dasar bodoh! Ngingetin orang makan banyak biar gak sakit, sedangkan dia sendiri belum makan apapun." gungam Adara pelan namun masih dapat di dengar Raden yang berada tepat di samping Adara.

1
Asep Dahiman
bagus banget
Dania Kymberli: Di tunggu ya kelanjutannya
total 1 replies
Asep Dahiman
lanjut kak cerita nya bagus banget👍
Melisa
I LOVE YOU TU RADEN🤭🤭
Dania Kymberli: Hei jangan menggatal ke cowok orang🤣
total 1 replies
Melisa
Rebutan 🤣
Melisa: Kyk gw dulu pas masih SD kls 1 ntah 2 ya itu 🤭 disukai duo cwok inisial
Z&R, tpi skrng mereka dh ga ngejar gw LG 😭
total 2 replies
reva1616
lanjut kaa
falea sezi
males klo emak nya g di tangkep
falea sezi
adara. goblok. laporin emak lo yg penjahat itu Gista jg diem. aja oon
falea sezi
mending Gista pergi g sekolah cari krja aja
falea sezi
kayak nya Gista bukan anak nya mungkin anak angkat atau anak selingkuh an suami nya kali aja makanya emak Gista benci bgt
Dania Kymberli: Bisa jadi/Shhh/
total 1 replies
Melisa
Lanjuttt secepatnya 😭💪💪💪
Melisa
kapan nih di upload?
Melisa
Lanjut secepatnya 💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Naomi Simanjuntak
next double upp dong kakk plliiuusss 🙏
Naomi Simanjuntak
semangat ya bikin povvnnyyaa kakkkk 🥰💪
Naomi Simanjuntak
jngn lama yh kakk uuupppnnnyyyyaaaa 🙏
Naomi Simanjuntak
kakk malam ni povnnyyaa bisa lanjut ga 😢
Naomi Simanjuntak
next kak bisa bikin cerita yang panjang gak soalnya seru banget sama penasaran jalan cerita selanjutnya gmna lagi🥹🙏
Naomi Simanjuntak
next double upp dong kakk plliiuusss 🙏
Naomi Simanjuntak
semangat ya bikin povvnnyyaa kakkkk 🥰💪
Naomi Simanjuntak
jngn lama yh kakk uuupppnnnyyyyaaaa 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!