NovelToon NovelToon
Dekapan Maut Gadis Manja

Dekapan Maut Gadis Manja

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:110
Nilai: 5
Nama Author: Cloud_berry

Crystal Kusuma sih bungsu dari keluarga Kusuma yang terobsesi pada sang daddy sejak bayi.
Sedari dalam kandungan bayi mungil berusia dua tahun tersebut selalu ingin berada dekat dengan Jimmy Kusuma sang daddy.
Mereka pikir itu hanya ketertarikan biasa putri kecil pada daddynya. Siapa sangka obsesi tersebut malah berubah menjadi dosa terlarang selama belasan tahun?

Dosa terlarang dimana sang daddy Jimmy Kusuma pun tidak menyadarinya.

Selama ini kematian-kematian pegawai di kantor hukumnya, jimmy kira semata hanya kecelakaan biasa.

Tapi mereka salah, semua itu adalah dosa yang dilakukan Crystal kecil.....

Lalu dosa apa itu? Apa yang bisa dilakukan oleh bayi berusia dua tahun?

Saksikan eklusif disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cloud_berry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 08 : Belanja

​"Tuan, ini," Clyde menyerahkan mangkuk pada Tuannya.

​"Thank you."

​"Uncle, kamu sangat tampan," celoteh Crystal menatap Clyde lembut.

​Plokk....

​Jimmy menabok pantat kecil putrinya. Menatap tajam putri kesayangannya, tak terima putrinya memberi pujian untuk pria lain.

​"Auuu...."

​"Masih kecil tidak boleh naksir Uncle Clyde," ujarnya tak terima.

​"Naksir itu apa?" tanya Crystal kebingungan. Seketika Jimmy langsung linglung pura-pura lupa. Kenapa bisa ia mengucapkan kata-kata orang dewasa di depan Crystal?

​"Rasain," batin Alice puas.

​"Sudah-sudah, ayo makan," selah Alice menuangkan dua sendok besar Cullen Skink (sup ikan khas) ke dalam mangkuk suaminya.

​"Tidak mau..." Crystal mengerucutkan bibirnya.

​"Ayo makan...." Jimmy menyendok kecil sup lalu menyuapi putri kecilnya.

​"Hhhh...." Crystal menggelengkan pelan kepalanya.

​"Tidak mau? Tidak usah tidur bersama daddy!" Jimmy mengeluarkan senjata pamungkasnya.

​"Hupp..." Akhirnya Crystal memakan sup di sendok daddynya.

​"Gadis pintar." Jimmy mengusap pelan pucuk kepala putrinya. Crystal terpaksa memakan sedikit demi sedikit masakan mommynya karena takut daddynya akan mengurungnya di kamar seorang diri.

​Setengah jam telah berlalu, makan malam telah usai. Alice membawa ketujuh putranya naik ke kamar mereka di lantai dua, mengawasi mereka menggosok gigi sebelum tidur. Sementara itu, Jimmy membantu Crystal menggosok gigi di lantai tiga. Rasanya Jimmy tak ikhlas jika putrinya terlalu cepat mandiri; nanti ia tak bisa memanfaatkannya untuk mengancam istrinya lagi.

​"Daddyy... sudah," ujarnya memamerkan deretan gigi putihnya. Jimmy tersenyum menggendong putrinya ke tempat tidur.

​Jimmy merebahkan tubuh mungil Crystal, menepuk-nepuk pantat kecilnya sambil meniup halus kening putrinya agar segera tertidur. Namun, Crystal tak kunjung terlelap karena sebenarnya ia sudah dipaksa tidur seharian penuh oleh daddynya kemarin.

​Ceklekkk..... Alice masuk ke kamar.

​"Mommyyy......" panggil Crystal bangkit dari tidurnya. Alice terperanjat kaget, ia menyesal telah menyingkirkan jas suaminya sore tadi yang membuat Crystal terbangun lebih awal.

​"Aline tidur sama mommy yah...." rayu Alice.

​"Tidak mau! Mau sama daddy," ketus Crystal sambil mendesal di dada Jimmy.

​Alice mencoba membacakan dongeng Snow White kesukaan Crystal. Akhirnya si kecil luluh dan mulai memejamkan mata di pelukan ibunya. Melihat itu, Jimmy segera menuju walk-in closet untuk mengganti pakaian. Ia sudah bersiap memakai kemeja kebanggaannya untuk pergi keluar bersama Clyde.

​Namun, saat Jimmy menyemprotkan parfum, bau harum yang menyengat itu langsung membuat Crystal terjaga.

​"Huaaaa....... daddyyy...... hikssss....." tangisan Crystal pecah. Ia langsung curiga daddynya akan pergi meninggalkannya lagi.

​"Aline tidur yah. Daddy mau pergi bekerja dulu, ok," bujuk Jimmy berbohong.

​"Mommy...... daddy berbohong. Dia mau bertemu rubah ekor satu!" cerocos Crystal menirukan kalimat drama yang ia tonton bersama karyawan daddynya di kantor Jakarta saat jam istirahat.

​"HEH!! BELAJAR DARI MANA KATA-KATA ITU!" bentak Jimmy spontan. Ia kaget luar biasa. Padahal ia selalu mewanti-wanti pegawainya agar tidak berkata kotor di depan anaknya.

​"Paopao me..." Crystal malah semakin erat memeluk daddynya, melingkarkan kakinya di pinggang Jimmy agar daddynya tidak bisa kabur. Terpaksa Jimmy membatalkan janjinya dan mengirim voice note pada Clyde bahwa ia tidak jadi pergi.

​Keesokan Pagi Harinya

​Alice terbangun dengan tubuh lemas. Jam sudah menunjukkan pukul 11:00 siang. Ternyata Jimmy sudah membawa Crystal ke kantor.

​Sementara itu di ruangan Presdir, Crystal sedang merengut karena tak mendapatkan buah favoritnya.

​"Tidak mau! Mau matoa yang kemarin. Yang ini gak manis," ujarnya menunjukkan kotak makan siangnya.

​"Crystal, ini matoa pilihan dari perkebunan keluarga Kusuma," jelas Jimmy menahan emosi.

​"Tapi tidak manis seperti yang kemarin!"

​Jimmy menghela napas. Ternyata matoa yang kemarin dibawa oleh Sekretaris Helena dari kampung halamannya di Jayapura. Meskipun Jimmy menjungkirbalikkan seluruh Jakarta, ia tidak akan menemukan rasa yang sama karena matoa Papua memang punya kualitas unik.

​"HELENAAA......" teriak Jimmy memanggil sekretaris favorit putrinya.

​Helena menghampiri dengan ketakutan. Ia selalu menjaga etiket agar tidak dianggap menggoda bosnya, karena ia tahu aturan tak tertulis: menggoda Jimmy berarti dipecat. Padahal di luar kantor, Helena dikenal seperti rubah ekor sembilan yang suka mempermainkan hati pria di club malam, meski ia sendiri sebenarnya belum pernah melangkah terlalu jauh.

​"Bawa gadis nakal ini berbelanja," perintah Jimmy sambil memberikan blackcard. "Aku ada meeting dengan Tuan Logan Ritchie hari ini. Beli apa saja yang dia mau."

​"Bibiiii....." Crystal langsung memeluk kaki Helena, mengagumi kecantikan sekretaris daddynya itu.

​"Helena, dari mana kamu mendapatkan matoa yang kamu bawa kemarin?" tanya Jimmy to the point.

​"Itu dari perkebunan kecil milik keluargaku di Jayapura, Tuan," jawab Helena gugup.

​Jimmy terkejut. Jika keluarganya punya perkebunan, kenapa Helena malah bekerja sebagai sekretaris padahal baru lulus SMA?

​Wah, rahasia apa ya yang disembunyikan Helena tentang perkebunan matoa keluarganya di Jayapura? Apakah Crystal akan berhasil memborong satu mal dengan blackcard daddy-nya?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!