Adinda putri harus menerima pil pahit saat suami atau pria yang selama ini begitu ia cintai tidak pernah menganggap dirinya Saat itulah ia memutuskan untuk meninggalkan pria itu dan membatalkan pernikahanya Tapi siapa sangka sahabat atau bossnya malah selalu ada disisinya saat ia terpuruk Akankah adinda membuka hatinya untuk sang boss atau balah sebaliknya Yukk ikuti terus kisah cinta mereka 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Curhatan seorang sahabat
Rey menaikan satu alisnya pria itu melihat kearah adinda yang berjalan pincang bahkan pipi gadis itu sedikit membengkak membuat pria itu merasakan amarah
Sasya juga tidak kalah terkejut, gadis itu menghampiri sahabatnya dengan wajah khawatirnya
“Din yaampunn kamu kenapa?!” Sasya memeriksa seluruh tubuh adinda
Adinda hanya tersenyum melihat sahabatnya yang begitu peduli dengan keadaannya “aku tidak apa-apa syaa,,” ucapnya meyakinkan
“Ayo kita berangkat” ucap gadis itu, sasya memegangi tangan adinda ia bermaksud untuk membantu adinda berjalan dan masuk kedalam mobil sport milik rey
Rey tidak mengucapkan apapun, pria dingin itu hanya memandangi adinda dan sasya secara bergantian entah apa yang ada dipikirannya saat ini
Didalam mobil seperti biasa 2 gadis itu akan selalu cerita banyak hal, bahkan sesekali mereka tertawa kencang membuat rey yang sedang mengemudi sesekali melihat kearah 2 wanita yang sudah 5 tahun ini berteman dengannya
“Din,, kemarin aku lihat zyan bersama dengan seorang wanita?? Apa wanita itu kekasihnya?” Ucap sasya melihatkan foto dari handphonenya
Sasya sangat penasaran bagaimana bisa zyan menolak pesona sahabatnya yang dari dulu menjadi primadona dikampus
Bahkan bukan hanya dikampus, dikantorpun adinda menjadi idola para pegawai baik itu wanita maupun pria
“Hhhmmm sya itulah kekasih mas zyan” ucapnya dengan nada lirih
“Cckkk kamu ini gak usah panggil-paggil dia dengan sebutan mas-ms gak berfaedah tau gak,, mending kamu cari deh laki yang jauh lebih baik darinya,, misalnya boss kamu Reyy meskipun dingin tapi dia itu menjadi idaman para wanita hahhaha kecuali aku ya!” Ucapnya membuat adinda seketika melihat kearah rey
Rey yang mendengar sedang dibicaran 2 gadis itu melihat kearah kaca spion yang ada diatasnya pandangan mereka bertemu beberapa detik membuat adinda kelagapan
“Kamu ini ngaaur!” Ucapnya memukul lengan sasya..
“Yaaa kan siapa tau kalian kan serasi.” Ucapan sasya membuat rey berdecak
Kedua wanita itu tahu jika saat pria yang ada didepan mereka itu berdecak berarti pria itu sedang kesal lalu mereka berduan cekikikan dan seling rangkul
Perjalan hampir menghabiskan waktu 5 jam lamanya… kedua gadis itu tertidur lelap dikursi penumpang
“Sya,, dinda bangun kita sudah sampai” ucap rey menepuk-nepuk kedua pipi gadis yang saat ini masih tertudur lelap
Sasya terbangun dan langsung keluar dari mobil dengan begitu gembira sedangkan adinda masih sibuk dengan mimpi indahnya
“Dinnn heeyyy bangunn”
“Hhmmm” adinda menyerjapkan matanya, gadis itu melihat sekeliling ternya mereka sudah sampai disebuah villa yang cukup luas
Sasya sudah turun lebih dulu, entah apa yang dicarigadis itu sehingga begitu cepat menghilang
“Rey… eehh pak kita akan menginap disini?” Tanya gadis itu dan hendak turun dari mobil
“Aaaawwww keluhnya karena kakinya terasa nyeri, darah segar mulai keluar dari luka yang ada dilutut gadis itu”
“Eehhh reyy.. turunkan aku!! Aku masih sanggup berjalan” ucapnya dengan melototkan sedikit matanya
Bagaimana tidak terkejut, karena rey tiba-tiba menggendong tubuh gadis itu ala bridal, adinda sedikit malu apalagi disana ada sasya yang juga ikut dengan mereka
Rey meletakan adinda dengan hati-hati pria itu menelpon seseorang untuk segera datang kevilla dimana mereka berada
“Dinn… kamu gak apa-apa?” Sasya mendekat kearah adinda dengan seoarang pria tampan ketampanannya 11 12 dengan rey
“Aku gak apa-apa syaa…” ucapnya dengan senyuman manis
“Cckkk kamu ini sebenarnya kenapa sihh bisa luka kayak gitu?? Luka itu cukup dalam din harus dijarit” sasya mengomeli sahabatnya yang hanya cengengesan
Hampir 10 menit datanglah seorang dokter yang sudah cukup berumur, dokter itu memeriksa keadaan adinda dan juga menjahit luka gadis itu
Rey hanya memeperhatikan gadis yang saat ini ada dihapannya dengan tatapan datar
Sasya dengan senang hati menemani adinda begitu juga dengan pria yang ada disamping gadis itu
“Lukanya sudah diobati tapi kalau bisa jangan diajak jalan dulu nona,, supaya tidak infeksi” ucap dokter itu sedangkan adinda hanya menggut-manggut mengerti
Setelah kepergian sang dokter sasya mendesak sahabatnya untuk mengatakan apa sebenarnya yang terjadi kepada gadis itu
Dengan terpaksa adinda mengatakan yang sebenarnya…
Sasya begitu geram, ia berjanji akan membalas apa yang sudah dilakukan oleh berlin kepada sahabatnya itu
“Sya.. siapa??” Ucap adinda mendongakan kepalanya kehadapan pria yang ada disebalah sasya
“Roy kekasih sasya sekaligus sahabat reykendra” ucap pria itu mengulurkan tanganya
“Adinda putri” balas gadis itu dengan senyuman, adinda bingung melihat 3 orang yang ada dihadapanya itu
Jika memang sasya memiliki kekasih untuk apa mereka harus bersandiwara dengan cara bertunangan segala
Entahlah kadang adinda memang bingung dengan pemikiran orang kaya seperti mereka itu
“Din aku dan roy mau pergi untuk membeli makan siang untuk kita yaa,, kamu istirahat dulu dikamar” adinda hanya menganguk mengerti dengan apa yang sahabatnya katakan
Gadis itu memegangi kepalanya yang sedikit terasa pusing,
“apa kamu begitu menyukai pria pecundang itu?”ucap briton pria yang sejak tadi hanya diam
Kini mereka hanya tinggal berdua divilla itu, rey duduk disebelah adinda dengan melipatkan kedua tangannya
“Hhmm tidak, aku hanya” ucapnya mengantung
Adinda kini kembali mengingat masalalunya, dimana saat ia berada disekolah menengah, dulu saat mendapatkan pelajaran extra kulikuler tidak sengaja jika ia terjatuh dikolam renang
Saat adinda sudah mulai kehabisan nafas, dengan cepat zyan mencebur kearah kolam untuk menyelamatkannya
Samar-samar adinda mengingat bagaimana zyan membantu mengeluarkan air dalam perutnya, pria itu juga memberikan adinda nafas buatan dan mengambil ciuman pertamanya
“Mungkin dia tidak mengingatku” ucap adinda lirih
setelah kejadian itu adinda selalu mengawasi zyan, bahkan gadis itu diam-diam membantu zyan dalam diam untuk mengembangkan perusahaan yang saat ini dipimpin pria itu tentu saja ia meminta sahabatnya rey karena rey begitu berkuasa didunia bisnis
“Semakin kau mencintainya maka kau akan semakin sakit din” mendengar apa yang dikatakan sahabatnya adinda melihat kearah pria yang ada disampingnya itu dengan senyuman
“Rey apa kau pernah jatuh cinta?” Pertanyaan dari gadis yang ada disebelahnya membuat pria itu menatap mata indah adinda
“Tentu, aku begitu mencintainya” rey memutuskan pandannya dan melihat kearah dimana ia menatap balkon ruangan dengan tatapan yang tidak bisa diartikan
“Benarkah… siapa gadis itu,,, waahhh dia sangat beruntung karena dicintai pria dingin sepertimu rey hahahaha” adinda tertawa terbahak-bahak membuat rey tersenyum
“Terus apa kau sudah mengutarakan perasaanmu?? aku sangat yakin gadis itu akan membalas cintamu rey, tidak ada yang bisa menolak pesona seorang REYKENDRA yang tampan dan baik hati” puji gadis itu dengan senyuman manis
Rey yang mendengar hanya tersenyum tipis entahlah ia sangat ragu untuk menyatakan perasaanya selain tidak ingin dijauhi gadis yang dicintainya, rey juga belum tahu cara membahagiakan seorang gadis itu sebabnya ia menunda mengutarakan perasaanya
Happy readingg 💫💫💫
gadis bodoh
cinta bertepuk sebelah tangan aja sulit melupakan apalah lagi sama-sama cinta baru dihianati
mampuslah kau Adinda makan itu cintamu pd Ziyan