NovelToon NovelToon
Merangkai Hasrat

Merangkai Hasrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Chicklit / Komedi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Jennie Revelton (25) seorang penulis novel dewasa yang terkenal dengan fantasi sensualnya tiba-tiba mengalami writer’s block saat mengerjakan proyek terbesarnya. Semua ide terasa mati hingga seorang pria baru pindah ke unit sebelah apartemennya.

Pria itu adalah tipikal karakter novel impiannya: tampan, mapan, dewasa, dan terlalu sempurna untuk menjadi tetangga. Tanpa sadar Jennie menjadikannya bahan fantasi untuk menghidupkan kembali gairah menulisnya.

Namun semakin sering ia mengamati dan membayangkan pria itu, perasaan Jennie mulai berubah. Dia tak lagi ingin pria itu hanya hidup di atas kertas, tapi juga menginginkannya di dunia nyata.

Keadaan menjadi rumit ketika pria itu mengetahui bahwa dirinya adalah objek fantasi erotis dalam novelnya. Alih-alih marah atau menjauh, pria itu justru mengajukan sebuah penawaran tak terduga.

"Daripada hanya mengandalkan imajinasi, bukankah lebih nikmat jika kau bisa merasakannya langsung?" ~~Johan Alexander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 -Penulis atau Aktris?

"Pakai ini," perintah Johan sembari menyodorkan sebuah kemeja berwarna putih bersih.

Jennie menatap kemeja itu lalu menatap Johan, "Maksudmu aku harus pakai ini saja? Tanpa....tanpa bawahan?"

Johan mengangguk, "Kemeja ini berukuran besar, jika kau memakainya pasti akan menutupi sebagian pahamu. Kita harus memberikan kesan 'menghabiskan malam panas' kepada Ajeng agar dia percaya kita sudah tunangan," jelasnya.

"Tunangan? Bukankah katamu hanya sebagai pacar?" tanya Jennie dengan ekspresi aneh.

"Dia tidak akan langsung percaya jika hanya sebatas pacar, kita butuh hubungan yang lebih dalam," jawab Johan.

Jennie menghela napas pelan dan segera masuk ke dalam kamar mandi milik Johan yang aromanya sangat laki sekali.

Dia mulai melepaskan kaos melarnya dan juga celana panjangnya lalu mengenakan kemeja putih berbahan katun premium itu.

Benar saja, kemeja putih itu sangat besar di tubuh mungilnya. Ujung kemejanya mencapai pertengahan paha, dan lengan kemejanya harus ia gulung berkali-kali agar tangannya tidak tenggelam.

Jennie menatap cermin dan menggulung ulang rambutnya ke atas, sedikit mengacak-acaknya agar terlihat lebih dramatis. Bibirnya yang berwarna pink alami dia gosok sedikit lebih kasar agar terlihat habis berciuman brutal semalaman.

"Baiklah, Lady Velvet. Saatnya naik ke atas panggung," bisiknya di depan cermin.

Saat mendengar suara bel berbunyi, Jennie langsung keluar dari kamar mandi dan langsung masuk ke dalam kamar Johan sesuai instruksi dari pria itu sebelum dia masuk ke dalam kamar mandi.

Ceklek!

Johan membuka pintu apartemennya, di depannya sekarang berdiri seorang wanita dengan gaun berwarna kuning terang menenteng tas kertas dari restoran bintang lima yang aromanya sangat menggoda. Di belakang wanita itu berdiri seorang pria paruh baya yang merupakan ayahnya.

"Johan, aku bawa sarapan brunch yang----"

Kalimat Ajeng terputus di udara, matanya membelalak lebar seperti hampir keluar dari kelopaknya saat melihat sosok kecil yang melangkah malas dari arah kamar Johan.

Jennie muncul dengan akting yang bagus, dia menguap lebar dan mengucek matanya dengan gerakan manja yang dibuat-buat, lalu berjalan mendekat ke arah Johan.

Tanpa ragu, dia melingkarkan tangannya di pinggang Johan dan menyandarkan kepalanya di lengan berotot pria itu.

"Sayang, siapa sih yang datang? Berisik sekali, aku kan masih ingin tidur," ucap Jennie dengan suara serak manja, sangat berbeda dengan kepribadian aslinya yang lebih mirip preman pasar saat sedang kehabisan ide.

Ajeng mematung, tas makanan di tangannya bergetar. "K-kau...kau memakai kemeja Johan?!"

Jennie mendongak menatap Johan, memberikan senyum paling manis dan paling memuakkan bagi yang melihat. Bukannya menjawab pertanyaan Ajeng dia justru berceletuk hal lain.

"Kemeja kamu nyaman banget, Mas. Wangi kamu banget," ujarnya sembari berjinjit untuk menghirup aroma leher Johan dengan dramatis.

Johan berdehem, Jennie bisa merasakan tubuh pria itu sedikit menegang. Namun Johan dengan cepat menyesuaikan peran, dia merangkul bahu Jennie dan menariknya lebih rapat agar bisa merasakan detak jantungnya.

"Maaf, Ajeng. Sepertinya tunanganku sedang tidak ingin diganggu," ucapnya dengan nada dingin menatap Ajeng dan juga Pak Broto, ayah wanita itu yang rahangnya sudah mengeras.

"Tunangan?! Johan, tidak mungkin dia tunanganmu, dia pasti LC yang kau sewa untuk membohongiku, kan? Penampilannya berantakan begitu," pekik Ajeng dengan suara yang naik dua oktaf.

Jennie melepaskan pelukannya lalu berdiri di depan Johan dengan tangan bersedekap, mencoba terlihat seperti "nyonya rumah" yang terusik.

"Maaf ya, Mbak kuning. Mau berantakan atau tidak yang penting Mas Johan suka, semalam bahkan dia terus meminta tambah karena terlalu nikmat. Daripada berpenampilan rapi dan seperti ketumpahan minyak wangi tapi di usir?" ucapnya dengan berani, dia juga memberikan kedipan nakal pada Johan.

Johan harus memalingkan wajahnya ke samping, menutupi mulutnya dengan tangan. Jennie tau pria itu sedang berusaha kerasa menahan tawa melihat bertapa beraninya Jennie mengarang cerita.

Pak Broto akhirnya angkat bicara, "Johan, jadi ini alasanmu selalu menolak jalan dengan putriku? Kau tidak lupa kan jika proyek pembangunan di pusat kota membutuhkan izinku?"

"Sepertinya meskipun tanpa izin Bapak proyek itu masih bisa berjalan sesuai rencana karena masih ada 'atasan' Anda. Dan seperti yang Anda lihat sekarang, saya sudah memiliki wanita dihidup saya, tidak perlu ada 'perjodohan bisnis' seperti yang anda tawarkan sebelumnya," jawab Johan dengan tegas.

Ajeng tampak ingin menangis sekaligus mencakar wajah Jennie. "Tapi Johan, dia tidak selevel denganmu! Dia pasti hanya mau uangmu!"

Jennie tertawa kecil, tawa yang terdengar meremahkan. "Uang? Meskipun uang saya tidak sebanyak milik Mbak, tapi saya masih waras. Lagipula yang saya mau dari Mas Johan itu perhatian dan waktunya."

Dia kembali bergelayut di lengan Johan. "Sayang, suruh mereka pergi, dong. Aku lapar karena semalam kamu gempur habis-habisan, tenagaku udah mau habis rasanya," sambungnya.

Ajeng menjerit pelan karena kesal. "Papa! Ayo pergi! Aku gak sudi lama-lama melihat wanita murahan ini!"

Wanita itu berbalik dengan hentakan kaki yang sanggup merusak lantai marmer, diikuti oleh ayahnya yang menggelengkan kepala kecewa.

Jennie melepaskan lengan Johan dan menutup pintu, dia kemudian menatap Johan dengan senyum bangga. "Gimana? Bagus kan aktingku?"

Johan akhirnya tidak bisa menahan tawa, suara tawanya rendah dan dalam. "Seperti yang sudah aku bayangkan dari otak liarmu itu."

Pria itu berhenti tertawa, namun matanya menatap Jennie dengan binar yang berbeda. Dia memperhatikan bagaimana kemejanya yang kebesaran itu meluncur sedikit di bahu Jennie, menampakkan tulang selangkanya yang indah.

"Aktingmu memang sangat menjiwai, apalagi bagian digempur habis-habisan tadi," ujarnya sembari melangkah maju, memangkas jarak diantara mereka.

Jennie mundur selangkah hingga punggungnya menempel di pintu. "Itu...itu cuma dialog novel! Jangan dianggap serius!"

Johan meletakkan tangannya di pintu, tepat di samping kepala Jennie, mengurung wanita itu dalam jangkauannya. "Ku rasa sekarang waktunya kita membahas imbalan atas bantuanmu mengusir mereka, aku pria yang selalu menepati janji."

Johan menunduk, wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Jennie. "Mari kita lihat seberapa bagus imajinasimu dibandingan dengan kenyataan, Nona Jennie."

Jantung Jennie berdebar liar, laptop di ruang kerjanya mungkin sedang menunggu bab baru. Tapi saat ini Jennie merasa dialah yang sedang terjebak dalam bab paling berbahaya yang paling berbahaya dalam hidupnya.

Bersambung

1
HiLo
Suka, konfliknya ringan
HiLo
ditunggu kelanjutannya
Aria
lanjut kakkkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!