NovelToon NovelToon
ASTRALAKSANA

ASTRALAKSANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy
Popularitas:200
Nilai: 5
Nama Author: Im Astiyy_12

Sedikit tentang Arderos, geng motor dengan 172 kepala di dalamnya. Geng yang menjunjung tinggi solidaritas, pertemanan, dan persaudaraan di atas segalanya. Sama seperti slogan mereka yang berbunyi "Life in solidarity, solidarity for life." Kuat dan tangguh itulah mereka. Selain itu makna logo Arderos juga tak kalah keren dari slogannya.

• Sayap, yang memiliki simbol kebebasan, kekuatan, dan kecepatan. Bisa juga mewakili perlindungan atau penjagaan.
• Pedang, simbol kekuatan, keberanian, dan ketegasan.

Semua elemen itu saling melengkapi, dan tak akan lengkap jika salah satunya hilang. Sama halnya dengan Arderos yang tidak akan lengkap jika tak bersama.

"Solidaritas tanpa syarat, persaudaraan tanpa batas!"

"Riding bebas, tapi jangan kebablasan!"

Dengan lima pilar utama yang menjadikan pondasi itu kokoh. Guna mempertahankan rumah mereka dari segala macam badai.

Akankah lima pilar itu bisa bertahan hingga akhir tanpa luka atau kehilangan?.

~novel yang ku pindah dari wp ke sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Im Astiyy_12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyata tapi, Ilusi?

THE ETERNALLY : our home

Happy reading...

...Nyata tapi, ilusi....

.......

.......

.......

...⭐🎻🎻⭐...

Astra menghela nafas lelah, setelah membicarakan tentang balas dendam mereka pada Carzeon kini Astra di hadapkan dengan masalah keluarganya.

Kepala pemuda tampan itu rasanya ingin meledak, "Astra, seharusnya kamu mencontoh Lintang, meski dia belajar lewat daring tapi nilai-nilai nya sempurna, sedangkan kamu? Kamu terlalu sibuk dengan geng gak jelas itu." ungkap sang mama dengan sinis ke arah Astra.

Astra tak menjawab. Dia diam di posisinya dengan kepala sedikit menunduk.

"Sekali kali banggain Mama Astra, jangan egois. Mama malu punya anak brandal kayak kamu, mau jadi apa kamu hahh?!" sambungnya lagi dengan jari yang menunjuk nunjuk Astra.

"Mah Astra punya alasan ..."

"Apa alasan kamu?! Mau bilang posisi kamu di beda bedakan? Atau apa hahh. Harusnya kamu cukup sadar diri Astraa, nggak ada yang bisa di banggain dari kamu yang hanya seorang ketua geng sampah itu."

" Mahhh! " sentak Astra tanpa sengaja.

Diana mama dari Astra sedikit tersentak karena intonasi nada bicara Astra meninggi, " Wahhh, Hebat kamu, udah berani bentak mama. Plakk!" satu tamparan mendarat di pipi Astra, dan Diana langsung pergi ke kamarnya.

" Maaf ...mahh " lirihnya hampir dengan nada yang hanya bisa dia dengar sendiri.

Keluarga Astra baru saja kembali dari Aussie setelah tiga tahun menetap di sana. Sekarang mereka tinggal di rumah yang Astra tinggali selama mereka tak ada.

"Bang, are you oke?" tanya Calya menghampiri abangnya yang mematung di ruang tamu.

"Hmm, im fine." balasnya lalu keluar dari rumah itu, tujuan utamanya sekarang adalah markas Arderos.

Calya menatap punggung abangnya dengan sendu, "Gue mau Abang bahagia," gumamnya.

...****************...

"Makan makan sendiri, azekkk!"

"Nyuci baju sendiri ..."

Terdengar sayup sayup kegaduhan dari dalam markas Arderos, sudah bisa Astra tebak suara Satya dan Arka lah yang paling mendominasi.

"Woy, kalian tau nggak, apa perbedaan lo sama gue?" ucap Satya menunjuk para inti Arderos, Astra juga sudah ikut bergabung.

"Ya beda lah, kalo gue cakepnya ugal-ugalan, lah lo jelek nya nggak ketulungan," balas Jaya dengan pede nya.

"Asem, bocah gendeng ko Jay!" seru Satya, khodam mas mas Jawanya seketika langsung keluar.

Arka langsung bergegas mencekal lengan satya, yang hendak menarik Jaya, " Woyy, tolongin! Khodam nya si satya keluar, Bumi! Bumi! buruan ruqyah ni anakk." seru Arka.

"AING MAUNG, AUUUUU~" dengan kemampuan acting yang sangat buruk itu Satya berpura pura kesurupan.

Bumi memegang kepalanya Satya, bukan untuk di bacakan Alfatihah, tapi untuk dia piting lehernya.

"Bagus Bum, jangan lepasin haha," kata Arka, perutnya sudah mulai terasa keram karena terlalu banyak tertawa.

"A...aa... Bumiaksara anjimm! Ketek lo bau bangkai cok!" seru Satya dengan wajah yang memerah.

Bumi menatap Satya sinis, "Ketek lo tuh yang bau bangkai, gue mah wangi," mereka terus saling adu argumen.

Astra tertawa melihat kerandoman teman temannya itu, tak salah dia memutuskan untuk datang ke sini saat suasana hatinya kurang baik.

Arderos adalah rumah, rumah ternyaman yang dia punya, rumah yang selalu ia cari keberadaan nya, rumah yang akan selalu dia rindukan.

Tentang canda tawa serta kebersamaan mereka yang akan terkenang di masa depan, sebagai legenda bagi para anggotanya ataupun yang mengenal mereka dengan baik.

Astra bersumpah akan menjaga rumahnya ini dengan baik, hingga waktu yang memaksanya untuk berhenti.

"Astra, lo mau cium ketek gue nggak?" kata Satya dengan wajah penuh rencana liciknya.

"Nggak sudi!!" balasnya lalu berlari terbirit-birit keluar markas.

Keempat pemuda itu tertawa karena berhasil menjahili ketua datarnya.

Seseorang menatap pemandangan itu dengan tatapan tak terbaca. 'ilusi?'

...⭐🎻🎻⭐...

Vio mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas, sejauh matanya memandang ia tak menemukan eksistensi yang sedang di carinya.

"Astra belum dateng?" gumamnya pada dirinya sendiri.

Vio mendudukan dirinya dibangkunya. Setelah kejadian di kantin beberapa waktu lalu, sudah tak ada lagi

yang berani mengganggu Vio Karena takut dengan Astra. Vio tak mengerti kenapa dengan gertakan ringan mereka takut dengan Astra si brandal SMAAB.

Pagi tadi Vio meminta Astra tidak menjemputnya, lagi pula ada mang Udin yang selalu siap mengantarkan nya kemana saja dia mau. Dari pada Astra harus mengambil jalan memutar untuk menjemputnya lebih baik Astra menjaga nya di sekolah saja, begitulah pikir Vio.

SMA Asa Buana hari ini di gemparkan dengan kedatangan murid baru pindahan dari Aussie.

"Anjir cakep banget cok!"

Plukk!

"Diem begok malu maluin aja," ucap Arka menabok punggung Satya yang baru saja berbicara.

"Hehe..emang cakep njir."

"Kok gue jadi takut ya, saking banyaknya cewek yang lo punya. Lo pengen cari sensasi baru, macarin cowok yaa," tuduh Jaya menatap Satya ngeri.

"Cangkem mu itu lo Jay, pengen ngrasa'ke sendalku opo?."

Jaya menggelengkan kepalanya. "Gue nggak paham lo ngomong apa, tapi gue yakin artinya nggak baik buat gue." ucapnya sebelum berlari ke belakang tubuh Arka untuk berlindung. Berakhir mereka saling kejar kejaran di Roftop SMAAB.

"Dia kembaran gue," ungkap Astra menatap datar segerombolan orang yang tengah mengerubuti murid baru itu, dari atas Roftop. Teman temannya langsung berhenti ribut, mereka menatap Astra dengan tatapan penuh tanya.

"Hahh, dia kembaran lo? Kok beda?" beo Satya sedikit tak percaya.

"Hmm.. nggak identik."

"Kok lo nggak pernah cerita sama kita tra?" ujar Arka sedikit merengut, Karena dia merasa Astra terlalu tertutup dengan kehidupan pribadinya.

"Dia tinggal di Aussie, jadi buat apa gue cerita," ucapnya santai.

"Lo ngga kaget bum? Atau lo udah tau?" tanya Jaya menatap Bumi yang sedari tadi hanya diam dan tak terkejut sama sekali.

Bumi mengangguk. "Dari bocil gue udah kenal Astra, jelas gue tau," balasnya sedikit songong, yang langsung mendapatkan jitakan maut dari Satya.

Di lain tempat Vio melangkahkan kakinya menuju toilet, suasananya cukup sepi karena kebanyakan para penduduknya sedang mengisi perut mereka di kantin.

Setelah selesai dengan urusan nya, Vio mencuci tangannya di wastafel.

"Wahh, kebetulan yang cukup menyenangkan," ujar seorang gadis dengan pakaian ketatnya, siapa lagi kalau bukan Bita and the geng.

"Kesempatan lo balas dendam ke dia Bita," kompor Sara.

"Bener Ta, gara gara dia, Astra permaluin kita di depan banyak orang," sambung Zoya menunjuk-nunjuk wajah Vio.

Vio menatap mereka bertiga sedikit takut, "M-mau apa kalian?"

Bita berjalan mendekat ke arah Vio, membuat gadis malang itu berjalan mundur sampai tubuhnya menabrak dinding, " Mau, gue, lo jauhin Astra. Bit*h!" katanya lalu menjambak rambut Vio dan menamparnya beberapa kali.

Calya, dan Kirana yang berada di kantin merasa ada yang tidak beres. "Vio kok nggak balik balik ya?" katanya pada kiran.

"Iya,Ini udah kelamaan, samperin aja yuk ke toilet," ucap Kiran, mereka berdua langsung bangkit dari duduknya mencari Vio.

"E-eh kok di kunci?" kata Kiran saat pintu masuk ke toilet terkunci dari dalam. Calya mendekatkan telinganya ke pintu itu, sayup sayup terdengar suara rintihan seseorang.

"Ada yang nggak beres nih Ran, telfon abang lo buruan."

Kirana langsung menelfon Satya untuk turun ke lantai bawah.

Tak perlu menunggu lama kelima inti Arderos sudah sampai di depan toilet yang terkunci itu.

"Ada apa Ran, suruh gue buru buru ke sini?" ujar Satya.

"Bang, lo dobrak pintu ini buru, Vio kayaknya di dalem." kata Calya dengan ekspresi wajah mulai panik.

Hanya dengan sekali dobrak pintu kamar mandi itu berhasil di buka. Terlihat Vio yang terduduk di lantai dingin itu dengan kondisi yang cukup mengesankan.

"Sialan! berani beraninya lo sentuh dia!" seru Astra mendorong Bita dengan kasar.

Astra berjongkok di depan Vio, dia melepas kemeja putih yang di kenakannya lalu menutupkannya ke tubuh Vio yang basah karena siraman air.

"Urus mereka," kata Astra sembari membawa Vio dalam gendongannya.

Calya menyempatkan untuk menampar pipi Bita. "Buat lo yang udah berani bully temen gue!."

Di UKS Vio sudah mengganti pakaiannya dengan yang kering, serta luka yang ada di pipinya juga sudah di obati oleh Calya.

"Mereka?"

"Udah gue serahin ke guru," balas Bumi.

"Biar mereka yang nentuin hukuman buat si Bitanjing!" geram Kirana.

Satya menarik pipi Kirana gemas. "mulutmu dek."

" Hehe...maaf bang. "

Kondisi Vio tak terlalu parah, hanya pipinya yang merah karena tamparan.

.......

........

.........

...⭐🎻TBC🎻⭐...

...Haiii, semoga suka. Sebenernya aku tu agak nggak pd sama tulisan aku sendiri. Takut nggak nge fell atau nggak nyambung :(....

...Jangan lupa bahagia kalian, kata Astra si gitu♡....

1
KHAI SENPAI
sok cantik 😭
Nischaaa_
lu belum muncul lu bukan ubi kan??!
Nischaaa_: biasa ... trauma
total 2 replies
Nischaaa_
Gue kira Taehyun ternyata Soobin tohhh😭
ChocoMint!: samaaa aku jugaaaa😭
total 3 replies
Nischaaa_
astaga ... Sagara dan Aksara. Dua nama itu ....
Nischaaa_
INI NYELEKIT NYA YANG LANGSUNG BIKIN SEMUA BADAN GUE MERINDING ANJING😭
Nischaaa_: ohh enggak-enggak, aku cuma iya sedikit ... hehe, tapi aku memaklumi jika sudah lulus kontrak
total 6 replies
Nischaaa_
suka banget narasi kamu 😭
ChocoMint!: terimakasih, aku seneng dengernya 😭💞
total 1 replies
Nischaaa_
namanya agak sulit dibaca yah ...
ChocoMint!: kalo sering di baca pasti nanti terbiasa, mudah kok😊🙄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!