NovelToon NovelToon
APA SALAHKU MAS

APA SALAHKU MAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Poligami / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Wanita perkasa
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: bundae safiq

Dewi seorang istri yang di tinggal merantau suaminya Abi ke Kalimantan dan harus tinggal di kampung merawat mertua dengan uang kiriman seadanya dari sang suami, Dewi pun harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan sang mertua.
Hingga suatu ketika Dewi mendapati sebuah rahasia besar dari teman Abi, ternyata Abi diam-diam menikah lagi, hati Dewi hancur dan dia pun nekat ke Kalimantan untuk memastikan sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundae safiq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Abi suami takut istri

Abi turun ke lantai bawah dan bergabung bersama  Wulan dan juga  mertuanya, mereka sedang sarapan pagi bersama.

''Pagi Pa Ma'' sapa Abi sembari mengancingkan kancing lengan bajunya.

''Lama banget sih mas kita hampir telat nih ke kantor, buruan sarapan'' ucap Wulan pada Abi.

Dengan patuh Abi pun segera duduk di samping Wulan dan segera memakan sarapan paginya.

''Proyek yang kemarin papa kasih ke kamu bagaimana Abi?'' tanya pak Safrudin pada sang menantu.

''Ah papa tenang saja semua sudah Abi tangani dengan baik'' jawab Abi dengan serius, Abi sangat hormat dan juga takut dengan sang mertua, apa lagi pada sang istri Abi sangat nurut banget karena Wulan adalah anak orang kaya.

''Bagus...papa memang enggak salah pilih kau buat proyek itu'' sahut pak Safrudin puas.

''Kalau sudah di percaya jangan sampai mengecewai papa loh mas'' tegur Wulan pada suaminya.

''Tenang saja sayang, aku enggak bakal kecewa in papa juga keluarga ini'' jawab Abi dengan yakin.

''Wulan kalian sudah menikah 2 tahun, kapan kalian berencana punya anak?'' tanya Bu Safrudin pada sang putri.

''Ma, biar mas Abi sukses dulu, kalau punya anak sekarang nanti ke depannya bagaimana nasib anak kami'' jawab Wulan dengan tegas.

''Astagah anak ini, Abi sudah di bantu papa kamu buat sukses, lagian masih ada kami berdua, kami ini sudah tua Wulan, kami sudah ingin menggendong cucu'' bujuk Bu Safrudin pada Wulan.

''Ma....sudahlah Ma, Wulan sendiri yang akan merancang masa depan Wulan sama mas Abi, mama sama papa enggak usah ambil pusing masalah kami'' ucap Wulan memberikan pengertian pada orang tuanya.

''Ya sudah deh, percuma juga mama ngomong sama kamu, ujung-ujungnya juga enggak bakal kamu dengar'' balas Bu Safrudin pasrah.

''Sudah siang ayo kita berangkat!''  ajak pak Safrudin pada Abi dan juga Wulan.

  Kemudian mereka bertiga pun segera menyelesaikan ritual sarapan pagi, Pan Safrudin beranjak dari tempatnya lebih dulu, sedang Wulan dan Abi menyusul kemudian.

''Mas bawa in tas ku !'' pinta Wulan pada Abi sebelum menyelonong duluan, Abi pun bagai kerbau di cocok hidungnya dengan patuh langsung membawakan tas kerja milik Wulan.

''Buruan napa mas jalannya, lelet banget sih!'' gerutu Wulan saat sudah sampai mobil duluan.

Pak Safrudin mengendarai mobilnya sendiri sedang Wulan bersama Abi.

''Ah i...iya sayang'' jawab Abi yang mempercepat langkah kakinya, keduanya pun segera masuk ke dalam mobil dengan Abi yang mengendarainya.

''Sayang...'' panggil Abi lirih.

''Hemmmm'' jawab Wulan acuh tak acuh.

''A...anu, itu...'' Abi terbata-bata.

''Anu apa, enggak usah berbelit-belit deh!'' ucap Wulan ketus.

''Begini...apa aku boleh minta uang, 1 juta saja'' ucap Abi meminta ijin.

''Hah...uang lagi, 1 juta, buat apa memangnya?''  tanya Wulan melirik tajam pada Abi.

''Itu...ibuku di kampung sedang sakit, jadi aku ingin mengiriminya uang untuk berobat'' jelas Abi berharap Wulan tergerak hatinya.

''Bukannya baru kemarin kamu minta uang buat ibu kamu!'' protes Wulan.

''Iya...tapi mendadak ibuku sakitnya kambuh dan harus di bawa ke rumah sakit, uang satu juta itu mana cukup sayang'' jawab Abi meyakinkan Wulan.

''Enggak... pokoknya aku enggak mau keluar uang lagi, enak saja bentar-bentar duit, bentar-bentar duit!'' tolak Wulan.

''Sayang, ibuku sudah tua sakit-sakitan pula dan hanya aku yang di andalkannya buat memenuhi kebutuhan sehari-hari'' jelas Abi, namun Wulan tetap tak mau tergerak hatinya.

''Sekali enggak tetap enggak titik!'' jawab Wulan dengan tegas.

''Hah...ya sudah, maafkan aku'' ucap Abi sembari menghela nafas, Abi tetap selalu di bawah kendali Wulan semenjak mereka menikah.

"Kamu boleh kirim uang sama orang tua kamu sebulan sekali itu pun cukup 1 juta saja, nanti kalau di kasih lebih bisa jadi manja dan ngelunjak, tau enggak!" oceh Wulan memarahi Abi.

"I...iya baiklah-baiklah sesuai kemauan kamu saja" jawab Abi yang sudah gondok tapi tetap enggak bisa berbuat apa-apa.

Tak berapa lama kemudian mereka pun sampai di depan kantor milik keluarga Safrudin, Abi segera memarkirkan mobilnya setelah itu dia pun keluar dari mobil bersama Wulan.

"Abi...!" panggil seseorang dari arah belakang. Abi pun menoleh begitu juga dengan Wulan.

"Man..., ka...kamu di sin?" jawab Abi saat melihat teman sekolahnya waktu di kampung.

"Iya Bi, kebetulan aku sedang ikut paman aku di sini, kamu sendiri ngapain di sini, jangan-jangan kamu kerja di sini ya?" tebak Karsiman.

"Dia siapa mas?" tanya Wulan penasaran, Abi mendadak gugup, dia lupa kalau ada Wulan di sampingnya.

"Ah...a...anu. Di...dia teman sekolahku waktu masih di kampung" jawab Abi terbata-bata.

"Siapa Bi, temen kamu?" tanya Karsiman penasaran.

"Aku istrinya mas Abi" sahut Wulan memperkenalkan diri, Abi segera mengedipkan mata pada Karsiman yang membulatkan matannya, namun Karsiman pun menyadari akan kode mata dari Abi.

"Waduh dasar berengsek kau Abi, istri kamu di rumah kamu tinggalin malah di sini kamu nikah lagi, tampang aja ganteng tapi kelakuan bejat!" umpat Karsiman dalam hati memaki Abi, Karsiman tau kalau Abi sudah menikah di kampung karena Karsiman memang satu kampung sama Abi, mereka sama-sama merantau ke kalimantan.

"Oh Hai, saya Karsiman, teman sekampungnya Abi, enggak di sangka Abi punya istri secantik ini" ucap Karsiman berbasa-basi.

Wulan yang merasa di puji pun hatinya melayang di udara dan berbunga-bunga.

"Ya udah man, kami masuk dulu, sampai jumpa lain waktu!" ucap Abi yang terburu-buru mengajak Wulan pergi menjauh sebelum Karsiman membongkar kedoknya.

"Cih....!" Karsiman meludah ke tanah sepeninggal Abi dan Wulan.

"Ono opo man?" tanya paman Karsiman yang baru saja muncul setelah selesai urusanya dengan pihak kantor tersebut.

"Iku lowh pak dhe, masak Abi anaknya mbok Raminah punya istri lagi di sini, kan padahal dia sudah nikah waktu di kampung" adu Karsiman pada pak dhe nya.

"Jangan berburuk sangka dulu, barang kali mereka sudah cerai duluan lalu menikah lagi di sini" ucap pak dhe nya Karsiman mencoba berfikir positif.

"Enggak mungkin lah pak dhe lha wong 2 bulan yang lalu aja aku masih lihat mbok Raminah bersama istrinya Abi kok, cerai dari mana, jangan-jangan memang Abi yang berhianat!" jawab Karsiman dengan yakin.

"Ah sudahlah, enggak usah ikut campur sama urusan keluarga orang lain, mau bagaimana pun kita bisa apa, apa untungnya kalau ikut campur" ucap pak dhe memberi nasehat.

"Ya enggak gitu juga pak Dhe, hanya saja kalau sampai Abi punya istri lagi di sini kan kasihan sama istri yang di rumah, di bohongin" ucap Karsiman tak tega.

"Halah-halah kau ini, urus saja tu dagangan keburu siang panas!" ucap pak Dhe sembari menepuk bahu Karsiman.

1
R⁵
duuhh mak nya oneng amat siihhh😒
R⁵
widiiihh berkhianat 2 tahun tanpa ketahuan..
R⁵
lugu bgt c dewi nya..
cinta boleh wi gobloogg jangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!