NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Malam

Pesona Gadis Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: novia_dwi

Alitza Zeefanya Bella, atau sering disapa Zee adalah seorang gadis cantik yang ceria. Seperti nama yang diberikan oleh orang tuanya yang berarti gadis cantik yang ceria yang selalu ada dalam lindungan Tuhan.


Hidupnya baik-baik saja, terlahir cantik serta besar di lingkungan keluarga kaya yang harmonis membuat dirinya tumbuh menjadi gadis ceria dan penuh kepedulian.


Semua baik-baik saja sampai dirinya harus kehilangan seluruh alasan kebahagiaan nya. Membuat dirinya harus bekerja untuk menghidupi dirinya dan seorang wanita tua yang menjadi pengasuhnya sejak bayi.

Bekerja didunia malam membuat dirinya dipandang miring oleh semua orang. Namun dirinya tak peduli, hanya dirinya yang tahu seperti apa sesungguhnya yang ia jalani.

Akankah nasib baik kembali berpihak padanya? atau justru kehidupannya semakin sulit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novia_dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Draft

"Ayolah mam.. "

"Aku masih muda. Kenapa mami ngebet mau nikahin aku sih".

" Dasar bule tengik, keturunan kompeni. Umurmu sudah 29tahun. Muda dari sebelah mananya?!!". Omel sang mami pada putranya.

"Lah.. nggak sadar apa kalau anaknya jadi bule karena turunan dari dia". Sosok lain yang melihat perdebatan ibu dan anak itu membatin.

" Kalau kamu nggak mau mami jodohin dengan pilihan mami, jangan panggil wanita yang melahirkanmu ini dengan sebutan mami!! ". Ancam sang ibu pada putranya.

" Baiklah kalau begitu aku akan memanggil mu Rosalinda ".

" Bukan seperti itu maksudku b*doh!!". Hardik mami yang bertambah kesal.

"bagaimana kalau noni Penjajah?? ". Mata sang ibu kian melotot mendengar panggilan anaknya.

" Diam!!! ". Bentak Sandra

" Baiklah ibu kompeni". Sang anak semakin senang menggoda ibunya yang tengah marah.

"Dasar anak kurangajar! ". Omel sang mami pada putranya yang tak lain adalah Ben.

Ben memeluk ibunya. Satu-satunya wanita yang bebas memaki, meneriaki bahkan memukul dirinya. Wanita yang begitu ia sayangi.

Ia tahu ancaman ibunya tak main-main. Namun menikah? ia belum terpikirkan sama sekali.

" Lepaskan mami! Dasar bule tengik". Umpat sang ibu.

"Oh ayolah, Cassandra". Dan sebuah pukulan mendarat tepat dikepala Ben saat lelaki itu justru memanggil ibunya dengan namanya langsung.

" Mau mami kutuk kamu jadi gayung, hah?!! ". Ben justru terkekeh mendengar ibunya mengomel.

" Kepalaku ini sangat berharga mam. Puluhan proyek bernilai milyaran ada disini. Mami main pukul-pukul aja". Keluh Ben namun tak dihiraukan sang ibu.

" Lepas! ". Mami Sandra memaksa anaknya melepaskan pelukan ditubuhnya.

Sementara Zacky yang sejak tadi melihat perdebatan sepasang ibu anak itu hanya diam sambil beberapa kali menghela nafas panjang.

" Besok kamu harus ketemu dengan calon yang mami pilihkan ".

" Awas kamu kalau kabur-kaburan lagi! ". Ancam mami Sandra

" Buat apa buru-buru nikah sih mam.. " Ben tak menyerah begitu saja.

"Mami mau cucu Ben".

" Aku bisa memberikan mami cucu tanpa harus menikah". Dan sekali lagi, kepala Ben terkena pukulan dari ibunya.

"Mulutmu!!!". Geram mami yang kini tangannya sudah beralih menjambak rambut anaknya.

" Hajar saja bu, memang anak ibu sedikit sengklek". Bukannya membela bos nya, Zacky justru menyemangati Sandra yang tengah memukul anaknya.

"Hei!! Dasar asisten gila! ". Umpat Ben pada Zacky.

......☘️☘️☘️☘️☘️......

Hari ini Zee menemani emak untuk berobat rutin ke rumah sakit. Awalnya hanya ke puskemas saja, namun dokter di puskesmas memberikan rujukan pada emak karena penyakit yang dideritanya harus mendapat perawatan dari dokter spesialis.

" Emak bisa sendiri neng. Nanti malam neng Zee kerja, sekarang pulang saja lalu tidur". Emak melihat wajah lelah Zee. Gadis muda itu terlihat lelah dengan mata sedikit memerah.

Memilih tersenyum sebagai jawaban dari perintah emak. Membuat emak mengelus sayang kepala Zee karena tahu jika gadis itu tak akan menuruti keinginannya.

Selama ini emak bertahan dengan semua penyakit nya, memilih melawan penyakit yang dideritanya sejak lama pun demi Zee. Hanya emak satu-satunya yang Zee miliki.

Walaupun pada kenyataannya Zee memiliki seorang paman, namun nyatanya tak pernah sang paman menanyakan kabar keponakannya itu. Entah kapan terakhir Zee bertemu, mungkin saat kedua orang tuanya meninggal bertahun lalu.

Emak selalu takut jika kelak sudah waktunya ia pergi, akan dengan siapa gadis malang ini membagi kesedihannya. Akan kemana ia pulang dan mengadu serta bercerita.

"Ayo mak.. " Asyik dengan lamunannya tentang Zee membuat emak tak sadar jika namanya sudah di panggil

Syukur lah hasil pemeriksaan kesehatan emak bagus. Zee bisa tenang bekerja jika sudah mengantarkan emak berobat.

Waktu menunjukkan jam 1 saat Zee dan emak keluar dari rumah sakit. Keduanya memilih makan di warteg yang tak jauh dari rumah sakit tempat emak berobat.

"Makan yang banyak.. " Emak meletakkan sepotong ayam kedalam piring Zee.

"Emak juga harus makan yang bergizi, jangan semua yang enak malah dikasih ke aku". Emak menahan tangan Zee yang hendak memindahkan kembali potongan ayam yang sebelumnya emak letakkan di piring Zee.

" Sudah cepet makannya. Kita cepat pulang supaya neng Zee bisa tidur barang sebentar".Zee tak akan pernah bisa menang melawan kehendak emak yang selalu mengutamakan dirinya. Yang bisa ia lakukan hanya berterima kasih yang teramat kepada wanita tua itu.

"Emak pulang naik ojek ya, Zee ke swalayan dulu beli keperluan yang habis". Selesai makan, Zee memesankan ojek online untuk emak pulang.

" Nggak bareng aja neng? ". Tanya emak

" Emak harus istirahat, Zee cuma sebentar kok". Zee mengelus lengan emak, kemudian saat ojek datang, gadis itu memakaikan helm ke kepala emak dan memastikan emak naik dan duduk dengan nyaman.

"Hati-hati ya pak bawa motornya". Pesan Zee pada pengemudi ojek.

" Siap mbak". Jawab ojek ramah.

Setelah emak menghilang dari pandangan, Zee berlalu. Dirinya memilih naik angkutan umum karena jarak swalayan yang ia tuju tak terlalu jauh dan cukup satu kali naik angkutan umum.

Gadis itu tak butuh waktu lama untuk berbelanja, semua yang dibutuhkan sudah ia catat dan itu memudahkan serta mempercepat pekerjaannya.

"Beres.. tinggal pulang". gumam Zee sambil menenteng dua kantong belanjaan berisi kebutuhan harian untuk dirinya dan Emak.

Zee tengah berjalan menuju tempat yang lebih mudah untuk mendapatkan angkutan. Tadinya ia ingin memesan ojek online, namun sayang daya ponselnya habis.

Tak jauh dari tempatnya berdiri, sebuah mobil tengah berhenti karena lampu lalu lintas masih menyala merah.

Sang pengemudi yang melihat Zee dari kejauhan berniat memberi tumpangan.

" Boleh saya memberi tumpangan pada kenalan saya pak? ". Tanya sang pengemudi

" Terserah.. " Sahut penumpang di kursi belakang yang masih fokus pada gadget ditangannya. Entah apa yang dilihat nya.

Sampai didepan Zee, pengemudi yang tak lain adalah Zacky menurunkan kaca mobilnya. Ia memanggil Zee yang terlihat sedikit kaget dengan keberadaannya.

"Zee.. " Teriak Zacky.

"Eh Pak Zacky.. selamat siang pak". Sapa Zee ramah. Sementara sosok yang sejak tadi fokus pada gadgetnya segera menoleh saat mendengar asistennya itu memanggil nama seseorang.

" Ayo, aku antarkan pulang.. Masuk". Zee tampak ragu, apalagi melihat keberadaan Ben di bangku belakang.

"Nggak apa-apa. Ayo, kita searah kok.. " Zacky meyakinkan saat melihat Zee ragu.

"Terimakasih pak Zacky.. " Zacky mengangguk sambil. melirik reaksi bos nya dari kaca tengah.

"Terimakasih pak Ben atas tumpangannya.. " Zee menoleh sekilas sambil menundukkan kepalanya sebagai tanda hormatnya.

"Hmmm.. " Ben hanya berdehem menjawab Zee dan kemudian fokus kembali pada gadget nya.

"Jangan panggil aku bapak. Aku tidak pernah menikahi ibumu". Zacky melirik bosnya yang baru saja bersuara.

" Hah? ". Zee tampak kebingungan.

" Maaf pak, saya merasa tidak sopan jika tidak memanggil anda dengan bapak". Terang Zee membuat Zacky melipat bibirnya menahan senyum.

"Panggil saja yang lain Zee.. " Akhirnya Zacky buka suara.

"Panggil apa pak? Saya biasa panggil teman-teman bang Leon dengan panggilan bapak". Zee dibuat bingung perkara panggilan. Selama ini ia nyaman memanggil teman-teman bosnya dengan panggilan bapak.

"Mas!? Atau kang mas mungkin? ". Zacky semakin melipat bibirnya. Ia hampir tak bisa menahan bibirnya untuk melengkung.

" Tapi saya bukan dari jawa pak". Sahut Zee yang polos tak tahu tujuan Zacky sebenarnya yang ingin membuat bos nya kesal.

"Memang didaerah mu panggilan untuk pria yang lebih tua itu apa? ". Zacky semakin senang.

" Nggak ada pak. Kan saya juga dari daerah sini".

"Bagaimana kalau kakang? ". Zacky semakin gila memberi ide.

Sementara sosok yang duduk di kursi belakang sudah melotot sejak tadi.

" Pak Zacky aneh ih.. " Gerutu Zee membuat Zacky kian terbahak. Asyik juga rupanya membuat bos nya itu tak berkutik.

Zacky merasa bulu kuduknya berdiri, ia kembali mengintip dari kaca tengah. Dan ternyata benar jika bos nya tengah menatap dirinya dengan mata melebar.

"Apa yang kau lakukan, b*doh! ". Kalimat itu yang bisa Zacky baca dari gerakan bibir atasannya itu. Ia tertawa pelan melihat bos nya menatap galak padanya.

Sepanjang perjalanan hanya diisi oleh obrolan Zee dan Zacky, sementara Ben tetap tampak sibuk dengan gadget nya.

Namun meski begitu, Zacky beberapa kali menangkap jika pandangan bosnya mengarah pada gadis cantik yang kini tengah duduk di samping nya.

"Kayanya seru ini kalo aku kasih tau bu Sandra". Batin Zacky yang merencanakan untuk membuat Sandra mengenal Zee.

30menit berlalu, mobil hitam mewah itu sampai didepan rumah Zee. Kembali mengucapkan terimakasih pada Ben sebelum dirinya turun.

" Sekali lagi terimakasih tumpangan nya pak Zacky.. " Zacky mengangguk sambil tersenyum.

"Santai aja Zee.. kaya baru kenal aja".

" Terimakasih juga pak Ben.. " Zee tetap memilih memanggil Ben dengan sebutan bapak karena tak menemukan panggilan yang lebih cocok dari itu.

Tak jauh dari sana, segerombolan ibu-ibu yang tengah mengobrol langsung memusatkan perhatian pada Zee.

Desas-desus tentang pekerjaan Zee yang tidak benar kembali berhembus. Bahkan suara ibu-ibu yang membicarakan Zee terdengar cukup jelas di telinga Zacky, dan mungkin juga Ben mendengar nya.

Zee menghela nafas panjang, sudah resiko dari pekerjaannya saat ini. Apalagi yang mengantarkan dirinya seorang pria. Sudah pasti kabar tidak mengenakkan tentang dirinya akan semakin santer saja.

" Hati-hati dijalan pak Zacky". Zee memastikan mobil menghilang dari pandangan nya sebelum ia masuk kedalam rumah yang ia tempati bersama emak.

...¥¥¥¥°°°¥¥¥¥...

...Kakanda we atuh lah Zee panggil si Ben nya, biar makin kesel tuh orang😅✌...

...Masih sepi sekali peminatnya🥲 nggak apa-apa, karna nulis itu hobi aku, jadi it's ok no problemo 🤭😁😁 Semoga kedepan semakin banyak yg baca...

...Happy reading semuanya 🫰🫰💋❤❤ sarangheyo banyak-banyak readers💋💋💋❤❤❤😍🥰😘😍😘🥰😘😘🤩🤩...

1
Astrid Fera
seru kok kak cuma Zee dbuat yg lbih tangguh lgi kak,,kyg pinter bela diri gtu kn tmbh seru nnti,,itu saran aku j SC kak😄😄tetap smngt kak💪💪
amma_iKiss: hihi.. tenang kak, pemeran perempuan di novel aku semua strong kok🤭 Btw makasih dukungannya ka😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!