NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Cynthia

"Lepasin...sakit tahu!!!"
Teriak seorang gadis yang di seret paksa oleh seorang pria tampan namun bringas.
Arabella Jenevile Dirgantara terjebak atas kecerobohannya sendiri.
Dia tak sengaja melihat hal yang seharusnya tak dia lihat.

"Jangan coba coba lari dariku gadis nakal. Nyawamu ditanganku!" Seringai pria bernama Dariush Cassano.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir Macam Apa !!

Bella melepaskan tautannya seakan nafasnya hilang. "Aku sudah menuruti kemauanmu, kapan aku bisa bertemu orang tuaku?" Lirihnya, dengan mata memohon.

"Besok di gereja!"

"Aku haus!" Pinta Bella lagi.

Ternyata Bella masih merasakan haus di tenggorokannya. Dariush berdiri mengambil segelas air minum. Bella meminumnya sampai habis. Dia melihat ke arah Dariush lagi.

"Apa besok kamu akan membunuhku?" Tanya Bella dengan tatapan kosongnya.

Satu halis Dariush terangkat mendengar pertanyaan konyol Arabella. "Setidaknya aku harus pamitan dengan mommy dan daddy untuk yang terakhir kali." Lirih Bella dengan wajah sendunya.

"Kamu akan tahu jawabannya nanti."

Dariush menggendong Arabella dari sofa ke kasur. Sejauh ini pria berparas tampan dan gagah ini bersikap lembut terhadapnya meski terkadang bibirnya irit bicara. Tapi dia sama sekali tidak pernah menyakiti Bella secara fisik dan kata kata.

"Atau aku akan jadi budak s*ks kamu" Tanya Bella lagi dengan sorot mata tajamnya.

DEG

Hal itu membuat Dariush jengkel. Sudah dua kali Bella menanyakan hal yang sama. "Cukup Arabella! Tidur!" Dariush menyelimuti gadis yang kini di tawannya.

"Harusnya aku nggak datang ke kota ini. Kenapa ini terjadi padaku ya Tuhan? Harusnya aku di rumah, harusnya aku di butik. Demi Tuhan aku tidak sengaja melihat kejadian itu. Aku juga bukan_" Tangisan Bella pecah malam itu. Dia menutup mukanya yang menyedihkan.

Isak tangisnya begitu menyayat hati seolah ada luka yang menganga di hatinya. Dariush tetap tenang dan dingin ditengah tangisan Bella.

Dariush berdiri menatapnya cukup lama. Hingga Bella menghapus air matanya kasar dan mulai memejamkan matanya.

"Maafkan aku, Arabella. Maaf karena aku egois. Mungkin dengan cara ini aku bisa memilikimu."

-

-

-

Fabio datang ke kamar orang tua Bella pagi hari lalu memberikan pakaian jas dan gaun untuk mereka. "Untuk apa ini?" Tanya Lorraine penasaran.

"Apa suami anda belum memberitahu?"

Lorraine menoleh ke arah suaminya penuh tanda tanya. Fabio mengangguk hormat pergi dari sana. Dave yang ditatap tajam oleh istrinya memalingkan wajahnya. Dia memang belum menceritakan tentang Bella yang akan menikah.

Akhirnya mau tak mau Dave menceritakan semuanya. "Apa? Ini gila, dad. Bagaimana bisa Bella menikah dengan lelaki seperti dia?" betapa terkejutnya Lorraine mendapati fakta itu.

"Kamu harus melakukan sesuatu, kita tidak bisa diam aja. Kasihan anakku." Lorraine memohon sambil menarik kerah baju suaminya.

Bibir Dave keluh untuk bicara dia memilih menuruti Dariush daripada harus melihat nyawa anaknya melayang. Lorraine juga nampak pasrah keadaan ini. Keduanya ganti baju dengan lunglay.

Orang tua Bella sudah ada di ruang tamu menunggu anaknya turun. Tidak ada senyuman dari bibir mereka, hanya ada gurat kesedihan.

-

-

Lain halnya di kamar Dariush, Bella sedang memakai gaun pengantin yang sangat cantik. Dibantu oleh bibi Lusy, kepala pelayan yang dipercaya oleh Dariush.

"Anda cantik sekali nona Arabella." Ucapnya.

Bella hanya tersenyum getir menanggapinya. Entah takdir macam apa ini? Dia merasa Tuhan sedang menguji dirinya.

Gaun putih panjang menjuntai membalut tubuh ramping Bella dengan makeup yang natural dan elegan.

Bibi Lusy membawa Bella keluar dan mereka berpapasan dengan Dariush yang baru selesai memakai jas tuxedo-nya. Mata mereka bertemu, keduanya mematung sesaat. Tidak bisa dipungkiri Bella dan Dariush saling terpanah.

"Seandainya kita bertemu dengan cara yang baik, mungkin aku akan mencintaimu." Gumam Bella, air matanya sudah menggenang dipelupuk bola matanya.

Dariush mendekati calon istrinya dan memberikan kalung bertahtakan berlian, dia memakaikannya. Bella menerimanya dengan perasaan yang aneh. Tangannya memegang kalung itu.

"Ayo, pak pendeta sudah menunggu kita."

"Orang tuaku?"

Dariush tak bicara dia membawa Bella ke bawah. Beberapa pelayan membantu memegang gaun yang dipakai calon majikan barunya itu.

Begitu sampai dibawah air mata Bella pecah, orang yang sangat dia rindukan ada didepan matanya. Bella langsung berlari ke arah orang tuanya, ketiganya berpelukan hangat.

"Anakku, kamu baik baik saja hmm? Kurus sekali nak, pasti kamu jarang makan." Lirih Lorraine masih dengan tangisannya.

"Aku baik baik saja mom, dad."

"Maafkan daddy nak. Daddy tak bisa berbuat apa apa." Lirih Dave.

Dariush membiarkan calon istrinya bertemu rindu bersama orang tuanya. "Ehm!" dia berdeham memberi kode mata pada Fabio. Pelukan ketiganya lepas, Bella ditarik pelan oleh Dariush.

"Kamu cantik sekali nak. Tuan, jika memang ini takdir anakku, tolong perlakukan dia dengan baik. Aku membesarkan dia penuh kasih sayang. Jika kau hanya akan menyakitinya, biarkan kami jadi gantinya. Silahkan ambil nyawa kami. Lepaskan anakku." Lirih Lorraine dengan suara seraknya.

Dariush hanya menundukkan kepala dan tersenyum tipis. "Tenang saja! Selama kalian patuh padaku, dia akan baik baik saja mommy mertua."

Bulir air mata Bella menetes dia juga pasrah akan hidupnya. Mungkin ini adalah akan jadi pertemuan terakhir baginya bersama orang tuanya. Mereka pergi dengan 2 mobil.

Tatapan mata Bella kosong wajahnya terus menatap jendela mobil. Dariush tidak bicara sikapnya yang tenang membuat Bella kesal. Entah pernikahan yang seperti apa yang akan Bella jalani nantinya.

"Kita akan ke negaramu akhir bulan ini." Ucap Dariush tanpa menoleh.

"Apa? Kamu_"

"Tidak ada pengulangan! Aku harus menyapa keluarga besarmu." Jawab Dariush datar.

GLEG

Sebetulnya apa yang sedang direncanakan Dariush. Pria penuh misteri dan tertutup. Membuat Bella berdecak sebal.

"Ck, terserah kamulah. Memangnya aku bisa apa? Semua kehendakmu kamu yang atur!" Celetuk Bella dengan kesal.

Dariush tak menjawab dia pandai sekali mengontrol emosinya. Mobil mereka sudah sampai di gereja. Semuanya sudah turun dan masuk ke dalam. Dariush menautkan jarinya pada calon istrinya. Bella mau tak mau menerimanya.

Disana orang tua Bella, dan Jay sudah menunggu di dalam. Pemuka Agama yang akan menikahkan mereka sudah siap. Hati Bella semakin tidak karuan. Hanya karena dia tak sengaja melihat sesuatu yang harusnya tidak dia lihat, justru berakhir di pelaminan.

"Sudah siap?" Tanya pendeta.

Dariush menganggukkan kepalanya pelan, begitu juga Bella. Orang tuanya hanya menatap dengan perasaan yang entah apa artinya.

Pendeta itu memulai menikahkan mereka. Akhirnya mereka sah menjadi sepasang suami istri. Darius mencium lembut binir Arabella yang kini jadi istrinya.

"Ya Tuhan, tolong jaga anakku lindungi dia." Ucap Lorraine dengan air mata mengalir deras.

"Tuhan akan menjaganya." Jawab Dave.

Lalu Bella dia menatap lekat pemilik bola mata hazel brown itu. "Apa selanjutnya?" Tanyanya.

"Bulan madu."

Gila ini sungguh gila. Bella saja belum punya perasaan cinta pada lelaki itu. Sekarang dia harus bagaimana? Sungguh Bella sangat membenci pria itu sekarang.

"Kita belum saling mencintai. Tepatnya, aku tidak mencintaimu. Aku tidak bisa_aku_"

"Belum! Bukan tidak!

Bella melangkah menatap pria bringas yang kini menjadi suaminya, sorot matanya seperti ingin menusuk lawannya. "Kalau begitu, buat aku jatuh cinta padamu!" Seringainya.

Tangan Dariush mengunci pinggang istrinya rapat rapat. "Kamu tidak akan bisa menolak pesonaku nona."

"Silahkan berusaha!" Sahut Bella.

1
Vivi Alfia Dewi
next Thor di tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!