NovelToon NovelToon
Transmigration : Modern Life Of A Taoist Gril

Transmigration : Modern Life Of A Taoist Gril

Status: tamat
Genre:Gadis nakal / Transmigrasi / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:139.7k
Nilai: 5
Nama Author: blumoon

Saat pertarungannya melawan Hukum Langit mencapai puncak, Lin Xinyao seorang taois berbakat yang menentang takdir gugur dalam pertempuran. Namun sebelum jiwanya lenyap, sebuah cahaya putih menariknya ke dimensi lain, mempertemukannya dengan seorang gadis bernama Yao Yao yang memiliki wajah identik dengannya. Yao Yao, yang lemah dan penuh luka batin, menyerahkan tubuhnya kepada Xinyao dan memintanya untuk hidup menggantikan dirinya.
Kini, Lin Xinyao terbangun di kehidupan baru yang bukan miliknya, membawa sumpah untuk suatu hari kembali menantang Hukum Langit sekaligus mengungkap rahasia kelam di balik tubuh yang kini ia huni.


---

CATATAN PENULIS

Karya ini adalah murni hasil khayalan dan imajinasi penulis. Segala nama, karakter, tempat, dan peristiwa tidak memiliki hubungan dengan dunia nyata. Jika ada kesamaan, itu semata-mata kebetulan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blumoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sebuah kebenaran yang menyesakkan

.

.

.

Begitu mereka sampai, pemandangan pertama yang terlihat adalah tubuh Lie terbaring lemas di lantai, wajahnya pucat seperti kehilangan seluruh energi hidupnya.

Ceklak—

Pintu apartemen terbuka. Fengyun langsung berlari begitu melihat keadaan mantan kekasihnya itu.

“Lie!” serunya panik, lututnya jatuh ke lantai saat menahan tubuh Lie.

“Feng…” suara Lie nyaris tak terdengar, napasnya pendek dan terputus-putus.

Xinyao yang baru masuk malah mendecak pelan, matanya menelusuri ruangan yang dipenuhi hawa gelap.

“Gelang yang kau pakai pecah,” katanya santai. “Jadi kau kena serangan balik. Sudah kuduga.”

Ia mengibaskan tangannya dua kali.

CK—CK.

“Aura gelap di tempat ini terlalu pekat. Aku bertanya-tanya… sudah berapa orang yang kau habisi demi mencuri keberuntungan mereka?”

Qinglan langsung merinding. Kata-kata itu terasa menohok, seolah membuka sesuatu yang tidak seharusnya dibuka.

Lie menelan ludah, bibirnya bergetar.

“A-aku tidak membunuh siapa-siapa… A-apa maksudmu…” suaranya terputus-putus, tubuhnya gemetar.

“Yao Yao, berhenti asal bicara!” Fengyun membentak sambil memeluk Lie. “Lie bukan orang seperti yang kau tuduhkan!”

Namun Qinglan mengangkat wajah, suaranya naik satu oktaf.

“Gege, wanita ini jelas terkena serangan balik dari perbuatan yang dia lakukan!”

“Cukup!” Fengyun membalas dengan suara tinggi. “Lie sakit, titik! Bukan karena serangan balik atau dunia fantasi kalian itu!”

Lie tersenyum pahit. Bahkan dalam keadaan seperti ini, Fengyun tetap membelanya mati-matian.

Fengyun mengangkat tubuh Lie, berniat membawanya ke rumah sakit. Namun Qinglan berdiri di depan pintu kamar.

“Gege… percaya padaku sekali saja. Baringkan dia di ranjangnya.”

“Qinglan, aku tidak—”

“LI FENGYUN!”

Teriakan itu membuat tubuh Fengyun menegang. Selama hidupnya, Qinglan tidak pernah membentak seperti itu. Untuk pertama kalinya, Fengyun menyerah… dan menuruti adiknya. Ia membaringkan Lie di ranjang dengan wajah penuh kecemasan.

“Keluar.” ujar Qinglan tegas, tatapannya seperti bilah.

Anehnya, Fengyun yang biasanya keras kepala hanya menatapnya sebentar sebelum mundur dan keluar dari kamar.

“Tunggu di depan. Jangan masuk sebelum aku bilang.”

Pintu langsung dikunci.

Qinglan menarik napas, lalu mengangguk pada Xinyao.

“Yao Yao, lakukan.”

“Dengan senang hati~”

Xinyao duduk bersila. Beberapa kertas mantra muncul di tangannya, memancarkan cahaya emas yang semakin lama semakin terang.

Tiba-tiba—

“Akhhh!”

Lie menjerit keras. Fengyun di luar langsung meninju pintu panik, namun pintu juga sudah di kunci dengan energi spiritual Xinyao tidak mungkin terbuka.

Tak lama kemudian, suara jeritan lain muncul.

“AKHHH—!!”

Xinyao ikut berteriak, tubuhnya bergetar hebat kenaikan kultivasinya mendadak melonjak karena efek balikan energi.

WUSHHH—

Angin dingin menyapu ruangan, rambut Xinyao berkibar saat pusaran energi spiritual naik ke puncak.

Setelah beberapa saat, Xinyao membuka mata perlahan, pupilnya memancarkan sedikit kilatan emas.

“HAHAHAHA! AKHIRNYA! Kultivasiku naik! Hahaha!!” Ia melonjak seperti anak kecil yang menemukan mainan baru.

Di ranjang, Lie sudah mulai mengerjapkan mata. Napasnya belum stabil, tapi aura gelapnya sudah berkurang drastis.

Xinyao melirik pintu, terkekeh.

“Lanlan, buka pintunya. Kalau tidak, Tuan Muda kita itu bisa berubah jadi orang gila karena tidak bisa lihat wanitanya.”

Ia kembali duduk bukan untuk berkultivasi, tapi siap menonton drama besar yang akan terjadi dalam hitungan detik.

Begitu pintu apartemen terbuka, Fengyun langsung berlari ke arah ranjang di mana Lie terbaring. Nafasnya tertahan melihat mantan kekasihnya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya—wajahnya lebih cerah, nadanya tidak selemah tadi.

CK.

Xinyao berdiri di ambang pintu sambil menyilangkan tangan di dada.

“Cinta memang membutakan segalanya,” gumamnya sambil menopang dagu.

Fengyun menatap Lie tak percaya.

“Bagaimana… mungkin?” bisiknya. Matanya tak bisa membohongi kenyataan yang ia lihat sendiri.

“Feng…” panggil Lie lirih, mencoba terdengar selemah mungkin.

Namun Fengyun tidak menjawab. Tatapannya kosong, kemudian perlahan, air mata jatuh dari sudut matanya.

“Feng, kenapa? Apa yang terjadi?” tanya Lie, memasang wajah bingung.

Fengyun menelan ludah keras-keras.

“Lie… kau tidak mengkhianatiku, kan?”

Ia jatuh terduduk, bahunya bergetar.

Lie mengerjap, berpura-pura tidak mengerti.

“Apa maksudmu? Aku tidak—”

Sebelum Lie sempat merangkai kebohongan lain, Xinyao—yang sudah muak dengan drama lamban itu—menghentakkan kaki dan mulai mengangkat beberapa kertas dan buku dengan kekuatan spiritual.

Qinglan sigap merebut sebuah buku yang terlempar.

“Eh? Buku apa ini?”

BRAK—buku itu jatuh terbuka.

Xinyao mencondongkan tubuh, menunjuk halaman itu dengan tatapan tak terkesan.

“Itu buku pengikatnya. Foto yang punya benang merah artinya orang itu masih hidup. Foto dengan benang hitam? Keberuntungannya hampir habis… sebentar lagi mati.”

Qinglan menelan ludah. “Kalau benang putih ini?”

“Target berikutnya,” jawab Xinyao datar.

Tubuh Lie mengeras. Napasnya tersengal. Wajahnya memucat seketika tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi.

“B-bagaimana kau tahu semua itu…?”

Xinyao nyengir, kedua tangannya memanggil cahaya emas.

“Aku yang menghancurkan gelang yang kau berikan pada Fengyun. Aku juga yang memutus segel yang kau pasang di apartemenmu. Dan semua hawa negatif di ruangan ini? Aku yang bersihin.”

Ia mengedip. “Aku ini kultivator Taoisme, sayang. hal seperti tidak ada yang bisa lolos dariku?”

Tanpa peringatan, Xinyao melemparkan pil kecil ke mulut Lie.

“U-UHUK! UHUK!”

Lie tersedak keras. “Apa yang kau masukkan ke mulutku!?”

“Obat kejujuran,” jawab Xinyao santai. “Tanyakan apa pun. Dia tak bisa bohong sekarang.”

Fengyun masih ragu, tapi Qinglan tidak membuang waktu.

“Mengapa kau mencuri keberuntungan saudaraku?”

Jawaban Lie langsung meluncur seperti air tumpah.

“Aku ingin jadi Nyonya besar keluarga Li! Tapi saudaramu itu bodoh, dia takut menikah dan malah memutuskan hubungan denganku! Padahal… kalau dia tidak mau menikah, setidaknya dia bisa jadi sumber uangku!”

Mata Fengyun membesar. Qinglan mengepalkan tangan.

Lie melanjutkan, wajahnya dingin.

“Aku tidak rela semua kekayaan itu jatuh ke wanita lain. Jadi aku mencuri keberuntungannya! Lagipula, tubuh saudaramu adalah tubuh kaisar penuh keberuntungan. Kalau semua keberuntungannya jadi milikku, aku akan kaya!”

Fengyun terduduk, tubuhnya gemetar hebat.

“Kau… tidak pernah mencintaiku?”

Lie tertawa pahit. Atau mungkin itu bukan tawa melainkan kejujuran yang dipaksa.

“Dari awal semua sudah direncanakan oleh ayahmu. Aku menerima hubungan kita karena kau anak orang kaya. Ayahmu menyuruhku menarikmu perlahan lewat pernikahan. Tapi kau menolak menikah, dan ayahmu membuangku. Tidak ada uang lagi… lalu kau putus denganku. Aku butuh uang. Dari mana lagi aku bisa dapat selain dari keberuntunganmu?”

Setelah mengatakan semua itu, Lie menutup mulut dengan panik.

“Kenapa… kenapa aku berkata jujur!?”

“Efek obat,” jawab Xinyao bosan. “Tapi tenang, efeknya udah habis. Sekarang kalau kalian tanya apa pun, dia bakal bohong lagi.”

Fengyun menghampiri Xinyao.

“Kalau begitu beri dia obat itu lagi!”

Xinyao mendesis.

“Gila ya? Obat itu cuma boleh sekali sehari. Kalau dipaksa dua kali… otaknya bisa rusak.”

Ia berdiri dan menepuk debu di bajunya.

“Sudahlah. Informasi yang kalian dapat sudah cukup. Ayo keluar. Biarkan dia merenungi semua kebohongannya sendiri.”

Qinglan membantu Fengyun berdiri.

“Gege, ayo.”

“Tunggu! Fengyun! Aku bisa jelaskan! Tadi itu bukan maksudku! Jangan pergi!”

Lie berteriak putus asa, berusaha bangkit.

BRAK—ia jatuh ke lantai lagi.

Pintu ditutup Qinglan dengan keras.

“Tidak! Fengyun! Kembali! Jangan tinggalin aku!”

Lie hanya bisa merangkak ke pintu, tubuhnya lemas, rambutnya berantakan. Tangisnya menggema di apartemen yang gelap.

 

Di koridor, langkah Fengyun terhenti. Suaranya rendah namun dingin.

“Ayah… akhirnya kau muncul lagi setelah sekian lama.”

Xinyao justru melambaikan tangan.

“Iya-iya, itu urusan keluarga kalian. Yang penting, kapan kau bayar jasaku?”

PLAK.

Keduanya Qinglan dan Fengyun menepuk jidat bersamaan.

“Coba cek saldo,” kata Qinglan.

Xinyao melihat ponselnya.

“Lima ratus juta yuan! Lumayan! Terima kasih dewa kekayaanku!” serunya riang.

Ia kemudian tersenyum kaku.

“Eeee… boleh nggak aku nginep di rumah kalian semalam? Besok aku cari apartemen sendiri…”

“Naik ke mobil,” jawab Fengyun cepat.

“Baik-baik! Terima kasih banyak!”

Xinyao membungkuk beberapa kali.

“Kita teman, Yao Yao. Santai saja,” kata Qinglan.

“Bagus! Mulai sekarang aku nggak sungkan lagi!” jawab Xinyao senang.

Mobil pun melaju, meninggalkan apartemen Lie yang perlahan kembali sunyi.

 

Bersambung 🥂

 

Terkadang kebenaran memang menyakitkan, tapi lebih baik terluka karena kejujuran daripada hidup nyaman dalam kebohongan.

Keberuntungan bukan sesuatu yang bisa dicuri ia melekat pada orang yang pantas menerimanya.

Jika kamu menikmati cerita penuh intrik, emosi, dan bumbu fantasi ini,

jangan lupa like, komen, share, dan follow/subscribe!

Dukungan kalian membuat cerita ini terus berlanjut~ 💖📚

1
yrputri
oooh ke sini rupanya ya/Hey/
yrputri
Xinyao mau kemana ya... hmmm
yrputri
semangat🤭
>AY<
ming xuelin, lin yuyu, li yiyu ini siapa? ko aku lupa
Xlyzy: Yao yao asli adalah seorang reinkarnator dia akan terus bereinkarnasi jika kehidupan nya berakhir buruk dan ming xuelin, Lin Yuyu, Li yiyu adalah Yao Yao asli yang terus bereinkarnasi hingga akhirnya berakhir menjadi cangli

( Yao Yao terus terlahir kembali dengan metode kembali menjadi bayi baru kali ini Yao Yao reinkarnasi ke tubuh orang lain dengan ingatan masa lalu yang utuh)

siklus ini akan terus berlanjut hingga Yao Yao bisa hidup bahagia hingga tua tanpa penderitaan
total 1 replies
>AY<
apaan tuh
>AY<
🤣🤣🤣
>AY<
ya ampun, ngakak sekali akutuh🤣
Norris Yuniarty
seru thor😍😍😍
Norris Yuniarty
seru thor😍😍😍
Sri rahayu
selama masih ada Yao Yao kejahatan apapun dapat di berantas sampe tuntas walaupun itu penjahat keluarga sendiri .tunggu kehancuranmu keluarga zang ,zangkrik
Sri rahayu
yao yao udah di anggap menantu cuy jadi jangan coba" mempengaruhi mertuanya ga mempan 😁😁😁
Miu.Nuha
berhasil sembuh sang nenek,
restu mendarat dengan mulus...
tapi yao2 gk gmpang ditaklukin 😜
Miu.Nuha
apa nenek kena guna2 🤔
,, saatny beraksi lagi xinyaoo... sembuhin nenek biar dpt restu camer~
Miu.Nuha
kalo udah dikasih tahu begini kan akhirnya tahu dn jdi termotivasi. terima kasih dewa langit ❤
Miu.Nuha
yaa semoga xinyao berhasil supaya penderitaan changli berakhir dn bisa hidup damai. gkpapa kan ya kalo xinyao kembali ke negeri dewa 😌🤭
Miu.Nuha
padahal udah berapa kali reinkarnasi ya? kasihaann kalo harus malang terus nasibny 🤧
Miu.Nuha
aamiinn 😌😌
Miu.Nuha
waduh diramal nih...
bakal ketahuan gk nih masa depan pasangannya siapa 🙃🙃
Miu.Nuha
sama2 punya adik yg deket sama xinyao ya, tpi tetep menang fengyun lah 😅
Miu.Nuha
dikutuk lu kek malin kundang 😅
selamany aja deh kek gitu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!