Xue Yao, murid pertama Sekte Yiyuan, kehilangan segalanya ketika Raja Iblis menghancurkan sektenya. Sebagai satu-satunya yang selamat, ia melarikan diri membawa pusaka sekte, Cincin Zhutian, demi membalas dendam.
Namun saat dikepung musuh, ia menghancurkan kultivasi dan memecah kesadarannya sendiri. Takdir justru membuat seluruh serpihan kesadarannya terserap ke dalam Cincin Zhutian dan tersebar ke berbagai dunia. Setelah hampir seratus tahun tertidur, Xue Yao terbangun dan mendapati setiap serpihan hidup dalam penderitaan akibat keterikatan batin yang dapat melahirkan iblis hati.
Kini, dengan kekuatan Cincin Zhutian, ia harus kembali ke setiap dunia untuk menyelamatkan, mengumpulkan, dan menyatukan kembali seluruh serpihan jiwanya. Namun, mampukah Xue Yao mengembalikan dirinya yang utuh... atau justru kehilangan segalanya untuk kedua kalinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhu Ge Liang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Takdir yang tertukar²²
"Jangan membicarakan hal-hal seperti ini di depan anak..."
Nyonya Xue berusaha menghentikan dengan suara lemah.
Namun balasan Xue Ba hanyalah sebuah tawa dingin.
"Chou Ran, apa ini ada gunanya?"
Chou Ran adalah nama asli Nyonya Xue.
Ia sebenarnya bukanlah 'Nyonya Xue' sejak awal. Ia memiliki nama sendiri, keluarga sendiri, kehidupan sendiri, dan lingkaran pergaulan sendiri.
Namun kemudian, perlahan-lahan ia tersamarkan oleh sebutan Nyonya Xue.
Dan orang yang tersembunyi di balik gelar itu pun kian layu.
"Kalau bukan karena dulu kau mengandung Xue Yao, apakah kita akan mempertahankan pernikahan ini? Setelah itu kau berkata bahwa Xue Mo harus menjadi pewaris, dan pernikahan kita tidak boleh bermasalah pada masa krusial ini. Maka kita pun mempertahankannya lebih dari sepuluh tahun. Apa gunanya? Kau jelas tahu aku memiliki kekasih di luar. Namun setiap hari tetap berpura-pura seolah keluarga kita sangat bahagia, mempertahankan kepalsuan keharmonisan rumah tangga, bukankah semuanya hanya untuk dipertontonkan kepada ayah?"
Sejak lama Xue Mo tahu bahwa hubungan orang tuanya tidak seharmonis yang digambarkan ke luar.
Keheningan di rumah sudah ia saksikan bertahun-tahun.
Namun ia tidak pernah menyangka bahwa orang tuanya pernah berada di ambang perceraian.
Bagi keluarga seperti mereka, perceraian bukanlah perkara sederhana.
Bagi orang biasa, perceraian mungkin hanya urusan dua orang atau satu keluarga. Namun bagi mereka, perceraian menyangkut keluarga Xue dan keluarga Chou. Bahkan menyangkut mata pencaharian puluhan ribu orang di dua perusahaan besar.
Terlebih dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama kedua perusahaan semakin erat. Perceraian menjadi sesuatu yang nyaris mustahil.
Wajah Chou Ran sepenuhnya mengeras.
Kedamaian semu yang selama ini ia pertahankan, kini dihancurkan tanpa ampun oleh Xue Ba.
Namun ia juga pernah menjadi Nona Besar Keluarga Chou yang dimanjakan. Seorang putri keluarga besar yang terbiasa mengambil keputusan. Jika bukan karena kerelaan hatinya sendiri, mengapa ia harus menelan kehidupan seperti ini?
Ia merapikan rambut di pelipisnya, lalu mencibir dingin.
"Kau juga tidak perlu bersandiwara di hadapanku. Xue Ba, cinta sejati yang kau kejar di luar sana bukankah juga telah meninggalkanmu? Pergi begitu saja tanpa sepatah kata? Xue Mo adalah anakku. Keluarga Xue memang seharusnya menjadi miliknya. Aku tidak peduli apa yang kau lakukan di luar, tetapi pernikahan kita adalah fondasi agar Xue Mo bisa melangkah lebih jauh. Jika kau berani menghancurkan pernikahan ini, menghancurkan posisi pewarisnya, keluarga Chou tidak akan tinggal diam!"
Pasangan suami istri itu sepenuhnya merobek wajah masing-masing, saling menusuk luka terdalam satu sama lain.
Terutama kalimat tentang 'Cinta Sejati' itu, yang membuat wajah Xue Ba langsung menggelap.
Saat ia hendak membalas, pintu ruang kerja tiba-tiba didorong terbuka.
"Orang tua ini belum mati! Posisi pewaris itu juga bukan harus Xue Mo!"
Itu adalah kakek Xue.
Jelas, ia telah mendengar cukup banyak percakapan barusan.
"Ayah!"
Xue Ba buru-buru merendahkan alis dan tersenyum kaku, hendak membantu kakek Xue masuk.
Namun tangannya ditepis dengan keras.
Kakek Xue menoleh ke arah Zhang Xu. Sang pengurus segera paham, mendorong kursi roda Kakek Xue masuk ke ruang kerja, lalu keluar dan menutup pintu, dan berjaga di luar.
"Keluarga Xue kali ini benar-benar kehilangan muka."
Kakek Xue menatap Xue Mo yang berlutut di lantai. Di hatinya, tak tersisa lagi kasih sayang yang dulu ia miliki untuk cucu tertuanya itu.
"Keluarga Qu berada sepenuhnya di pihak yang benar. Pertunangan ini gagal, dan kesalahan sepenuhnya ada pada Keluarga Xue. Proyek pengembangan Zhushan di Kota Utara, keluarga kita akan mundur dan menyerahkannya sepenuhnya kepada Keluarga Qu."
Raut wajahnya tampak letih.
Sebuah jamuan pertunangan yang seharusnya menjadi aliansi kuat justru membuat Keluarga Xue harus melepaskan keuntungan besar yang sudah di depan mata.
"Ayah, ini salahku. Aku gagal mendidik anak. Aku mohon maaf. Kerugian kali ini akan kututup secara bertahap dari dividen yang akan kuterima dalam beberapa tahun ke depan."
Xue Ba memahami ayahnya.
Perkara sudah terjadi. Hal yang paling tidak ingin didengar ayahnya adalah alasan yang tidak berguna.
Mengakui kesalahan dengan tegas adalah satu-satunya cara untuk meredam amarahnya.
Namun kali ini, tampaknya itu tidak lagi berguna.
Kakek Xue teringat percakapan Qu Ning sebelumnya, juga berkas yang dia perlihatkan kepadanya. Ia tak lagi memiliki niat untuk memberi kesempatan kedua.
Mungkin justru karena selalu diberi kesempatan, Xue Mo menjadi begitu sembrono, hingga segalanya berakhir seperti hari ini.
"Tidak perlu. Mulai sekarang, Xue Mo tidak perlu lagi pergi ke perusahaan. Seluruh pekerjaannya akan langsung diambil alih oleh Xue Yao."
Biarlah ia tinggal di rumah sebagai Tuan Muda kaya yang hanya menikmati dividen.
Ketiga orang di hadapan kakek Xue tertegun.
Apa maksudnya?
"Ayah, Xue Mo memang salah kali ini. Kami pasti akan mendidiknya dengan baik. Namun... Selama ini kinerjanya di perusahaan juga tidak buruk. Tolong beri dia satu kesempatan lagi, agar ia dapat menebus kesalahan dan tetap mengabdi kepada Keluarga Xue."
Chou Ran segera memohon.
Namun Kakek Xue meliriknya dingin.
"Kau sudah lama tahu tentang hubungan Xue Mo dan Lin Ling, bukan? Pantas saja sebelumnya kau memilih banyak gadis dari keluarga terhormat tetapi selalu tidak puas, lalu tiba-tiba tergesa-gesa ingin menetapkan pertunangan. Benar, begitu perkara Lin Ling terbongkar, bukan hanya Xue Mo, bahkan seluruh keluarga Xue akan kehilangan muka sepenuhnya."
Xue Yao baru kembali ke keluarga berapa lama? Namun Xue Mo sudah menjalin hubungan dengan gadis yang dahulu tertukar sebagai saudara itu.
Bukankah hal ini akan membuat orang luar berspekulasi bahwa keluarga Xue sejak awal sudah kacau, dan kedua anak itu telah memiliki perasaan terlarang bahkan sebelum kebenaran terungkap?
Xue Ba menoleh tajam ke arah Chou Ran.
"Kau sudah tahu sejak awal?"
Chou Ran hanya menundukkan kepala, tidak berkata apa-apa.
Sebenarnya, hal itu mudah ditebak. Sejak ia tiba-tiba sibuk mencarikan calon istri bagi Xue Mo, jelas ia telah menemukan sesuatu.
"Xue Mo, demi seorang perempuan, kau mengabaikan adik kandungmu, mengabaikan orang tuamu dan kehormatan keluarga Xue, bahkan menyinggung keluarga Qu yang semula bersahabat, hingga membuat Nona Qu Ning harus menanggung gunjingan. Menurutmu, semua yang kau lakukan itu sepadan?"
Xue Mo berlutut di sana. Punggungnya yang dulu selalu tegak kini membungkuk, tak tersisa lagi semangat dan kebanggan masa lalu.
"Apakah kau tahu bahwa Lin Ling dan ayah kandungnya, Lin Zhi Du, sebenarnya masih berhubungan? Mereka tampaknya telah mencapai suatu kesepakatan. Setiap barang yang kau berikan kepada Lin Ling, setelah dijual sebagian uangnya selalu diserahkan diam-diam kepada Lin Zhi Du. Hubungan mereka berdua, sangatlah dekat."
Saat meninggalkan lokasi, Qu Ning telah meminta seseorang menyerahkan sebuah berkas kepada kakek Xue.
"Tuan Tua Xue, meskipun pernikahan kedua keluarga tidak jadi terlaksana, aku menghormati kepribadian anda. Ada beberapa hal yang rasanya perlu saya sampaikan secara terbuka sekarang. Aku pernah memergoki hubungan antara dia dan perempuan itu. Demi pertunangan ini, aku memilih menerima kompensasi dari Xue Mo dan menahan diri. Namun setelah ini, aku tetap menyidiki Lin Ling."
Masih mengenakan gaun adibusana yang dibuat khusus untuk pertunangan ini, Qu Ning berdiri di sana dengan sikap dingin dan jernih.
"Aku dan Xue Mo memang tidak memiliki perasaan. Namun aku juga tidak akan membiarkan siapapun menampar wajahku dan membuatku kehilangan martabat."
"Ini adalah hasil penyelidikan yang kulakukan. Lin Ling dan ayah kandungnya selalu menjalin kontak. Tadi, aku menelepon detektif swasta yang menangani perkara ini. Ia memberitahuku bahwa Lin Zhi Du menghilang sejak tadi malam."
Sampai di titik ini, semuanya sudah cukup jelas.
"Kau dijebak oleh ayah dan anak itu. Apa kau masih belum mengerti?"
Wajah Xue Mo memucat, menerima kenyataan yang sudah tidak ingin ia percayai.
Cinta yang ia yakini, ternyata hanyalah sebuah tipu daya.