NovelToon NovelToon
Kania (Kembalinya Wanita Yang Ternoda)

Kania (Kembalinya Wanita Yang Ternoda)

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Pengkhianatan / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:31.8k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Kania harus mengalami malam tergelap dalam hidupnya, ia direnggut kehormatannya dan kehilangan harga dirinya. ‎Ketika kebenaran terungkap, orang-orang yang seharusnya menjadi tempat perlindungannya justru menjadi hakim yang paling kejam.

‎Tunangannya, Haris, langsung memutuskan pertunangan mereka, menganggap Kania sudah kotor dan tak layak lagi bersanding dengannya. Bahkan ayah kandungnya sendiri membuangnya, menyebutnya telah mencoreng nama baik keluarga.

‎Tanpa dukungan siapa pun, Kania terhempas ke jalanan, hingga seseorang mengulurkan tangan dan membantunya untuk bangkit dari keterpurukan.

‎Kini, ia kembali bukan lagi sebagai wanita lemah yang diusir, melainkan sebagai sosok yang berani menantang takdir.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

‎Waktu berlalu tanpa hari libur, tanpa belas kasihan, hanya disiplin besi dan tuntutan yang terus meningkat. Di bawah tekanan tak kenal ampun dari Victor, Kania berubah total, bukan lagi wanita lemah yang terguncang oleh angin, melainkan wanita yang tegap, tatapannya tajam, sikapnya tenang, dan pikirannya setajam pisau.

‎Pagi itu, ‎Victor memanggil Kania ke ruang kerja. Saat Kania melangkah masuk, ia langsung mengangkat pandangannya dari tumpukan dokumen, menatap wanita itu dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan mengukur.

‎‎"Sudah cukup lama kamu berlatih di balik tembok ini," ucapnya dingin. "Teori saja tidak akan melunasi hutangmu. Mulai hari ini, kamu terjun langsung ke medan sesungguhnya."

‎‎Ia mendorong sebuah map tebal ke ujung meja. Di sampulnya tertulis jelas, Proyek Pengembangan Pasar Wilayah Kota A.

‎‎"Ini adalah cabang kecil yang baru aku buka. Kerugiannya terus bertambah sejak tiga bulan terakhir. Tugasmu adalah ambil alih pengelolaannya, perbaiki jalannya, dan buat perusahaan itu menghasilkan keuntungan dalam waktu tiga bulan. Jika gagal, hutangmu bertambah dua kali lipat, dan kamu akan kembali ke latihan dasar yang dua kali lebih berat dari sebelumnya."

‎‎Kania mengambil map itu, membukanya sekilas dan membaca isinya dengan cepat.

‎‎"Baik. Aku mengerti syaratnya," jawabnya tegas, "Tiga bulan. Aku akan mengembalikan cabang ini menjadi menguntungkan. Dan jika aku gagal... aku siap menerima konsekuensinya."

‎‎Ia menekan pinggiran map ke dadanya seolah memegang kunci masa depannya. Rasa takut sudah lama ia kubur bersama sosok Kania yang dulu, kini hanya ada Kanaya yang harus membuktikan dirinya layak berdiri tegak.

‎‎Victor diam menatapnya, ekspresinya tetap tak terbaca. "Jangan berjanji berlebihan sebelum kamu tahu seberapa berat medan yang akan kau hadapi. Di sana tidak ada belas kasihan. Karyawan yang malas, pesaing yang curang, mitra yang tidak bisa dipercaya, semuanya akan mencoba menjatuhkanmu. Dan aku takkan ikut campur tangan kecuali kamu sudah benar-benar di ujung jurang."

‎‎"Aku tidak mengharapkan bantuanmu," balas Kania pelan namun tegas. "Aku akan menyelesaikannya sendiri."

‎‎Tanpa menunggu jawaban lagi, ia berbalik perlahan dan melangkah keluar ruangan. Pintu ditutupnya rapat, meninggalkan Victor sendirian di balik meja. Tatapannya mengikuti sosok yang menghilang itu, dan untuk sekejap saja, ada kilatan samar yang tak bisa diartikan, entah itu rasa penasaran, atau pengakuan yang tak mau diucapkan.

‎‎-

‎-

‎-

‎‎Mobil hitam mengkilap berhenti perlahan di halaman parkir kantor bertingkat yang tampak sedikit suram dan kurang terawat. Rico turun lebih dulu, lalu membukakan pintu untuk Kania dengan sikap hormat namun tetap tegas.

‎‎"Kita sudah sampai, Nona Kanaya," ucapnya singkat.

‎‎Kania melangkah keluar, menatap gedung itu sekilas. Tatapannya tenang namun tajam, membuat siapa saja yang melihatnya langsung tahu bahwa ia bukan orang biasa. Ia berjalan masuk di samping Rico, melewati ruang depan yang sepi, di mana beberapa karyawan duduk santai sambil berbincang tanpa peduli pekerjaan di hadapan mereka.

‎‎Begitu melihat Rico, mereka segera berdiri terkejut, namun saat mata mereka jatuh pada sosok wanita di sampingnya, tatapan itu berubah menjadi ragu dan sedikit meremehkan.

‎‎Rico berhenti di tengah ruangan, menatap mereka satu per satu.

‎‎"Perkenalkan," suaranya tegas dan jelas. "Mulai hari ini, Nona Kanaya Aurelia adalah pimpinan baru yang mengambil alih seluruh pengelolaan kantor cabang ini. Segala keputusan akan diambil atas namanya, dan kalian semua wajib mematuhi perintahnya sebagaimana kalian mematuhi Tuan Victor."

‎‎Suasana seketika hening. Seorang pria bertubuh gemuk yang bekerja sebagai kepala bagian mendekat sambil menyeringai sinis.

‎‎"Maaf, Tuan Rico... apakah ini lelucon?" tanyanya dengan nada merendahkan. "Wanita semuda ini yang akan memimpin kami? Kantor ini sudah dikelola orang-orang berpengalaman saja masih rugi. Apa yang bisa dia lakukan?"

‎‎Kania tidak marah. Ia hanya menatap pria itu tenang, lalu melangkah maju selangkah.

‎‎"Namaku Kanaya Aurelia," ucapnya pelan namun menekan setiap kata. "Dan aku tidak datang ke sini untuk mendengar opinimu. Aku datang untuk menyelamatkan tempat ini dari kehancuran yang kalian buat sendiri. Mulai sekarang, semua aturan lama dibatalkan. Dan siapa pun yang merasa tidak sanggup bekerja di bawah kepemimpinanku... silakan kemas barang-barang dan keluar. Aku tidak butuh orang yang hanya pandai bicara dan meremehkan."

‎‎Kania melangkah melewati mereka tanpa menoleh lagi dengan dibimbing oleh Rico menuju ruangan pimpinan yang pintunya sedikit terbuka. Ia mendorongnya perlahan, menatap ruangan yang berdebu dan berantakan seolah sudah lama tak tersentuh. Tanpa kata, ia meletakkan map di atas meja besar yang permukaannya penuh tumpukan kertas tak beraturan.

‎‎Rico berdiri tidak jauh darinya, "Apakah ada yang ingin Nona perintahkan sekarang?"

‎‎"Panggil semua kepala bagian ke ruangan ini dalam lima menit," jawab Kania tanpa mengalihkan pandangan dari tumpukan dokumen. "Dan minta petugas kebersihan untuk merapikan ruangan ini sekarang juga. Aku tidak bekerja di tempat yang kotor."

‎‎"Baik, Nona." Rico membungkuk sedikit lalu pergi.

‎‎Kania menarik napas panjang. Ia menatap pantulannya di kaca jendela yang kusam, bukan lagi Kania yang lemah dan mudah diinjak, melainkan Kanaya yang teguh dan siap berjuang. Ia meraih dokumen pertama, membukanya dengan teliti, dan mulai membaca. Setiap angka yang ia temukan, setiap selisih yang mencurigakan, ia tandai dengan pena merah. Matanya tak terlewatkan satu pun detail kecil.

‎‎Lima menit berlalu, pintu terbuka dan orang-orang yang tadi meremehkannya masuk dengan wajah canggung. Mereka berdiri berjejer di hadapan meja, menunduk tak berani menatap.

‎‎Kania menutup dokumennya perlahan, lalu menatap mereka satu per satu dengan tatapan yang membuat mereka meremang.

‎‎"Aku sudah membaca laporan bulan lalu," ucapnya tenang namun tajam. "Kerugian ini bukan karena pasar yang buruk, melainkan karena kalian yang mencurinya satu per satu. Ada biaya yang tidak jelas, ada pemasukan yang tidak tercatat, dan ada kerja sama yang menguntungkan kantong kalian sendiri, bukan untuk perusahaan."

‎‎Suasana menjadi hening seketika. Wajah-wajah pucat tampak di hadapannya.

‎‎"Mulai hari ini," lanjutnya tegas. "Setiap sen harus ada bukti. Setiap langkah harus tercatat. Dan siapa pun yang kedapatan bermain curang... jangan harap bisa keluar dari sini dengan selamat. Aku tidak selemah yang kalian kira. Dan aku tidak akan segan-segan menindak tegas."

‎‎Ia menutup ucapannya dengan ketukan ringan di meja.

‎‎"Sekarang kembali ke meja kalian. Satu jam lagi aku ingin laporan lengkap dari masing-masing divisi. Dan jangan coba-coba menipuku lagi."

‎‎Mereka semua berbalik buru-buru keluar, langkah kaki mereka terdengar tergesa-gesa dan takut. Kania tersenyum tipis, langkah pertama untuk memulihkan tempat ini sudah dimulai. Ini baru permulaan dari semua yang akan ia lakukan untuk mendapatkan kembali apa yang dirampas darinya.

-

-

-

Bersambung...

1
W I 2 K
terimakasih so much kk author... ending yg manis... kayak aku 🤣🤣😍😍
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih kembali kakak /Kiss//Kiss//Kiss/
total 1 replies
MamDeyh
Loveee sekebon kakkkk
🔥Violetta🔥: /Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
total 1 replies
Elina thea
selamat berbahagia kania_victor,jangan lupa ngadon biar ada tambahan keluarga baru....
🔥Violetta🔥: Terimakasih kakak sudah mengikuti cerita ini sampai akhir 😁🙏
total 1 replies
Elina thea
betapa beruntungnya si luna...di saat terpuruk pak aryan sebagai ayah slalu ada di sampingnya,kasian Kania.....
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
tau² udh end aja thor pengen liat victor & kania junior 🤭 sumpah cerita nya bagus i like it thor 🥰
semangat trs untuk karya² selanjutnya kk 😘
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih banyak kakak 😁🙏
total 1 replies
Rizky Manik
terimakasih sudah menyajikan karya yg luar biasa thor
kamu dan karyamu sangat keren🥰🥰
peluk jauh🤗
teruslah berkarya thor💪🏼
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih banyak kakak /Drool//Drool//Drool/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
terima kasih atas karya luar biasanya kaka..tetap smangat untuk lanjut karya selanjutnyaaa/Kiss//Kiss/
🔥Violetta🔥: Terimakasih banyak kakak sudah mengikuti cerita ini sampai akhir 😁🙏
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mereka akhirbya saling menerima keadaan🥹
🔥Violetta🔥: Ya.. mau gimanaa lagi 🤭🤭🤭
total 1 replies
Manis
bulan depan apa Minggu depan nih, paragraf sebelumnya bulan depan
🔥Violetta🔥: Makasih kak udah bantu koreksi... tandai aja kalau ada typo nanti aku revisi 😁🙏
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
siap untuk kondangan
W I 2 K: cosplay jaelangkung dong 🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
W I 2 K
diperkaos y lun..... kasiannnnnnnnn, kehormatan diblas keHormatan dibayar TUNAI !!!!!!!
〈⎳ FT. Zira
andai semua tindakann salah bisa selesai dengan satu kata, menyesal.. damailah indonesia ini🤧🤧🤧
Rizky Manik
sebenarnya aku kesal sama ayah Aryan ini, cuman kita juga harus ngerti posisi ayah Aryan, cuman Luna yg dia punya saat ini. dia cuman ingin berusaha menjaga keluarga yg tersisa agar tak terlalu menyesal
kymlove...
udah di perkosa rame2 tetap dimaafin dan gak di usir kayak kania dulu, fiks sih.. bapak blo'on matii aja kau!!
Lee Mba Young
Kita lihat bakal di usir gk di Luna itu. kl gk berarti pak Aryan cm sayang ma Luna gk sayang ma Kania.
Lee Mba Young
di perkaos pasti Luna. tp Wes gk perawan kn dia.
zahrahaifa
pasti abis diperkaos.... rasain....1 sama....kita liat pemirsah apakah anak kesayangan bakalan diusir
kymlove...
gantian lun, kamu juga ngrasain rsanya di nodai orang lain, yah meskipun km udh gak suci sih kan sisa 2 lelaki 😌
zahrahaifa
mampoooss lu ... culik aja pak.... enak bener idup lo udah berbuat jahat + mau ngebunuh orang masih aje lenggang kangkung... klo perlu buang ke tengah laut
🔥Violetta🔥: Astaga /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
berharap boleh lun,,tapi lihat keadaan lah.. masih mimpi aja🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!