NovelToon NovelToon
SANDIWARA BERUJUNG CINTA

SANDIWARA BERUJUNG CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Keluarga / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:46
Nilai: 5
Nama Author: marwa18

Demi uang, Keysa setuju berpura-pura menjadi kekasih pria kaya raya. Namun, jebakan ini seharusnya untuk sahabatnya. Kini, ia terperangkap di bawah kendali pria itu. Keysa harus memainkan peran yang bukan miliknya, sebelum rahasia pertukaran identitas ini menghancurkan mereka semua..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon marwa18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 REKAN BARU DAN BEBAN LAMA

Satu minggu sudah berlalu. Keysa sekarang udah resmi menjadi Staf Administrasi di Swastamita Karya.lingkungan kerjanya terasa ramah. Keysa ditempatkan di lantai dua puluh lima, yang mayoritas diisi oleh staf administrasi dan keuangan.

Keysa, dengan sifatnya yang ramah dan tulus, dengan cepat mendapatkan teman akrab. Salah satunya adalah "Risa" seorang staf administrasi yang lebih senior dan bersemangat.

Mereka sering makan siang bersama, berbagi cerita tentang kesulitan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Risa banyak mengajari Keysa tentang seluk-beluk perusahaan properti, dan Keysa menyerapnya dengan cepat.

Di rumah Malam itu, Keysa berkumpul di meja makan bersama Ayah, Bunda Ratih dan Elzard. Dila juga ikut bergabung, seperti biasa.

“Di kantor baru, semuanya menyenangkan, Ayah, Bunda,” cerita Keysa, matanya berbinar.

"Aku udah bisa menguasai sistem pengarsipan mereka. Risa, temanku, sangat baik. Dia bilang aku cepat belajar”

“Bagus, Nak. Ayah selalu yakin kamu bisa,” puji Pak Bima, tersenyum bangga.

“Yang penting, kamu senang, dan pekerjaan itu memberi kamu pelajaran.”

"Dan uang saku!” seru Elzard sambil menyantap ayam goreng.

“Kak Key berjanji akan membelikan aku robot baru!”

Keysa tertawa “Tentu saja, Zard. Tapi harus menabung dulu, ya”

Bunda Ratih memandang Dila yang duduk di samping Keysa.

“Dila, gimana dengan kamu? Apa perusahaan besar itu memperlakukan kamu dengan baik? Jangan terlalu keras bekerja, ya”

Dila tersenyum tipis, tetapi senyumnya gak mencapai mata.

“Sejauh ini baik, Tante. Paling cuma lelah biasa karena tuntutan proyek baru”

Keysa, yang selalu peka terhadap perubahan mood Dila, segera sadar ada yang beda. Biasanya, Dila akan bercerita heboh tentang kantornya, tentang rekan-rekan kerjanya yang lucu, atau tentang bosnya yang keren. Malam ini, Dila tampak lesu, lebih banyak diam, dan cuma bermain-main dengan makanannya.

Setelah makan malam selesai, saat mereka berdua lagi mencuci piring di dapur, Keysa memutuskan untuk bertanya.

“Ada apa, Dil? Kamu aneh banget malam ini. Apa ada masalah di tempat kerja kamu? Atau ada yang mengganggu kamu ?” Keysa bertanya dengan nada khawatir.

Dila menghela napas panjang, menoleh ke Keysa, dan raut wajahnya benar-benar menunjukkan kejengkelan dan kesedihan yang mendalam.

“Bukan tentang kantor, dan bukan soal gangguan,bukan soal itu. Tapi Ini tentang keluarga aku, Keysa”

bisik Dila, memastikan Bunda Ratih yang lagi menonton TV di ruang tengah gak mendengar.

"Ada apa? orang tua kamu baik-baik aja, kan?”ujar kesya

Dila menggeleng perlahan, matanya menatap piring yang lagi dia bilas.

“Mereka baik-baik aja. Tapi, ibuku dan ayahku dia mulai membahas hal yang paling aku benci.soal pernikahan”

Keysa mengerutkan kening.

“Pernikahan? Bukannya kamu emang belum mau, Dil? Bukannya kamu mau fokus karier dulu? Itu wajar, kan.”

"Itu wajar, Key. Tapi bagi mereka enggak.mereka bilang, usia dua puluh tiga tahun udah saatnya memikirkan calon suami. dan masalahnya Key, mereka gak cuma membahas”

Dila berhenti sejenak, suaranya tercekat.

“mereka udah menyiapkan calon”

Keysa melepaskan lap tangannya. Ia kaget. “Menyiapkan? Maksud kamu,perjodohan?”

Dila mengangguk pasrah.

“Ya. Ayahku punya teman lama, seorang pengusaha sukses.teman Ayahku ingin menjodohkan putranya sama aku. Ibu aku bilang, putranya itu tampan, kaya raya, dan berasal dari keluarga baik-baik.

Menurut Ibuku, ini adalah kesempatan emas yang gak boleh aku lewatkan”

Wajah Keysa menunjukkan rasa simpati yang mendalam. dia tahu betapa Dila menghargai kebebasan dan independensi. Ide bahwa Dila akan dijodohkan dengan pria kaya yang gak dia kenal, cuma karena tekanan keluarga, pasti terasa seperti penjara baginya. Keysa tahu Dila akan merasa terjebak, persis kaya yang dia khawatirkan saat Dion mencoba membelinya dengan kekayaan.

“Aku ngerti kenapa kamu murung, Dil. Kamu itu gak suka diatur, aku tau kamu”

ujar Keysa pelan, merangkul bahu Dila.

"Tentu saja enggak suka, Key!” Nada Dila meninggi, menunjukkan frustrasinya.

“Aku baru aja mendapatkan pekerjaan yang aku banggakan, aku baru saja mulai hidup mandiri, dan tiba-tiba mereka ingin menarik tali leherku? Mereka gak perduli sama perasaan aku, Key. Yang mereka pedulikan itu cuma status dan kekayaan.”

“Tapi, Dil,” Keysa mencoba memberi sudut pandang lain, karena dia gak mau Dila langsung menutup diri.

“Mungkin aja pria ini benar-benar baik. Mungkin dia adalah orang yang kamu impikan. Maksud aku, gak semua pria kaya itu manipulatif atau ingin mengontrol. Mungkin dia adalah seseorang yang bisa membuat kamu bahagia. Mungkin dia sesuai dengan apa yang kamu inginkan.”

Dila mematikan air keran di wastafel. dia menatap Keysa, dan kali ini, tatapannya dingin dan keras, sebuah sisi yang jarang Keysa lihat.

“Enggak, Keysa. Aku gak suka spekulasi dan kata mungkin. Aku gak mau mempertaruhkan hidup aku pada lotre perjodohan. Aku akan bahagia kalau aku membuat keputusan aku sendiri”

Dila meletakkan piring-piring bersih di rak.

“Aku gak suka di atur soal apapun, Key. Aku udah bilang, aku gak suka diatur soal karier, apalagi perihal jodoh. Ayah aku dan teman Ayahku boleh punya rencana, tapi soal jodoh itu, aku yang harus menentukan siapa yang layak mendampingi aku. Bukan Ayah, bukan Ibu, dan apalagi bukan teman Ayahku. Aku gak mau hidup aku ditentukan oleh kekayaan atau koneksi orang lain.”

Dila mengambil napas panjang, berusaha menenangkan diri. Raut wajahnya sekarang tampak lebih tenang, tapi tekadnya terlihat jelas.

“Aku punya penghasilan sendiri. Aku punya harga diri. Aku gak butuh pria manapun untuk memberikan kesempatan emas padaku. Aku akan menciptakan kesempatan aku sendiri”

Keysa, yang selalu mengagumi ketegasan dan keberanian Dila, mengangguk setuju. Keysa tahu, untuk Dila, perjodohan ini adalah bentuk lain dari jebakan, sama berbahayanya dengan rayuan Dion, karena keduanya mengancam kemandiriannya.

“Aku ngerti, Dil. Aku akan selalu mendukung keputusan kamu. Apa pun yang kamu putuskan” janji Keysa.

Dila tersenyum, senyum tulus pertama malam itu. “Terima kasih, Key. Itu udah cukup bagi aku.”

Di tengah kebahagiaan Keysa memulai karier dan harapan akan masa depan, sebuah bayangan ancaman baru mulai muncul: Ancaman yang datang bukan dari orang asing, melainkan dari tekanan keluarga Dila sendiri, yang bisa merenggut kemerdekaan Dila.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!