NovelToon NovelToon
Nikah Dadakan Karena Salah Alamat

Nikah Dadakan Karena Salah Alamat

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Pengantin Pengganti
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Cantika yang bekerja sebagai kurir harus menerima pernikahan dengan yoga Pradipta hanya karena ia mengirim barang pesanan ke alamat yang salah .
Apakah pernikahan dadakan Cantika akan bahagia ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berterus terang

Cantika menatap pintu kamar yang baru saja ditutup Yoga dari luar. Bunyi klik tanda pintu terkunci terdengar jelas, sementara suasana kamar sunyi seperti kos-kosan yang belum bayar listrik tiga bulan. Ia menghela napas panjang, duduk di pinggir ranjang, dan memeluk bantal seperti butuh teman curhat yang tidak menghakimi.

"Dia kenapa ,kenapa seperti itu ,memang apa hubungannya aku tadi ketemu dengan marsha?" Cantika bergumam dengan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal

Cantika merasa heran ,karena sikap yoga tiba tiba berubah ,saat dia menyinggung nama Marsha .

“Konflik pertama pernikahan dadakan… dimulai,” gumamnya dramatis, seperti narator sinetron jam tujuh malam.

Padahal kemarin pagi mereka masih baik-baik saja. Yoga mengantar dan menjemputnya kerja, ngobrol seadanya, bahkan sempat bercanda soal perut Cantika yang berbunyi kencang akibat belum sarapan. Eh, pas sore pulang-pulang suasananya mendadak kayak film thriller. Yoga tiba-tiba diam, dingin, dan menghindari tatapan.

Cantika merasa seperti istri yang disilent treatment padahal nggak ngerti salah apa.

Ia memejamkan mata, mencoba mengingat kejadian tadi sore. Semua berawal saat ia mengantar pesanan terakhir ke sebuah kantor desain arsitektur. Kebetulan si penerima… cewek. Cantik, modis, rambutnya sebahu, parfumnya wangi banget sampai-sampai Cantika sempat batuk kecil karena kaget.

Cewek itu kelihatan kenal Yoga. Bahkan sempat nyeletuk dengan nada yang membuat Cantika geli dan kesal barengan.

“Yoga masih se-boring dulu?”

Cantika jawab apa? Cuma, “Eh… iya, Mbak?” sambil cengengesan nggak jelas. Mana ia tahu hubungan mereka apa.

Tapi Yoga yang menjemput tiba-tiba berubah wajahnya. Sepanjang perjalanan pulang diam. Sampai rumah, tambah diam. Dan akhirnya mengurung diri di ruang kerja.

Cantika bangkit, berjalan mondar-mandir.

“Ini suami apa kipas angin? Muter-muter masalah tapi diem,” gerutunya.

Ia mengetuk pintu ruang kerja pelan.

“Mas Yoga? Kamu marah ya? Tapi aku bener-bener nggak ngerti salahku apa. Kalau aku salah, tolong kasih tahu. Jangan diem gini.”

Hening.

Ia mengetuk lagi, lebih keras.

“Aku tuh bukan cenayang! Mana bisa baca pikiranmu!”

Tetap tidak ada jawaban.

Cantika akhirnya menyerah. Ia berbalik, tapi belum semeter melangkah, pintu mendadak terbuka. Yoga berdiri di ambang pintu dengan wajah lelah , dan sedikit…kesal?

Kening Cantika berkerut. “Kamu kenapa, sih?”

Yoga menghela napas panjang, nyaris seperti ingin membuang ego yang menumpuk sejak 24 tahun lalu.

“Kamu tadi ketemu Marsha.”

Cantika berkedip. “Mbak parfum mewah itu?”

Yoga menahan tawa kecil. “Nama lengkapnya Marsha Aditama. Mantanku dulu ,orang yang sudah membuat aku pernah terpuruk ,"

"He .he .ternyata mas yoga pernah patah hati karena cewek ." Cantika cengengesan ,sehingga membuat yoga semakin kesal .

"Bukan patah hati ,tepi lebih mengarah sakit hati dan kesal karena dia memilih temanku dari pada aku,padahal saat itu aku menembak dia didepan teman -temanku ,katanya aku nggak cocok dengannya ,lebih menyakitkan aku dikatakan pria membosankan .”

Cantika langsung membeku seperti freezer rusak.

“Oh…”

“Oh.”

“Oh!”

Ia menutup mulut. “pantesan Tadi… dia manggil kamu boring.”

Yoga mendengus tidak suka. “Dia memang begitu,.”

“Ya terus kamu ngambek karena aku ngobrol sama dia?”

“Aku bukan ngambek,” bantah Yoga, tapi telinganya merah. “Hanya… nggak suka saja kamu ngobrol dengannya ”

Cantika menatapnya lama, lalu tersenyum kecil. “Yoga Pradipta,masih punya perasaan sama dia ?”

Yoga buru-buru memalingkan wajah. “Nggak Aku cuma… nggak pengin kamu salah paham tentang masa lalu.”

“Nggak lah,” Cantika mengangkat bahu. “Dia cuma masa lalu. Aku yang sekarang jadi istrimu.”

Yoga langsung terpaku. Entah karena ucapan Cantika atau kepercayaan diri spontan itu.

Cantika menatapnya lebih lembut. “Lagipula, walaupun ini pernikahan mendadak, aku tetap serius ngejalaninnya. Kalau kamu nggak nyaman, bilang. Jangan ditahan.”

Yoga pura-pura menghela napas berat. “Kamu ngomongnya sudah kayak istri berpengalaman sepuluh tahun.”

“Minimal aku punya pengalaman drama keluarga tetangga,” sahut Cantika dengan bangga.

Yoga akhirnya tertawa kecil, tawa yang membuat Cantika ikut tersenyum lega.

Ia mendekatkan diri, berdiri tepat di depan Cantika. “Maaf ya. Aku memang masih canggung soal… hubungan kita. Dan tadi bertemu Marsha sekilas saja sudah cukup membuat masa lalu muncul lagi.”

“Kalau masa lalu muncul, tutup pintunya. Suruh dia pulang,” jawab Cantika polos.

Yoga mengerjap, lalu tertawa lagi.

Cantika menatapnya lebih serius. “Mas Yoga, aku bukan Marsha. Aku bukan orang yang bakal kabur pas hari penting dan melilih temanmu sebagai penggantinya . Aku di sini… ya walaupun awalnya kejebak, tapi aku mutusin bertahan.”

Untuk pertama kali sejak mereka menikah, Yoga melihat kesungguhan Cantika dengan jelas.

Keheningan terasa nyaman. Yoga mengangguk pelan.

“Aku akan berusaha lebih jujur sama kamu ke depannya.”

“Bagus. Karena kalau kamu diam lagi, aku bakal rekam suara dengkuranmu buat bukti kamu masih hidup.”

“Cantika!”

“Apa? Aku cuma antisipasi!”

Yoga menepuk dahinya, tapi senyum tidak bisa disembunyikan.

Mereka duduk berdua di teras belakang . Hening, tapi bukan hening tegang seperti sebelumnya. Ini hening yang dekat, hangat, nyaman.

Cantika duduk di ujung bangku taman , sedangkan Yoga di sisi lain.

“Jadi…” Cantika mengayun kaki. “Kamu masih kesal nggak?”

Yoga mendecak. “Aku nggak kesal .”

“Yakin?”

“Yakin.”

Cantika mendekat pelan. “Nggak ada rasa … sama sekali?”

Yoga menatapnya. “Sedikit.”

“Ha! Ngaku juga!”

Yoga menutup muka dengan bantal sedangkan Cantika cekikikan puas.

Setelah beberapa saat, Yoga menurunkan bantal dan memandang Cantika penuh pertimbangan.

“Kamu… nggak keberatan dengan semua ini? Rumah besar, keluargaku yang keras, pernikahan mendadak, dan sekarang mantan tunanganku muncul lagi.”

Cantika menggeleng mantap. “Aku sudah terlalu capek untuk kabur dari kehidupan. Kalau ini jalan yang kebetulan nyeret aku ke sini… ya sudah. Aku jalani. Lagian kamu baik kok.”

Yoga terdiam.

“Dan ganteng,” tambah Cantika asal.

Yoga tersedak napas. “W–what?”

“Ya iyalah. Mana ada cewek nolak cowok kyk kamu. Walaupun kadang dingin, tapi… ya kamu baik.” Cantika menggaruk pipi yang memanas. “Dan kamu selalu bikin aku merasa aman.”

Yoga merasakan dadanya hangat — perasaan yang sudah lama tidak ia rasakan.

Perlahan, ia mengulurkan tangan.

“Kalau begitu… mulai hari ini, kita coba ngobrol lebih banyak. Tentang apa pun. Biar nggak ada salah paham seperti tadi.”

Cantika mengangguk, menepuk dadanya seperti anak sekolah siap upacara. “Siap, Pak Suami!”

“…jangan panggil aku begitu.”

“Kenapa? Malu?”

Yoga mendesah. “Cantika…”

“Baiklah… Mas Yoga.” Cantika tersenyum lembut.

Yoga juga tersenyum. “Nah, itu lebih baik.”

Malam itu mereka tidak bertengkar. Tidak juga langsung jadi pasangan super romantis. Tapi ada langkah kecil yang membuat hubungan mereka mulai bergerak.

Bukan karena pernikahan mendadak.

Bukan karena paksaan keluarga.

Tapi karena mereka akhirnya mulai berbicara dari hati ke hati.

Apa itu awal dari kisah mereka sesungguhnya?

Mungkin ini awal yang baik untuk melanjutkan hubungan pernikahan mereka

1
kartini aritonang
lanjut thor
kartini aritonang
Ghea siapa thor ?
Marlina Armaghan
smangat Thor. bagus
MayAyunda: terimkasih
total 1 replies
kartini aritonang
menyimak
MayAyunda: jangan disimak kak dibaca 🤭😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!