NovelToon NovelToon
Promise: Menafsir Kamu

Promise: Menafsir Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kisah cinta masa kecil / Cinta Terlarang / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Cinta Murni
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Iyikadin

Rayna tak pernah benar-benar memilih. Di antara dua hati yang mencintainya, hanya satu yang selalu diam-diam ia doakan.
Ketika waktu dan takdir mengguncang segalanya, sebuah tragedi membawa Rayna pada luka yang tak pernah ia bayangkan: kehilangan, penyesalan, dan janji-janji yang tak sempat diucapkan.
Lewat kenangan yang tertinggal dan sepucuk catatan terakhir, Rayna mencoba memahami-apa arti mencintai seseorang tanpa pernah tahu apakah ia akan kembali.
"Katanya, kalau cinta itu tulus... waktu takkan memisahkan. Hanya menguji."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iyikadin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 - Keputusan

"Kata orang hidup harus punya arah. Tapi arahku selalu ditarik oleh tangan yang bukan milikku."

...***...

Malam itu, di keheningan ruang rawat inap, Rayna terbangun dari tidurnya. Matanya mengerjap-ngerjap menyesuaikan diri dengan cahaya redup lampu tidur. Samar-samar, ia melihat sosok mamanya duduk di kursi samping ranjang, bahunya berguncang pelan. Rayna menyadari, mamanya sedang menangis.

Hatinya langsung terasa seperti diremas. Pemandangan itu membuatnya terpukul. Rayna merasa bersalah, sangat bersalah. Ia merasa menjadi sumber kesedihan mamanya selama ini. Mulai dari penyakit asmanya yang sering kambuh, hingga penolakannya terhadap perjodohan dengan Ben.

Air mata mulai mengalir di pipi Rayna. Ia tidak tega melihat mamanya bersedih karena dirinya. Ia tahu betul, mamanya selalu menginginkan yang terbaik untuknya. Kebahagiaan mamanya adalah kebahagiaannya juga.

Dalam hati, Rayna membuat sebuah keputusan besar. Ia tidak ingin lagi melihat mamanya bersedih.

"Mama..." panggil Rayna lirih, suaranya serak.

Mama Rayna tersentak kaget dan segera menghapus air matanya. Ia menoleh ke arah Rayna dan tersenyum berusaha terlihat tegar.

"Sayangggg, kamu bangun? Kamu mau apa?" tanyanya lembut.

Rayna menggeleng pelan. "Mama kenapa nangis?" tanyanya dengan suara bergetar.

Mama Rayna menghela napas panjang dan menggenggam tangan Rayna erat. "Mama cuma khawatir sama kamu, Sayang. Mama gak mau kamu sakit terus," jawabnya jujur.

Rayna membalas genggaman tangan mamanya. "Rayna gak apa-apa kok, Ma. Rayna gak mau bikin Mama sedih," ucapnya dengan sungguh-sungguh.

Mama Rayna tersenyum haru dan mengelus pipi Rayna lembut. "Mama tahu kamu anak yang baik, Sayang."

"Ma..." panggil Rayna lagi, kali ini dengan nada yang lebih mantap.

"Iya, Sayang?"

"Emm... Soal perjodohan itu... Rayna... Rayna mau menerima perjodohan itu," ucap Rayna, menatap mata mamanya dengan tatapan penuh keyakinan.

Mama Rayna terkejut mendengar ucapan Rayna. Matanya berkaca-kaca, kali ini bukan karena sedih, melainkan karena haru. Ia tidak menyangka Rayna akan membuat keputusan sebesar ini.

"Kamu yakin, Sayang? Kamu gak terpaksa?" tanya Mama Rayna memastikan.

Rayna mengangguk mantap. "Rayna yakin, Ma. Rayna pengen Mama bahagia. Kalau dengan menerima perjodohan ini bikin Mama bahagia, Rayna bakal lakuin itu untuk Mama," jawab Rayna tulus.

Mama Rayna tidak bisa menahan air matanya lagi. Ia memeluk Rayna erat, meluapkan semua perasaan haru dan bahagianya.

"Terima kasih, Sayang. Terima kasih sudah membuat Mama bahagia," bisik Mama Rayna di telinga Rayna.

Rayna membalas pelukan mamanya dengan erat. Ia merasa lega telah membuat keputusan yang tepat. Ia berharap, dengan menerima perjodohan ini, ia bisa membahagiakan mamanya dan membawa kebaikan bagi keluarganya.

"Kalau gitu Mama akan kasih kabar bahagia ini kepada keluarga nya Ben ya," ucap Mama.

"Iya Ma," jawab Rayna.

Mama berjalan keluar ruangan rawat inap, pergi ke tempat yang aman untuk dipakai sekedar memberi kabar melalui telepon. Ia menelpon keluarga Ben dan memberi kabar yang membahagiakan itu.

Disisi lain, Rayna. Ia menggenggam kalung yang ia pakai di lehernya. Kalung itu pemberian Vando dulu, waktu ia masih di Praha.

Sentuhan logan itu membawa ingatannya kembali ke masa lalu...

**FLASHBACK**

Taman di tepi Sungai bermandikan cahaya mentari sore. Rayna duduk di bangku taman, menunggu Vando. Jantungnya berdebar tak karuan. Hari ini, Vando berjanji akan mengatakan sesuatu yang penting.

Tak lama kemudian, Vando muncul. Ia membawa sebuket bunga mawar. Setengahnya berwarna merah menyala, setengahnya putih bersih. Di tangannya yang lain, tergenggam sebuah kotak kayu kecil.

"Hai, Rayiiii," sapa Vando, senyumnya merekah.

"Hai, Vandoooo," balas Rayna, pipinya merona.

Vando duduk di samping Rayna, menyerahkan buket bunga itu padanya. "Rayna Kalie Nathan, aku... aku mau bilang, kalau aku suka sama kamu.. Lebih dari sekedar sahabat."

Rayna menunduk, jantungnya berdegup kencang. Ia sudah lama memendam perasaan yang sama, tapi ia takut untuk mengungkapkannya.

Vando mengangkat dagu Rayna, menatapnya lekat. "Aku tahu ini mungkin mengejutkan, tapi aku harus mengatakannya. Aku jatuh cinta padamu, Rayna."

Rayna menatap mata Vando, melihat ketulusan di sana. Air mata haru menggenang di pelupuk matanya.

Vando membuka kotak kayu kecil itu. "Di kotak ini, ada tempat untuk satu bunga. Kalau kamu merasakan hal yang sama denganku, masukkan mawar merah ke dalam kotak ini. Kalau tidak, masukkan mawar putih."

Rayna terdiam. Ia menatap mawar merah dan putih di tangannya. Perasaannya sudah jelas, tapi ia masih ragu. Ia takut jika perasaannya ini akan merusak persahabatan mereka.

Vando menggenggam tangan Rayna. "Aku akan menerima apapun keputusanmu, Rayna. Yang penting, aku sudah jujur sama kamu."

Rayna menarik napas dalam-dalam. Ia mengambil mawar merah, lalu memasukkannya ke dalam kotak kayu itu.

Vando tersenyum bahagia. Ia membuang buket bunga itu, lalu memeluk Rayna erat. "Aku sayang banget sama kamu, Rayna."

Rayna membalas pelukan Vando. "Aku juga sayang sama kamu, Vando."

Di bawah langit Praha yang indah, mereka berjanji akan selalu bersama. Janji cinta yang tulus dan abadi.

**FLASHBACK END**

Rayna menghapus air matanya. Janji itu... kini hanyalah duri dalam hatinya. Tiba-tiba, sentuhan lembut membuyarkan lamunannya.

"Rayna? Kamu kenapa nangis?" suara Mama lembut menyapa.

Rayna tersentak, buru-buru menyeka air mata. "Nggak apa-apa, Ma. Cuma... kepikiran sesuatu aja hehe," jawabnya berusaha tersenyum.

Mama duduk di tepi ranjang, meraih tangan Rayna. "Mama tahu kamu pasti berat. Tapi Mama janji, semua ini demi kebaikan kamu."

Rayna menunduk, tak berani menatap mata Mama serata mengatakan, "Iya, Ma."

Mama menghela napas, lalu berkata dengan nada mantap, "Setelah kamu keluar dari rumah sakit ini, kita adakan lamaran."

Rayna tersentak.

"Ma... Secepat itu?" lirih Rayna, mencoba membantah.

"Nggak ada bantahan, Rayna. Mama sudah bicara dengan keluarga Ben. Mereka juga setuju. Ini yang terbaik, Sayang. Mama yakin, Ben bisa membahagiakan kamu," potong Mama tegas.

"Tapi Ma... Aku ini kan masih SMA"

"Ini cuma lamaran biasa kok, Rayna. Bukan pernikahan, jadi kamu tenang aja. Kamu masih bisa sekolah seperti biasa. Pernikahannya nanti kita laksanakan setelah kalian lulus?" Jelas Mama

"Apa Maaaa ? Lalu gimana dengan kuliah aku Ma?" ucap Rayna kembali terkejut.

"Kamu gak usah panik gitu, Mama udah siapin semuanya. Banyak kok universitas yang menerima mahasiswa yang sudah menikah." Jelas Mama. "Yang penting kamu bikin chemistry yang kuat dulu ya sama Ben." lanjutnya.

Rayna terdiam. Ia tahu, percuma membantah. Keputusan Mama sudah bulat. Ia hanya bisa pasrah.

"Baiklah, Ma," jawab Rayna akhirnya, suaranya nyaris tak terdengar.

Mama tersenyum lega, lalu memeluk Rayna erat. "Mama sayang banget sama kamu, Sayang."

Rayna membalas pelukan Mama, air mata kembali mengalir di pipinya. Ia merasa seperti boneka yang dikendalikan oleh orang lain.

Ia tidak punya pilihan. Ia harus menerima perjodohan ini, demi kebahagiaan Mama.

Tapi bagaimana dengan kebahagiaannya sendiri?

Bersambung...

1
Nuri_cha
aiishhh... mimpi! kirain beneran!
Nuri_cha
iih .. kamu yg ke mana. kok malah marah sama Rayna? Bukannya kalian pernah berhubungan saat pertama kali Rayna pindah ke jakarta
Nuri_cha
Ya ampuuuun, Vandooo kamu ke manaaaaa ajaaa?
kim elly
horang kaya dia
kim elly
terus kalo jadian kenapa masalah buat lo
TokoFebri
nggak apa pak. manusia bisa luput dari kesalahan.
TokoFebri
haduh .. buruan ke rumah sakit...😢
TokoFebri
rayna kamu aquarius?
⛧⃝ 𓂃Luo Yi⧗⃟
Dengan terbukanya ben ke Ray hubungan mereka akan lebih baik. Dan Ray walaupun masih kepikiran masa lalu mungkin lama-kelamaan akan ada hati ke Ben
⛧⃝ 𓂃Luo Yi⧗⃟
Pasti sakit sih jadi ben.. secara selalu di banding-bandingkan
mama Al
ah elo mah mumet Mulu ben
mama Al
tinggal bilang kalau kalian di jodohkan.
nanti kalau ada yang dekati kamu ga kaget
🦋RosseRoo🦋
mulai salting kan kau, di panggil cintaku/Slight/
🦋RosseRoo🦋
nglunjak si Ben😌
🦋RosseRoo🦋
oh ya, mau ujian ya. kalo gt fokus sekolah aja deh Ben. Takut jadi gak bsa belajar karena kecapean.
kim elly
kalo gitu lupain vando 🙄
kim elly
🤣cuci muka gosok gigi dah gitu aja
🦋RosseRoo🦋
Ben udah nyaman curhat ke Rayna.
🦋RosseRoo🦋
boleh, buat hilangin ovt dr rumah. kerja capek dapet duit, drpd maen.
🦋RosseRoo🦋
julid amat jadi temen, tp terlalu kepo juga bikin kesel tau. 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!