Seina, adalah seorang gadis kampung yang hidupnya penuh dengan kesederhanaan, dia dari keluarga baik-baik, dia juga mendapatkan pendidikan yang baik dari keluarganya, namun dia harus kehilangan anggota keluarganya karena sebuah bencana.
Seina pun satu-satunya yang selamat dan dibawa ke tempat pengungsian oleh para relawan, gadis itu cukup terpuruk dengan nasibnya, namun dia tetap harus menjalani hidupnya.
Karena yang bernasib sama dengannya itu juga cukup banyak.
Hal itu membuatnya bangkit dan merangkul anak-anak yang bernasib sama dengannya.
Suatu hari dia bertemu dengan seorang wanita cantik jelita, dari atas kepala sampai bawah kakinya, terlihat bernilai mahal, bahkan kibasan rambutnya pun berbau dollar.
"Jadi kamu ya Seina?" tanya wanita itu dengan angkuh.
"Ya, ada apa Nyonya?" tanya balik Seina.
Wanita itu segera membuka koper besar, dan di sana terlihat sangat banyak tumpukkan uang.
"Aku sewa rahimmu!" Tegas wanita itu.
Yuk kepoin baca lanjutannya 👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Alfredo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1. Ditolak tanpa menoleh
" Apa ini Nyonya?" tanya Seina kebingungan, wanita itu tiba-tiba memperlihatkan isi koper dan mengatakan akan menyewa rahimnya.
" Bukankah kau ingin menolong anak-anak tidak berdaya itu?, aku akan membangunkan panti untuk mereka, tapi ada syaratnya, kau harus menggantikan diriku untuk mengandung." ujar wanita itu.
" Sa, saya masih tujuh belas tahun, bagaimana bisa harus mengandung?" tentu saja Seina sangat terkejut.
Entah dari mana wanita aneh ini, tiba-tiba meminta dirinya untuk mengandung, apa ada orang gila yang banyak uang?.
Begitulah yang di pikirkan Seina.
" Rupanya mengucapkan kata blak-blakan begini kamu juga tidak mengerti." ujar wanita itu tampak kesal.
" Begini, aku sudah mendapatkan informasi tentangmu, namamu Seina Lorenza, kau adalah relawan di sini, kau juga korban bencana 5 tahun lalu, jadi kau menjadi relawan karena kau merasakan hal yang sama seperti mereka, tapi nasib mereka tidak tentu karena kurangnya bantuan, aku bisa membantu mereka, tapi kau harus mengandung anak untukku." ujar wanita itu.
Apa-apaan tempat ini, aku hanya mengikuti perintah sebagai relawan di mana aku harus membantu, tidak ku sangka di tempat ini ada banyak manusia aneh.
Dalam hati Seina.
Tapi di sini sudah sangat sesak untuk menampung banyaknya pengungsi dan pemerintah sangat lambat dalam menangani pengungsi di wilayah yang sedikit terpencil, alat medis dan stok makanan sudah sangat menipis dan juga pakaian layak pun tidak tersalurkan sama sekali.
Dan karena hal itu tempat itu sangat tidak kondusif, ini tiba-tiba ada wanita aneh.
" Nyonya, di tempat ini ada banyak anak tidak beruntung dan masih bayi, anda bisa mengangkatnya menjadi anak anda jika mau." ujar Seina.
" Kau gila, suamiku ini bukanlah orang sembarangan, sampai sekarang aku di tuntut untuk memiliki keturunan, tapi aku sangat trauma karena pernah keguguran, betapa menyakitkannya itu, apa kau tidak kasihan padaku?" ujar wanita itu.
" Lalu kenapa kau memintaku mengandung, siapa nama anda saja, saya tidak kenal. " Seina sampai heran.
" Aku lupa mengenalkan diri aku Gladys Howard." wanita itu pun memperkenalkan dirinya.
" Baiklah Nyonya Gladys, maaf saya tidak tertarik dengan tawaran anda." Seina pun segera pergi meninggalkan Gladys.
" Hei anak belagu, kau akan menyesal kalau menolak tawaranku, tapi aku akan memberikan kesempatan kedua, datanglah ke kediaman Howard di perbatasan desa ini." Ujar Gladys berteriak.
Seina mengabaikannya dan pergi menghampiri anak-anak yang sedang bermain.
" Nyonya, bagaimana?" tanya ajudan Gladys.
" Anak itu cantik, apa dia tidak sadar kalau dia sangat mempesona, dia itu bisa memikat seorang milyarder untuk menyokong hidupnya, cantik yang sia-siakan Farid?" Ujar Gladys keheranan.
" Dia anak yang malang, tapi bisa bertahan hidup sampai detik ini itu sangat luar biasa, anak itu tidak serakah dan sangat cantik, dia juga tidak tertarik dengan tawaran anda dan malah menolaknya mentah-mentah, sepertinya dia cukup baik untuk menjadi rahim pengganti anda." ujar Farid.
" Bagaimana caranya agar aku bisa membuat dia mau Farid, kau tahu keluarga suamiku sangat mendesak diriku untuk memiliki anak, tapi aku sangat trauma dengan kondisiku setelah keguguran, tubuhku rusak, aku sangat rapuh dan tidak cantik lagi, bagaimana kalau Matthew berpaling dariku, aku takut kalau aku lahiran jadi gendut dan kendor, Matthew punya banyak uang dia pasti akan mencari wanita lain kalau aku berubah." Ujar Gladys sambil menggigit kukunya.
Gladys sangat terobsesi dengan kecantikan, apalagi ibunya ditinggalkan oleh ayahnya setelah melahirkannya, hal itu membuat Gladys trauma dan takut bernasib sama seperti ibunya, dan memang yang menyarankan mencari rahim pengganti itu adalah Ibu Gladys, karena dia harus menjaga penampilan dengan baik, untuk bertahan menjadi istri Matthew yang sangat banyak sekali yang mengincar posisi itu.
" Bagaimana kalau kita membuat tempat pengungsian itu tidak terkondisikan, mungkin dia akan berlari pada anda, mengingat anak itu sangat peduli dengan orang-orang di sini." Ujar Farid.
" Wah, Farid kau pintar, kalau begitu tolong urus untukku, aku mau kembali ke kediaman Howard." ujar Gladys.
" Siap laksanakan." jawab Farid sambil membukakan pintu mobil.
Gladys pun kembali ke kediaman Howard.
" Bagaimana hasilnya?, apa kau belum hamil juga?"
Baru juga sampai, Gladys sudah ditembak dengan pertanyaan yang membuatnya sekarat, oleh ibu mertuanya.
" Ibu, tapi kan Matthew juga sibuk akhir - akhir ini, jadi kami belum punya waktu." jawab Gladys.
" Hah, selalu begitu alasanmu, ini sudah ketiga kalinya, sebenarnya kau itu mandul atau apa?, aku ingin segera menimang cucuku, aku kesepian, aku hanya punya anak membosankan seperti Matthew, aku ingin rumah ini penuh dengan tawa anak-anak, lahirkan anak 3 atau 4 cukup." ujar mertua Gladys.
Sialan kau kira aku ini kucing, melahirkan 3 atau 4 anak, kau saja cuma melahirkan Matthew, lalu kau mau aku melahirkan banyak anak, aku bisa gila.
Dalam hati Gladys.
" Kalau kau tidak bisa melahirkan anak, bilang saja, kita akan cari istri--"
" Tidak Ibu, aku tidak mau Matthew menikah lagi, aku tidak mau di duakan, aku tidak sudi ada istri selain aku!" teriak Gladys, Gladys sudah tidak tahan lagi dengan tuntutan mertuanya.
" Astaga, kalian bertengkar lagi?" Matthew yang baru datang.
" Sayang, aku sudah tidak tahan lagi tinggal di sini, aku akan kembali ke kota." ujar Gladys menangis.
" Astaga Ibu, kau pasti memaksa cucu lagi ya?, Gladys masih trauma karena keguguran, tolong ibu jangan terlalu menekannya." ujar Matthew.
" Itu sudah 5 tahun lalu, kalian ini menikah sudah berapa lama?, kenapa masih santai, ibumu semakin tua, umur istrimu juga tidak muda lagi." ujar Olive (Ibu Matthew)
Mereka sudah 10 tahun menikah, dan mereka menikah di usia muda saat itu.
Gladys masih 19 tahun, sedangkan Matthew 20 tahun.
Jadi usia Matthew sekarang 30 tahun sedangkan Gladys 29 tahun.
" Ibumu ingin mencarikan dirimu istri lagi Matthew, aku tidak mau kau memiliki dua istri, tapi kalau itu hanya menyewa rahim seseorang aku tidak masalah." ujar Gladys
" Apa?" Matthew tidak habis pikir dengan istrinya ini, bagaimana bisa dia tidak mau di madu malah mau menyewa rahim untuk mengandung anaknya.
" Itu juga tidak masalah!" ujar Olive
" Ibu?, astaga kalian ini membicarakan apa sih?" Matthew tidak bisa mengerti pemikiran ibu dan istrinya.
" Kenapa kau itu juga santai-santai saja, padahal teman - teman ibu sudah menimang banyak cucu, aku satupun belum. " ujar Olive kesal.
" Kalau mau anak kita bisa adopsi, kalau istriku masih trauma bagaimana?" ujar Matthew sangat frustasi.
" Tidak!" keduanya kompak menolak saran dari Matthew.
" Aku mau tiga atau empat anak darimu, kalau itu anak angkat tidak usah, kita sudah memiliki banyak panti asuhan." ujar Olive
Memang keluarga Howard dari generasi ke generasi diwajibkan membangun panti asuhan dengan namanya, jadi panti asuhan milik keluarga Howard itu ada 20 panti dari 20 generasi.
Mereka akan membangun panti setiap kali terlahir seorang pewaris baru.
semangat seina, semoga author cepat membuat bahagia 🤣