Yan Chen ,Penguasa dewa tertinggi merasa hidupnya sudah mencapai akhir, ia kemudian memberikan kekuasaannya kepada muridnya yang paling ia percaya ,Ling Yan ,setelah itu ia berwasiat kepada muridnya untuk tidak membuka segel iblis di gunung Immortal.
Sang murid yang sudah mendapatkan amanat itu mematuhinya dan mengantarkan sang master untuk terakhir kalinya ,sebelum kematiannya ,Yan Chen memberi nasihat untuk muridnya agar ia tidak si makamkan melainkan di baringkan di atas ujung dunia dewa.
Sang murid juga mematuhinya dan setelah kematiannya, secara tidak terduga segel iblis di gunung Immortal terbuka ,hal itu karena desakan dari beberapa murid Junior lain di bawahnya dan akhirnya karena segel telah terbuka ,alam Dewa menjadi kacau dan Ling Yan orang pertama yang menjadi korban dari kekacauan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 10 kedatangan saudara dari sang ibu
Sang ibu kembali berdiri dan perlahan menghampiri Yan Chen yang ada di halaman luar itu ,kedua gadis kecil berusia tiga tahunan terlihat penasaran dan menatap ke arah Yan Chen dan Yun Qingyi.
" nak ,aku masih tidak percaya dengan semua ini ,aku kira kamu sudah mati ,ternyata masih ada ,syukurlah..." sang ibu melihat ada tanda lahir berwarna merah dan itu terlihat seperti api yang membakar kulit.
" ibu maafkan aku karena baru bisa kembali ke rumah ," kata Yan Chen memeluk sang ibu dengan erat ,dan matanya yang penuh air mata terlihat seperti tidak bisa menahan rasa rindu serta kesedihan.
" tidak apa apa nak , yang penting kamu selamat .." sang ibu terlihat seperti mengingat masa lalu yang kelam ,matanya sayu ,seperti menahan kesedihan yang tidak bisa ditahannya .
" baiklah bu ,jangan selalu bersedih ,aku juga telah datang dan melihat kembali ibu yang sehat ," Yan Chen mengeluarkan sekantong kristal roh dan meletakkannya di telapak tangan sang ibu .
" apa ini ?"
" tidak apa apa bu ,untuk di tabung ,dan juga untuk sekolah adik adikku " kata Yan Chen melambaikan tangannya ke arah dua gadis kecil yang tampak kebingungan itu.
" ceri kecil , bambu kecil ,ayo datang dan sapa kakakmu ini " sang ibu menoleh dengan senyum cerah merekah ,kesedihannya hilang seketika saat melihat kedatangan putranya yang datang secara tiba tiba.
Dua gadis kecil itu dengan malu malu berjalan dan datang ke hadapan Yan Chen , " hallo kakak laki laki ..!"
" hallo kakak..!"
Yan Chen tersenyum dan memeluk kedua gadis kecil yang baru berusia tiga tahun itu, " bagaimana apakah bambu kecil dan ceri kecil suka kalau kakak datang?"
" umhh..!"
Yan Chen dengan senyum cerah melepaskan pelukannya dan memandang sang ibu yang tampak terharu.
" bu hari ini ibu mau kemana ?"
" tadinya ibu mau ke ladang melihat gandum apakah sudah matang atau belum ,dan kedatangan putraku melupakan tujuan ibu sebelumnya "
" apakah itu ladang di dekat sungai kecil ?"
" ya putraku ,tapi tidak luas hanya satu hektar saja, dan cukup untuk makan sehari hari tanpa membeli di pasar kota "
" bibi berapa tunjangan pensiunan paman ?" Yun Qingyi merasa heran, matanya yang indah dipenuhi dengan pertanyaan yang banyak.
Sang ibu baru menyadari bahwa ada seorang wanita cantik yang datang kembali bersama putranya, penampilan sang wanita mengingatkan dia pada seorang putri bangsawan yang pernah datang ke kota Fuhan dalam acara kunjungan.
" maaf kalau boleh bertanya ,putri ini siapa?"
" ahh iya ,nama saya Yun Qingyi, saya teman Chen Gege , dan kebetulan aku mempunyai waktu luang untuk menemaninya kembali pulang " Yun Qingyi sedikit menundukan kepalanya memberi hormat ala etiket kerajaan .
" ya ,bagus, kamu sangat cantik ,seperti tuan putri " sang ibu tersenyum puas dan memandang terus ke arah Yun Qingyi, seperti seorang ibu yang menilai calon menantunya.
Yan Chen tertawa " hahahaha... ya memang dia tuan putri ibu , putri kedua kerajaan Zhenglian, " kata Yan Chen dengan wajah tanpa beban.
Yun Qingyi dengan pelan mencubit lengan Yan Chen " kenapa Chen Gege katakan itu, aku jadi malu " bisiknya dengan wajah memerah.
" pantas saja mirip dengan dia " gumam sang ibu dengan wajah cerah, " nak ,kamu jangan dengarkan putraku yang bodoh itu, dia hanya menggoda saja kerjaannya, " kata sang ibu tersenyum tipis .
" apakah kamu putri dari Ratu Qilian ?"
Yun Qingyi terdiam ,matanya terpaku saat wanita patuh baya di hadapannya mengatakan tentang nama ibunya " benar bibi ,saya putri dari Ratu Qilian "
" memang tidak salah , Ratu Qilian adalah sahabat ibu sejak remaja dan dia sangat cerdas hingga pangeran Yun Tianchen melamarnya " senyum sang ibu dengan wajah cerah.
Yan Chen perlahan berdiri, membawa kedua adiknya, ia tidak mau mendengar tentang kebiasaan para wanita yaitu bergosip, dengan langkah pasti ia berjalan menuju dapur dan melihat bahwa bahan makanan masih banyak dan juga cukup lengkap.
" Ceri kecil , bambu kecil, ikut kakak masak di dapur ,kakak akan buatkan masakan dengan rasa yang luar biasa "
" kakak apakah kamu bisa masak ?" Tampak di wajah ceri kecil yang lucu ada ekspresi keraguan.
" hehehe ,lihat saja ,kalian berdua tidak akan bisa menahan rasa masakan kakak!" Yan Chen mengambil beberapa bahan dan mulai mengolahnya, memotong ,membuat bumbu hingga aroma yang sangat harum tercium keluar .
Kedua wanita yang berbeda generasi itu menghentikan percakapannya ,aroma masakan dari dalam tercium hingga keduanya saling tatap satu sama lain.
" nak Qingyi, ternyata anak bodoh itu bisa memasak " ada rasa terkejut di hati sang ibu " apakah kamu sudah tahu bahwa anak bodoh itu bisa memasak ?"
Yun Qingyi mengangguk ," ya sejak bertemu denganku ,Chen Gege sudah belajar memasak ,entah Qingyi tidak tahu darimana keterampilan memasak Chen Gege yang luar biasa itu !"
" apakah nak Qingyi menyukai putra bodoh itu?"
Dengan tanpa ragu Yun Qingyi menganggukan kepala ,ia tidak mau bila ragu ragu akan membuat Yan Chen kecewa , dan membuat hubungan keduanya putus di tengah jalan, walaupun di kehidupan sebelumnya ada hubungan master dan murid.
Sang ibu tampak berfikir sejenak, " baiklah ,ibu juga setuju bila nak Qingyi berhubungan dengan putra bodohku ,hanya saja satu sifat yang tidak bisa dihilangkan darinya, dia tidak pernah serius bila mengerjakan sesuatu dan juga sepertinya anak bodoh itu mudah tergoda ,jadi nak Qingyi harus mengamankan Chener sejak awal " kata sang ibu dengan wajah serius.
" baik bibi !"
Dari kejauhan muncul tiga orang dewasa dengan wajah lesu ,ketiganya langsung masuk dan berhenti tepat di hadapan Xu Jia dan Yun Qingyi.
" maaf saudari Jia ,saya tidak sopan, tadi saat bertemu dengan kepala desa ada sepasang pria dan wanita muda yang datang untuk menemuimu ?" Pria yang memiliki kemiripan dengan Xu Jia bertanya.
Keduanya juga menatap Xu Jia dengan penasaran.
" ohh itu putraku telah kembali ,"
" apa ,Chenchen sudah kembali, apakah masih hidup ?" Pria paruh baya itu dengan cepat menanyakan kondisi Yan Chen .
" ya ,putraku ada di dalam ,sedang bersama adik adiknya ," kata Xu Jia dengan wajah tenang.
Ketiga orang dewasa itu menghela nafas lega ,terpancar rasa kelegaan di wajah masing masing orang dewasa yang baru datang itu.pandangan mata mereka teralihkan kepada wanita cantik yang sangat anggun mempesona.
" saudari Jia ,siapa nona muda ini ?"
" ya ,perkenalkan gadis ini ,calon menantu keluarga Xu kita ,Chener sangat beruntung mendapatkan cinta gadis ini "
Mata ketiganya langsung berubah ," kalau aku tahu begitu aku akan bawa beberapa barang yang ada di rumah "
" benar saudara ketiga ,kita bisa membawa ayam kampung bekas adu di desa Xianxu, "
" sembarangan, menantu keponakan pasti tidak akan mau dengan ayam panggang bekas adu ,itu sangat haram dan tidak boleh untuk diberikan pada menantu keponakan "
Ketiganya berdebat hingga suasana yang awalnya sepi menjadi semarak ,Yun Qingyi menahan tawa dan matanya tampak tulus memandang ke arah wanita paruh baya yang akan menjadi keluarganya itu.
" semuanya ayo sarapan pagi " Yan Chen muncul dan tersenyum dengan membawa setumpuk piring kayu berisi makanan yang baru selesai di masak .