NovelToon NovelToon
Setelah Tunangan Dan Kakakku Mengkhianatiku

Setelah Tunangan Dan Kakakku Mengkhianatiku

Status: tamat
Genre:Tamat / Cintapertama / Janda / Selingkuh / Pernikahan Kilat / Pelakor / Wanita Karir
Popularitas:67.4k
Nilai: 5
Nama Author: AgviRa

Dikhianati tunangan dan kakak kandung, bagaimana rasanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AgviRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

Jam di dinding kantor telah menunjukkan pukul 12 siang, menandakan bahwa waktu istirahat telah tiba. Ayu yang telah bekerja sejak pagi hari itu menghela napas lega dan memandang ke arah jam dengan senyum yang lelah.

Dia mematikan komputer, kemudian berdiri dari kursinya dan meregangkan tubuhnya yang lelah. Seluruh tubuhnya terasa pegal dan lelah setelah bekerja selama beberapa jam, namun dia merasa bahagia karena telah mencapai separuh dari hari kerja.

Ayu berhutang penjelasan kepada Desi, maka dari itu setelah dia keluar dari ruangannya dia langsung menemui Desi. Ayu mengajak Desi untuk pergi ke kantin karena dia akan membicarakan hal itu sembari makan siang di Kantin. Setelah sampai di Kantin mereka memesan makanan. Di sana Ayu menceritakan bagaimana hal itu bisa terjadi hingga dia batal menikah. Desi terlihat syok.

"Apa? Dasar laki-laki garangan. Sudah enak sama kamu malah main serong sama kakak kamu. Rasanya ingin aku bejet-bejet itu orang." Ucap Desi ikut kesal.

"Hm, ya begitulah. Padahal aku sudah sengaja tidak mengundang kalian semua karna nanti akan diadakan acara resepsinya disini. Eh ternyata takdir berkata lain. Tapi, aku bersyukur, Des. Ternyata dia tidak sebaik saat bersamaku. Jadi aku sama sekali tidak merasa menyesal."

"Bagus, jangan sampai kamu menyesali laki-laki tidak tahu diri seperti dia. Oh, ya. Dengar-dengar CEO kita sudah kembali dari Luar Negeri dan akan menetap disini. Dan kamu tahu tidak? Katanya CEO kita ini masih muda. Dan gantengnya gak ada obat, macam Oppa Oppa gitu." Ucap Desi antusias membicarakan CEO nya.

"Hm, biarkan saja." Sahut Ayu singkat.

"Ah kamu mah gak asik." Jawab Desi.

Tak lama pesanan mereka pun datang dan mereka makan dalam hening. Mereka menikmati pesanan mereka.

Setelah selesai makan, mereka menuju ke musholah Kantor untuk shalat dzuhur.

*****

Tak terasa siang telah berubah menjadi sore, dan jam telah menunjukkan pukul 4 sore, menandakan bahwa waktu pulang telah tiba. Ayu menghela napas lega dan memandang ke arah jam dengan senyum yang bahagia.

Ayu dan Desi berjalan bersama menuju parkiran. Mereka berpisah disana. Ketika Ayu akan menuju mobilnya. Tiba-tiba dia dikagetkan dengan kedatangan David.

"Hallo, Nona. Apakah Anda melupakan sesuatu?" Ucap David.

"Astaghfirullah, Anda mengagetkan saya. Sepertinya Anda ini suka sekali mengagetkan orang ya?"

"Ah, tidak juga, Nona. Jadi, bagaimana, bisakah Anda membantu saya sekarang juga?" Tanya David memastikan.

"Em, tidak bisa besok ya, hehe. Ya sudah, jadi saya harus bagaimana?" Ucap Ayu menanyakan perihal apa yang harus dia lakukan untuk membantu David.

"Boleh kita masuk ke dalam mobil Anda terlebih dahulu? Ini sedikit privasi." Ucap David.

Ayu mengangguk dan mereka masuk kedalam mobil Ayu. Di dalam David menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh Ayu selama bertemu dengan mamanya. Ayu pun menyetujui dan menyanggupinya. Akhirnya mereka kini menuju ke kediaman David dimana mama David berada menggunakan mobil Ayu, karena David tidak membawa mobil.

"Huh Ayu, baru kenal sudah main bantu-bantu orang tidak jelas." Gerutu Ayu.

"Apa Anda mengatakan sesuatu, Nona?" Tanya David.

"Ah tidak, saya tidak mengatakan apa-apa." Jawab Ayu.

'Dasar cowok aneh, untung ganteng.' Umpat Ayu dalam hati.

Mereka saling diam. Tak ada obrolan apapun selama di perjalanan.

Perjalanan menuju rumah David terasa seperti sebuah petualangan. Jalan yang dilalui terasa luas dan mulus, dengan pohon-pohon yang rindang dan bunga-bunga yang indah di sepanjang jalan.

Saat memasuki kompleks perumahan, Ayu tidak bisa tidak terkesan oleh keindahan dan kemewahan yang terlihat. Rumah-rumah yang megah dan mewah berdiri dengan anggun, dengan taman yang luas dan indah di sekitarnya.

Dan kemudian, Ayu melihat rumah yang mereka tuju. Rumah itu terlihat seperti sebuah istana yang megah dan mewah, dengan arsitektur yang indah dan detail yang halus. Ah, bukan rumah tapi, ini sebuah mansion. Dindingnya mansion yang putih dan bersih terlihat seperti sebuah kanvas yang luas, dengan jendela-jendela yang besar dan pintu-pintu yang megah.

Ayu merasa seperti sedang memasuki sebuah dunia yang berbeda, sebuah dunia yang penuh dengan kemewahan dan keindahan. Ayu tidak bisa tidak merasa terkesan oleh keindahan dan kemewahan mansion itu.

Ayu benar-benar terkagum-kagum.

'Wah, benar-benar seorang Milyarder.' Batin Ayu.

David melirik ke arah Ayu. "Tidak perlu sampai begitu juga kali, Nona. Awas nanti bola mata Nona keluar kalau Nona melotot begitu." Ledek David.

Seketika Ayu tersadar dari rasa kagumnya. Mobil berhenti dan terparkir di halaman depan. David mengajak Ayu turun dan masuk ke dalam Mansion.

David membawa Ayu naik ke lantai dua untuk menemui mamanya. Ayu tidak henti-hentinya merasa kagum. David memberikan kode kepada Ayu supaya dia menggandeng lengan David layaknya pasangan. Entah kenapa Ayu merasa begitu gugup. Sampai di depan pintu sebuah kamar.

"Anda siap, Nona?" Tanya David.

Nana membuang nafas.

"Ayo kita lakukan." Ucap Ayu yakin.

David memegang gagang pintu dan membuka pintu tersebut. Mereka berdua masuk ke dalam kamar. Terlihat seorang wanita sedang terbaring di atas kasur besar. Wajah wanita itu terlihat pucat. David menuntun Ayu untuk mendekati mamanya.

"Ma, lihatlah David membawa siapa? Ini calon istri David, Ma." Ucap David pelan.

Wanita itu lalu membuka matanya dan menoleh lemah kearah David.

"Kamu sudah kembali, Nak? Mana calon mantu mama, mama mau melihat dan mengenalnya." Ucap Hani sedikit lemah.

Lalu David menoleh ke arah Ayu. Ayu memperhatikan Hani.

"Assalamu'alaikum, Ma. Mama bagaimana kondisinya? Apa Mama sudah makan?" Ayu menyapa Hani dengan lembut.

"Wa'alaikumussalam wa rahmatullah. Alhamdulillah kondisi mama sedikit membaik ketika melihat kalian. Mama sejak tadi belum makan, Nak. Mama tidak berselera untuk makan. Oh iya, siapa nama kamu, sayang?" Ucap Hani.

"Namaku Ayudisa, Ma. Mama bisa memanggilku Ayu."

"Ayu? Nama yang ayu seperti orangnya"

"Mama tidak boleh sampai tidak makan, bagaimana kalau Ayu buatkan bubur? Apa Mama mau?" Ucap Ayu menawari Hani bubur.

"Kamu mau membuatkan Mama bubur? Boleh sayang." Ucap Hani terlihat sumringah.

David yang melihat interaksi diantara kedua wanita tersebut tersenyum.

Lalu Ayu meminta ijin ke dapur untuk memasak bubur. Yang jelas ditemani oleh David.

Di dapur, Ayu kembali merasa kagum dengan interiornya dan alat-alat masak pun lengkap, dia sedikit terbengong. Tapi dia langsung tersadar ketika David menyenggol lengannya. Lalu Ayu mengecek bahan yang ada di kulkas, dia mengambil bahan yang diperlukan lalu meracik bahan untuk membuat bubur. Pas aja bahannya semua ada dan komplit. Ayu terlihat begitu cekatan.

Sementara David lebih memilih duduk manis di kursi ruang makan. David menghubungi asistennya.

[Hallo]

....

[Cari data tentang perempuan yang aku kirim setelah ini secepatnya.]

....

[Baiklah.]

Lalu David memutus sambungan telepon dan mengirim pesan kepada asistennya tersebut.

Bubur pun matang. Ayu langsung menuangkan bubur itu ke dalam mangkuk.

"Sudah matang nih. Yuk naik." Ucap Ayu mengajak David yang sedang duduk manis di kursi ruang makan menunggu Ayu memasak. Sebelumnya Ayu juga sudah membereskan dan mencuci alat yang dia pakai untuk memasak.

Lalu David mengekori Ayu dari belakang. Ayu masuk ke dalam kamar Hani dan mendudukkan Hani agar makannya lebih mudah.

"Ayu suapi ya, Ma." Ucap Ayu.

Hani mengangguk. Ayu menyuapkan setengah sendok ke dalam mulut Hani. Hani yang tadinya begitu malas untuk makan sekarang terlihat menikmati bubur masakan Ayu.

"Ini enak sekali, kamu pintar sekali memasaknya. Lain kali Mama di masakin lagi ya." Ucap Hani.

Hani begitu lahap memakan bubur buatan Ayu.

David tak pernah melihat mamanya sumringah seperti ini. Dia berpikir apakah Ayu wanita yang dipilih Tuhan untuk menjadi pasangannya? Mamanya baru pertama kali bertemu dengan Ayu tapi, sudah begitu akrab. Hani juga sudah tidak terlihat pucat seperti sebelumnya.

"Yup, habis. Mama pinter deh." Ucap Ayu.

"Ini karena masakan kamu enak, sayang. Nih, Mama sekarang jadi terlihat begitu sehat." Jawab Hani.

Mereka berdua pun akhirnya mengobrol bercanda dan tertawa, terlihat begitu asik sekali.

"Ehem, sepertinya disini aku tidak dianggap sama sekali." Ucap David.

Lalu kedua wanita tersebut menoleh ke arah dimana David berada.

"Aduh sayang, maafkan Mama. Mama begitu senang sekali terutama pada Ayu. Mama harap kamu dan Ayu segera menentukan tanggal pernikahan kalian." Ucap Hani.

Degh.

Jantung Ayu sejenak berhenti.

'Apa, menikah?' Batin Ayu.

"Bagaimana sayang? Kamu mau kan menikah dengan anak Mama yang bandel itu? Mama ingin pernikahan kalian dipercepat." Hani begitu antusias ingin mendengar jawaban Ayu.

Ayu menoleh kearah David. Namun, David hanya diam saja.

"I-iya, Ma. Ayu setuju." Jawab Ayu terpaksa menjawab asal.

'Ini tidak masuk kedalam rencana. Lalu bagaimana aku akan menikah?' Pikir Ayu dalam hati.

"Sayang, lakukan yang terbaik, segera persiapkan semuanya. Lusa kita akan melamar Ayu, agar secepatnya kalian menikah. Jangan membuat keluarga calon mantu Mama kecewa." Ucap Hani.

"Siap kanjeng Mami." Ucap David santai.

Ayu seketika merasa lemas. Dia hanya bisa pasrah.

'Apa secepat ini? Ya Allah, jika memang ini jalan yang telah Engkau gariskan, hamba siap' Batin Ayu.

1
Desy Ratnasari
karya yg bagus gk bnyk typo cerita simple GK muter-muter mudah di simak
AgviRa: Terima kasih, kak. Jangan lupa baca novel saya yang lain ya. 😊🙏
AgviRa: Terima kasih, kak. Jangan lupa baca novel saya yang lain ya. 😊🙏
total 2 replies
Suparmin N
Luar biasa
AgviRa: Terima kasih.😊🙏
total 1 replies
niktut ugis
ih si ayu kenapa dia tepok tangannya bukan pas mereka masih main kan jd seru tuch paniknya
AgviRa: Wah, nanti ganggu dong, Kak.😅
total 1 replies
Desmeri epy Epy
lanjut thor
Desmeri epy Epy
lanjut
AgviRa: Ok Kakak
total 1 replies
Ma Em
Doni punya istri si Dina kelakuannya sama orang tua tdk ada sopan2nya sama mertua berani Dina lawan dasar menantu kurang ajar .
Ma Em: Bagusnya si Dina smack down aja 🤭😄
AgviRa: Iya, Kak. bagusnya diapakan itu, Kak?
total 2 replies
Yuni Ngsih
Thooooor kok dipotong update dulu kamu mah ska lama nyambungnya ....yaccccch sedih deh ....teruskan Thor😠😠😠👍👍👍💪💪💪
AgviRa: Hehe, sebenarnya ceritanya sebentar lagi akan tamat. Sabar ya, Kak. 🙏
total 1 replies
Yuni Ngsih
selamat ayu & David smg SaMaWa....🤲🤲🤲🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Yuni Ngsih
huuuuuh dasar perempuan gatel hati " tu ulat keketnya sangat berani ,cepet tinggalkan Rumah ,langsung pindah ke Rumah David azah biar tidak di ganggu ....😡😡😡💪💪💪
Yuni Ngsih
Thooooor baru nongol bikin aku marah ,greget& kezel Thor tentang ceritra ini 😠😠😠
AgviRa: Waduh! Kenapa, Kak? Apa salah saya?😭😭
total 1 replies
Galuh Setya
Luar biasa
AgviRa: Terima kasih, Kak. Semoga suka ya.🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!