Bagaimana mungkin pria yang ia hormati sebagai ayah dari sahabat nya tiba-tiba menikahinya karena sebuah permintaan yang cukup berat diterima Serena.
---
Nayla, sahabat Serena sejak SMA gadis itu menderita sebuah penyakit dan berakhir meninggal dunia sebelum menghembuskan nafas terakhirnya nya Nayla mempunyai satu permintaan kepada Serena dan Ethan, ayah Nayla.
Karena sebuah permintaan itulah yang mengharuskan Serena dan Ethan menjadi terikat satu sama lain dan mempunyai tanggung jawab besar dalam kehidupan baru mereka.
Terlepas dari adanya cinta atau tidak itu akan menjadi urusan belakang yang mungkin akan menjadi penyesalan atau sebuah kebahagiaan diakhir kisah mereka.
MURNI KARYA AUTHOR MOHON MAAF JIKA ADA KESAMAAN DENGAN KARYA ORANG LAIN YANG TIDAK DI SENGAJA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 6
" Hubungi Ethan, mungkin dia bisa telepon Serena. " ucap Maya.
Robert segera menghubungi anak nya itu.
" Halo, pa ada apa? "tanya Ethan diseberang sana.
" Halo Tan, kamu tahu dimana istrimu? dia belum pulang sampai sekarang mama mu cemas. papa juga khawatir. " jelas Robert.
" Iya, aku gak punya nomor ponselnya. tapi aku tahu dimana dia papa sama gak usah cemas. " ucap Ethan diseberang sana.
" Ya sudah, papa tunggu kabar nya ya. " ucap Robert mematikan sambungan telepon.
" Bagaimana pa? apa kata Ethan? " tanya Maya beruntun.
" Ethan tahu dimana Serena, kamu jangan panik begitu tenang aja ada Ethan kok. " ucap Robert menenangkan istrinya itu.
DI SISI LAIN.
Ethan saat ini sedang asik berpacaran dengan komputer dan kertas-kertas menampilkan grafik-grafik dan persenan.
DRRT...
DRRT....
DRRT...
Ethan segera mengangkat panggilan dari Robert papa nya, tidak biasanya papa nya itu menelepon di jam seperti ini.
" Halo, pa ada apa? "tanya Ethan.
" Halo Tan, kamu tahu dimana istrimu? dia belum pulang sampai sekarang mama mu cemas. papa juga khawatir. " jelas Robert diseberang sana.
" Iya, aku gak punya nomor ponselnya. tapi aku tahu dimana dia papa sama gak usah cemas. " ucap Ethan menghela nafas gusar.
" Ya sudah, papa tunggu kabar nya ya. " ucap Robert mematikan sambungan telepon.
Ethan tampak berpikir sejenak.
" Apa mungkin.... " batin Ethan memikirkan sesuatu.
Pukul 23.00 malam Serena menyusun barang-barang dalam supermarket memisahkan produk makanan yang hampir habis masa dalam berapa hari nya dengan yang baru tahun nya.
" Ser. " panggil Hanna.
" Ada apa kak. " tanya Serena pada Hanna.
" Ini masih banyak makanan market, kita apakan ya? " tanya Hanna saat gadis itu memilah-milah kedalam kotak kosong.
" Biasanya kamu makan juga kak. " tanya Serena.
" Ya itu dulu, sekarang aku bunting begini dimarahi laki ku kalau ketahuan . " ucap Hanna.
" Serius? selamat kak Hanna sebentar lagi jadi ibu muda dong. " ucap Serena mengejek.
" Diam kau ya Ser, tapi makasih ya. " ucap Hanna terkekeh pelan.
" Kamu mau gak Ser? kalau gak nanti suruh Adi buang. " ucap Hanna kembali.
" Mau dong kak Han, kurang ditawarin aja sih aku nih. " ucap Serena nyengir gadis itu memilih makanan bungkusan yang masih bisa di makan alias yang tanggal kadaluarsa nya mendekati 3-2 hari yang biasa ia cari.
Serena mengambil diantara nya 2 bungkus Mie goreng dan kuah, roti, Gimbap minuman kaleng dan botol masing-masing 2.
" Gak mau ambil lebih banyak Ser? kayaknya masih ada tuh yang belum expired. " ucap Hanna membantu Serena memilih.
" Segini aja kak Han, siapa yang mau habiskan semuanya dalam 2 sampai 4 hari. aku aja jarang makan juga di kosan. " jawab Serena.
" Ya sudah, nanti aku suruh Adi buang aja. " ucap Hanna lagi.
" Kak aku pulang duluan ya, takut gak keburu Bus terakhir nanti. " ucap Serena yang memang sudah mengganti seragam kerja nya dengan pakaian santai yang selalu ia bawa didalam tas nya.
" Ya sudah, hati-hati dijalan banyak begal sekarang loh Ser. " ucap Hanna tampak khawatir.
" Mereka juga pasti nyesel rampok aku, aku aja gak punya apa-apa. " ucap Serena diselingi tawa.
" Kita khawatir Ser, hampir setiap hari ah bukan hampir 3 tahun loh kamu pulang jam segini sendirian lagi. " timpal Mbak Safa yang ikut bergabung.
" Sudah-sudah buktinya aku baik-baik aja sampai sekarang kan? gak perlu khawatir kan aku. " ucap Serena santai sembari memakan Gimbap dan minuman kaleng dingin ditangan nya.
" Ser! Seren! " panggil Adi menghampiri Serena.
" Kenapa teriak tengah malam kesambet lo? " tanya Hanna heran.
" Gak, tadi gue habis buang-buang kardus bekas didepan toko ada mobil hitam Mercedez hitam didepan. " ucap Adi sedikit ngos-ngosan.
" Laki lo kayaknya Han jemput. " timpal Safa.
" Suami gue gak punya mobil semahal itu Saf, dia biasa naik ayla putih. " jawab Hanna.
" Sudah-sudah, mungkin cuman numpang parkir doang. " ucap Serena menengahi.
" Bisa jadi sih, sudah ah aku mau siap-siap pulang dulu. " ucap Hanna tidak ambil pusing.
Serena memakai jaket nya dan mengambil tas sekolahnya dengan makanan yang masih di konsumsinya.
Serena berpamitan ke semua karyawan toko ia melangkah keluar dengan Gimbap yang tersisa setengah ditangan nya.
KRING...
Serena sempat terdiam didepan toko, jujur ada rasa takut yang menjalar dalam diri Serena dengan suasana yang sangat sepi tidak ada bunyi kendaraan yang lewat di dukung dengan angin yang bertiup sedikit kencang.
Serena sempat memperhatikan mobil Mercedez warna hitam itu setelahnya gadis itu dengan mantap melangkah pasti mengeratkan jaket di kedua sisi tangan nya baru saja melangkah mobil itu bergerak melesat di depan nya.
DEG....
Serena kaget bukan main, Serena menyipitkan matanya saat sorot lampu itu mengenai matanya. dan pintu mobil itu terbuka nampak lah seorang pria dewasa dengan brewok tipis memakai kemeja biru dongker dasi sedikit berantakan terlihat maskulin.
" Om Ethan. " gumam Serena baru sadar ia sudah menikah.
" Sial! Om Ethan pasti cemas, tapi gak mungkin sih ya. " batin Serena berkecamuk.
" Mau sampai kapan kamu berdiri disana? masuk. " ucap Ethan membuka suara entah sejak kapan lelaki itu berdiri hadapannya tidak jauh.
Serena terkesiap ia mendongakkan kepalanya menatap mata Ethan yang melirik nya tajam. buru-buru Serena memasuki mobil disusul Ethan.
Selama beberapa menit perjalanan tidak ada yang membuka suara sama sekali.
" Kenapa bekerja. " ucap Ethan membuka suara pandangan lelaki itu masih menatap lurus nya jalanan.
Serena melirik sekilas kearah Ethan dengan wajah datar nya entahlah Serena tidak bisa menebak dibalik wajah pria itu perasaan nya seperti apa sekarang.
" Kenapa gak bilang sama saya kalau masih bekerja. " tanya Ethan kembali.
" Em, saya masih ada tanggungan Om jadi saya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan saya. " jawab Serena memang seperti itu adanya.
Serena mendengar Ethan menghela nafas gusar nya.
" Berhenti dari pekerjaan kamu. " jawab Ethan.
" Gak bisa gitu dong Om, kalau saya berhenti saya harus bayar uang sekolah, uang kos bagaimana? uang transportasi juga, sebentar lagi saya juga akan kuliah. " ucap Serena tidak terima.
" Kamu sudah menikah Rena, semua tanggungan kamu akan saya berikan sebagai seorang suami. berhenti semua dari pekerjaan paruh waktu mu. "
" Saya masih sanggup membiayai uang kuliah kamu nanti, yang sekolah dan semua kebutuhan kamu. " sambung Ethan.
" Om gak perlu melakukan itu semua, aku bisa melakukan nya sendiri. " ucap Serena keras kepala.
" Saya bilang tidak! berarti tidak! " ucap Ethan tegas.
" Kenapa Om mengatur kehidupan ku sesuka hati Om? terserah aku dong mau bekerja atau tidak aku bisa melakukanya. " ucap Serena marah.
" Saya suami kamu Serena! saya melakukan itu agar kamu tidak kecapekan tidak kelelahan, kamu sudah bersekolah diluar belum melakukan tugasmu sebagai seorang istri dirumah lalu kamu bekerja? apa menurutmu melakukan semua kegiatan itu tidak melelahkan? " ucap Ethan sarkas.
" Gak bisa gitu dong Om! yang ada aku makin merepotkan dan membebankan Om! " ucap Serena kukuh.
" Kamu istri saya! tidak ada kata beban atau merepotkan dalam rumah tangga Serena! " ucap Ethan mencoba sabar menanggapi ucapan istri kecilnya.
" Tap- " ucap Serena terhenti.
" Cukup! saya tidak mau berdebat lagi, turuti ucapan saya berhenti dari pekerjaan kamu. cukup fokus pendidikan dan urusan rumah tangga kita. " final Ethan.
" Ah satu lagi, buang semua makanan dalam bungkusan itu dan juga apa yang kamu makan sekarang. " ucap Ethan dingin menatap tajam.
" Tap- " ucap Serena menyela.
" Saya tau itu makanan yang sudah expired Rena! Apalagi yang kamu makan, sebelum kamu sakit perut buang sekarang. " ucap Ethan menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang sepi.
Dengan berat hati dan tidak bisa berkata-kata lagi Serena membuangnya ke tempat sampah.
" Bagus, saya suka kamu yang penurut seperti ini. Jangan pernah lagi saya lihat kamu makan makanan yang expired. " tegas Ethan.
"Iya Om. " jawab Serena.
tadi baca cuma angka 3 . itu mksdnya usia papa Nayla 3 thn gitu
tadi bacanya kq cuma angka 3 aja mksdnya usianya 3 thn gitu