NovelToon NovelToon
The Legend Of Hu Jin

The Legend Of Hu Jin

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Wuxia / Tamat
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Terbuang saat bayi dan nyaris tewas di Hutan Terlarang, Hu Jin tumbuh tanpa mengetahui identitas aslinya sebagai Putra Mahkota Kerajaan Timur.

​Ditolak oleh dunia dan diasuh oleh Dewi Es dari Sekte Teratai, Hu Jin bangkit membuktikan dirinya melalui Tulang Kaisar Langit—bakat mitologi yang mengguncang semesta. Namun, alih-alih menjadi alat politik sekte, ia memilih pergi menantang alam liar demi membebaskan gurunya dan merebut kembali takdir yang dirampas!

​Mampukah pangeran yang terbuang ini menaklukkan benua dan kembali sebagai Dewa Pedang Es Kuno?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebangkitan Pangeran dan Visi Masa Depan

​Aroma teratai segar dan hawa dingin yang menenangkan menyapu bersih rasa amis darah serta kepulan asap yang sempat menghantuinya.

​Hu Jin perlahan membuka mata. Kelopak matanya terasa amat berat bagai ditimpa timah, namun rasa sakit menusuk yang tadinya meremukkan organ dalam serta meretakkan tulang-tulangnya telah mereda. Sensasi hangat yang lembut mengalir dari obat spiritual tingkat tinggi, menyerap perlahan melalui jaringan meridiannya.

​Ia terbaring di atas pembaringan batu di dalam gua es rahasia yang terisolasi oleh array pelindung tingkat tinggi.

​Di samping pembaringan itu, berdiri seorang wanita berjubah putih anggun. Jemari lentiknya yang dingin usai mengusap keringat di dahi Hu Jin menggunakan sehelai kain sutra.

​"Kau sudah bangun, Anak Nakal?" suara halus yang teramat familiar itu menyapa pendengarannya.

​Hu Jin menyunggingkan senyum tipis, walau suaranya masih parau. "Guru... ternyata benar-benar kau."

​Qian Renxue melipat kedua tangan di depan dada, berusaha keras memasang raut galak demi menutupi kecemasan yang mendalam. Namun, kilatan rasa lega yang luar biasa di bola mata indahnya tak bisa dibohongi.

​"Siapa lagi kalau bukan aku?!" tegur Qian Renxue, suaranya sedikit meninggi. "Kalau aku tidak memutar arah karena perasaan tidak enak di tengah perjalanan kembali ke sekte, kepalamu sudah terpisah dari tubuhmu di ruangan terlarang itu!"

​Hu Jin terkekeh pelan, walau dadanya masih agak sesak. Tanpa menyembunyikan apa pun, ia menceritakan secara singkat segala kejadian di Paviliun Meditasi Terlarang—mulai dari fenomena terpanggilnya Stempel Kerajaan, pengakuan Kasim Li, jeritan sang raja tua, hingga pertarungan hidup dan mati melawan Zhao Feng.

​Mendengar kenyataan pahit bahwa Hu Jin sebenarnya adalah Putra Mahkota Kerajaan Timur yang Terbuang, Qian Renxue tertegun. Bola mata indahnya membelalak kaget. Ia sama sekali tidak membayangkan bahwa bayi malang yang ia temukan tergeletak sendirian di Hutan Terlarang belasan tahun lalu menyimpan garis keturunan kekaisaran sedahsyat dan sekelam ini.

​Namun, di balik rasa terkejutnya, tatapan Qian Renxue berubah menjadi rasa bangga yang kental. Menyaksikan muridnya yang baru berusia tiga belas tahun berani menyusup seorang diri ke jantung musuh dan bertarung mati-matian demi menegakkan keadilan, Qian Renxue menepuk bahu Hu Jin dengan penuh kasih sayang.

​"Kau benar-benar seorang pangeran yang bernyali besar, Hu Jin. Aku bangga padamu," bisik Qian Renxue tulus.

​Cahaya redup di sudut gua mendadak bergetar pelan.

​Raja Hu Yan—yang turut diselamatkan Qian Renxue—terbatuk pelan dan perlahan siuman. Meski fisiknya sangat lemah akibat racun dan duka bertahun-tahun, matanya berbinar terang saat menatap sosok Hu Jin. Dengan jemari gemetar dan air mata yang merebak, sang raja tua menggenggam erat tangan Hu Jin, mengonfirmasi ikatan darah kekaisaran di antara mereka.

​"Putraku... maafkan ayahmu yang lemah ini..." bisik Raja Hu Yan penuh penyesalan.

​Melihat kondisi memprihatinkan sang ayah kandung dan mengingat kekejaman Zhao Feng, amarah mendadak membakar dada Hu Jin.

​"Guru, kita harus menyusun rencana serangan balik sekarang bersama pasukan loyalis milik Jenderal Gu!" seru Hu Jin dengan mata berkilat. "Kita tidak bisa membiarkan Zhao Feng membantai rakyat lebih lama lagi!"

​Namun, Qian Renxue menggelengkan kepala dengan tegas.

​"Jangan gegabah, Hu Jin," tegur Qian Renxue dengan pandangan rasional seorang ahli Ranah Inti Jiwa. "Kekuatan Zhao Feng saat ini sudah berada di Ranah Inti Jiwa Akhir (Late-Stage Soul Core) dan ia memegang kendali penuh atas tentara kerajaan. Kau dan sisa pasukan loyalis hanya akan menjadi pakan meriam jika nekat menyerang sekarang. Kau membutuhkan kekuatan yang jauh lebih besar."

​Kata-kata gurunya meresap dalam ke pikiran Hu Jin. Ia menarik napas panjang, menekan gejolak amarahnya, dan berpikir rasional. Gurunya benar—keberanian tanpa kekuatan yang memadai hanyalah tindakan bunuh diri yang konyol.

​Hu Jin membetulkan posisi duduknya menjadi bersila di atas pembaringan es, bermeditasi untuk menormalkan aliran Qi. Ajaibnya, pertarungan hidup dan mati melawan pakar Ranah Inti Jiwa tadi malam menjadi tempaan ekstrem bagi Tulang Kaisar di dalam tubuhnya. Gejolak energi yang memuncak membuat dasar kultivasinya melompat drastis! Pondasi Pembentukan Qi Puncak miliknya kini menjadi sangat padat dan murni, hanya tinggal menunggu pemicu kecil untuk menerobos masuk ke Ranah Inti Jiwa.

​Setelah menyelaraskan energinya beberapa saat, Hu Jin membuka mata dengan keputusan yang bulat.

​"Aku sudah memutuskan," tegas Hu Jin, menatap lurus ke arah gurunya dan sang ayah. "Rencana kita berubah. Tujuan utamaku saat ini adalah mengamankan Ayah di tempat tersembunyi yang aman bersama Jenderal Gu."

​Hu Jin berdiri tegap di atas pembaringan batu, mengepalkan tangan rapat-rapat dengan tekad baja.

​"Aku belum cukup kuat untuk meruntuhkan istana itu hari ini. Oleh karena itu, aku akan kembali berkelana ke alam liar dan wilayah-wilayah keras Benua Timur untuk mencari kekuatan yang lebih tinggi!"

​Hu Jin menatap lurus ke dalam mata indah gurunya.

​"Aku akan kembali saat Ujian Para Jenius Tiga Sekte Besar digelar! Di sana, di hadapan seluruh faksi raksasa Benua Timur, aku akan mengumumkan keberadaanku secara terbuka, membantai Zhao Feng, merebut kembali takhtaku, dan membawa Guruku keluar dari kejaran politik sekte yang membosankan ini!"

​Raja Hu Yan menatap putranya dengan rasa haru dan hormat yang mendalam, sementara Qian Renxue mengukir senyuman paling anggun dan indah di wajah cantiknya.

1
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!