NovelToon NovelToon
The CEO'S Second Chance

The CEO'S Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: simnuna

Tidak semua cinta pertama berakhir dengan kebahagiaan. Bagi aruna, gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa dan kerja keras, jatuh cinta pada siswa paling populer di sekolah adalahawal dari mimpi buruk yang selama ini tak ingin dia miliki..dia bahagia, namun kebahagaan itu ternyata di bangun diatas sebuah taruhan konyol para anak orang kaya itu. Saat kebenaran terungkap, aruna kehilangan lebih dari sekedar cinta..penghianatan, perundungan, dan kehilangan yang tak tergantikan menghancurkan hidupnya hingga dia memilih menghilang dari masa lalu. Bertahun-tahun kemudia, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, pria yang dulu menghancurkan dunianya telah menjadi seorang pria yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Sayangnya, tidak semua luka dapat di sembuhkan dengan kata maaf… Penasaran?…yuk kepoin ceritanya….

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Ceklek..

“Selamat tidur..”ucap liam..dia kembali memperhatikan foto yang baru saja dia ambil diam-diam..tak lama pria itu juga terlelap mengikuti aruna..wajah mereka saling berhadapan walau dengan jarak yang cukup jauh.

______________________

Seperti biasa, pukul setengah enam pagi aruna sudah bangun dari tidurnya..saat membuka mata, pandangan wajah liam di ujung sana membuat aruna terdiam..otak gadis itu blank saat mendapati sosok liam disana..dia celingak-celingukan melihat sekelilingnya.

“Masih di kos..”gumamnya..dia pikir sudah berpindah tempat tidur..tapi setelah mengingat kejadian semalam, dia menghela nafasnya.

Akhirnya dengan pelan gadis itu bangun dari tidurnya..dan mulai mengemasi apa saja yang bisa gadis itu kemasi..aruna berkerja dengan sangat hening..dia takut membangunkan liam yang terlihat tertidur lelap itu..dia juga belum siap untuk kembali berinteraksi dengan pria itu.

Aruna sudah selesai mandi dan berpakaian lengkap..dia berjalan kearah liam..gadis itu terdiam binggung disana..binggung cara membangunkan pria itu..akhirnya aruna memilih untuk menyibakkan gorden terlebih dahulu..cahaya matahari mulai masuk dan mengenai wajah tampan pria itu..tapi sang pemilik wajah tak terganggu sedikitpun..aruna lagi-lagi kebingunggan..akhirnya dia memilih mendekati liam.

“Liam..”panggil arun pelan..liam tak terbangun, malah tampak semakin lelap.

“Liam bangun..”panggil aruna lagi..tapi lagi-lagi tak ada respon.

“Liam..”panggil gadis itu lagi..kali ini sedikit mengguncang bahu liam..tapi hasilnya sama saja..aruna menjadi kesal.

“Liam hey..ayo ba—“aruna kaget saat tiba-tiba pergelangan tanganya dia genggam erat oleh liam..aruna tak bergerak beberapa saat sampai mata pria itu terbuka perlahan.

“Kenapa ribut sekali..”gumam liam dengan suara serak khas bangun tidur..matanya yang tajam dan sedikit kemerahan menatap aruna.

“Anu..itu..”aruna jadi gagap karna tatapan pria itu

“Sudah pagi..kamu ga kesekolah?..”tanya aruna..liam mulai mengalihkan tatapanya dari aruna..dia mengamati sekitarnya dan kemudian mengangguk kecil.

“Sudah..lepaskan dulu tangan ku..aku mau siap-siap..”ucap aruna..liam menatap genggamanya, dan kemudian melepaskan tangan gadis itu..liam duduk sambil mengusap wajah bantalnya.

“Mana handuk?..”tanya liam..aruna yang hendak menuju cermin berhenti sesaat.

“Untuk apa handuk?..”tanya aruna menatap heran liam.

“Gue mau mandi..ga mungkin kesekolah ga mandi kan..”ucap liam datar..aruna menatap pria itu aneh.

“Kamu mandi disini?..kenapa nga dirumah mu saja..”tanya aruna.

“Tidak sempat..”jawab liam cuek..pria itu mulai mengotak atik ponselnya.

“Lalu seragam mu gimana?..pulang saja..aku gapunya seragam cowok disini..”ucap aruna ingin liam cepat-cepat pergi dari kosannya.

Liam tak menjawab..dia malah menelpon seseorang untuk mengantarkan seragam untuknya..melihat itu aruna menghela nafas kasar.

“Sudah kan..mana handuknya?..”liam mengadahkan tanganya..dengan terpaksa aruna memberikan handuk pada liam.

.

.

Pria itu sudah siap dengan seragam lengkapnya..sedangkan aruna sedang sibuk memasak makanan..dia terpaksa harus membuat sarapan, tak mungkin membiarkan liam kelaparan di kosannya..kalau hanya dia sendiri, dia lebih memilih tidak sarapan untuk berhemat.

harum nasi goreng sederhana memenuhi kamar aruna..liam yang sedang bermain ponsel menoleh kearah gadis itu..penampilan aruna sudah kembali seperti biasa, dengan kepang dua nya..gadis itu belum memakai kaca matanya.

Liam mendekat.

“Lo masak apa?..”tanya liam penasaran.

“Hanya nasi goreng biasa..”jawab aruna tanpa menatap liam, gadis itu fokus pada masakanaya..liam hanya mengangguk kecil.

.

“Bagaimana?..”tanya aruna deg-degan saat suapan pertama masuk ke mulut liam.

“Lumayan..”jawab liam cuek..padahal dihati pria itu terus memuji masakan sederhana di depannya itu.

Aruna menghela nafas lega..setidaknya makananya masih bisa dimakan oleh pria kaya itu.

.

“Duduk..”ucap liam saat mereka selesai sarapan..aruna hanya menuruti perintah pria itu.

Liam menyibak seragam gadis itu..tapi dengan cepat dicegah oleh aruna.

“Apa yang kamu lakukan!..”marah aruna sambil manatap tajam liam..gadis itu seketika duduk menjauhi liam..liam tertawa kecil melihat respon dan tatapan marah aruna.

“Galak juga..”batin liam.

“Gue cuma mau ngecek luka lo..”jawab liam cuek.

“Owh kirain..”aruna menghela nafas pelan.

“Bilang-bilang dulu dong..aku kan kaget..”kesal aruna..lagi-lagi liam tertawa kecil.

“Sini..”panggil liam.

“Gausah..aku udah liat lukanya tadi..lukanya ga kenapa-kenapa lagi..”ucap aruna.

“Walaupun ga berdarah lagi..lo tetap harus kasih obat supaya cepat sembuh..sini..”ucap liam kembali memanggil aruna.

“Biar aku aja..”tolak aruna.

“Kaya bisa aja..sini..”panggil liam lagi..aruna menggeleng.

“Sini..”ucap liam..kali ini liam menatap aruna dengan tatapan tajam..seketika aruna menjadi takut..dan dengan patuh mendekati pria itu.

“Good girl..”ucap liam sambil mengusap kepala aruna..aruna terdiam menerima usapan itu.

Akhirnya liam kembali mengoleskan salep di punggung aruna..begitu juga dengan lengan dan betis gadis itu.

“Nanti kerumah sakit..ini gabakal sembuh kalau cuma pakai obat luar aja..”ucap liam..aruna hanya mengangguk kecil.

“Kasih nomer lo..”ucap liam sambil menyodorkan ponsel mahalnya..aruna menatap sodoran itu lama.

“Untuk apa?..”tanya aruna.

“Ya untuk menghubungi lo lah..”ucap liam.

“Cantik-cantik lemot..”gumam pria itu.

“Cantik?..”tanya aruna..baru kali ini ada yang menyebutnya cantik..liam tak menjawab.

“Cepat berikan..”desak pria itu.

Dengan tangan gemetar aruna meraih ponsel mahal itu, dia memegangnya erat takut merusak benda mahal itu..dan dengan pelan mulai mengetikan deretan angka disana.

“Ini..”aruna menyodorkan ponsel liam kembali..setalah melihat nomer aruna disana, pria itu mengangguk kecil.

Setelah itu mereka berangkat menuju sekolah..dengan sedikit paksaan dan ancaman akhirnya aruna mau di bonceng oleh pria itu.

.

.

.

TO BE CONTINUE…….

1
Yensi Juniarti
kapan puncaknya tor gak sabar ..🫣🫣
Yensi Juniarti
lanjuuut ya say 😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!