NovelToon NovelToon
Heart Blossom

Heart Blossom

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Cinta Seiring Waktu / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:27.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eriza Yuu

Lima tahun telah berlalu sejak Edeline putus dengan kekasihnya. Namun wanita itu masih belum mampu melupakan mantan kekasihnya itu. Setelah sekian lama kehilangan kontak dengan mantan kekasih, waktu akhirnya mempertemukan mereka kembali. Takdir keduanya pun telah berubah. Edeline kehilangan harapannya. Namun tanpa dirinya sadari ada seseorang yang selama ini diam-diam mencintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eriza Yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#7 Pertemuan Yang Tak Terduga

...Bab. 7...

...PERTEMUAN YANG TAK TERDUGA...

Hanya setengah jam perjalanan, pesawat yang aku dan Celine tumpangi akhirnya sampai di tempat tujuan. Dari bandara langsung menuju ke Glotious Resort & Villas. Sebelumnya Celine sudah mendaftarkan nama kami sebagai participant event dan telah mendapat verifikasi dari pihak Glotious. Jadi, hanya tinggal menunjukkan bukti verifikasi yang dikirim melalui email kepada resepsionis maka akan langsung mendapat harga special 4 hari sesuai yang tercetak di brosur.

Celine juga memilih tema Beach Villas dengan kamar khusus 2 orang yang langsung menghadap ke pantai Sand-Glare. Kami berdua langsung diantar menuju ke kamar. Dekorasi kamarnya sungguh mengagumkan. Semua fasilitasnya juga lengkap tersedia. Ada juga kolam pribadi di sisi lain ruangan. Aku pun bisa menikmati pemandangan laut dari balkon kamar.

"Ini sangat keren!" pujiku kagum.

"Benarkan! Apa kataku ... kamu tidak akan menyesal setelah sampai di sini," timpal Celine.

"Harusnya Kakak juga mengajak Hans dan Libelle kemari," kataku.

"Aku tidak bisa mengajak mereka kalau mama tidak ikut. Masa aku membiarkanmu sendirian jadi obat nyamuk di sini?! Hans juga tidak bisa meninggalkan toko terlalu lama kalau bukan hari libur. Karena mama bersedia menjaga Libelle jadi aku punya kesempatan memanjakan adikku yang satu ini. Yah ... Kita juga sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama. Hitung-hitung ini adalah me time kita," jelas Celine dengan tatapan sayang.

"Kakakku memang the best!" sanjungku pada Celine yang lebih tua lima tahun dariku.

Kami beristirahat di kamar hingga petang. Setelah menikmati makan malam, kami berjalan-jalan di area Evergreen. Kawasan hijau di Glotious dengan taman bunga serta padang hijau yang luas. Bangunan yang tinggi menjulang di depannya itu adalah bangunan hotel berbintang Evergreen. Dan di sinilah salah satu event menariknya yaitu padang luas yang kini berubah menjadi taman lampion yang cantik. Aku dan Celine berjalan-jalan di sana. Kami juga berfoto dengan latar lampion yang berwarna-warni itu.

Puas berfoto kami kembali ke pantai Sand-Grale. Celine hanya jalan-jalan sebentar. Ia memilih kembali ke kamar karena lelah dan harus merapikan pakaian. Sedangkan aku masih ingin duduk-duduk di serambi kamar. Merasa bosan aku memilih jalan sebentar di pantai.

Malam ini pantai tidak ramai seperti siang hari, mungkin karena kebanyakan wisatawan pergi ke taman lampion. Angin bertiup cukup kuat, ujung syalku sampai beterbangan. Aku berjalan agak jauh dari bibir pantai karena tak ingin basah terciprat ombak yang menderu. Berdiri sendiri sambil menatap langit malam dan lautan luas di depan dengan ombak yang menderu. Aku jadi teringat sebuah kalimat, aku lupa entah siapa yang mengatakannya. Ah, itu tidak penting.

Aku mengambil ranting kecil yang terbawa ombak. Berjalan agak mendekat ke bibir pantai yang pasirnya agak basah. Kemudian berjongkok. Dengan ranting kecil itu aku menuliskan nama seseorang di atas pasir yang basah. Dan menunggu ombak datang untuk menghapusnya. Katanya itu cara supaya kita bisa melupakan orang tersebut. Saat ombak mulai datang aku segera berdiri dan berlari mundur agar kakiku tidak basah oleh ombak yang datang. Aku pun tidak melihat arah belakang sehingga tanpa sengaja menabrak seseorang yang kebetulan lewat.

"Ups, ma ...." Aku baru ingin meminta maaf namun begitu melihat sosok orang yang kutabrak, aku diam tertegun.

"Edeline?!" seru orang itu.

Aku menutup mulutku sungguh tidak bisa dipercaya. Mimpi sepertinya menjadi nyata. Benarkah ini dia? Wajahnya tidak berubah sedikitpun.

"Edeline, kan?! Astaga .... Aku tidak percaya ini kamu!" kata pemuda itu dengan senyum sumringah. Senyum yang selama ini melekat dengan kuat di pikiranku.

"I- Iya, Ray." Hanya kalimat itu yang keluar dari mulutku.

"Bagaimana kabarmu? Aku tidak percaya bisa bertemu denganmu di sini," tanya Ray yang nampak senang.

"Seperti yang kamu lihat saat ini. Aku baik," jawabku. Tapi dalam hati aku berkata sebaliknya.

"Astaga, waktu benar-benar cepat sekali berlalu. Aku seharusnya minta maaf padamu, Edeline! Aku tidak sempat berpamitan denganmu," tutur Ray dengan wajah menunjukkan penyesalan.

"Tidak apa-apa. Kamu memilih jalanmu juga sudah sebuah tanda pamit bagiku. Lagipula semua sudah berlalu," balasku. Namun di dasar hati, aku selalu berharap ada awal yang baru suatu hari nanti. Mungkinkah hari itu telah tiba?

"Kamu benar semua sudah berlalu. Oh ya, kamu ke sini dengan siapa? Kenapa masih jalan sendirian malam-malam begini?" tanya Ray. Kami berjalan dengan pelan menyusuri pantai.

"Aku datang ke sini bersama kakakku. Ya, aku hanya mencari udara segar. Lagi pula kamarku dekat, ada di sana!" jawabku sambil menunjuk.

"Kalau kamu?" Aku balik bertanya.

"Aku menginap di Evergreen, Family room 118. Kebetulan memang aku datang bersama keluargaku. Aku sudah 2 hari di sini loh!" terang Ray.

"Oh, aku baru tiba hari ini. Lalu, kenapa kamu malah datang ke sini?" tanyaku.

"Keluargaku sedang jalan-jalan di taman lampion. Aku tidak suka di sana, terlalu ramai jadi jalan ke sini. Cari udara segar," jawab Ray. Ia menatapku sambil tersenyum.

Aku menatapnya sebentar lalu kemudian mengalihkan pandangan. Jantung yang berpacu cepat. Setelah sekian lama tidak bertemu. Perasaan menjadi campur aduk. Antara haru dan bahagia. Entah bagaimana mengungkapkannya. Pertemuan yang tak terduga ini benar-benar membuatku kehabisan kata-kata.

"Apa aku boleh bertemu denganmu lagi, Edeline?" tanya Ray tiba-tiba.

"Em ... Ya ... Tentu saja," jawabku. Aku agak menggigil oleh angin dingin yang bertiup. Syal saja nampaknya tidak banyak membantu.

Ray menyadarinya. Ia melepaskan jaket hitam yang dikenakannya kemudian memindahkannya ke pundakku. Jaket Ray yang menutupi pundakku terasa hangat.

"Kalau begitu aku akan datang lagi besok," ucap Ray.

"Besok malam?" tanyaku.

"Iya, malam," jawab Ray. Kami berdua tersenyum.

Cukup lama kami berjalan berdua menyusuri sisi pantai. Sampai Ray mendapat telepon dari keluarganya yang sedang jalan-jalan di taman lampion.

"Edeline, aku pamit dulu, ya! Keluargaku sedang menunggu di taman lampion," kata Ray setelah ia selesai berbicara di telepon.

"Iya. Ini jaketmu ...." Aku hendak melepaskan jaket Ray namun dia menahan tanganku.

"Kamu pakai saja. Udara malam sangat dingin. Kembalikannya bisa lain kali," ujar Ray. Ia merapatkan jaketnya di pundakku.

"Bagaimana denganmu?" tanyaku karena Ray jadinya hanya memakai kaos lengan pendek.

"Aku kan laki-laki. Tidak perlu mengkhawatirkan ku. Lagipula udara di taman lampion sana lebih hangat daripada di pantai ini," jawab Ray.

"Oh. Terima kasih kalau begitu," ucapku.

"Aku pamit, ya! Bye ...." Ray tersenyum sambil melambaikan tangan.

"Bye," balasku.

Saat aku kembali ke kamar Celine sudah tidur. Aku taruh jaket milik Ray ke atas kursi. Suara ombak yang menderu masih terdengar jelas sampai ke kamar. Aku masih tidak percaya, aku bertemu lagi dengannya. Yang namanya sudah tersapu ombak namun muncul secara nyata di hadapanku. Apakah ini keajaiban? Entahlah. Yang jelas aku sangat tidak sabar menanti esok hari.

^^^bersambung...^^^

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩ
hilangkan kenangan masa lalu dengan berlahan .. percayalah semua pasti akan indah pada waktunya
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩ
kenangan memang tak bisa menghilang begitu saja .. tapi tetap kita harus membuka lembaran baru dan menjadikan masa lalu sebagai pelajaran sama seperti kita merawat bunga memotong kisah yang tak terpakai agar tumbuh kisah yang baru dan lebih indah
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩ
kenapa harus terperangkap dengan masa lalu .. sesakit apapun seindah apapun dulu jadikan semua itu pelajaran berharga karena hidup terus berjalan ke depan bukan ke belakang.
New Spirit
jalanin aja sapelan nya aja jgn asalan
karna buka kisah baru itu perlu tenaga jga hirup udara yg pas😌 utk qm edeline semangat ya buat kisah baru nya lgi😌
New Spirit
duh namanya jga wanita
ga segampang itu menjalani kisah baru dan melupakan yg lama
cari kerjaan baru mngkn akan berubah kehidupan baru dan pastinya akan bertemu dgn org yg baru
semangat
New Spirit
sepi seperti hatiku hari ini tanpa sapaan dr kekasih pujaan hati
masih nyangkut masa lalu jgn mulai buka halaman baru
bisa aja qm yg selanjutnya menyakiti perasaan nya 🙄 pahamkan itu jgn asal hdup aja🙄
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆
gak pernah tahu bunga Edelweis kayak apa 🙃🙃🙃
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆
perhatian dan pengertian banget ya wkwk 🤭🤭
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆
bunga Edelweis Sama Edeline hampir sama namanya hehe pasti orangnya cantik ☺
❁🅢🅐🅛❁$aly
Keith grogi juga juga ya ditatap ama Edeline, mungkin sebenarnya Keith ada rasa ama Edeline 🤔
❁🅢🅐🅛❁$aly
pola pemikiran yg bijak mama Edeline. Sekalian ttp meneruskan usaha yg telah dirintis suaminya
❁🅢🅐🅛❁$aly
sudah sperti itulah klo lagi menjual pas sepi pembeli pasti lah sangat membosankan beda klo lg rame2 nya😊
percaya lah kadang ak di pikirin juga ttp muncul di mimpi🤣
entah esok bangun apa engga🤣🙊
ah elahh orang lagi buru2 juga👩‍🦯👩‍🦯🤣
kea ada hal yang gak bisa di jelaskan deh sama mama, intinya mama gak mau toko bunga itu tutup😌
mimpiin siapa cuhhh😌😌😌
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
basa basi
maybe
wehh karna apa ya mama mempertahankan 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!