"Kumohon, menikahlah denganku," ucap Kiara Jasmin dengan putus asa.
"Bukannya kamu itu pacar Fero -keponakanku?" jawab Kaisar sambil menatap tajam.
"Tidak, kami sudah putus!" jawab Kiara- cepat.
Ya, kami putus setelah aku tau dia selingkuh dengan adik tiriku, dan kau adalah caraku membalas dendam padanya.
Kaisar Julian, tidak hanya tampan, tapi dia sangat dingin dan sangat kaya. Bahkan dia adalah sumber dana bagi Fero yang pemalas tapi suka berfoya-foya.
Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Kiara mendekati Kaisar yang merupakan CEO di tempatnya bekerja, menawarkan kontrak hubungan palsu.
Namun hubungan yang awalnya hanya sebuah kontrak, entah sejak kapan makin terasa nyata seperti bukan sekedar sandiwara. Dan Kaisar, paman sang mantan -yang dingin itu ternyata menyimpan api yang lebih berbahaya dari yang pernah Kiara bayangkan. Kini jarak antara kebohongan dan kenyataan semakin samar.
Apakah balas dendam terus berlanjut atau...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ulah Mona
"Kenapa Om Kai memblokir kartu kreditku!" rengek Fero pada Kaisar. Bahkan dia tak memperdulikan jika saat ini sedang berada di lobi kantor dan banyak mata memandang dirinya.
Kai tersenyum sinis sambil menggelengkan kepalanya. Keponakannya ini memang persis seperti Ibunya -tak tau malu, tak bisa lihat situasi dan suka berbuat sesuka hati!
"Di kantor, bicarakan urusan kantor. Aku tidak akan menanggapi masalah apapun selain masalah kantor," ucap Kai sambil menatap keponakannya dengan tajam. Baru kali ini Fero mendapatkan tatapan tajam dari Paman yang selama ini menghidupinya.
Fero menelan salivanya, nyalinya langsung menciut karena tatapan tajam Kaisar, "ma-maaf Om, aku cuma shock karena tiba-tiba saja Om Kai memblokir kartuku. Aku kan nggak berbuat salah, Om. Kenapa kartu kreditku diblokir?"
"Kamu sudah berumur 25 tahun, sudah dewasa dan punya pekerjaan tetap yang berarti kau berpenghasilan. Jadi memang sudah saatnya kau belajar membiayai hidupmu sendiri," jelas Kaisar.
"Iya Fer! masa kamu nggak malu di bantu terus sama Om Kai. Kamu harusnya sudah mulai belajar mandiri dan tidak tergantung lagi sama bantuan dari Om Kai, ya kan, Om?" Mona tersenyum sambil menoleh ke arah Mona yang sedang menatapnya.
Menyadarai Kaisar sedang menatapnya, Mona merasa sangat bahagia, dia bahkan terus tersenyum sambil menggigiti bibir bawahnya. Tubuhnya terus bergerak-gerak manja ingin menunjukkan betapa seksi dan erotisnya dirinya, namun malah terlihat seperti cacing kepanasan bagi Kaisar.
"Siapa namamu?" tanya Kai sambil menaikan salah satu alisnya.
"Aku Mona, Om," jawab Mona sambil menyelipkan rambut ke belakang telinga dan kembali tersenyum.
"Saya Bos kamu di sini, Mona! bukan Om kamu! paham ya?!" ucap Kaisar datar sambil lalu berjalan menjauhi Fero dan pacar gatelnya itu.
"Ck! apa sih kamu! ikut campur aja!" geram Fero sambil menatap nyalang ke arah Mona lalu berlari meninggalkannya untuk menyusul pamannya.
"Ahahahaha!" tawa Riana meledak, "Malu nggak tuh... hahahahaha..."
"Ri!" Kiara membola menatap temannya dan menyuruhnya untuk diam.
Mona melirik sinis ke arah Riana dan Kiara, lalu dia pun berjalan cepat menuju lift.
"Jangan panggil aku Mona jika tak bisa mendapatkan hati Kaisar!" geram Mona sambil mengepalkan tangan -bertekat.
***
Saat ini Kiara dan Riana sudah berada dalam ruangannya, dan mulai berkutat dengan pekerjaan yang sudah menanti mereka.
Kiara melihat berkas yang menumpuk di mejanya, dan segera dia mulai memeriksa tumpukan dokumen itu satu persatu. Mata Kiara sekilas menatap Fero yang baru saja masuk ke ruangan dengan wajah cemberut dan kesal. Nampaknya keinginannya tak di kabulkan oleh Kaisar, Kiara tersenyum tipis, menyoraki penderitaan Fero.
"Fer, kamu nggak apa-apa, kan?" tanya Mona dengan penuh perhatian, namun Fero mengacuhkannya. Bahkan tangan Mona yang menyentuh lengan Fero, di tepis kasar olehnya.
"Jangan ganggu aku!" kesal Fero sambil duduk di kubikelnya.
Kiara menunduk, berusaha menyembunyikan wajahnya yang terus mengembangkan senyum. Tadi Fero yang mukanya di tekuk, sekarang Mona pun sama.
Saat tak sengaja Kiara melirik sticky note yang ada di monitor komputernya, dia terkejut. "Promo diskon 20 persen, berakhir hari ini!" gumamnya. Lalu Kiara berusaha mencari surat edaran penghentian diskon namun dia tak menemukannya. "Oh iya, aku sudah menyerahkannya pada Mona dua hari lalu," desah Kiara lega.
Kiara bangun dari duduknya dan menatap Mona yang duduk di meja kerjanya sambil bermain ponsel, "Hey, Mona!" panggilnya.
Mona melirik sinis pada Kiara lalu kembali menatap ponselnya, berpura-pura tak mendengar panggilan dari Kiara.
"Hey! Mona! kamu denger nggak sih?" kesal Kiara.
"Apaan! nggak usah ganggu orang!" jawab Mona dengan ketus.
Eh buset nih anak, nyolot banget! "Mana bukti dari tim promosi!" pinta Kiara sambil mengulurkan tangannya.
"Bukti apa, sih!"
"Bukti kamu sudah menyerahkan surat penghentian diskon 20 persen! hari ini batasnya, loh!" geram Kiara.
"Nggak tau!"
"Astaga!" geram Kiara yang rasanya ubun-ubunnya hampir meledak dengan sikap cuek adik tirinya itu.
"Dua hari yang lalu aku sudah serahkan surat itu padamu! aku suruh kamu agar menyerahkannya ke divisi promosi, supaya mereka menghentikan promo diskon ke customer! apa kamu lupa?!" ucap Kiara sambil berusaha melembutkan suaranya yang hampir memekik keras.
Mona terdiam, dia meletakkan ponselnya lalu menggigiti bibir bawahnya sambil menggerakkan jari lentiknya di atas tumpukan surat-surat yang ada di mejanya.
"Oh, iya. Ini masih ada di sini," jawabnya cuek.
Kiara melongo, bingung harus menggunakan bahasa apa agar Mona bisa bekerja, apa mungkin dia harus di ajak bicara dengan bahasa hewan?
"Kapan kamu mau serahkan ke bagian promosi?"
"Ck! nanti, ah. Aku masih sibuk," ucap Mona sambil kembali meraih ponselnya.
"Jangan nanti! SEKARANG!!!!" pekik Kiara dengan keras, hingga semua mata yang ada di ruangan menatapnya karena kaget.
"Ih! nyebelin banget sih!" kesal Mona sambil berdiri dan menghentakkan kakinya. lalu dengan malas dia pun pergi sambil membawa sebuah map, keluar dari ruangan admin.
Kiara masih menatap tajam pada Mona, dengan napas yang naik turun karena emosi yang meluap-luap barusan.
"Sabar Kia! inhale.. exhale... slow down.. oke..." ucap Riana berusaha menenangkan sahabatnya, dia mengangkat pelan tangannya naik turun agar Kiara mengatur napasnya.
"Ohh! astaga!" geram Kiara sambil memijat kepalanya. Lalu Kiara pun menoleh ke arah Pak Rico yang juga sedang memperhatikannya, "Kapan kontrak Mona selesai? tolong cari karyawan magang yang bisa kerja, jangan kaya dia, Pak!" pinta Kiara.
Pak Rico hanya tersenyum garing sambil menunjuk Fero dengan dagunya. Dia pun tak bisa apa-apa, karena keponakan CEO nya lah yang memasukkan Mona bekerja di sini. Bisa apa Rico yang seorang karyawan tanpa sokongan orang dalam.
Kiara menghela napas, frustasi. Lalu dia kembali menatap meja kerja Mona, dan saat melihat tumpukan berkas di atas meja, Kiara pun mendekat karena merasa tak tenang. Dia mulai mengecek satu persatu dan menahan napas karena kaget.
"Pak! Pak Rico sepertinya harus ke sini!" ucap Kiara dengan wajah pucat.
"Kenapa?" tanya Rico sambil berjalan mendekati Kiara.
"Ini, promo beli dua dapat satu yang seharusnya sudah berhenti minggu kemarin, belum di serahkan ke bagian promosi!"
Rico terbelalak, "Kia! tolong telpon gudang! sekarang!" titahnya dengan wajah pucat.
Kiara segera berlari menuju mejanya dan menelpon gudang persediaan barang. Rico pun tampak sibuk menelpon seseorang di divisi promosi.
Riana menggelengkan kepalanya, sambil memijat keningnya, "gawat ini! gawat!" gumamnya. Dia melirik Fero yang tampak biasa saja tak bereaksi pada kekacauan yang di timbulkan pacar genitnya. "benar-benar... pasangan sehati sejiwa," geramnya lirih.
Sedangkan Mona tampak berjalan dengan santai bahkan terus menatap layar ponselnya dan bersenandung, "mending aku ke kantin dulu," gumamnya. "Entah kenapa pengen sekali makan bakso," lalu Mona menatap map yang dia pegang sambil tersenyum sinis, "enak saja main perintah! siapa lu! aku nggak sudi di perintah sama Lu, Kiara!" geram Mona sambil membuang map coklat itu dan berjalan sambil melompat-lompat riang persis anak kecil.
"Aku mau beli bakso, dengan sambel dan saos yang banyak, dan di tambah toping kacang goreng dan pang-pang, aaahhh nikmatnya... kantin aku datang..."
🤭
Km kira ini gaun buat pengantin baru yg mau unboxing 🤣