Berawal dari siksaan yang kerap ia alami dari ibu tiri. Elga memutuskan melarikan diri dari rumah yang sudah seperti neraka setelah ayahnya meninggal dunia. Elga pikir hidupnya bisa lebih baik setelah keluar dari rumah itu, tapi dalam perjalanan ia menemui penderitaan yang lebih menyakitkan.
Seorang pria yang tidak tau seperti apa wajah dan rupanya memaksa Elga masuk ke dalam mobil lalu merenggut kesuciannya hingga ia tidak sadarkan diri. Saat terbangun Elga masih berada di mobil tapi di tempat berbeda. Sedangkan pria itu pergi ntah kemana. Tidak mau diperjual belikan Elga memilih melarikan diri dengan sisa tenaga yang ia punya. Seorang wanita menawarkan tempat tinggal yang layak untuk Elga hingga satu bulan kemudian Elga dinyatakan hamil. Apakah Elga akan mempertahankan janinnya atau justru menggugurkannya? Lalu bagaimana dengan pria yang telah menodai Elga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Peringatan Keras
7
Mobil warna hitam anti peluru baru saja meninggalkan area bandara. Supir profesional sekaligus orang kepercayaan Kendrick melajukan mobil dengan kecepatan sedang membelah jalan raya. Sementara Kendrick duduk tenang di bangku belakang sesekali matanya melihat ke luar jendela.
Ya, Kendrick baru tiba dari Mexico. Lima tahun berada di negara tersebut berhasil menjadikan dirinya pemimpin salah satu klan mafia yang berkuasa dan disegani semua orang, bahkan tidak ada yang berani menyentuh bisnis penyelundupan senjata tajam dan barang ilegal yang lain.
"Apa kau masih belum berhasil mencarinya?" Suara Kendrick membelah sunyi di malam itu.
Derel tentu tahu siapa yang dimaksud Ken, ya selama lima tahun itu juga Ken tidak pernah melupakan bayangan wanita itu.
"Maaf, Tuan. Aku sudah menyebar banyak orang, tapi tetap tidak bisa aku temukan," jawab Derel sesal.
Ken berdecak kesal dan mengepalkan tangan menahan emosi. "Dasar payah, sejak kapan kau menjadi tidak berguna?"
Derel hanya diam tidak berniat sedikit pun menimpali ucapan Ken, ia tahu Ken tidak benar-benar marah padanya.
"Semoga wanita itu memang benar-benar tidak hamil," gumam Kendrick sebelum akhirnya memejamkan mata.
Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit lamanya, mobil Ken tiba di bangunan megah yang hampir menyerupai kastil. Beberapa orang berbaju hitam bertubuh tegap membukakan pintu dan menundukan badan pada Ken.
Kendrick tidak memberi respon sedikit pun, selama ini ia dikenal sangat dingin dan tidak suka basa-basi.
"Di mana bos kalian?" tanya Derel datar.
"Silahkan ikut kami." Salah seorang dari mereka menuntun jalan menuju ruang bawah tanah.
"Kau mau aku meledakan kepala mu itu?" Derel menodongkan senjata api tepat di kepala pria itu.
"Ti-tidak, tapi bos kami memang ada di dalam." Dia menjawab ketakutan.
Kendrick menepuk pundak Derel. "Sudahlah, lepaskan saja dia," katanya lalu kembali melanjutkan langkah nenerobos Derel dan pria itu.
"Pergi sana!" Derel menghempaskan pria itu sampai tersungkur lalu mengikuti Kendrick.
Di bawah lampu temaram, kaki Ken tetap melangkah tegak menuruni beberapa anak tangga hingga terlihat sebuah pintu di ujung lorong.
Tanpa ada rasa takut sedikit pun ia membukanya tanpa permisi dan mendapati musuhnya sedang asik bercumbu dengan seorang wanita.
"Sial! Kenapa kau selalu merusak kesenanganku?" Kevin menjatuhkan wanita yang sudah bertelan jang dada dari pangkuannya.
Kendrick mengangkat bahu acuh.
"Kau pergilah!" Setengah kesal Kevin mengusir wanita malam yang sudah ia datangkan dari salah satu rumah bordil untuk melayaninya malam ini.
Wanita itu langsung membenahi diri dan pergi dengan buru-buru.
"Apa kau datang untuk mengantar nyawa!" Kevin duduk bersandar tapi matanya menatap Ken sangat tajam.
Aura permusuhan jelas terasa di antara mereka, apa lagi Ken seenaknya duduk tanpa dipersilahkan.
"Kau pikir aku takut padamu, kau tidak ada apa-apanya dariku, jadi jangan berharap bisa melenyapkan aku!" Kendrick bicara santai lalu menaikkan kakinya di atas meja. Dia tidak perduli di mana dirinya berada.
Kevin meraih pis tol, tapi Derel sudah dulu menodongkan pis tol padanya sebelum ia mengarahkannya pada Ken.
Kendrick memercik api pada rokok miliknya, ia hisap aroma tembakau lalu menghembuskan asapnya dengan santai.
"Kedatanganku ke sini untuk memberimu peringatan, sekali lagi kau berani mengganggu wilayahku maka bukan hanya kau tapi istri dan anakmu pun aku berakhir di tanganku!" Raut wajah Ken tampak sangat nengerikan itu menandakan ia tidak main-main dengan ucapannya.
"Jangan ganggu istri dan anakku!" Kevin tidak terima keluarganya dibawa-bawa.
Kendrick tertawa remeh lalu membuang rokok sembarangan. "Kau yang menentukan semuanya. Tarik orang-orangmu yang menghalangi jual beli bisnisku atau kau akan menyesali semuanya!" Kendrick lalu beranjak dari duduk lalu berkata lagi. "Ini peringatan keras untukmu!" Ia lalu pergi sebelum Kevin bicara dan Derel pun menyusulnya.
"Sialan kau, Kendrick!" Kevin berteriak frustasi karena Kendrick telah membawa nyawa istri dan anaknya ke dalam urusan mereka.
Bukan karena cinta yang membuat Kevin berusaha melindungi istri dan anaknya tapi karena harta dan kedudukan. Mertua Kevin salah satu orang terkuat dan berpengaruh di kota dan itu yang selama ini dimanfaatkan Kevin.
"Rasanya kepalaku mau pecah!" Kevin butuh menenangkan diri akhirnya menghubungi Jesica dan memesan seorang wanita lain untuk melayani dirinya.
Siapa sangka, Jesica menawarkan barang baru padanya. Seorang wanita yang sudah lama disiapkan Jesica untuk menjadi primadona.
masuk kndang singa ini mah namaya..... elga elga
kayay ka violla lom move on dari kisah papa anak ku
Jessica akan menjeratmu layaknya lintah darat 🙈🙈
masa nyari gadis yg 5 tahun lalu pernah ia perkosa aja gak bisa😝
Tanya Kaka othor saja🤭
pasti ada maksud lain 🤔🤔🤪🤪