Di siang hari, Rania adalah sekretaris magang yang paling menyedihkan. Berkacamata bulat, rambut di Cepol asal dan baju yang kedodoran selalu menjadi makanan empuk sang CEO perusahaan yang tampan namun berdarah dingin, perfeksionis dan tak memiliki belas kasihan.
Namun, demi melunasi hutang ibunya yang menumpuk, Rania dengan ikhlas menjalani hidupnya di bawah tekanan bahkan Rania rela melakukan pekerjaan lainnya yang cukup ekstrem di malam hari.
Dengan berubah menjadi sosok gadis bernama "milky" bermata abu-abu yang imut dan kostum gotik yang menggemaskan di sebuah Dark Moon Maid Cafe.
Petaka berawal ketika seorang pelanggan VVIP misterius bermasker hitam datang dan memesan tempat khusus bersamanya.
Begitu pria itu membuka suara, Rania nyaris terkena serangan jantung.
Pria yang meminta pelayanan imut bermantra 'Moe-moe Kyun' tidak lain adalah bosnya sendiri di kantor yang paling dia benci !
Untungnya, Arkan bosnya sama sekali tidak mengenalinya.
baca ceritanya untuk lanjut🫶🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14: Hadiah dari Arkan
...Uap tipis dari cangkir porselen hitam mengepul lambat, membawa aroma menenangkan dari seduhan daun teh kamomil pilihan yang malam ini sengaja Milky buat dengan kepekatan yang pas, tidak terlalu manis, persis seperti instruksi ketat dari sang Tuan Besar....
... Di dalam ruang VVIP nomor satu, rasa tegang akibat keterlambatan Milky beberapa menit lalu telah sepenuhnya mencair, digantikan oleh rasa hening yang terasa jauh lebih intim di bawah temaramnya cahaya lampu dinding bergaya gotik....
...Milky bersimpuh dengan anggun di atas karpet beludru di samping meja marmer rendah....
... Tangannya yang mungil bergerak cekatan merapikan letak piring kecil berisi kue jahe hangat pendamping teh. ...
...Di balik lensa kontak abu-abu dan topeng keceriaan "Milky" yang tanpa cela, Rania diam-diam sedang mengamati pria yang duduk di sofa kulit hitam di hadapannya....
...Arkananta Narendra tampak jauh lebih tenang sekarang....
... Pria itu menyandarkan tubuh tegapnya ke sofa, melipat satu kaki panjangnya di atas lutut yang lain. ...
...Kemeja hitamnya yang digulung hingga siku memperlihatkan urat-urat tangan yang tegas, berpadu kontras dengan kilau safir dari jam tangan mewahnya. ...
...Ekspresi wajahnya kembali datar dan tidak acuh, seolah-olah rona merah padam yang menghiasi pipinya saat Milky merengek minta ampun di koridor tadi hanyalah sebuah ilusi optik....
...Namun, Rania tahu betul....
...Di siang hari, pria ini adalah monster korporat yang tak segan-segan memangkas karier seseorang. ...
...Sementara di malam hari, di bawah atap Dark Moon, pria ini hanyalah seorang tsundere kaku yang canggung setengah mati menghadapi hal-hal imut....
..."Tuan Besar yang agung~" Milky memecah keheningan dengan suara melengking manisnya yang khas, memiringkan kepalanya ke kanan dengan bando renda yang ikut bergoyang....
... "Bagaimana dengan ramuan teh penenang jiwa buatan Milky malam ini? Apakah takaran sihir kebahagiaannya sudah sesuai dengan selera Tuan Besar?"...
...Arkan menyesap tehnya sedikit, menutup sepasang mata elangnya sejenak seolah sedang mengecap cita rasa kehangatan yang mengalir di tenggorokannya. ...
...Ketika ia membuka mata kembali, tatapan tajamnya langsung mengunci netra abu-abu Milky....
..."Pas," jawab Arkan pendek, suaranya bariton rendah yang berat namun tidak lagi mengandung nada mengintimidasi....
... Ia meletakkan kembali cangkir porselen itu ke atas tatakannya dengan bunyi berdenting pelan....
... "Setidaknya kemampuanmu menyeduh teh jauh lebih baik daripada ketepatan waktumu."...
..."Hehee, terima kasih atas pujiannya yang luar biasa, Tuan Besar!" Milky menangkupkan kedua tangan di depan dada, mengedipkan sebelah matanya dengan gaya yang menggemaskan, mengabaikan sindiran halus Arkan....
...Arkan tidak membalas senyuman itu. Ia justru memalingkan wajahnya ke arah jendela kaca besar yang menampilkan kerlap-kerlip lampu kota Jakarta, seolah sedang menimbang-nimbang sesuatu di dalam kepalanya....
... Tangan kanannya yang bersih merayap masuk ke dalam saku kemeja hitamnya, memicu rasa penasaran di dalam benak Milky....
...Sebuah kotak kecil berlapis kain beludru berwarna hitam pekat dikeluarkan dari sana, lalu diletakkan di atas permukaan meja marmer dengan ketukan pelan....
...Tok....
...Milky mengerutkan keningnya sedikit, bibirnya terbuka kecil dalam ekspresi bingung yang natural. ...
..."Eh? Ini... apa, Tuan Besar? Apakah ini kotak kotak pandora berisi mantra rahasia dari dunia luar?"...
..."Buka saja," perintah Arkan ketus, nadanya terdengar dingin, namun gerakannya yang menolak untuk menatap langsung ke arah Milky justru mengkhianati seluruh wibawanya. ...
...Rona merah muda yang samar kembali merayap cepat, menghiasi kedua daun telinganya yang semula putih bersih....
...Dengan rasa penasaran yang mendadak bergejolak di dalam dadanya, Milky mengulurkan jemari tangannya yang mungil....
... Ia meraih kotak beledu hitam itu. ...
...Tekstur kainnya terasa sangat premium dan halus di bawah ujung jarinya....
... Perlahan, Milky membuka tutup kotak tersebut....
...Klik!...
...Napas Milky tertahan di tenggorokan. ...
...Mata abu-abunya membelalak lebar seketika di balik lensa kontak palsunya....
...Di dalam kotak tersebut, beralaskan kain satin putih bersih, terbaring sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu yang luar biasa indah....
... Kupu-kupu itu dibuat dari jalinan logam platinum halus, dengan sayap yang bertahtakan ratusan butir kristal Swarovski murni berwarna ungu muda dan bening. ...
...Di bawah temaramnya lampu gotik ruangan, kristal-kristal itu memantulkan cahaya, berkilau dengan begitu mewah dan luar biasa mahal....
... Dari logo kecil yang terukir di sudut dalam kotak, Rania langsung mengenali merk perhiasan mewah asal Prancis yang harganya setara dengan gaji tiga bulan karyawan tingkat manajer di kantor Arkananta Group....
..."T-Tuan Besar... ini..." Milky mendongak, menatap Arkan dengan pandangan yang benar-benar syok dan tidak rekayasa. ...
...Sisi "Rania" di dalam dirinya mendadak berteriak panik melihat kemewahan benda di tangannya....
..."Saya tidak sengaja melihatnya saat menghadiri pertemuan bisnis di salah satu mal di Jakarta Pusat kemarin," potong Arkan cepat dengan suara yang sengaja diberatkan, seolah-olah ia sedang mempresentasikan laporan bisnis yang remeh. ...
...Ia menyilangkan kedua tangan di depan dada, masih memalingkan wajahnya yang kini sudah merona merah muda hingga ke pipi. ...
..."Benda itu terpajang di etalase toko, dan... warnanya mirip dengan dekorasi kafe sialan ini. Saya rasa benda itu akan terlihat lumayan jika dipakai di rambutmu yang berantakan itu. Anggap saja itu... sampah hiasan yang tidak sengaja saya beli."...
..."Sampah hiasan?! Perhiasan kristal seharga puluhan juta rupiah dibilang sampah hiasan?!" Rania berteriak histeris di dalam batinnya, jiwanya serasa diguncang hebat oleh kekonyolan takdir yang kian absurd....
...Namun, seiring dengan rasa syok yang melanda, sebuah perasaan lain mendadak muncul dari dasar hati Rania....
... Sebuah rasa bersalah yang teramat sangat, tajam dan menusuk ulu hatinya hingga terasa perih....
...Rania menatap jepit rambut kupu-kupu kristal di tangannya, lalu beralih menatap Arkan yang masih salah tingkah mempertahankan gengsinya yang setinggi langit. ...
...Di mata Arkan, hadiah mewah ini diberikan dengan ketulusan yang murni untuk "Milky" sosok pelayan imut yang telah menjadi sosok penenang jiwanya di tengah kejamnya dunia bisnis. ...
...Arkan bersikap posesif, ingin memberikan yang terbaik untuk pelayan favoritnya, tanpa tahu bahwa di balik wig cokelat madu dan mata abu-abu tiruan ini, sosok yang ia beri hadiah adalah Rania Adisti....
... Gadis culun yang siang tadi ia siksa dengan tumpukan laporan analisis pasar, gadis magang yang ia maki-maki tanpa ampun karena keterlambatan sepuluh menit....
..."Dia memberikan ini pada kebohongan yang aku ciptakan," bisik Rania dalam hati, sebuah rasa sesak yang menyesakkan dada mendadak merenggut kebahagiaannya. ...
...Ada rasa yang teramat sangat kejam dalam situasi ini. ...
...Pria ini mulai jatuh cinta, mulai menjadi posesif pada sebuah topeng palsu, sementara ia membenci dan menginjak-injak manusia asli yang berada di balik topeng tersebut setiap hari di kantor....
..."Milky?" panggil Arkan, suaranya merendah, menyadari keheningan pelayan di depannya yang tidak biasa. ...
...Ia menoleh sedikit, sepasang mata elangnya menatap Milky dengan kilat kecemasan yang tersembunyi. ...
..."Kenapa diam? Kamu tidak suka sampah hiasan itu?"...
...Milky buru-buru mengerjapkan matanya, memaksa sisa-sisa air mata bersalah yang nyaris merebak keluar untuk kembali masuk. ...
...Ia menarik kedua sudut bibirnya ke atas dengan sekuat tenaga, mengembalikan persona Milky yang ceria dan penuh energi, meski hatinya sedang menangis perih....
..."Uuu... Tuan Besar, Milky... Milky hanya terlalu bahagia sampai-sampai sihir kata-kata Milky hilang!" Milky berseru dengan nada melengking imutnya, mengangkat jepit rambut kupu-kupu kristal itu dengan kedua tangannya di depan wajah....
... Kristal-kristal itu berkilau, memantulkan bayangan mata abu-abunya yang penuh akan kepedihan tersembunyi. ...
..."Benda ini sangat, sangat indah, Tuan Besar! Kupu-kupu kristal ini seperti terbang langsung dari negeri dongeng murni karena kebaikan hati Tuan Besar yang agung! Milky merasa menjadi pelayan paling beruntung di seluruh semesta malam ini! ✨"...
...Milky dengan gerakan yang diatur sangat imut, menyematkan jepit rambut kupu-kupu kristal itu di sisi kanan wig cokelat madunya, tepat di bawah bando renda putihnya. ...
...Ia memiringkan kepalanya, memberikan senyuman imutnya yang paling menawan, menatap langsung ke dalam manik mata hitam Arkan....
..."Bagaimana, Tuan Besar? Apakah Milky terlihat cantik seperti putri kupu-kupu pilihan Tuan Besar?"...
...Arkananta Narendra tertegun sepenuhnya....
... Pandangannya terkunci pada sosok Milky yang kini tampak kian berkilau di bawah temaram lampu ruangan. ...
...Perpaduan antara gaun pelayan yang misterius dengan kilau kristal ungu muda di rambutnya menciptakan visualisasi yang luar biasa memikat di mata sang CEO....
...Arkan menelan ludah dengan susah payah, seluruh kata-kata dinginnya lenyap tanpa bekas dari kepalanya....
... Jantungnya berdegup begitu kencang, menciptakan debaran posesif yang kian menguat di dalam dadanya. ...
...Pria itu buru-buru menutup mulutnya kembali dengan tangan kanan, memalingkan wajahnya sepenuhnya ke arah jendela dengan daun telinga yang kini sudah merah padam seperti kepiting rebus....
..."L-lumayan," gumam Arkan dengan suara baritonnya yang serak karena salah tingkah....
... "Setidaknya benda itu tidak terlihat terlalu buruk di kepalamu."...
...Di balik senyumannya yang merekah indah, Rania menundukkan kepalanya sedikit, menatap bayangan jepit rambut mahal itu di permukaan meja marmer yang mengkilap....
... Rasa hangat dari perhatian Arkan berbaur sempurna dengan rasa dingin dari rasa bersalah yang kian menggunung. ...
...Permainan ini telah melangkah ke area yang jauh lebih berbahaya, di mana hati dan perasaan sang tiran kini mulai dipertaruhkan di atas meja penyamarannya....