NovelToon NovelToon
Liburan Terakhir Suami Dan Keluarganya

Liburan Terakhir Suami Dan Keluarganya

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Leni Anita

Naila Maharani, menikah selama 3 tahun hanya di jadikan pembantu gratisan di rumah nya sendiri.

Setiap tahun sang suami membawa seluruh keluarga nya berlibur ke pulau Bali saat tahun baru. Sedangkan Naila, dia tidak pernah di ajak.

Pada tahun ke tiga, Naila menyadari bahwa dia hanya di manfaat kan oleh suami nya dan juga keluarga nya.

Naila menjual rumah nya sendiri, agar mereka tidak bisa lagi pulang ke sana. Tidak hanya itu, Naila pun menyiapkan banyak kejutan untuk mereka semua.

Kejutan demi kejutan yang di berikan oleh Naila pada akhir nya membuat keluarga sombong itu hancur, ikuti kisah selengkap nya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

"Pergi dari rumah ini, atau kalian semua akan kami hajar!" Bentak preman itu.

"Ini rumah ku, hu hu hu!" Bu Rima berkata sambil menangis.

Setelah memastikan tidak ada lagi barang - barang milik mereka semua di teras rumah, para preman itu langsung mengunci pintu pagar. Rivan dan yang lain nya tidak bisa memberikan perlawanan, mereka hanya bisa memandangi rumah itu tanpa bisa masuk lagi.

"Dasar menantu durhaka, lihat saja aku tidak akan mengampuni nya. Berani nya dia menjual rumah ini, hal ini tidak bisa di biarkan!" Bu Rima berkata dengan penuh dendam.

"Sekarang bagai mana Van? Lihat lah, Aira tertidur karena sudah kelelahan. Kita harus pergi ke mana?" Tanya Yuni yang mulai khawatir.

"Naila harus bertanggung jawab terhadap kita semua, dia sudah menjual rumah kita. Jadi dia yang harus menyediakan tempat tinggal yang batu untuk kita!" Ujar Rivan.

Rivan tidak terima begitu saja, dia mengeluarkan ponsel nya. Rivan langsung menelepon Naila, dia tidak akan membiarkan Naila melakukan hal ini pada mereka.

"Hallo Naila, sekarang kau hatus bertanggung jawab terhadap kami. Cepat katakan, di mana kau tinggal. Kami juga akan tinggal di sana!" Rivan langsung berkata tanpa basa - basi lagi.

"Kau dan keluarga mu bukan lah tanggung jawab ku, Mas. Silahkan kalian cari tempat tinggal sendiri, atau kalian semua nisa kembali ke rumah lama kalian!" Jawab Naila dari seberang sana.

"Jangan keterlaluan kau Naila, kau sudah menjual rumah kami. Jadi kau harus bertanggung jawab dengan memberikan tempat tinggal yang baru untuk kami semua!" Rivan berkata dengan tidak tahu diri nya.

"Naila, cepat katakan di mana kau berada saat ini. Kau wanita yang tidak tahu diri Naila, kami yang memberi mu makan selama 3 tahun ini. Tapi berani nya kau menjual rumah kami!" Bu Rima berkata, dia merebut ponsel dari tangan Rivan.

"Rumah yang mana yang kalian maksud? Rumah itu milik ku, bahkan jauh sebelum aku menikah dengan anak mu rumah itu sudah menjadi milik ku. Jadi terserah mau aku jual atau apapun itu!" Balas Naila lagi.

"Naila, jangan ke kanak- kanakan Naila. Hanya karena kami tidak mengajak mu berlibur, kamu malah menjual rumah kita. Ayo lah, cepat katakan kau di mana, ini sudah sore. Sebentar lagi gelap, kasihan Ibu dan yang lain nya!" Ujar Rivan dengan nada suara yang mulai melunak.

"Selama 3 tahun ini kau dan keluarga mu memperlakukan aku dengan sangat buruk, apa kau pernah memikir kan keadaan ku? Tidak kan?. kalian semua bahkan sengaja menguasai rumah ku, menjadikan aku pembantu gratisan di rumah ku sendiri. Sudah cukup, aku tidak akan lagi berkorban untuk keluarga kalian, silahkan kalian cari tempat tinggal sendiri. Rumah itu sudah aku jual, dan aku tidak sudi menampung keluarga mu lagi!" Naila mengeluarkan semua isi hati nya yang selama ini dia pendam sendiri.

Klik.

Naila memutus kan panggilan telepon secara sepihak, dia sudah sangat muak mendengar ocehan Rivan dan keluarga nya.

"Dasar perempuan kampung, awas saja kau Naila. Aku tidak akan mengampuni mu, aku akan membalas mu!" Bu Rima berkata dengan geram.

"Rivan, cepat pesan hotel. Tubuh ku capek bange, lihat kah Aira juga sudah tertidur lelap, dia juga sangat kelelahan!" Yuni berkata pada adik nya.

"Mau pesan hotel?. Uang nya dari mana? Uang nya sudah habis untuk kita liburan kemarin, aku tidak punya uang lagi!" Jawab Rivan dengan kesal.

Hanya Rivan, bu Rima dan Yuni yang tampak berfikir keras, di mana mereka akan tidur malam ini. Sedangkan pak Jamal dan Alan, kedua nya tampak santai. Menantu dan mertua itu terbiasa menyerahkan semua urusan pada istri mereka, tanpa mau bertanggung jawab sedikit pun.

"Lalu kita kamu tidur di mana? Ibu sudah tidak kuat lagi, ibu pengen istirahat secepat nya!" Bu Rima mulai mengeluh.

"Kita harus kembali ke rumah lama kita, kalau tidak mau tidur di jalanan malam ini!" Jawab Rivan pada akhir nya.

"Tapi Van, rumah itu kecil dan kumuh. Mana sudah lama tidak di tempati lagi, bagai mana bisa kita tinggal di sana!" Protes Yuni pada adik nya.

"Lalu mau tinggal di mana lagi kalau bukan di sana? Apakah kalian mau tinggal di jalan malam ini?. Sudah ayo cepat, sebentar lagi gelap!" Ajak Rivan pada seluruh keluarga nya.

"Naila tidak bisa di biarkan, kita harus memberi nya pelajaran. Rivan, kita harus mengambil semua uang dari hasil penjualan rumah itu. Uang nya cukup banyak, jangan biarkan dia menguasai nya sendiri!" Bu Rima mulai menghasut putra nya.

"Ibu benar Rivan, istri durhaka mu itu harus di kasih pelajaran!" Yuni juga ikut menghasut adik nya.

"Besok kita fikiran cara nya, sekarang kita harus cepat tiba di rumah lama kita. Hari sudah mulai gelap!" Rivan mengingat kan keluarga nya.

Rivan mulai mencari angkot untuk membawa barang- barang mereka, barang - barang yang mereka bawa dari Bali dan juga barang - barang yang sudah di keluarkan dari dalam rumah itu. Tubuh nya juga terasa sangat lelah, setelah menempuh perjalanan jauh. Bukan nya tiba bisa langsung istirahat dengan tenang, tapi malah mereka harus terlunta- lunta seperti ini.

Sementara itu Naila sangat puas saat dia mengetahui Rivan dan keluarga nya sudah di usir dari sana, pak Farhan mengirim kan rekaman pada Naila. Rekaman di mana saat para orang - orang suruhan nya mengusir Rivan dan keluarga nya dari rumah itu, raut wajah ketakutan dan kecemasan mereka membuat Naila puas.

"Silahkan kalian kembali ke rumah lama kalian, Mas. Aku tidak akan pernah membiarkan kalian berbuat semena - mena terhadap diri ku lagi, sudah cukup selama ini aku mengalah demi keluarga kalian!" Guman Naila sambil tersenyum.

"Ini baru awal dari pembalasan ku, Mas. Setelah ini kalian akan mendapatkan lebih dari ini, jika kalian masih saja mengganggu ku!" Naila bermonolog pada diri nya sendiri.

Naila yakin setelah ini akan ada drama panjang dan pelik, Rivan dan keluarga nya tidak akan terima begitu saja. Naila sudah mengenal sifat mereka semua selama 3 tahun ini, mereka pasti akan mencari Naila dan akan membuat keributan lagi, tapi Naila sudah siap dengan semua itu.

"Nikmati lah malam kalian bersama nyamuk di tempat yang seharusnya, aku akan lihat sejauh mana kalian bisa bertahan!" Guman Naila lagi.

Naila menikmati makan malam nya sendiri, sepi namun penuh dengan ketenangan. Tidak ada lagi suara- suara sumbang yang memberi nya perintah, tidak ada lagi bentakan dan hinaan untuk nya. Naila benar - benar merasakan ketenangan dan kedamaian yang selama ini hilang dari hidup nya, Naila sudah siap menyambut drama mereka di esok hari.

1
Fitriyazahra
muter² alurnya terus ngulang²😵
Turi77 Turi77
yg bodoh it km, Naila melakukan pekerjaan rumah tangga,bakti nya sbgai seorang istri mu revan
🤦
Turi77 Turi77
gk udh sedih lg nai,menggugat suami mokondo macam Revan dan keluarga benalu hempaskan mereka semua 😡🫣
Visitor0915
hebat brp usia Naylla? sebelum menikah sdh 5 th jd manajer. mulai kerja selesai S1 minimal bbrp tahun baru bisa jd manajer. kalau menikah selama 3 th.
Ning Suswati
ahhh jadi malas bacanya kok itu2 aja yg di ulang2 🙏🙏🙏
Ning Suswati
apa gk pusing nailanya kok selalu dilayani telp dri keluarga rivan, ganti nomir aja napa sih, sama2 kaleng rombeng
Ning Suswati
udah nai viralkan aja, alan dg selingkuhannya, biar tau rsa tuh si nenek kunti sekeluarga, apa.mereka masih mau menyalahkan naila kalau suami yuni selingkuh dan hamil
Ning Suswati
kayanya semua laki2 dirumah keluarga itu banci kaleng, aneh2 aja ceritanya terlalu ngawur awur
Ning Suswati
apa ada manusia dablek, ngaku2 sdh jelas2 bukan rumah mereka, apa terlalu halu ya athornya, yg masuk akal sehatlah
Ning Suswati
jgn biarkan rivan sekeluarga menghancurkan naila dg drama baby ngepet begitu, ayo hadapi dg tangan besi juga, rivan sekeluarga itu bukan manusia
Ning Suswati
percaya diri amat si.laki goblok, masa gk tau sepak terjang isteri, cuma sibuk dg ibu dan saudaranya, malah sdh punya suami lagi, jgn2 karmanya si rivan sdh dirasa oleh sdinya, punya suami tdk bertanggung jawab
Ning Suswati
apa ada y manusia me ngaku2 yg bukan hak nya, apa otaknya sdh pindah ke dengkul atau ke pantat🤭
Ning Suswati
hhhhhhh semakin seru kayanya si penumpang yg gk tau diri malah mau ngancam
Ning Suswati
doa orang teraniaya, malah dipermudahkan segala langkahnya
Ning Suswati
gas pollll nai, jgn takut ada aq dibelakangmu
Ning Suswati
sangat bagus, rumahnya dijual, kalau dilawan secara fisik naila gk akan menang
Ning Suswati
3 thn bukan waktu yg singkat, tabpa sadar kungkin karena cinta otaknya jadi error, diperbudak dan dihinakan, sedangkan rumah milik nya, masa selama itu otaknya tidur, kelamaan, ayo bangun, aq dukung sepenuhnya naila
baba
bukankah sudah tau waktu ketemu pertama?
Dini
gemes banget sm c naila,,udh tau kluarga toxic malah d biarkan bgtu sj
Dini
bodoh banget naila knpa mobil nya ga d ganti,,lahhh bikin darting aja ni cerita,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!