NovelToon NovelToon
Liburan Terakhir Suami Dan Keluarganya

Liburan Terakhir Suami Dan Keluarganya

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:474.7k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Naila Maharani, menikah selama 3 tahun hanya di jadikan pembantu gratisan di rumah nya sendiri.

Setiap tahun sang suami membawa seluruh keluarga nya berlibur ke pulau Bali saat tahun baru. Sedangkan Naila, dia tidak pernah di ajak.

Pada tahun ke tiga, Naila menyadari bahwa dia hanya di manfaat kan oleh suami nya dan juga keluarga nya.

Naila menjual rumah nya sendiri, agar mereka tidak bisa lagi pulang ke sana. Tidak hanya itu, Naila pun menyiapkan banyak kejutan untuk mereka semua.

Kejutan demi kejutan yang di berikan oleh Naila pada akhir nya membuat keluarga sombong itu hancur, ikuti kisah selengkap nya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

"Pergi dari rumah ini, atau kalian semua akan kami hajar!" Bentak preman itu.

"Ini rumah ku, hu hu hu!" Bu Rima berkata sambil menangis.

Setelah memastikan tidak ada lagi barang - barang milik mereka semua di teras rumah, para preman itu langsung mengunci pintu pagar. Rivan dan yang lain nya tidak bisa memberikan perlawanan, mereka hanya bisa memandangi rumah itu tanpa bisa masuk lagi.

"Dasar menantu durhaka, lihat saja aku tidak akan mengampuni nya. Berani nya dia menjual rumah ini, hal ini tidak bisa di biarkan!" Bu Rima berkata dengan penuh dendam.

"Sekarang bagai mana Van? Lihat lah, Aira tertidur karena sudah kelelahan. Kita harus pergi ke mana?" Tanya Yuni yang mulai khawatir.

"Naila harus bertanggung jawab terhadap kita semua, dia sudah menjual rumah kita. Jadi dia yang harus menyediakan tempat tinggal yang batu untuk kita!" Ujar Rivan.

Rivan tidak terima begitu saja, dia mengeluarkan ponsel nya. Rivan langsung menelepon Naila, dia tidak akan membiarkan Naila melakukan hal ini pada mereka.

"Hallo Naila, sekarang kau hatus bertanggung jawab terhadap kami. Cepat katakan, di mana kau tinggal. Kami juga akan tinggal di sana!" Rivan langsung berkata tanpa basa - basi lagi.

"Kau dan keluarga mu bukan lah tanggung jawab ku, Mas. Silahkan kalian cari tempat tinggal sendiri, atau kalian semua nisa kembali ke rumah lama kalian!" Jawab Naila dari seberang sana.

"Jangan keterlaluan kau Naila, kau sudah menjual rumah kami. Jadi kau harus bertanggung jawab dengan memberikan tempat tinggal yang baru untuk kami semua!" Rivan berkata dengan tidak tahu diri nya.

"Naila, cepat katakan di mana kau berada saat ini. Kau wanita yang tidak tahu diri Naila, kami yang memberi mu makan selama 3 tahun ini. Tapi berani nya kau menjual rumah kami!" Bu Rima berkata, dia merebut ponsel dari tangan Rivan.

"Rumah yang mana yang kalian maksud? Rumah itu milik ku, bahkan jauh sebelum aku menikah dengan anak mu rumah itu sudah menjadi milik ku. Jadi terserah mau aku jual atau apapun itu!" Balas Naila lagi.

"Naila, jangan ke kanak- kanakan Naila. Hanya karena kami tidak mengajak mu berlibur, kamu malah menjual rumah kita. Ayo lah, cepat katakan kau di mana, ini sudah sore. Sebentar lagi gelap, kasihan Ibu dan yang lain nya!" Ujar Rivan dengan nada suara yang mulai melunak.

"Selama 3 tahun ini kau dan keluarga mu memperlakukan aku dengan sangat buruk, apa kau pernah memikir kan keadaan ku? Tidak kan?. kalian semua bahkan sengaja menguasai rumah ku, menjadikan aku pembantu gratisan di rumah ku sendiri. Sudah cukup, aku tidak akan lagi berkorban untuk keluarga kalian, silahkan kalian cari tempat tinggal sendiri. Rumah itu sudah aku jual, dan aku tidak sudi menampung keluarga mu lagi!" Naila mengeluarkan semua isi hati nya yang selama ini dia pendam sendiri.

Klik.

Naila memutus kan panggilan telepon secara sepihak, dia sudah sangat muak mendengar ocehan Rivan dan keluarga nya.

"Dasar perempuan kampung, awas saja kau Naila. Aku tidak akan mengampuni mu, aku akan membalas mu!" Bu Rima berkata dengan geram.

"Rivan, cepat pesan hotel. Tubuh ku capek bange, lihat kah Aira juga sudah tertidur lelap, dia juga sangat kelelahan!" Yuni berkata pada adik nya.

"Mau pesan hotel?. Uang nya dari mana? Uang nya sudah habis untuk kita liburan kemarin, aku tidak punya uang lagi!" Jawab Rivan dengan kesal.

Hanya Rivan, bu Rima dan Yuni yang tampak berfikir keras, di mana mereka akan tidur malam ini. Sedangkan pak Jamal dan Alan, kedua nya tampak santai. Menantu dan mertua itu terbiasa menyerahkan semua urusan pada istri mereka, tanpa mau bertanggung jawab sedikit pun.

"Lalu kita kamu tidur di mana? Ibu sudah tidak kuat lagi, ibu pengen istirahat secepat nya!" Bu Rima mulai mengeluh.

"Kita harus kembali ke rumah lama kita, kalau tidak mau tidur di jalanan malam ini!" Jawab Rivan pada akhir nya.

"Tapi Van, rumah itu kecil dan kumuh. Mana sudah lama tidak di tempati lagi, bagai mana bisa kita tinggal di sana!" Protes Yuni pada adik nya.

"Lalu mau tinggal di mana lagi kalau bukan di sana? Apakah kalian mau tinggal di jalan malam ini?. Sudah ayo cepat, sebentar lagi gelap!" Ajak Rivan pada seluruh keluarga nya.

"Naila tidak bisa di biarkan, kita harus memberi nya pelajaran. Rivan, kita harus mengambil semua uang dari hasil penjualan rumah itu. Uang nya cukup banyak, jangan biarkan dia menguasai nya sendiri!" Bu Rima mulai menghasut putra nya.

"Ibu benar Rivan, istri durhaka mu itu harus di kasih pelajaran!" Yuni juga ikut menghasut adik nya.

"Besok kita fikiran cara nya, sekarang kita harus cepat tiba di rumah lama kita. Hari sudah mulai gelap!" Rivan mengingat kan keluarga nya.

Rivan mulai mencari angkot untuk membawa barang- barang mereka, barang - barang yang mereka bawa dari Bali dan juga barang - barang yang sudah di keluarkan dari dalam rumah itu. Tubuh nya juga terasa sangat lelah, setelah menempuh perjalanan jauh. Bukan nya tiba bisa langsung istirahat dengan tenang, tapi malah mereka harus terlunta- lunta seperti ini.

Sementara itu Naila sangat puas saat dia mengetahui Rivan dan keluarga nya sudah di usir dari sana, pak Farhan mengirim kan rekaman pada Naila. Rekaman di mana saat para orang - orang suruhan nya mengusir Rivan dan keluarga nya dari rumah itu, raut wajah ketakutan dan kecemasan mereka membuat Naila puas.

"Silahkan kalian kembali ke rumah lama kalian, Mas. Aku tidak akan pernah membiarkan kalian berbuat semena - mena terhadap diri ku lagi, sudah cukup selama ini aku mengalah demi keluarga kalian!" Guman Naila sambil tersenyum.

"Ini baru awal dari pembalasan ku, Mas. Setelah ini kalian akan mendapatkan lebih dari ini, jika kalian masih saja mengganggu ku!" Naila bermonolog pada diri nya sendiri.

Naila yakin setelah ini akan ada drama panjang dan pelik, Rivan dan keluarga nya tidak akan terima begitu saja. Naila sudah mengenal sifat mereka semua selama 3 tahun ini, mereka pasti akan mencari Naila dan akan membuat keributan lagi, tapi Naila sudah siap dengan semua itu.

"Nikmati lah malam kalian bersama nyamuk di tempat yang seharusnya, aku akan lihat sejauh mana kalian bisa bertahan!" Guman Naila lagi.

Naila menikmati makan malam nya sendiri, sepi namun penuh dengan ketenangan. Tidak ada lagi suara- suara sumbang yang memberi nya perintah, tidak ada lagi bentakan dan hinaan untuk nya. Naila benar - benar merasakan ketenangan dan kedamaian yang selama ini hilang dari hidup nya, Naila sudah siap menyambut drama mereka di esok hari.

1
Sitti Asia
betul cerita putar2
Katherina Ajawaila
panggil Rt, bila perlu rw, kel peniu ngk malu di mana kk nta Naila kN ada yg cowok
Katherina Ajawaila
Naila mending minta. tolong suaminya Vina biar cerat aja, ribet kalau piara benalu yg ngk tau diri, jijik amat
Katherina Ajawaila
dasar mertua lanang sm menantu lanang ngapain aja modal mokondo , mending pada jd perwk lanang kalau mau hidup enak
Katherina Ajawaila
ayoo Naila terus tancap gas, jgn kendor biar plng dr bali langsung jd gembel semua nya, belagu kere aja ngk tau diri pantes ngk ada yg maju🤑
Katherina Ajawaila
keren ceritanya, baca nya juga laju aja, keluar toxic ngk punya malu modal lak" an sm anus doank itu sih, kel jorok menjijikkan 🥸
Sri Wahyuni
banyak typo
Dyah Wijayanti
rivan emang nggak pergi kerja......bisa pergi kesana kemari.....nggak logis ini
Dyah Wijayanti
cepet ajukan gugat cerai.....
Indah Rosiani Rosy
lagi lagi ada kata 'bahasa'...mgkn mksdnya bahwasanya gitu y 🤦🏻‍♀️
Zaenab 1122
ih geregetan bertele tele banget sih si Naila bukanya cepet ambil tindakan
A.R
sebaiknx Naila belajar bela diri untuk sekedar jaga2 dari keluarga toxic gtu
Yani Suryani
Yuni, bukan ibumu mendukung Siska tapi justru ibumu dalang di balik kekacauan ini
Yani Suryani
sudah tua makin menjadi", uang juga buat kebutuhan rumah juga di embat juga
Hj mia Mahyang
bodoh disuruh berhenti bekerja terus dijadikan babu bucin lu
Hj mia Mahyang
kok bodoh banget sih mau saja dijadikan budak sdh masak urus pula anak iparnya.ini namanya bodoh kebangetan
Yani Suryani
dasar orang" bodoh
Yani Suryani
Bu Rima ini tua bangka yg gak tau diri,pinter kalau menghasut orang, sedang Siska sendiri juga bego mau"nya dan terhasut, sudah punya sugar Daddy ngapain ngurusin Bu Rima,toh juga gak akan bisa balikan sama Rivan
entar masuk penjara baru nyahok lo
Rehaan Aamir
laaaahhh...D Bab Sblm Nya Nama Kk Nya Naila Ntu ALVIAN...Koq Tiba2 Jadi Rama Namanya🤣🤣🤣🤣Bisa Secepat Itu Ya Ganti Nama????Apa Naila Punya Banyak Kk Laki2????Padahal D Bab Awal Udah D Sebutkan Kl Naila Cmn Dua Bersaudara🤣🤣🤣
Cicih Sophiana
Makasih thor... tetap semangat dan sukses
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!