.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuanzero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6
Isabella mengambil pakaiannya di lemari dan memakainya, menatap dirinya sendiri di cermin yang sudah terlihat cantik dengan setelan baju kerja.
Walaupun baju itu sudah terlihat kumal karena belum di ganti setelah di pakai beberapa tahun, namun dia tetap memakainya untuk bekerja.
Hari ini Isabella akan pergi melamar pekerjaan, karena beberapa hari yang lalu dia mengundurkan diri dari pekerjaannya, bukan karena masalah gaji atau lain sebagainya.
Namun dia memang sudah merasa tak nyaman, mereka sering kali melakukan tindakan yang kurang sopan pada Isabella. Dan hal itulah, yang menjadi alasan kuat bagi dirinya untuk mengundurkan diri.
Isabella berjalan keluar kamar dan pergi melihat putranya yang sedang bermain di ruangan lain bersama temannya. Ia tidak lain adalah anak dari Rias, sahabat terbaik yang pernah dimiliki oleh Isabella.
"Sayang, Mama akan pergi bekerja. Kau baik-baik di rumah dan jangan merepotkan Tante mu," Kata Isabella mengingatkan pria kecil itu.
"Baiklah...." Balas David tanpa menoleh.
Isabella memang selalu menitipkan David pada Rias, wanita itu bukan hanya sahabatnya namun juga tetangganya. Walaupun tak memiliki hubungan darah, namun Rias sangat baik terhadap David seperti anaknya sendiri.
Rias juga sama seperti Isabella, mereka berdua sama-sama tak memiliki seorang suami. Jadi mereka harus mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka masing-masing, Rias bekerja sebagai pengasuh David selama Isabella pergi bekerja.
Ia tak lagi khawatir jika masalah David sudah di serahkan kepada Rias, karena memang wanita itu dulunya ada orang yang sudah merawat Isabella dengan penuh kasih sayang.
****
Isabella tengah memperhatikan sekitarnya takut salah mendatangi tempat. Ia melihat ke kanan dan ke kiri sambil mencoba untuk mempelajari keadaan sekitarnya.
Namun bila dilihat sekilas, Isabella memang tampak seperti orang yang mencurigakan. Dia celingukan membuat orang lain salah paham dan berpikir yang tidak-tidak.
Penjaga yang melihat perilaku Isabella sedikit menanam curiga kepada dirinya. Bagaimana pria itu tidak curiga, Perusahaan yang di datangi oleh Isabella itu adalah salah satu perusahaan paling terkenal beberapa tahun terakhir.
Tak menutup kemungkinan akan ada orang yang iri, bahkan menyuruh orang bayaran untuk melakukan hal-hal yang tidak di ingatkan.
"Maaf nona, ada keperluan apa hingga anda datang ke perusahaan kami?" Pria itu bertanya tanpa mengurangi sedikitpun kecurigaannya terhadap Isabella, terlihat dari tatapan pria itu seolah tak suka dengan kehadirannya.
"Ah! maafkan saya, sebenarnya maksud kedatangan saya kesini untuk melamar pekerjaan, dan beberapa waktu yang lalu saya telah mendapatkan surat undangan langsung dari Girald Grub."
Pria itu menolak untuk berekspresi, tatapannya seolah meminta penjelasan lebih karena belum yakin dengan penjelasan yang disampaikan oleh Isabella.
"Saya di undang oleh sekretaris Zai, dan sepertinya dia tertarik dengan kemampuan kerja saya," Isabella kembali berbicara karena menyadari maksud dari tatapan pria itu.
"Hmph... baiklah. Pertama-tama maafkan saya sebab telah mencurigai nona, namun saya mohon pengertian anda," Isabella merespon dengan anggukan menandakan dirinya tak mempermasalahkan hal tersebut.
"Mari silahkan ikuti saya nona," Pria itu berbicara dengan nada datar, dia mempersilakan Isabella untuk berjalan mengikutinya.
Sebenarnya pria itu sama sekali tak percaya dengan apa yang di katakan Isabella. Namun mendengar Isabella menyebut nama sekertaris Zai, membuat dia sedikit mengurangi kecurigaannya.
"Maaf sudah merepotkan anda," Isabella mengikuti pria berbadan besar itu dengan perlahan, ia tak mau menimbulkan suara terlalu kencang dari langkah kakinya, dia takut pria itu risih mendengarnya.
Kenapa nama Girald seperti tak asing ya? apakah pemiliknya adalah Justin? ah, mana mungkin. Kurasa ini hanyalah sebuah kebetulan saja, setahuku dia sudah tak lagi berada di negara ini. Dan mungkin dia sudah... hah...
Isabella menghela nafas panjang, entah mengapa ia sedikit merindukan senyuman hangat pria itu.
Kau harus fokus pada pekerjaan mu saat ini Isabella, jangan memikirkan hal-hal aneh yang sudah tak mungkin lagi.
Isabella menepuk - nepuk wajahnya sendiri seperti orang gila, beberapa karyawan yang lalu-lalang pun menatapnya dengan sedikit rasa takut.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
SaLaMnOlNoL (⌐■-■)
dan Justin gimana ceritanya??
mudah-mudahan ga terlambat
jangan lupa like dan comment
terimakasih
Gmn mau ks like & vote klo ceritaNya putus2...
Autor hy bikin yg baca jd penasaran..