Hubungan tanpa kepastian membuat Zeline memilih berpisah, tetapi Daniel tidak ingin melepaskannya sekali pun Daniel juga tidak bisa menikahinya. Hingga pilihan tersulit dari orang tuanya terpaksa Daniel pilih, yaitu menjadikan wanita kesayangannya hanya sebagai wanita simpanan.
Apakah Zeline benar-benar hanya akan menjadi wanita simpanan untuk Daniel? Atau justru Zeline menemukan pengganti Daniel?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pekerjaan Baru
Zeline merasa senang saat Tuhan seakan mempermudah jalannya untuk lepas dan memulai hidup baru tanpa Daniel. Seperti yang Anna katakan jika saudaranya akan membantu Zeline untuk mendapat pekerjaan di Nolan Hotel benar adanya. Hari ini menjadi hari kedua Zeline bekerja di sana. Semua proses untuk masuk ke Nolan Hotel benar-benar dipermudah, membuat Zeline merasa senang, tetapi juga sedikit heran.
Bagaimana mungkin Zeline tidak heran, ada banyak sekali orang yang lebih dulu melamar pekerjaan di sana. Namun, dari sekian banyak orang, Zeline yang merupakan pelamar paling akhir yang justru diterima di sana. Terkesan begitu dadakan menurut Zeline. Zeline tidak menjalani prosedur seperti orang lain yang mana harus melewati tahap ini dan itu. Hanya dengan mengatakan jika beberapa tahun yang lalu Zeline pernah bekerja di salah satu hotel yang ada di ibu kota, Zeline langsung diterima bekerja di Nolan Hotel dan mendapatkan posisi yang sama seperti yang dulu pernah Zeline kerjakan.
Zeline bekerja sebagai Accounting Department di Nolan Hotel. Mempunyai tugas yang sama seperti pekerjaanya dulu, tentu saja Zeline tak merasa kesulitan sama sekali dengan pekerjaannya meskipun hari in baru hari kedua dia bekerja di sana. Zeline yang sejatinya gadis yang pintar, dengan mudah menyesuaikan diri dengan pekerjaan barunya.
Tatapan sinis Zeline dapatkan dari beberapa wanita yang ada di sekitarnya, Zeline yang sama sekali tidak merasa punya kesalahan pada mereka, sama sekali tidak memperdulikan sikap orang-orang padanya Yang Zeline tahu hanya bekerja, memuaskan tempat dia bekerja, mencari uang untuk menafkahi dirinya dan memulai semuanya dari awal.
"Hei. Bagaimana kau bisa dengan mudah masuk kemari?" tanya seorang wanita masih berdiri di tempatnya.
Zeline jelas mendengar pertanyaan wanita itu, tetapi cara wanita itu bertanya yang Zeline anggap tidak sopan, membuat Zeline enggan untuk menjawab.
Wanita yang bertanya pada Zeline merasa kesal saat Zeline mengabaikannya, wanita itu mendekat lalu menggebrak meja kerja Zeline.
"Kau tuli?" bentaknya.
"Kau berbicara padaku? Belajarlah untuk lebih sopan saat berbicara dengan seseorang. Kau jelas tahu namaku. Satu lagi, jangan berani membentakku apalagi mengusikku. Aku tidak mengganggumu, jadi jangan berani menggangguku," ucap Zeline dengan begitu dingin menatap tajam pada wanita yang sudah bernai menggebrak meja kerjanya.
Wanita itu sama sekali tidak menyangka jika Zeline berani membalasnya. Dia yang sudah terbiasa ditakuti oleh para pegawai baru di sana merasa malu saat Zeline dengan mudahnya membalas ucapannya.
"Kau berani menjawabku? Kau pikir kau siapa?" bentak wanita itu semakin meninggi.
"Dan kau pikir kau siapa?" tanya Zeline balik pada wanita itu.
Sial. Berani sekali wanita ini.
"Lucy. Cukup. Ada pak Radit!" seru teman wanita yang berdebat dengan Zeline, berusaha menarik tangan wanita bernama Lucy itu untuk menjauh dari sana.
Pria bernama Radit yang dimaksud oleh wanita itu menatap penuh selidik pada Zeline dan beberapa wanita yang tengah berkumpul di sana. "Apa yang kalian lakukan? Kalian tidak bekerja?" tegasnya bertanya membuat semua orang dengan cepat membubarkan diri dan melanjutkan pekerjaan mereka.
Melihat semua orang yang sudah kembali pada tempatnya, Radit menghampiri Zeline.
"Apa mereka mengusikmu?" tanya pria yang Zeline ketahui sebagai saudara Anna, teman barunya.
"Sedikit. Namun aku bisa mengatasinya," jawab Zeline mendapat tatapan tajam dari beberapa orang yang mendengar terutama Lucy.
"Aku percaya padamu. Seperti yang Anna katakan, kau bisa mengatasi semuanya. Kau bukan wanita yang lemah. Silahkan kembali bekerja. Katakan padaku jika butuh sesuatu," ucap Radit tersenyum menepuk pelan pundak Zeline yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri setelah Anna bercerita banyak tentang Zeline padanya.
"Terima kasih, Pak." Zeline menjawab sembari tersenyum.
Tatapan semua orang kembali tertuju pada Zeline, mereka jelas bertanya-tanya ada hubungan apa Zeline dengan Asisten Manager mereka? Bisik-bisik kembali terdengar saat mereka mulai berpikir hal yang tidak baik tentang Zeline.
Zeline jelas menyadari semua itu, tetapi Zeline sama sekali tidak menghiraukannya. Ya, itulah Zeline. Zeline terlihat seperti gadis lemah hanya saat dia bersama Daniel, bukan karena Zeline lemah, tetapi karena Daniel yang selalu memanjakan Zeline.
"Apa kelebihan wanita itu? Aku lebih cantik dan seksi darinya?" geram Lucy.
Disaat semua wanita yang berja di hotel tersebut akan menggunakan seragam yang terbilang melekat pas di tubuh, dengan bawahan rok di atas lutut agar terlihat menarik, Zeline justru memilih menggunakan celana panjang. Namun, masih dengan seragam yang sama milik Nolan Hotel, dan Zeline bersyukur karena Nolan membebaskan pegawai di sana untuk memilih rok atau celana asalkan tetap seragam Nolan Hotel.
Rambut Zeline yang panjang tertata dengan begitu rapi persis seperti tatanan rambut pramugari. Wajah cantiknya hanya tersentuh oleh pelembab dan liptin berwarna bibir, sehingga wajah cantik Zeline terlihat begitu natural tanpa ada polesan make up berlebihan. Zeline sadar betul jika penampilan adalah salah satu modal utama dalam bekerja, selain keahlian. Untuk itu Zeline tetap menjaga penampilannya agar terlihat rapi meskipun berbeda dari wanita lainnya yang terbilang seksi.
Sikapnya yang cuek serta penampilannya yang berbeda dari yang lain justru membuat ia mempunyai daya tarik tersendiri dan itu justru membuat beberapa wanita disana menatap kesal padanya. Hal itu juga yang membuat Zeline belum mempunyai teman di Nolan Hotel, karena hampir beberapa wanita yang bekerja di departemen yang sama dengannya tidak menyukainya.
"Kelebihannya karena dia bisa merayu asisten manager kita," jawab teman Lucy disusul gelak tawa mereka.
Suara gebrakan meja terdengar dan semua mata tertuju pada asal suara yang di timbulkan dari meja kerja Zeline.
"Jaga mulut kalian jika tidak ingin aku meremas bibir kalian!" ancam Zeline membuat mereka terdiam.
semangat thorr aku tunggu up nya yaa