Hidup Intan seketika berubah saat ia tiba-tiba harus menjadi seorang perawat bagi pria buta yang arogan.
Meskipun ia sudah melakukan cara agar pria itu memecatnya, namun pria itu justru mempertahankannya.
Kedekatan keduanya pun mulai menumbuhkan benih-benih cinta.
Apakah hubungan percintaan mereka akan berjalan mulus??, baca kisahnya di sini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
"Hari ini ada seorang pria yang ingin mendonorkan matanya Tuan,"
Arya begitu senang saat mendengar ada seseorang yang akan mendonorkan korneanya untuk Kenzo.
Pria itu buru-buru memberitahukan Kenzo masalah tersebut.
Ia bahkan memintanya untuk segera melakukan medical check up dan menemui pendonor di rumah sakit yang ia beritahukan.
Karena pekerjaannya sudah selesai, malam itu juga Aryan kembali pulang ke Indonesia.
Saat kembali ia tidak langsung ke rumahnya tapi ia menuju ke rumah sakit Harapan untuk menemui sang Pendonor yang akan segera melakukan operasi.
Aryan sangat kecewa saat mengetahui sang pendonor menghilang dari rumah sakit dan membatalkan pendonoran korneanya.
Pria itu lalu mencari data pribadi pendonor dan berusaha mencarinya.
Saat ia menemukan kediaman sang pendonor ia malah menemukan pria itu sudah meninggal. Aryan menerima surat dari sang pendonor, dalam suratnya sang pendonor memberitahu Aryan betapa beratnya untuk menjadi pendonor Kenzo.
Ia bahkan menceritakan teror yang dialaminya setelah ia memutuskan menjadi pendonor.
Keluarga Pendonor memberikan ponsel si pendonor kepada Arya.
Pria itu benar-benar tak menyangka jika akan terjadi hal mengerikan kepada pendonor tersebut.
"Benar-benar pria yang malang, kenapa kalian tidak melaporkan kejadian ini ke polisi?" tanya Aryan
Keluarga korban kemudian menceritakan ancaman yang mereka dapatkan jika melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Aryan yang kesal segera menuju ke rumah sakit untuk melihat sendiri mayat korban.
Ia benar-benar shock saat melihat mayat korban.
"Bagaimana bisa kalian membocorkan informasi korban, siapa yang sudah membocorkannya!" seru Aryan
Ia menarik kerah seorang dokter dan menginterogasinya.
"Kau tahu kan kode etik saat menerima seorang pendonor, bagaimana bisa kalian membunuh pria malang ini. Jangan bilang selama ini sudah banyak pendonor namun kalian sengaja menolaknya.
Setelah melampiaskan kemarahannya Aryan diam-diam, menggeledah ruang arsip untuk mengetahui siapa saja yang pernah menjadi pendonor untuk Kenzo.
Lelaki itu benar-benar tak menduga saat mengetahui semua pendonor tewas sebelum mendonorkan matanya.
Sekarang aku tahu kenapa Kenzo sulit mendapatkan donor?.
Untuk mengetahui siapa pelaku yang telah membunuh ku para pendonor, Aryan kemudian memutuskan menjadi pendonor untuk Kenzo.
"Aku ingin tahu apa reaksi mereka saat tahu kalau aku akan menjadi pendonor Kenzo,"
Seorang dokter langsung menghubungi Ibra dan mengajaknya bertemu di sebuah restoran.
Setelah Kenzo bisa melihat kembali ia berusaha mendapatkan kembali posisinya sebagai CEO perusahaan dari pamannya.
Namun para pemegang saham meragukan kemampuan Kenzo setelah ia lama tidak bekerja.
"Hari ini aku menerima daftar nama pendonor lagi untuk Kenzo," ucap pria itu
"Seperti biasa. Pokoknya aku tidak mau tahu kau harus menyingkirkannya," jawab Ibra
"Tapi kali ini yang jadi donor adalah asisten pribadinya," jawab pria itu
"Apa gadis itu yang kau maksud?" tanya Ibra
"Bukan,"
"Lalu kalau bukan dia siapa?" tanya Ibra
"Aryan!" jawab Pria itu membuat Ibra seketika membelakakan matanya
"Apa aku tak salah dengar?" tanya Aryan memastikan
"Aku sudah memastikannya," pria itu kemudian menyerahkan dokumen Aryan kepada Ibra
"Pokoknya aku tak peduli, kau tetap harus menyingkirkannya," jawab pria itu kemudian meninggalkannya
"Baik Tuan,"
Melihat Ibra pergi, Intan buru-buru mengikutinya.
"Apa kau sudah membayar makanannya?" tanya Intan
"Apa kau meragukan aku?" jawab Ibra dengan wajah kesal membuat gadis itu langsung meninggalkannya.
Intan buru-buru menghentikan sebuah taksi dan bergegas menemui Kenzo di rumah sakit.
Sementara itu Kenzo Begitu senang saat dokter mengatakan bahwa ia akan segera mendapatkan donor kornea.
rscxv
Pria itu langsung memeluknya erat dan menceritakan jika ia akan mendapatkan seorang donor.
"Benarkah, syukurlah kalau begitu. Aku ikut senang mendengarnya," ujar Intan
Karena lelah dan ngantuk Intan pun langsung terlelap di sofa.
Pagi harinya gadis itu di sibukkan dengan aktivitasnya menemani Kenzo melakukan serangkaian pemeriksaan untuk melakukan operasi mata.
Sementara itu Aryan bergegas menuju rumah sakit.
berapa mobil mencegahnya saat ia hendak menuju ke rumah sakit.
"Cepat turun!" seru salah seorang dari mereka
Aryan menatap tajam satu persatu Pria yang menggedor-gedor mobilnya.
"Jadi Mereka orang yang sengaja mencelakai semua pendonor yang akan memberikan korneanya kepada Kenzo," ucap Aryan sinis
Pria itu kemudian turun untuk menjawab rasa penasarannya.
Meskipun ia sangat ingin mengetahui siapa dalang dibalik pembunuhan semua pendonor untuk Kenzo, namun Aryan harus hati-hati.
Saat ia turun dari mobilnya seseorang memukul tengkuknya dengan menggunakan balok kayu hingga ia jatuh tersungkur.
Mereka kemudian membawa Aryan ke sebuah gudang Tua.
Saat Aryan mulai sadar Ia mendapati dirinya disekap di sebuah gudang dengan tubuh terikat.
Seorang pria mendekat dan membuka penutup matanya.
"Selamat datang Tuan Aryan?" sapa seorang pria yang begitu Familiar.
"Kau???" Aryan tak mengira jika orang yang selama ini menghalanginya mendapatkan donor adalah Amar.
*Brughhh!!
Amar kemudian memerintahkan anak buahnya untuk menghabisi Aryan.
Setelah melihat pria itu tak bergerak lagi, Amar memerintahkan anak buahnya untuk memindahkan pria itu ke mobilnya dan membuatnya seolah-olah kecelakaan.
Hari itu Kenzo terlihat kecewa setelah operasinya di tunda karena sang pendonor tak datang.
"Jangan sedih, aku yakin sebentar lagi kamu akan mendapatkan donor," hibur Intan
"Sudah biasa hal ini terjadi jadi aku tidak terkejut lagi." jawab Kenzo
Sementara itu di ruang UGD terlihat begitu riuh saat kedatangan seorang pasien kecelakaan mobil.
Seorang dokter memberikan identitas korban kepada polisi dan menemukan sebuah surat wasiat di tubuh pria itu.
Dokter kemudian mendatangi Kenzo dan memintanya untuk kembali masuk ruang operasi.
Karena terburu-buru pria itu tak sempat menanyakan siapa pendonor yang mendonorkan korneanya itu.
Pagi harinya saat Kenzo menanyakan siapa pendonornya, sang dokter memberikan surat wasiat dari Aryan padanya.
Seketika Kenzo terisak saat Intan membacakan surat wasiat dari Aryan.
"Jadi Paman Aryan yang mendonorkan matanya untukku?"
"Sepertinya begitu," jawab Intan
Gadis itu kemudian mengajak Kenzo menemui mayat Aryan yang masih disemayamkan di ruang jenazah.
Malam harinya, saat Kenzo membuka perban matanya Intan sedang pergi untuk mengurus cuti kuliahnya.
"Padahal orang pertama yang ingin ku lihat adalah kamu, tapi kenapa kamu malah pergi," Tutur Kenzo
Saat menghadiri acara pemakaman Aryan, Amar menghampiri Kenzo yang terlihat begitu sedih dan enggan meninggalkan makam mendiang asisten pribadinya itu.
"Ku dengar kau gagal lagi mendapatkan donor Kornea?" tanya Amar mengintimidasinya
"Benar, sepertinya ada seseorang yang sengaja menghalangi setiap orang yang ingin mendonorkan matanya untukku," jawab Kenzo
"Kalau begitu mustahil bagimu untuk menjadi CEO Mega Bintang Group," tutur Amar
"Paman masih ingat kan janjiku, meskipun aku buta itu tidak akan membuatku minder bersaing denganmu untuk mendapatkan posisi CEO MB Group,"
"Baiklah mari kita lihat siapa yang akan menjadi pemenang dalam kompetisi ini," jawab Amar kemudian meninggalkannya.
Malam itu Intan mengingatkan Kenzo untuk menemui seorang investor yang akan menanamkan modalnya di pada produk terbarunya.
"Lalu kapan kau akan menemui aku,"
"Aku akan menemui mu di sana," jawab Intan
"Kalau begitu dandan yang cantik, karena aku ingin melihat mu tampil cantik malam ini," jawab Kenzo
"Baiklah, lihat saja, kau pasti akan terpukau dengan kecantikan ku," jawab Intan kemudian mengakhiri obrolannya
Tidak lama Investor menelpon dan memberitahu Intan jika ia tidak jadi datang menemui Kenzo karena mendadak sakit.
Saat Intan akan kembali menghubungi Kenzo, ponselnya tiba-tiba mati karena baterainya habis.
Gadis itu buru-buru merapikan penampilannya menuju ke Zeus Hotel.
Setibanya di sana ia langsung melambaikan tangannya kearah Kenzo, namun pria itu tak meresponsnya.
"Astaghfirullah aku lupa, dia akan tidak pernah melihat ku jadi mana mungkin ia mengenaliku,"
Intan kemudian menuju ke toilet untuk merapikan penampilannya.
Ia memoleskan bedak tipis ke wajahnya serta tidak lupa memakai perona pipi agar wajahnya terlihat segar.
Gadis itu sengaja memilih lipstik berwarna cerah agar wajahnya terlihat lebih glowing dan bersinar.
"Aku rasa aku sudah cantik,"
Ia kemudian berjalan menghampiri meja Kenzo.
Pri itu langsung terpukau melihat gadis manis di depannya.
"Selamat malam Alma, perkenalkan aku Kenzo Direktur Eksekutif Mega Bintang Group," ucap Pria itu mengulurkan tangannya
Tentu saja Intan terkejut saat mengetahui Kenzo mengiranya sebagai Alma Susanto CEO SS Company.
Wah, dia mengira aku adalah Ibu Alma sang Investor,
Intan tampak mengamati menu makan malam mereka yang sudah terhidang di meja.
Melihat banyaknya makanan enak di sana membuat gadis itu gelap mata.
"Malam Pak Kenzo, perkenalkan saya Alma Susanto dari SS Company," jawab Intan menjabat tangan pria itu.