"Siapa kamu? Kenapa kamu masih virgin?" teriak Zico saat malam pertamanya dengan Nirmala yang ia sangka adalah Viola, istrinya. Jika kebanyakan laki-laki akan marah jika mengetahui istrinya sudah tidak virgin lagi, tapi Zico malah marah saat mengetahui istrinya masih virgin.
Bagaimana tidak marah kalau sebelum dirinya menikah dengan Viola, mereka sudah sering melakukan hubungan suami istri.
Lalu kenapa bisa Viola berganti menjadi Nirmala? Mari kita ikuti cerita Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Setelah beberapa menit melakukan pemanasan, kini Zico dan Nirmala sudah berada di atas ranjang dengan tubuh yang sudah sama-sama polos.
"Ah.. Tuan, jangan menatap ku seperti itu, aku malu." Rengek Nirmala kala Zico memandang tubuh Nirmala yang ada di bawah kungkungan-nya mulai dari wajah, dada sampai ke kaki Nirmala.
"Bahkan kulit kalian pun sama, sama-sama putih mulus tanpa ada tanda lahir." Gumam Zico dalam hati.
"Kenapa malu? Kita kan suami-istri, yang ada dalam tubuhmu bukan lagi milik mu seutuhnya tapi juga milik ku dan yang ada dalam tubuh ku, bukan lagi milik ku seutuhnya tapi juga milik mu." Jawab Zico dengan tatapan penuh hasrat menatap wajah Nirmala.
"Apa bisa kita matikan lampunya saja, Tuan?" Tanya Nirmala dan di jawab dengan gelengan kepala oleh Zico.
"Aku tidak suka bercinta gelap-gelap'an, karena aku ingin melihat ekspresi mu saat kamu sampai di surga dunia." Kata Zico.
"Tapi Tuan-"
"Ssst.. jangan mengeluh lagi. Aku sudah tidak tahan." Potong Zico.
Zico pun kembali mendaratkan bibirnya ke bibir Nirmala sambil tangannya bermain pada dua gundukan kenyal Nirmala.
Deru nafas seksi penuh hasrat dari hidung Nirmala terdengar jelas di telinga Zico dan Zico juga bisa merasakan tubuh Nirmala yang berliuk manja penuh gai rah di bawah tubuh-nya.
Setelah kurang lebih lima menit Zico memberi sengatan kenikmatan di tubuh Nirmala, Zico pun mulai mengarahkan benda pusaka-nya ke depan pintu surga dunia.
"Aku masuk yah." Zico meminta izin terlebih dulu pada Nirmala. Tidak seperti waktu Zico mengambil mahkota Nirmala, dimana dirinya langsung mendobrak pintu surga itu karena di pikir itu adalah pintu surga Viola yang sudah los dol.
"Pelan-pelan, Tuan." Jawab Nirmala sambil menganggukkan kepalanya.
Zico pun mulai mendorong keris Zico Gondrong-nya untuk membuka pintu surga dunia.
"Aaargh..." Tubuh Nirmala membusur dan ringisan lembut juga keluar dari mulutnya saat keris Zico Gondrong berhasil membuka pintu surga dunia dan terbenam sempurna di dalam-nya.
"Oooh... Damn!!!" Sedangkan Zico memekik karena rasa yang luar biasa yang tidak pernah ia rasakan saat bercinta dengan Viola.
"Kenapa menangis? Apa sakit?" Tanya Zico saat melihat air mata mengalir dari pelupuk mata Nirmala.
"Sedikit." Jawab Nirmala lirih.
"Lalu kenapa menangis?"
"Saya menangis bahagia, Tuan." Jawab Nirmala.
"Saya bahagia karena bisa menjadi istri yang seutuhnya untuk Anda, Tuan. Walaupun dengan nama Nona Viola." Jawab Nirmala.
"Kamu bukan Viola, kamu adalah Nirmala. Dan saat ini saya sadar yang ada dalam kungkungan saya adalah Nirmala, istri saya." Balas Zico sambil menyeka air mata Nirmala lalu mengecup bibir Nirmala sesaat.
"Apa aku sudah bisa mulai?" Tanya Zico.
Dan Nirmala pun menganggukkan kepalanya.
Melihat Nirmala mengangguk, Zico pun mulai menggerakkan pinggulnya, untuk mengasah keris Zico Gondrong-nya.
Suara-suara seksi tanda kenikmatan pun bersahut-sahutan dari mulut Zico dan Nirmala.
"Aah.. Tuan.."
"Jangan memanggil ku seperti itu Mala, panggil nama ku, aku seperti sedang menggagahi pelayan ku kalau kamu memanggil ku seperti itu." Balas Zico.
"Ah.. Tu-"
"Panggil namaku!!" Potong Zico sambil menghentak pinggulnya sedikit lebih keras saat tahu Nirmala akan memanggilnya dengan sebutan Tuan.
"Ah... Zico."
"Yes, like that baby girl!!!" Balas Zico sambil tersenyum tipis.
Nirmala pun tak henti-hentinya memanggil nama Zico, begitu pun juga dengan Zico yang tak henti-hentinya memanggil nama Nirmala sepanjang pergelutan ranjang mereka.
Meninggalkan Zico dan Nirmala yang sedang bergelut diatas ranjang, di luar kamar ada keempat bodyguard Zico yang langsung memakai earphone mereka setelah samar-samar mendengar suara-suara ghoib dari dalam kamar Nirmala. Sungguh bodyguard-bodyguard yang sangat pengertian.
• • • • •
Satu minggu berlalu.
Sudah satu minggu Zico dan Nirmala menjalani bahtera rumah tangga mereka layaknya suami-istri yang sesungguhnya.
Nirmala tidak pernah lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang istri, selalu sigap melayani suaminya dalam segala aspek.
Seperti pagi ini, setelah selesai menyiapkan sarapan untuk Zico, Nirmala pun naik ke lantai atas menuju kamar-nya dengan Zico untuk membangunkan sang suami.
"Zic, Zico, ayo bangun sudah jam tujuh." Ucap Nirmala sambil menepuk pelan lengan Zico yang membelakangi-nya.
Namun yang di bangunkan tidak merespon.
Nirmala pun duduk di tepi ranjang, niat hati ingin membangunkan Zico dengan cara yang lain, yaitu dengan cara mengelus pipi Zico sambil berbisik di telinga Zico.
"Sayang, ayo bangun. Apa kamu tidak ingin bersama ku?" Bisik Nirmala.
Tak sampai satu detik, Zico langsung membuka matanya karena memang sebenarnya Zico sudah daritadi bangun, namun ia menunggu Nirmala membangunkannya, tapi siapa sangka Zico malah mendapat jackpot.
"Benarkah?" Tanya Zico dengan mata yang berbinar.
"Hish kamu ini!! Kalau begitu saja langsung bangun!!" Cebik Nirmala sambil memukul pelan dada Zico.
"Ayo cepat bangun!" Perintah Nirmala lagi.
"Ayo kalau begitu." Jawab Zico bersemangat sambil mendudukkan tubuhnya lalu menurunkan kakinya ke lantai.
Setelah itu tanpa Nirmala sangka-sangka Zico langsung menggendong tubuhnya ala bridal style.
"Aaakh.. Zico, turunkan aku!!" Pekik Nirmala.
"Tidak mau!! Kan kamu yang bilang tadi ingin mandi bersama ku!!" Balas Zico.
"Aku hanya bercanda Zico!!" Balas Nirmala.
"Candaan mu tidak lucu!! Karena sekarang bukan hanya aku yang bangun, tapi keris-ku juga ikut bangun dan minta diasah!! Dan kamu harus bertanggung jawab!" Balas Zico.
Nirmala hanya bisa pasrah dan dengan ikhlas mengasah keris Zico Gendeng.
Setengah jam kemudian.
Ruang makan.
Kini Zico dan Nirmala sudah berada di ruang makan dan sedang menikmati sarapan yang telah disiapkan oleh Nirmala.
"Bagaimana, enak tidak masakan ku?" Tanya Nirmala.
Pagi ini Nirmala membuatkan nasi goreng dengan toping bakso, sosis dan telor ceplok ditambah dengan sawi dan kacang polong untuk sarapan mereka.
Sebenarnya Zico tidak terbiasa memakan-makanan berat saat sarapan, karena sarapan Zico setiap pagi, hanya roti isi, pancake dan oats saja. Tapi semenjak dengan Nirmala, Zico harus terbiasa memakan nasi untuk sarapan.
"Enak. Sangat enak." Jawab Zico jujur sambil mengunyah nasi gorengnya.
"Zico.... Zico...." Saat sedang enak-enaknya menyantap sarapan tiba-tiba saja terdengar teriakan dari halaman depan. Suara yang sangat tidak asing di telinga Zico.
"Seperti suara Viola." Gumam Zico dalam hati sambil mengernyitkan keningnya.
Tiba-tiba pelayan masuk ke dalam ruang makan sambil berlari.
"Tuan.. Tuan.. ada Nona Viola di depan." Ucap pelayan dengan nafas yang ngos-ngosan.
Sontak Zico dan Nirmala kaget.
Zico pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan dengan langkah panjang menuju halaman depan.
Sedangkan Nirmala yang kaget masih duduk di kursinya, ia sangat shock dengan kabar yang di bawa pelayan.
"Nona Nirmala..." Panggil Bibi Below yang juga baru dari halaman depan.
Nirmala pun tersadar dari lamunan-nya dan menoleh ke arah Bibi Below.
"Bi, apa benar yang datang itu Nona Viola?" Tanya Nirmala dengan suara yang bergetar dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Bibi Below.
"Bagaimana ini Bi?"
"Tenang Nona, saya sudah menghubungi Tuan Dru dan sekarang Tuan Dru sedang dalam perjalanan kesini." Jawab Bibi Below menenangkan Nirmala.
...FLASHBACK ON...
Setelah berbicara dengan Viola di resepsi pernikahan Viola dan Zico, Sam, kekasih Viola langsung meninggalkan tempat resepsi menuju parkiran dimana motornya ia parkir tersembunyi.
"Bagaimana semua sudah siap kan?" Tanya Sam melalui sambungan video call pada orang-orang yang ada di titik meledaknya helikopter nanti, dan pastinya titik itu sudah Sam perhitungkan jauh-jauh hari.
"Sudah Tuan." Jawab salah satu orang yang disana.
"Kalau helikopter bagaimana? Apa sudah kau pasang peledak-nya?" Tanya Sam pada orang yang ia tugaskan untuk memasang peledak di mesin helikopter.
Dan peledak itu akan aktif saat Sam menekan tombol yang sudah ia setting di ponselnya. Jadi saat Sam menekan tombol ON maka peledak itu baru mulai akan aktif, peledak itu tidak akan langsung meledak melainkan membuat mesin mati terlebih dahulu lalu dalam waktu yang sudah di setting Sam juga, barulah peledak itu akan meledak.
Dan Sam menyetting waktu yang dia perkirakan cukup bagi Viola keluar dari helikopter. Dan perhitungan Sam, setelah Viola terjun barulah Zico yang terjun kemudian pilot yang terjun terakhir.
"Sudah Tuan." Jawab orang itu. Orang itu bisa keluar masuk area landasan karena orang itu adalah salah satu tim mekanik yang di tugaskan untuk memeriksa kelayakan helikopter.
"Bagus. Tetap pegang ponsel kalian dan tunggu aba-aba dari saya." Perintah Sam pada orang-orang yang ada di titik evakuasi.
"Baik Tuan." Jawab orang-orang itu.
Setelah panggilan berakhir, Sam pun memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya lalu mengganti jas yang ia pakai saat ini dengan jaket kulit yang ia letakkan di motor lalu membuang jas itu kesembarang arah.
Dari tempat yang tersembunyi itu juga, Sam pun menunggu Viola dan Zico pergi dari acara resepsi.
Tak menunggu waktu lama, Zico dan Nirmala pun pergi. Satu point yang membuat Sam senang karena ternyata Zico tidak ingin keempat bodyguardnya mengantarnya. Itu tanda-nya tidak akan ada pemeriksaan ulang pada mesin helikopter yang biasa di lakukan oleh para bodyguard.
Melihat mobil yang Zico kendarai melaju, Sam pun ikut melajukan mobilnya bukan untuk membuntuti mobil Zico ke landasan melainkan untuk pergi ke titik pengevakuasian Viola.
Masih di pertengahan jalan, Sam melihat helikopter Zico sudah mengudara.
Sam pun menepikan motornya di pinggir jalan untuk mengaktifkan peledak yang sudah ia setting waktu ledakannya.
Setelah mengaktifkan peledak, Sam kembali melajukan motornya dengan kecepatan penuh menuju titik pengevakuasian.
Sepuluh menit kemudian.
DUUUAAAAR...
Suara ledakan di udara pun menyambut kedatangan Sam di tempat pengevakuasian Viola dan bertepatan dengan bunyi ledakan, Viola juga baru mendarat walaupun jaraknya pendaratan Viola meleset kurang lebih 100 meter dari titik yang Sam perhitungkan.
Tapi syukurnya Viola selamat, meski kaki-nya harus lecet karena goresan ranting-ranting pohon.
Sam dan para tim-nya pun dengan sigap berlarian menghampiri Viola.
"Kau tidak pa-pa?" Tanya Sam.
"Aaakh.. kau benar-benar gila Sam!! Hampir saja jantung ku lepas karena rencana gila mu ini!!" Omel Viola.
"Yang pentingkan rencana kita berhasil Sayang!!" Balas Sam.
"Lalu bagaimana dengan Zico? Kau tidak meledakkan helikopternya sebelum dia terjun kan?"
"Tenang Sayang, keselamatan aset berharga kita juga sudah aku perhitungkan. Paling-paling dia hanya lecet atau patah kaki saja." Jawab Sam.
"Ya sudah, ayo cepat kita pergi dari sini. Sebelum orang suruhan si Tua Bangka Dru itu menyusuri tempat ini." Ucap Sam.
"Kalian juga bereskan tempat ini, jangan ada jejak apapun yang tertinggal. Satu jejak saja yang tertinggal, tamat riwayat kita semua. Kalian paham!!" Perintah Sam.
"Iya Tuan kami paham." Jawab tim Sam.
Sam dan Viola pun pergi meninggalkan tempat itu dengan menggunakan motor, tapi sebelumnya Viola sudah mengganti pakaiannya terlebih dulu.
Sam pun mengendarai motornya menuju bandara, padahal saat di perjalanan menuju bandara, mereka berpapasan dengan rombongan mobil dari ZG Group yang mengebut menuju lokasi ledakan helikopter, tapi sepertinya mereka sangat panik setelah mengetahui helikopter yang Tuan Muda mereka tumpangi meledak sampai-sampai tak ada yang menyadari kalau mereka berpapasan dengan Viola yang ada diatas motor bersama Sam.
"Kau lihat Baby, tidak ada dari mereka yang menyadari kalau kau baru saja berpapasan dengan mereka. Aku yakin rencana kita lancar sampai kita pulang berlibur." Ucap Sam.
"Iya Sayang, memang rencana-mu benar-benar luar biasa." Balas Viola.
Mereka melakukan konspirasi besar itu untuk pengalihan perhatian karena sebenarnya Viola dan Sam sudah berhasil menguras uang pribadi Zico sebesar sepuluh miliar. Dan agar pengurasan uang itu tidak di usut oleh Paman Dru, Sam pun merencanakan sebuah konspirasi besar untuk mengalihkan perhatian orang-orang ZG Group terutama Paman Dru dengan membuat helikopter meledak dan Viola menghilang. Karena rencana-nya Viola dan Sam ingin menggunakan uang yang sudah mereka curi dari rekening Zico akan mereka pakai untuk bersenang-senang.
...FLASHBACK OFF...
Dua bulan berlalu.
Setelah uang mereka habis, Viola dan Sam pun kembali merencanakan cara untuk memunculkan Viola. Rencana kemunculan Viola juga harus sangat hati-hati dan di perhitungkan masak-masak karena salah sedikit saja, Paman Dru pasti bisa curiga dan akan mengusut.
Rencana pun sudah rampung dan Viola pun siap berakting. Tapi siapa sangka saat baru sampai di depan ZG Mansion, Viola melihat Zico sedang bersama dengan seorang wanita yang mirip dengannya.
"Brengsek!!! Siapa itu?! Kenapa dia mirip dengan ku?!" Geram Viola.
"Aku rasa ini ulah si Tua Bangka Dru, yang mengganti mu dengan wanita itu!" Sahut Sam sambil memicingkan matanya.
"Maksud mu? Paman Dru sudah menggantikan aku dengan wanita itu? Bagaimana bisa? Memangnya Zico tidak peka kalau wanita itu bukan aku?!"
"Aku juga tidak tahu, sepertinya ada yang kita lewatkan saat kita berlibur. Lebih baik kita pulang dulu, kita cari tahu dulu apa yang sebenarnya terjadi baru kita atur ulang rencana." Balas Sam.
"Tapi Sam..."
"Diam!! Menurut saja apa kataku, kalau kau tidak mau Zico memeng gal kepala mu!!" Potong Sam.
Sam pun melajukan mobilnya dari depan ZG Mansion menuju tempat persembunyian mereka.
• • • • •
Bersambung....
...Jangan lupa LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE-NYA....
...💋💋 Sarangbeo 💋💋...