Menceritakan tentang seorang wanita yang menyesal karena telah mengkhianati suaminya.
Penyesalannya berujung membuat dirinya mengejar kembali cinta mantan suaminya.
Bagaimana kisah selanjutnya? ayo ikuti terus ceritanya.
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Selingkuh
Mata Tiara tiba-tiba menangkap sosok seorang wanita yang berada di dalam mobil sedan berwarna hitam yang baginya tidak asing.
"Hah, bukankah itu Sania?mengapa dia ke apartemen?" Tanya Tiara. Seketika ponsel miliknya berdering, membuat ia sedikit terkejut.
Tiara lupa bahwa sore ini dia ada pertemuan dengan klein nya disalah satu cafe.Tak ingin membuat klein nya kecewa, Tiara mau tidak mau harus bergegas pergi menemuinya.
"Apa kabar mas? sudah hampir seminggu kita tidak bertemu!" Sapa Sania yang baru saja masuk.
"Sania, akhirnya kamu datang juga!" Seru Brian langsung memeluknya.
"Aku sangat merindukanmu, bagaimana denganmu apakah kamu juga merindukanku?" Tanya Sania.
"Jelas saja aku merindukanmu sayang!" Tutur Brian mengecup kening Sania.
Mereka berdua pun akhirnya mengobrol bersama sambil melepaskan kerinduannya satu sama lain.
Sepanjang perjalanan menuju cafe, Tiara pikirannya terus saja teringat pada suaminya yang menuju ke apartemen lalu melihat Sania setelah itu.
Tanpa pikir panjang, Tiara mengambil ponsel genggam nya di dalam tas, berniat untuk memberitahu klien bahwa sekarang ia tidak bisa menemuinya. Setelah memberitahu klein, Tiara memutarbalikkan mobilnya untuk kembali menuju ke apartemen.
Sesampainya di basement, Tiara memarkir mobil nya yang tidak jauh dari letak mobil suaminya. Entah mengapa nalurinya mengatakan jika tidak ada yang beres terhadap suami nya itu. Lama menunggu hingga hari tak terasa sudah benar-benar gelap, Brian tak kunjung keluar dari apartemen tersebut.
Tiara pun mencoba menghubungi Brian dengan maksud bertanya untuk memastikan dimana keberadaannya sekatang. Namun setelah dihubungi, Tiara terdiam ketika sang suami mengatakan jika dirinya masih berada di kantor. Padahal sudah jelas-jelas Tiara melihat dia di apartemen.
Kedua bola matanya mulai berkaca-kaca, namun ia masih berpikir positif pada suaminya. Tak lama kemudian, terlihat seorang wanita dan pria yang berjalan menuju ke arah mobil.Ya, itu adalah Brian dan Sania.
Di depan mata Tiara, Brian mencium kening wanita yang tak lain adalah Sania.
Sania bergelayut manja di lengan suaminya seperti kera.
Tiara sontak tercengang seolah-olah tak percaya bahwa suaminya ternyata berselingkuh darinya.
Dadanya terasa sesak, tak terasa air matanya mengucur dikedua belah pipinya. Mereka seperti sepasang kekasih mesra yang akan mengucapkan salam perpisahan. Brian memeluk Sania dengan begitu mesra entah apa yang di bisikan Brian di telinga Sanai, Tiara tak tahu. Kemudian Sania masuk ke dalam mobilnya lalu pergi, sebaliknya juga dengan Brian, dia masuk ke dalam mobilnya lalu pergi.
Sungguh tubuhnya terasa lemas tak berdaya, hatinya bagaikan tertusuk seribu duri. Bagaimana tidak, pria yang pernah mengucapkan janji suci kepadanya malah berselingkuh dengan wanita lain.
Hampir setengah jam Tiara menangis didalam mobil, akhirnya ia memutuskan untuk pulang dengan kondisi mata yang sudah sembab. Sepanjang perjalanan pulang, Tiara masih saja meneteskan air mata. Sesekali ponsel nya berdering, Brian menelponnya namun Tiara tak sekalipun mengangkatnya.
Setibanya dirumah, Tiara melangkah masuk tanpa memperdulikan suaminya yang sedang duduk di ruang tengah. Pandangannya terus ke depan tanpa sedikitpun mengalihkannya. Dadanya masih terasa sesak seperti ditumpuk benda berat.
Brian menyapa dengan memanggilnya, namun berulang kali Brian memanggil baru panggilan ketiga, Tiara menoleh nya.
"Darimana saja kamu, tumben jam segini baru pulang?" Tanya Brian.
Tiara menatapnya dengan tatapan sendu dan kosong.
"Tiara kenapa kamu, kenapa menatapku seperti itu? lalu matamu kenapa sembab seperti orang habis menangis?" Brian beranjak dari sofa mendekati istrinya.
"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja!" Lirih Tiara.
"Tidak Tiara, katakan padaku ada apa denganmu?" Brian terus bertanya.
"Aku tidak apa-apa mas, aku hanya sedikit tidak enak badan. Aku ingin beristirahat dulu!" Ujar Tiara lalu melangkah pergi menuju kamar.
"Ada apa dengannya, tidak seperti biasanya dia bersikap begitu!" Batin Brian.
Dikamar, Tiara langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Di hadapan cermin ia menatap dirinya dengan penuh kesedihan. Dalam hati berkata, "Apa salahku sehingga suamiku tega berselingkuh dariku? apakah ada yang kurang dariku? apa wajahku sudah tidak secantik dulu?" Tiara terus bertanya-tanya dalam hati.
Beberapa saat kemudian, Tiara sudah berbaring di tempat tidur dengan tubuh yang sudah tertutup selimut. Brian masuk dengan langkah pelan, karena takut menganggu istrinya yang sedang tidur.
🥀
Pagi harinya , Brian yang sudah bangun merasakan perutnya yang sudah lapar. Ia pun lalu melangkah menuju dapur untuk sarapan pagi. Namun tidak seperti biasanya, Brian tidak melihat Tiara maupun hidangan dimeja makan.
Biasanya di jam segini Tiara sudah menyiapkan sarapan untuknya. Brian menghembuskan nafas kasarnya, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki berhenti.
"Tiara, darimana kamu?" Tanya Brian.
"Aku habis dari kamar Talisa," Jawabnya singkat dengan wajah datar. Ia lalu melirik ke arah meja makan, mengerti jika suami nya pasti lapar.
"Tumben kamu nggak masak?" Tanya lagi Brian.
"Maaf mas, aku sedikit tidak enak badan.Tapi aku pikir hari ini kamu bisa sarapan diluar sementara," Ujar Tiara.
Brian tertegun sambil menatap istrinya dia melangkah mendekati. Dari belakang ia merangkul Tiara sambil berbisik di telinganya.
"Iya sayang, aku mengerti mungkin kamu hari ini sedang merasa capek. Sepertinya kamu terlalu banyak beraktivitas, jadi lebih baik kamu beristirahat saja. Aku bisa kok makan diluar nanti!" Lirih Brian tersenyum.
Sepatah katapun Tiara sama sekali tak menjawab. Ia masih memasang wajah datarnya.
"Kalau begitu aku mau mandi dulu sayang,muach!!!" Brian mencium keningnya lalu pergi ke kamar.
Biasanya ketika mendapat ciuman dari sang suaminya, Tiara akan merasa senang namun sekarang berbeda dia hanya menunjukan ekspresi biasa saja.
Tak lama kemudian Brian menuruni anak tangga dengan pakaian kantor yang sudah rapi.
"Sayang, aku pergi dulu!" Ucap Brian sambil mengedipkan matanya lalu pergi.
Tiara hanya tersenyum sedikit melihat suaminya.Tak terasa jika matanya berkaca-kaca. "Apa aku sudah tidak menarik lagi, hingga kamu berpaling dariku?" Tiara menghela nafas lalu menghembuskan nya dengan pelan.
🥀
Sementara Sania pagi ini sudah banyak sekali menyiapkan hidangan makanan untuk sarapan suaminya. Namun sang suami justru malah terburu-buru pergi tanpa menikmati sarapan yang telah dibuat istrinya.
"Mas.....aku sudah menyiapkan sarapan untukmu, ayo makanlah dulu!" Pinta Sania pada Rama yang sedang membenahi dasinya.
"Maaf Sania....tapi aku harus buru-buru pergi!" Ucap Rama.
"Sebentar saja mas, lagipula aku sudah memasak makanan kesukaanmu," Ujar Sania tersenyum.
"Sekali lagi maafkan aku Sania, aku harus pergi ke kantor sekarang juga. Aku harap kamu mengerti!" Kata Rama lalu pergi begitu saja.
Sania menatap nanar kepergian Rama. Entah mengapa sikap Rama yang seperti itu membuatnya sakit hati.
"Argh.......!!kenapa mas Rama selalu begitu? sedikit saja apakah dia tidak bisa menghargai ku sebagai seorang istri?" Ungkap Sania.
Siang harinya, Sania pergi ke sekolah untuk menjemput anaknya. Namun dari kejauhan dia melihat ada Tiara yang sedang menunggu.Tanpa pikir panjang, ia langsung turun dari mobil dan menghampiri Tiara.
Tiara sedikit terkejut ketika Sania datang menghampirinya.
"Tiara? sedang apa kamu disini?" Tanya Sania.
"Ah....Sania, aku sedang menjemput anakku! dan kamu sendiri?" Tanya balik Tiara tersenyum tipis.
"Oh ya? berarti anak kita satu sekolah dong! karena anak ku juga bersekolah disini!" Ucap Sania.
"Oh ya?" lirih Tiara.Tiba-tiba senyum Tiara pudar ketika menatap sinis Sania. Ia teringat jika wanita yang berada didepannya ini adalah selingkuhan suaminya.
"Anisa kamu kenapa? kok tatapan mu seperti itu?" Tanya Sania heran.
"Mamah.......!" Teriak Talisa.
Tiara langsung mengalihkan pandangannya.
"Sayang....." Tiara langsung memeluknya.
"Anak kamu cantik ya sama seperti mamah dan papah nya!" Puji Sania.
Sejenak Tiara terdiam ketika mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Sania.
"Sania, kalau begitu aku pulang duluan ya!" Ucap Tiara lalu masuk ke dalam mobil.
"Baiklah kalau begitu,hati-hati!" Ujar Sania sambil menganggukkan kepala.
"Apakah sifat aslinya memang sedingin itu?" Tanya Sania dalam batin. "Tapi ngomong-ngomong anaknya sangat mirip dengan mas Brian"
*murahan dan menjijikan
mereka membela istri selingkuh dan berhubungan badan dengan lelaki lain dengan alasan2 menjijikan
*munafik
dinovel2 suami selingkuh, mereka laknat habis2an suami selingkuh dan tidak ada pembenaran sama sekali
tapi giliran di novel istri selingkuh mereka bela mati matian dengan alasan munafik dan menjijikan
fakt koment kalian membuktikan siapa kalian sebenarnya
wanita baik2 dan normal akan melaknat kelakuan Sania dan tidak ada pembenaran sama sekali
wanita menjijikan dan munafik mereka akan membela dan membenarkan kelakuan menjijikan Sania alias kalian membenarkan kelakuan menjijikan kalian sendiri
...membosankan
kasih sania kebahagiaan dan jgn buat sania jadi kahat thor...kalau pun ada penyesalan jgn sania aja thor..rama juga harus ada penyesalan