Anita gadis berusia 18 tahun seorang pelajar yang terbangun dari tidur lelapnya. Namun hal tak terduga telah mengejutkannya hari itu.
Ia terbangun dan berada disebuah tempat yang asing dan tidak ia kenali. Dimana tempat itu juga adalah tempat yang dia inginkan.
Dunia tempat dimana seseorang dapat hidup kembali setelah mengalami kematian, dengan syarat ia mati karena tragedi bunuh diri.
Anita pun bertekad untuk mempelajari berbagai pengetahuan yang ada di dunia ini demi dapat kembali ke tempat asalnya.
Berbagai macam masalah terus datang kepadanya, tanpa di duga Anita mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa, masuk kedalam ras berkemampuan yang sangat berbahaya.
Dirinya pun banyak diincar dan dicari-cari oleh orang-orang yang memang membutuhkan kemampuan langka tersebut.
Sehingga Anita harus pergi menuju tempat penghapusan kekuatan yang letaknya sangat jauh.
Petualangan Anita pun dimulai!
.
.
Lanjut sampai season duanya, happy reading☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahel wii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yang Telah Menimpaku
Dalam penjelasannya si kacamata mengatakan jika dunia ini bukan dunia asli tempat kita berasal atau lebih tepatnya bukan dunia alternatif, meski terlihat seperti dunia pada umumnya.
Kurasa pengetahuan tentang kuantum saja sudah membuatku angkat tangan karena tidak ku mengerti, apalagi yang seperti ini.
"Apa kalian bisa aku percayai?" langsung saja aku to the point untuk melihat reaksi mereka.
"Tidak. Kamu bisa menganggap hal yang aku jelaskan tadi cuma bualan semata. Sampai kamu melihatnya secara langsung dengan mata kepalamu sendiri!" ucap si kacamata yang berada di lantai atas sementara aku di bawah.
"......"
"Jadi mereka belum terlalu percaya dengan spekulasinya."
Aku hanya bisa diam dan berpikir untuk tindakan selanjutnya, karena keputusan bulat berada di tanganku.
"Boleh aku menambahkan?" akhirnya si pria beraura dingin mulai berbicara setelah lama diam menyimak dari tadi.
"Ya, silahkan."
"Satu hal yang akan membuatmu hilang dari dunia ini, yaitu jika seseorang mengingat detail masa kelam nya(bunuh dirinya). Maka ia akan hilang atau lenyap dari dunia ini!"
"Wanita sepertimu pasti mudah untuk memahaminya, karena bukan kali ini aku..."
"Hei... cukup dengan kalimat mu itu. Lebih baik katakan satu persatu agar mudah di cerna."
"Kurasa kepalaku hampir meledak setelah mendengarnya."
"Apa kalian sama sepertiku terdampar disini tanpa ingatan yang jelas?"
"Ya, kami sama sepertimu yang berada disini sendirian pada awalnya tanpa ingatan tentang aktivasi terakhir yang telah dilakukan(diingat). Parahnya lagi satu persatu dari kami akan pergi jika sudah waktunya!"
Berpikir lebih ke arah positif kurasa adalah jalan satu-satunya, hanya saja apakah masih ada caranya lainnya?
Dunia yang seperti itu apakah memang benar ada? Yang bahkan di luar nalar manusia. Dan jika anggapan mereka benar maka dengan ini aku simpulkan, bahwa aku sebelumnya pernah melakukan bunuh diri.
Yang bahkan sama sekali aku tidak mengingatnya.
"Aku masih bingung. Lalu bagaimana kalian menjelaskan tahun di dunia ini, dimana tahunnya menunjukkan tahun 2012 saat aku melihat di kalender!"
"Kamu mungkin pernah berpikir jika dirimu berasal dari masa depan bukan? Dan kamu melakukan perjalanan waktu sampai bisa ada disini. Mungkin kamu sempat berpikir jika dirimu sedang di culik saat ini."
"...Emm, iya. Aku sempat berpikir begitu saat pertama kali terbangun."
"Sebaiknya kamu jangan terlalu mudah percaya dengan sesuatu yang ada didepan mata, bahkan dengan mudahnya kamu mempercayainya," ujar si kacamata kepadaku.
"Iya iya, aku mengaku salah."
"...Ah lihat, ada apa disana!" ucapku sambil menunjukkan jari ke arah yang aku sebutkan.
Mereka pun dengan nurutnya melihat kearah itu, arah yang aku katakan.
Lalu dengan sekuat tenaga aku kabur saat mereka lengah. Meski dengan gaun yang sangat menyulitkan ku saat lari sekencang-kencangnya.
Mungkin aku terlihat seperti orang yang egois, tapi tidak ada salahnya kan jika aku mementingkan diri sendiri.
Karena bagiku semua orang memiliki rahasianya masing-masing yang memungkinkan mereka akan berbohong bahkan pada situasi apapun.
Dan aku di tim yang mempercayai diri sendiri ketimbang argumen yang masih belum terbukti kebenarannya.
Hanya saja apa yang si kacamata bilang memang ada benarnya, itu mala seperti sebuah kode darinya.
"Dua kali aku di tipu olehnya!"
"Hmm, dia pasti seorang paranoid."
"Jarang sekali aku menjumpai perempuan sepertinya, dia jago beladiri ternyata."
"Cuma kenapa pakaiannya begitu ya, kotor sekali?"
"Btw mana kucing yang tadi??"
"Oh, iya. Aku tadi melihat kucing disini?"
lanjut kak Wii, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻