Beverly gadis yatim piatu yang karena kepintarannya mendapat beasiswa di salah satu sekolah ternama khusus anak orang kaya.
Beverly memiliki dua orang sahabat Catherine dan Dimas.
Suatu hari sekolah mereka kedatangan murid baru yang bernama Keenan, anak pemilik sekolah.
Seiring berjalan waktu Keenan dan Beverly menjadi sepasang kekasih. Tanpa Beverly sadari Catherine sahabatnya juga mencintai Keenan.
Beverly yang mengetahui Catherine juga mencintai Keenan akhirnya mundur dan meminta Keenan menerima cinta Catherine.
Hingga malam perpisahan sekolah tiba, Keenan yang diberi obat perangsang oleh musuhnya, melakukan hubungan yang tak seharusnya dilakukan. Keenan merampas kesucian Beverly.
Sebulan setelah kejadian itu Beverly dinyatakan hamil. Saat ia akan mengatakan kebenaran pada Keenan, ia mendengar jika Catherine dan Keenan akan bertunangan karena perjodohan kedua orang tua mereka yang ternyata rekan bisnis.
Beverly akhirnya membatalkan niatnya untuk mengatakan kehamilannya pada Keenan.
Apakah yang terjadi selanjutnya?
Jangan lupa tekan favorit sebelum memulai membacanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 7. Aku harus mengalah ....
"Bie, Lo setuju nggak jika gue jadian dengan Keen." Catherine berucap sambil tersenyum.
"Apa Lo sangat mencintai, Keen?" tanya Beverly.
"Banget. Gue tak pernah menyukai dan mencintai cowok seperti ini. Gue sebenarnya telah lama ingin mengatakan pada Lo dan Dimas. Tapi gue kuatir kalian akan marah."
"Kenapa gue harus marah."
"Mungkin saja Lo dan Dimas marah, karena gue melanggar perjanjian. Bahwa tak boleh ada cinta diantara persahabatan kita."
"Cinta itu datang dari hati. Tak bisa kita menepis dan menolaknya. Jika memang Lo mencintai salah seorang dari sahabat kita, kenapa gue harus marah."
"Lo pengertian banget, Bie." Catherine tersenyum dengan menggenggam tangan Beverly.
"Seandainya Keenan udah ada kekasih dan itu teman Lo sendiri, bagaimana?"
"Maksud Lo apa, Bie? Siapa pacar Keenan? Apa gue mengenalnya? Lo serius, Bie."
Beverly melihat wajah Catherine langsung suram mendengar ucapannya.
"Itu seandainya, Cath."
"Gue akan sangat sedih dan mungkin tidak akan mau sekolah lagi jika pacarnya Keenan teman sekolah kita."
"Lo sangat mencintai Keenan," ucap Beverly lirih.
"Kenapa Lo tanyakan itu lagi. Gue udah katakan jika gue sangat mencintai Keenan. Menurut Lo apakah Keenan juga mencintaiku? Aku cantik kan, Bie?"
"Lo cantik dan juga baik, pasti Keenan bisa mencintai Lo," gumam Beverly.
"Lo kenapa, Bie? Sepertinya sedih gitu. Lo takut kalau gue pacaran dengan Keenan? Tenang Bie, gue tak akan melupakan Lo. Gue akan tetap jalan bareng dengan Lo dan Dimas."
Beverly tersenyum, dan menggenggam tangan Catherine.
"Cath, Lo sahabat pertama gue di sekolah. Lo yang mau menerima gue apa adanya. Lo dan Dimas sudah gue anggap seperti saudara gue sendiri. Apapun itu akan gue lakukan untuk kebahagiaan Lo."
"Terima kasih, Bie."
"Kita pulang lagi. Udah mau magrib." Beverly meminta pulang karena takut tangisnya tak bisa ditahan lagi.
Sampai di depan panti asuhan sebelum turun dari mobil Beverly memeluk Catherine erat.
"Lo kenapa, Bie. Dari tadi tingkah Lo aneh banget. Gue udah bilang kalau gue tak akan melupakan persahabatan kita walau nantinya gue punya pacar. Lagi pula Keenan juga sahabat kita."
"Semoga Lo selalu bahagia," ucap Beverly.
Saat Beverly akan membuka pintu, tangannya ditahan Catherine.
"Ada apa,Cath?"
"Ini ada amplop buat gantian dagangan Lo. Gue udah ambil waktu Lo, dan ini buat Bunda dan adik-adik." Catherine memberikan dua amplop ke tangan Beverly.
"Gue malu dengan Lo, Cath."
"Kenapa malu."
"Sejak kita kenalan, Lo sering memberi. Baik buat pribadi gue, dan juga buat adik-adik di panti. Gue tak pernah memberikan apapun buat Lo."
"Lo jangan pikirkan itu. Lo jadi sahabat gue itu udah lebih dari cukup. Dari dulu tak ada yang mau jadi sahabat gue. Mereka bilang, gue terlalu manja."
"Kebahagiaan Lo adalah kebahagiaan gue. Melihat Lo tersenyum hati gue senang. Gue rela mengorbankan apapun milik gue untuk Lo."
"Jangan berkata begitu.Gue tak mengharapkan balasan apapun dari Lo."
Beverly keluar dari mobil setelah memeluk tubuh Catherine. Ia melepaskan kepergian Catherine hingga mobil sahabatnya itu menghilang dari pandangan.
"Selamat malam, Bunda. Maaf aku telat pulangnya." Beverly menyalami dan mencium tangan Bunda.
"Tak apa, Nak. Catherine tadi juga udah minta izin."
"Bunda, ini ada titipan dari Catherine." Beverly menyerahkan amplop pemberian Catherine.
"Anak itu sering kali memberikan amplop. Papi nya juga. Pemberian dari Catherine dan Papinya sangat membantu sekali buat adik-adikmu."
"Catherine memang sahabat terbaikku. Bunda, aku masuk dulu. Mau bersihin tubuh."
Beverly masuk ke kamarnya. Tangisan Beverly akhirnya pecah.
Jika mengalah adalah keputusan terbaik, aku rela melakukannya demi kamu, Cath. Karena kebahagiaanmu adalah prioritas utamaku. Kebahagiaanku tak pernah lebih penting daripada kebahagiaanmu dimataku. Kamu sahabat terbaikku. Aku akan mengakhiri hubungan dengan Keenan.
..................
Keesokan hari Beverly sengaja membuat nasi goreng yang disukai Keenan. Saat Keenan menjemputnya, Bie mengajak Keenan sarapan.
"Enak banget, Bie. Masih ada ...."
"Kenapa?"
"Bisa bawa untuk bekal."
"Bisa dong. Kamu tunggu ya. Aku siapin."
Beverly masuk ke dalam panti dan menyiapkan nasi goreng buat bekal Keenan. Tak lupa Beverly juga menyiapkan buat Dimas dan Catherine.
Di perjalanan menuju sekolah, Beverly hanya diam. Itu membuat Keenan menjadi heran.
Dengan tangan kirinya, Keenan meraih tangan Beverly dan menggenggamnya.
"Bie, kenapa hanya diam saja. Apa kamu ada masalah."
"Keen ... jika suatu saat hubungan kita harus berakhir, itu semua pastilah karena terpaksa. Hanya perlu aku ingat jika aku sangat mencintaimu."
"Jika memang kamu mencintaiku, kamu tak akan melepaskan aku dengan alasan apapun."
"Aku mencintaimu, Keen."
"Ada apa sebenarnya, Bie."
"Nggak ada apa-apa. Aku hanya berpikir jika hubungan kita ini mungkin hanya sementara. Kamu dan aku memiliki banyak perbedaan. Kita ini jauh berbeda."
"Tak ada perbedaan dalam cinta. Akan aku perjuangkan kamu jika kedua orang tuaku menentang hubungan kita."
"Terima kasih, Keen.
...................
Bel terdengar berbunyi dengan nyaringnya, pertanda jam istirahat telah tiba. Semua siswa dan siswi berhamburan keluar kelas.
Beverly memberikan bekal yang telah ia siapkan buat Dimas, Keenan dan Catherine
Keenan memandang dengan wajah masam saat melihat Bie juga membawakan bekal buat Dimas dan Catherine.
"Aku kira kamu hanya membawa bekal buat aku saja, ternyata Dimas dan Catherine dibawakan juga."
"Bie, udah sering bawakan kami bekal. Jadi jangan heran. Dan kenapa kamu bisa berpikir jika Bie hanya membawakan bekal buatmu? Bie bukan pacarmu."
Saat Keenan akan bersuara, Beverly langsung menanggapi. "Keenan hanya bercanda. Jangan ditanggepin omongannya.
Beverly memandang Keenan dan menggelengkan kepalanya agar cowok itu tidak keceplosan.
...............
Sepulang sekolah, Catherine mengajak Beverly untuk pulang bareng dirinya saja. Awalnya Keenan keberatan. Tapi Catherine tak peduli. Ia menarik tangan Beverly untuk ikut dengan dirinya.
"Kita mau kemana, Cath."
"Gue mau minta tolong. Bolehkan ...."
"Tentu saja. Buat Lo apapun akan gue lakukan"
"Baiklah, kita ke perpustakaan aja." Catherine mengajak Beverly masuk ke perpustakaan.
Beverly dan Catherine mengambil satu buku agar penjaga perpustakaan tak curiga jika mereka masuk ke perpustakaan untuk mengobrol saja.
Mereka memilih duduk di sudut belakang perpustakaan.
"Bie, gue butuh pertolongan Lo."
"Apa itu? Jika gue bisa, akan gue lakukan."
"Gue ingin Lo mendekatkan gue dengan Keenan." Catherine mengatakan dengan sedikit berbisik.
"Apaaa ....?"
"Jangan kaget gitulah. Gue lihat Lo dekat sama Keenan. Bisakan Lo menjadi penghubung antara gue dan Keenan."
"Caranya ...."
"Tolong katakan pada Keenan tentang perasaan gue."
"Kenapa bukan Lo aja yang ngomong langsung."
"Setelah Lo ngomong, gue juga akan ngomong dengan Keenan. Tapi Lo dulu, agar Keenan nggak kaget saat gue mengatakan suka."
Beverly terdiam, nggak tau harus mengatakan apa pada Catherine.
Bersambung.
*********************
Apakah yang akan dilakukan Beverly? Apakah ia akan mengatakan tentang perasaan Catherine dengan Keenan?
Nantikan terus kelanjutan dari novel ini. Terima kasih.
sesuai dg temanya "teen", kisah ini bener2 cerita tentang cinta remaja yg beranjak dewasa..
jadi ingat masa2 SMA dulu, wkwkwk..
ternyata dugaanku bener kalo benernya Cath itu cinta ma Dimas..
tapi sejak kemunculan Bie, perhatian Dimas teralihkan..
Akhirnya Cath cemburu dan gelap mata..
saat tahu Keen san Bie saling suka, Cath jadi memanfaatkan keadaan..
tapi syukurlah, semua bisa berakhir bahagia..
semua tokoh finally happy ending..
makasih ya mam buat ceritanya yg keren, walopun bonchap pernikahan Cath dan Dimas tidak terwujud, it's okay..
semoga sehat selalu dan tetap semangat untuk berkarya..
semoga sukses selalu baik di dunia nyata maupun di dunia halu ya mam..
😘🥰😍🤩💪🏻🙏🏻💞
nyesek banget