Yuri, gadis polos yang menjadi korban kedengkian sepupunya, harus kehilangan kekasih bahkan pergi meninggalkan keluarga dalam keadaan hamil. Lima tahun kemudia, Yuri kembali bersama anak laki-lakinya yang cerdas. Yuri kini telah berubah, dia kembali untuk menemukan ayah dari anaknya serta mengambil apa yang seharusnya menjadi milik Yuri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terasa Tidak Asing
Yuri berencana untuk menikmati akhir pekan bersama Lucas dan Hana. Untuk itu, Yuri pergi berbelanja sepulang kerja. Dia ingin memasak untuk anak dan sahabatnya. Ibu muda itu membeli daging dan beberapa sayur. Tidak lupa juga Yuri membeli bahan untuk membuat pudding salad. Itu adalah makanan kesukaan Hana. Yuri ingin berterima kasih pada sahabatnya itu dengan membuatkan makan favorit sang teman.
Wanita berambut panjang dengan wajah manis itu memang terburu-buru. Dia ingin secepat mungkin sampai di rumah. Hingga tanpa sengaja, saat keluar dari mall, Yuri menabrak seorang laki-laki berpostur tinggi besar dengan wajah tampan dan karismatik. Sejenak Yuri terpana dengan sosok yang ada di hadapannya. Namun, dia segera tersadar dan meminta maaf.
“Maaf, Tuan. Saya tidak sengaja,” ucap Yuri dengan sopan dan tulus.
“Menyingkirlah, Nona!” bentak pengawal laki-laki tersebut. “Tuan Muda, mohon maaf, atas insiden ini,” lanjutnya.
Yuri langsung memasang wajah ketus setelah mendengar ucapan pengawal tersebut. Sementara itu, laki-laki yang ditabrak Yuri masih terdiam. Laki-laki yang tidak lain adalah Kei itu tertegun menatap Yuri. Kei merasa tidak asing dengan wanita yang berada di depannya tersebut.
“Tuan Muda, anda baik-baik saja?” tanya sang pengawal untuk memastikan kondisi tuannya.
“Dia baik-baik saja, bukan? Lagi pula, saya juga tidak sengaja dan sudah meminta maaf,” gerutu Yuri.
“Diamlah, Nona. Apa anda tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?”
“Saya tidak peduli tentang itu. Saya tidak sengaja dan dia juga tidak apa-apa. Saya juga sudah beretikat baik dengan meminta maaf!” cerca Yuri yang tidak mau disalahkan.
Pengawal Kei merasa geram dengan ucapan Yuri. Dia sudah bersiap untuk menangkap Yuri dan berbuat kasar. Akan tetapi Kei segera mencegah.
“Sudahlah, kita pergi!” kata Kei dengan cuek. Benar saja, Kei langsung beranjak pergi tanpa peduli dengan Yuri yang kini memasang wajah jutek.
“Anda beruntung, Nona,” tegas pengawal Kei sebelum mengekor langkah Kei yang menjauh dari pandangan Yuri.
“Dasar laki-laki aneh dan sombong!” ucap Yuri dengan penuh rasa kesal.
...***...
Kei sudah berada di restoran keluarga Yamamoto. Sang ayah memintanya untuk bertemu sekaligus membahas proyek dengan klien. Pertemuan yang santai itu berlangsung cukup lama. Meski dalam suasana yang semi formal, tetapi sebuah kesepakatan besar berhasil dibuat antara kedua belah pihak. Ayah Kei, Kazuki, terlihat senang dengan pencapaian tersebut. Sebuah akhir menyenangkan bagi laki-laki paruh baya tersebut. Laki-laki yang gila selama ini memang terkenal gila kerja.
Usai pertemuan dengan rekan bisnis, Kazuki mengatakan masih ingin bicara dengan Kei. Kei yang bisa menebak arah pembicaraan ayahnya terlihat malas untuk menanggapi. Akan tetapi dia belum menemukan alasan untuk menghindari pertanyaan sang ayah.
“Dua minggu sudah berlalu. Jadi, apa kau sudah menemukan wanita yang pantas untuk melahirkan penerus keluarga Yamamoto?” tanya Kazuki dengan lugas.
Kei tidak menjawab pertanyaan Kazuki. Tuan muda keluarga Yamamoto itu justru membuang pandangan. Memalingkan wajah dari ayahnya.
Melihat sikap sang anak, Kazuki pu mengerti bahwa Kei belum menemukan wanita untuk dijadikan istri. Hal itu membuat Kazuki tersenyum tipis dan menyindir putranya sendiri.
“Jika kau memang tidak sanggup mencari sendiri, maka lebih baik terimalah Angelin. Ayah yakin dia sangat cocok
denganmu dan bisa membuatmu bahagia.”
“Waktu yang kau berikan belum habis, jadi tidak perlu terburu-buru membuat kesimpulan!” sahut Kei dengan cepat. Jelas terlihat dalam raut wajah Kei ekspresi ketidaksukaan saat Kazuki menyebut nama Angelin.
“Iya, kau memang masih memiliki waktu, tapi waktumu sudah tidak banyak lagi!” tegas Kazuki sebelum pergi meninggalkan Kei.
Kei menatap punggung ayahnya yang semakin menjauh dengan perasaan kesal. Dia tidak pernah menyangka bahwa sang ayah benar-benar serius menekannya untuk segera menikah.
“Kalian sungguh tidak berguna! Apa saja yang kalian lakukan? Kenapa mencari seorang wanita dan seorang anak kecil saja begitu lama?” cerca Kei pada anak buahnya.
“Maafkan kami, Tuan Muda. Secepatnya, kami akan menemukan mereka.”
“Aku tidak mau mendengar alasan apa pun, temukan mereka secepat mungkin atau aku akan membuat kalian pergi ke neraka!” ancam Kei yang emosinya mulai tidak terkendali.
“Baik, Tuan Muda. Kami mengerti.”
Kei meneguk segelas minuman hingga tandas. Dia berusaha mengendalikan dirinya yang mulai terbakar amarah. Entah bagaimana, tiba-tiba bayangan wajah wanita yang tadi menabraknya terlintas dalam ingatan. Laki-laki itu tanpa sadar membayangkan jika wanita tersebut adalah ibu dari anak kecil yang dijumpainya tempo hari.
...***...
Markus tersenyum licik ketika mendengar kabar tentang Kei yang mulai ditekan oleh Kazuki untuk menikah. Dia tahu bahwa keponakannya itu selama ini selalu tidak peduli dengan urusan perempuan. Banyak wanita yang mengejar Kei, tetapi tidak perbah berhasil. Kei selalu menolak mereka. Sama seperti Kazuki, Kei adalah tipe orang yang gila kerja. Kei hanya berpikir tentang pengembangan usaha dan beranggapan bahwa wanita adalah penghambat pekerjaannya.
“Kau harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” nasihat Markus pada Daichi, anak laki-laki Markus.
“Ayah tenang saja, aku mengerti apa yang harus kulakukan. Si tua Kazuki sangat patuh pada surat wasiat kakek, dia pasti akan menepati ucapannya. Asal Kei tidak segera menikah, aku bisa mendahuluinya memberikan keturunan sebagai penerus keluarga Yamamoto.”
“Carilah wanita dari keluarga terpandang dan segera dekati. Ayah tahu bagaimana Kei, dia tidak akan mau dijodohkan dengan Angelin. Akan tetapi, dia pasti juga tidak akan melepas begitu saja status sebagai Tuan Muda calon pewaris keluarga Yamamoto.”
Ayah dan anak yang sama-sama licik itu saling pandang dan kembali berdiskusi. Mereka berdua memang berambisi merebut posisi Kei dan menguasai harta keluarga Yamamoto.
“Kei akan kusingkirkan, proyek-proyeknya juga akan kubuat berantakan,” ucap Daichi penuh keyakinan. “Aku sudah menghubungi relasi-relasi bisnis Kei. Akan kudekati mereka satu per satu dan menariknya diam-diam agar memutuskan kerja sama dengan laki-laki angkuh itu,” imbuhnya.
Maskus tersenyum mendengar penuturan sang anak. Meski Markus adalah paman Kei, tetapi sudah menjadi rahasia umum bahwa sejak lama di antara mereka tidak pernah ada kecocokan. Meraka hanya burpura-pura akur di depan publik. Namun, sebenarnya paman dan keponakan itu saling serang serta menjatuhkan satu sama lain.
ceritanya bagus, tidak bertele-tele...dan seru...👏👏👏
keren bet Thor 👏🙏👏🙏👏