Seorang gadis yatim piatu tinggal dengan neneknya, bertemu dengan CEO tampan. Pertemuan yang tak di sengaja membuat mereka mereka terikat di sebuah pernikahan.
"Tuan Alex yang terhormat, jangan coba-coba menyentuhku atau kau harus ganti rugi." jari telunjuk Arie menegak tepat di wajah Alex, Arie merasa itu akal akalan Alex agar bisa menyentuhnya.
"Cih.. kau bahkan bukan levelku."
Alex menatap tak kalah mengintimidasi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Realrf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
500 juta
tik...tok... tik...tok...
empat manusia mematung di sebuah ruangan VIP rumah sakit, Alex dan Arie nampak duduk berjauhan di sudut sofa, Arie terlihat masih awut awutan dengan luka yang di olesi salep, Alex duduk canggung sambil beberapa kali mengubah posisi duduknya, Kakek masih duduk di ranjang rawat dengan pak Darwis setia di samping Tuannya.
" emh.. bagaimana " ucap Kakek memecah keheningan.
Alex dan Arie saling beradu pandang, kedua nya masih tidak percaya dengan keinginan kakek Alex yang tiba tiba mengharuskan mereka menikah.
" masa iya aku harus nikah sama wanita aneh bin gila ini, cantik aja ga.. aduh kakek apa kau benar-benar mau menyiksa cucumu ini " gumam Alex dalam hati sambil terus menatap Arie.
" haduw mimpi apa aku di jodohin sama tuan muda songong, tapi dia baik mau nolong aku" lirih Arie dalam hati juga lah, mana berani dia ngomong .
" kalian ini kenapa,? kenapa tidak menjawab pertanyaan kakek " ucap Kakek mulai gusar.
" kakek boleh kami bicara sebentar "
" baiklah kalian berdua bicara di luar, kakek akan menunggu di sini"
Alex menarik tangan Arie, mengajaknya keluar ruangan rawat kakeknya, mendudukkan nya dengan kasar di bangku ruang tunggu.
" bisa pelan sedikit ga sih ... tangan saya masih sakit " keluh Arie sambil meringis dan mengosok gosok lengannya.
" CK jangan manja, dengan kau harus setuju untuk menikah denganku " Alex menekan pundak Arie kuat.
" a.. apa yang tuan katakan.. "Arie menatap tajam pada Alex tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan gila benar benar gila bagaimana dia bisa mengiyakan keinginan gila kakeknya.
" CK . .. anggap saja kau membayar hutang pada ku ingat aku baru saja membeli mu dengan harga 300 juta dan kau masih punya hutang 50 juta padaku " Mata Alex tak kalah tajam menusuk netra Arie.
Arie membuang mukanya saat Alex membahas soal utang piutang dan harga dirinya,sejenak terlintas dia juga masih punya hutang kontrakan dan rumah sakit, Arie kembali memalingkan wajahnya membuat wajah keduanya kembali bertemu.
" harga ku 300 juta hutang ku 50 juta genapkan jadi 500 juta maka aku terima tawaran mu "
" deal, dan Dengan harga itu aku membeli kau sepenuhnya faham"
Arie menjawab dengan anggukan, sungguh tak di sangka olehnya seumur hidupnya hanya berharga 500 juta, angka itu memang tak pernah di bayangkan olehnya, angka yang sangat besar untuk seorang tukang cuci yang hanya di bayar tak lebih dari 20 ribu, dan sekarang dia di hargai 500 juta untuk seluruh hidupnya, ada rasa sesak di hati Arie yang dia tak mengerti kenapa, Alex melepaskan pundak Arie dan mengajak kembali ke kamar kakeknya.
" kau harus berakting sebaik mungkin " bisik Alex lirih.
Arie seketika melingkarkan tangannya di lengan Alex mengelayut manja, namun dengan penampilannya sekarang, semua itu terlihat aneh, seperti seorang pangeran yang mengandeng topeng monyet.
" bagaimana sudah kalian putuskan " tanya kakek penuh selidik.
" baiklah kami akan menikah besok sesuai dengan permintaan kakek " jawab Alex santai.
" bagus bagus cucu pintar, pak Darwis akan mengatur semuanya, kalian berdua ke sini "
mereka berdua pun mendekati kakek, tangan tua itu menyatukan tangan Alex dan Arie dalam genggamannya.
" kalian mendapatkan berkat dari ku sampai mau memisahkan kalian akan selalu bersama seperti aku dan nenekmu."
Arie merasakan tangan Kakek yang gemetar saat mengucap berkat untuk nya, dalam hatinya ada rasa haru, seseorang yang sayang padanya meski pun mereka baru bertemu, Arie pun merengkuh pria tua itu.
" terima kasih " Arie terisak dalam pelukan kakek barunya.
" sudah jangan menangis " tangan pria itu mengelus rambut Arie yang masih berantakan.
Alex merasa heran dengan pemandangan di hadapannya bagaimana bisa kakeknya terlihat begitu menyayanginya wanita yang baru saja di temui nya, bahkan dia sendiri pun tak tahu asal usul wanita itu.
" Alex pakai kan ini pada cucuku" kakek melepas cincin di jari manis kiri dan di kelingking kanannya,dua cincin itu adalah cincin pernikahan kakek dan nenek.
" tapi pernikahannya baru besok kan kek kenapa pake cincin sekarang "
" sudah cucu bodoh cepat pakai kan "
kedua pun saling memakaikan cincin di hadapan kakek.
" sekarang kalian ikuti kata kata Kakek,
mulai hari ini aku adalah milikmu dan kau adalah milikku aku akan selalu bersamamu,
sampai saat dimana Tuhan menghentikan nafasku aku akan selalu menjagamu Melindungimu menghormatimu dengan segenap hati dan jiwaku."
keduanya mengucap apa yang di ucapkan kakeknya, sesuatu yang begitu indah. yang mengikat hati.
cewek lain km perhatikan sedangkan istri sendiri km abaikan dasar gob**k