NovelToon NovelToon
Menuju Cinta Sejati

Menuju Cinta Sejati

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:183.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: indri syachid

Aku masih menunggu..
Saat dimana Tuhan mengaitkan jemariku dan jemarimu
Menjadi sebuah genggaman dalam keridhoan


Meski sangat sakit bagiku, aku harus menerima perjodohan yang tak pernah sekalipun terbayangkan dalam pikiranku.

Perjodohan yang di setujui kedua orang tuaku dan orang tuanya, namun tidak dengan kami. Aku dan dia yang tidak saling mencintai.


Perjodohan yang memisahkan antara aku dan cintaku, juga antara dia dan cintanya.

Yang akhirnya membawa kami ke sebuah persekongkolan. Kami berdua sangat berharap, persekongkolan ini akan membuahkan hasil.

Hasil yang akhirnya bisa kembali kepada cinta kami masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indri syachid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawaran Basa-basi

Mata bulat Indy menelisik halaman rumahnya sesaat setelah mobil Rio berhasil terparkir di sana. Mobil bapaknya tidak nampak ada di halaman rumahnya. Itu berarti Bima belum pulang.

Tawaran untuk mampir ke rumahnya ia lontarkan sebagai bentuk basa-basi pada Rio. Tentu saja Indy berusaha berbuat baik padanya karena telah banyak merepotkan Rio, juga karena Rio sudah mengetahui rahasia terbesarnya.

"Assalamu'alaikum," ucap Indy dengan mengetuk pintu rumahnya yang tertutup rapat. Rio berdiri di belakangnya setelah mengiyakan tawaran basa-basinya tadi.

"Wa'alaikumsalam."

Suara seorang wanita menyahut dari dalam tak lama setelah ketukan pintu. Ternyata mamanya Indy yang membukakan pintu.

"Lho kok, nak Rio yang nganter Indy?"

"Iya tante, soalnya Bapak sama Om Bima masih ada urusan. Jadi, Om Bima minta sama Rio buat nganterin Indy pulang."

"Ya sudah, ayok duduk dulu. Pasti capek kan habis nyetir mobil jauh."

"Terimakasih, tante."

"Ndy, ajak Rio ngobrol dulu. Mama mau ngambil cemilan."

"Iya, Ma."

Semakin bingung dengan situasi di rumahnya. Indy tidak menyangka mamanya sudah mengenal Rio dengan akrab. Apa memang hanya dirinya saja yang baru mengenal Rio.

Cewek itu berusaha menyingkirkan perasaan bingung yang sedang menggelayuti hati juga pikirannya. Ia menyuruh Rio duduk di sofa ruang tamu yang kebetulan berada tepat di depan kamarnya. Sementara meninggalkan Rio duduk di ruang tamu, Indy melenggang ke kamarnya untuk meletakkan hadiah dari Rio.

Hanya beberapa detik, Indy sudah kembali ke ruang tamu lagi dan duduk bergabung dengan Rio. Nampak cowok itu tengah sibuk memainkan handphone-nya.

"Apa lu nggak kesorean ntar pulangnya?" tanya Indy memecah keheningan.

"Nggak kok Ndy, gue juga bentaran doang kok disini." Rio menghentikan kesibukan dengan Hpnya.

Belum lama mengobrol, Rini datang membawa nampan berisi air minum dan camilan. Kemudian ia letakkan di atas meja.

"Di minum dulu, Nak. Ngomong-ngomong apa kalian sudah makan?"

"Belum sih, Te. Tapi dudah sempet makan roti sama Indy tadi di Mall," jawab Rio jujur.

"Kan cuma roti. Tante ambilin makan, ya?"

"Nggak usah repot-repot, Te. Alhamdulillah Rio masih kenyang, kok."

"Ya sudah nggak papa, tapi lain kali harus mau makan di rumah Indy, ya?"

"Insya Alloh kalo pas main lagi ya, Te?"

"Ya udah, tante tinggal dulu ke belakang ya, mau beres-beres di dapur."

"Iya, Te."

Seperti di sengaja, Rini pamit meninggalkan dua anak remaja itu di ruang tamu. Indy yang merasa sangat canggung pun di buat semakin tidak nyaman karena dia bukanlah cewek yang bisa beramah-tamah mengajak orang baru untuk mengobrol.

Rio bukanlah teman akrab baginya. Entah topik apa yang pantas menjadi pengisi keheningan di antara mereka berdua. Lagi pula, mereka berdua tinggal di kota yang berbeda. Juga mereka tidak berada di satu sekolah yang sama. Tentu saja hal itu menyulitkan Indy untuk membuka obrolan. Karena sebagai tuan rumah yang baik, seharusnya ia tidak mendiamkan tamu seperti ini.

 Di tengah keheningan, duo cowok handsome muncul dari arah ruang belakang. Berjalan berurutan dengan santainya, lalu bergabung dengan Indy juga Rio.

Dengan respon secepat kilat, Rio yang menyadari kedatangan kedua abangnya Indy, langsung bersalaman.

Bang Inu duduk di samping Rio di sebuah sofa panjang. Sementara Bang Raka memilih duduk berdempetan dengan Indy di single sofa.

    

"Nama kamu siapa?" ucap Bang Inu setelah duduk.

"Saya Rio, Kak."

"Temen sekolahnya Indy?" tanyanya lagi.

"Saya sama Indy enggak satu sekolah. Tapi.."

"Rio itu anaknya Om Dhanu, Bang. Om Dhanu yang sahabatnya Bapak."

Indy memotong kalimat selanjutnya yang akan Rio ucapkan dan membantu memberi jawaban pada Bang Inu.

"Oh.. Anaknya Om Dhanu."

"Iya, Kak. Kakak namanya siapa?"

"Saya Inu. Panggil aja Bang Inu. Saya abang pertamanya Indy."

"Kalo gue Raka. Lo juga boleh panggil gue Bang Raka. Gue abang keduanya Indy."

"Senang bisa berkenalan dan bertemu langsung sama abang."

"By the way, ini udah sore lho. Lo nggak mau pulang apa?" ucap Indy memutus obrolan di antara ketiga cowok itu.

Lagi-lagi sebuah pertanyaan berembel unsur mengusir terlontar dari mulut Indy. Cewek itu benar-benar sudah tidak nyaman dengan keberadaan Rio.

"Kok lo ngusir temen lo sih, Ndy?" protes Bang Raka.

"Nggak papa kok Bang, mungkin Indy khawatir aja takut saya kemaleman pulangnya."

"Tuh, Rio aja nggak masalah, kok," ucapnya lagi.

"Ya sudah kalau mau pulang, hati-hati jangan ngebut bawa mobilnya," Bang Inu memberi nasehatnya.

"Siap Bang."

"Ndy, Panggil Mama," ujar Bang Raka menginstruksi.

"Oh iya, lupa."

Indy berlari menuju dapur untuk memanggil mamanya dengan hati gembira. Karena saat-saat yang ia nantikan, akhirnya datang juga. Rio akan pergi meninggalkan rumahnya.

"Tante, Rio pulang dulu. Maaf sudah merepotkan tante."

"Nggak sama sekali Rio, justru Tante yang sudah merepotkan kamu. Jauh-jauh dari kota cuma buat nganterin Indy pulang."

"Nggak papa kok,Te. Ya udah Rio pamit ya, Bang, Te, Ndy. Assalamu'alikum."

"Wa'alikumsalam."

Mereka menjawab salam dengan kompak. Indy tidak menunggu sampai mobil Rio meninggalkan halaman rumahnya, meskipun kedua abangnya dan mamanya masih berdiri di teras menunggu mobil Rio sampai benar-benar lenyap dari pandangan mereka.

     

1
Widi Widya Dewi
kereeen
Taufik Alfiriadi
btul bngat dak slah Lg
Azura One
ditunggu author ternyata ada season dua makanya sempet bingung saat lili datang ketika Indy menikah. Indy tetap gamang
Lenkzher Thea
Lanjut terus,👍
Sri MM.
aku tadi langsung ke season 2, gak ngehhhh maaf Thor 😁
Sri MM.
mampir Thor
#seperti sampah
#my husband is a Gay
Ully Rahmadani
seru banget ceritanya....
Ati Luvsanjay
lanjut KK dan semangat terus. Mari saling mendukung.
🎃👻hantu_gc 👻🎃
lanjut kk😆semangaat upnyaa😍😍
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat
Bayangan Ilusi
Boomlike kak thor..
Raraa:)
semangat🤗👍💪
🍃🌻 Imazz 🌻🍃
Keren 👍👍👍
Eva Santi Lubis
Keren thor lanjut mari saling
mendukung terimakasih
Hayaku Gaya
Asikkkk! Apa!!! Huwaaa! Baca sinopsisnya aja mataku dah jadi air terjun..😭😭😭😭 tapi aku akan tetep baca.. lumayan bisa jadiin rumah berubah jadi laut air asin wkwk
Ayuwidia
A..... nggak sabar baca season duanya kak ... Sukses selalu untuk kak author kece ❤❤❤
Erina Munir
tpi aku setujunya Indy sama Adi....😔😔
Erina Munir
ya Allah kesian banget nasib nya lili..😭😭
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
lili berarti nampang jilbab doank dono
Hayaku Gaya
Ooh, Lili ikhlaskan saja ya.. aku yakin di luar sana ada jodoh yang terbaik buat kamu..
Yey season 2 !!
@ind_sychd: ramein season duanya juga yaaaaaaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!