NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Cerai
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Pernikahan yang Ayra perjuangkan selama bertahun-tahun ternyata hanyalah kebohongan yang dibungkus cinta.
Dia begitu mencintai Arga, suaminya. Pria itu terlihat sempurna dimatanya—dewasa, perhatian, dan selalu mampu membuat Ayra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Hingga suatu hari, semuanya hancur dalam sekejap.
Ayra menemukan fakta menyakitkan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh Arga. Suaminya ternyata memiliki wanita lain dibelakangnya. Bukan orang asing… melainkan sekretaris pribadinya sendiri.
Yang lebih menghancurkan, hubungan terlarang itu telah melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak yang selama ini Ayra rawat sepenuh hati. Anak yang dia peluk setiap malam. Anak yang dia anggap sebagai pelipur lara karena rumah tangganya belum juga dikaruniai buah hati.
Namun nyatanya… putra kecil itu adalah darah daging suaminya bersama wanita simpanannya.
Hati Ayra runtuh seketika. Semua kasih sayang, pengorbanan, bahkan cintanya terasa dipermainkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5 ~ Sarapan

Cahaya pagi perlahan menembus celah tirai rumah sakit yang tidak sepenuhnya tertutup. Sinar lembut itu jatuh di lantai, memantul samar ke arah ranjang tempat Samuel masih terlelap.

Suara mesin monitor terdengar stabil, ritmis, tenang, seperti satu-satunya hal yang memastikan bahwa mimpi buruk kemari telah berhasil terlewati.

Ayra membuka matanya perlahan.

Butuh beberapa detik bagi kesadarannya untuk kembali sepenuhnya. Lehernya terasa kaku karena semalaman tertidur dalam posisi duduk sambil memegangi tangan Samuel.

Saat matanya benar-benar terbuka, hal pertama yang ia lihat adalah wajah kecil putranya yang masih tertidur.

Dadanya sedikit menghangat. Dalam hati Ayra mengucapkan syukur karena semalam Samuel terlah menunjukkan keadaan yang sudah baik-baik saja.

Tangannya otomatis merapikan selimut Samuel, lalu membelai rambut anak itu dengan gerakan hati-hati, seolah takut membangunkannya.

Di seberang ruangan, disofa panjang rumah sakit terlihat Arga masih tertidur di sana.

Jas hitamnya tampak kusut, tersampir asal di ujung sofa. Kemeja putihnya sudah tidak lagi rapi, kancing bagian atas terbuka, dasinya longgar melingkar di leher, sementara rambutnya sedikit berantakan karena posisi tidur yang tidak nyaman.

Ayra menatapnya cukup lama.

Ada rasa yang sulit dijelaskan melihat suaminya seperti itu. Lelaki yang biasanya selalu rapi, selalu tenang, sekarang tampak benar-benar kelelahan.

Pelan-pelan, Ayra berdiri tanpa suara. Langkahnya ringan saat mendekati sofa.

Ia duduk di tepi, lalu menatap wajah Arga dari dekat. Wajah itu tetap sama seperti yang ia kenal bertahun-tahun, tegas, tampan, dan selalu memberi rasa aman.

Jemarinya terangkat perlahan menyentuh pelan pipi Arga, mengusapnya dengan lembut. Tanpa sadar sentuhan itu membuat Arga bergerak sedikit. Kelopak matanya terbuka perlahan.

“Sayang…?” suaranya serak, masih setengah sadar.

Ayra tersenyum kecil. “Mas capek ya, sampai ketiduran di sini?”

Matanya melembut saat melihat suaminya benar-benar bangun. “Kenapa nggak pulang saja ke rumah?”

Arga langsung meraih tangan Ayra yang masih berada di pipinya. Ditatapnya wanita itu dengan lelah tapi hangat.

“Mas juga ingin menemani Sam,” jawabnya pelan. “Maaf, semalam Mas harus balik ke kantor. Ada beberapa dokumen yang harus diselesaikan cepat… jadi Mas pulang sudah terlalu malam, kamu juga sudah tidur.”

Ayra menggeleng kecil. “Nggak apa-apa.” Senyumnya tetap lembut, tidak ada nada menyalahkan sedikit pun.

“Kalau begitu aku carikan sarapan ya.” lanjutnya.

“Hem.”

Saat Ayra hendak berdiri, Arga justru menarik tangannya pelan. Tubuh Ayra sedikit jatuh kembali ke arahnya.

Arga menatapnya sebentar sebelum mengecup kening istrinya lama, penuh rasa sayang.

“Terima kasih banyak, sayang…” ucapnya pelan. “Terima kasih sudah jadi ibu yang baik untuk Samuel.”

Ayra tersenyum, lalu menggeleng kecil.

“Samuel itu putra kita,” jawabnya lembut. “Sudah sepantasnya aku mencintai dan menjaganya.”

Ada jeda kecil.

Arga masih memegang tangan Ayra, jempolnya mengusap punggung tangan itu perlahan.

“Semalam dia sempat menanyakan kamu waktu kamu sedang mengantar Shella pulang,” ucapnya kemudian, datar tapi tetap lembut.

Kalimat itu tidak berubah nada. Tapi ada sesuatu yang sedikit mengganjal di dalamnya.

Arga hanya terdiam sesaat, pria itu menatapnya lama, lalu mengusap pipi Ayra dengan ibu jarinya.

“Biar aku nanti yang bicara dengannya,” ucapnya pelan.

Ayra mengangguk lagi sebelum akhirnya benar-benar berdiri. “Mas tunggu di sini ya. Aku beli sarapan dulu.”

Arga mengangguk. “Jangan lama.”

Ayra tersenyum kecil sebelum keluar dari ruangan. Langkahnya baru saja menghilang di balik pintu, suasana ruangan langsung terasa lebih sunyi.

Arga masih duduk di sofa, matanya tertuju ke arah ranjang Samuel. Anak itu masih tertidur.

Arga meraih ponselnya, mengecek beberapa laporan kantor yang masuk. Hingga tak berapa lama kemudian, suara kecil yang serak membuat tatapannya beralih.

"Mama.. Papa..." panggil Samuel, dengan suara serak yang lirih.

"Sam..." Arga segera menaruh ponselnya kembali, lalu bangkit menuju ranjang Samuel.

"Sam nggak papa sayang?" tanya Arga, ada sedikit kekhawatiran disana.

Samuel menggeleng pelan. Menatap wajah Arga.

"Papa sudah pulang ya? Mama mana?" tanya Samuel, menyadari Ayra tidak ada disana.

"Mama sedang pergi sebentar beli sarapan. Samuel masih sakit?" tanya Arga, mengusap rambut putranya pelan.

Bocah kecil itu menggeleng. "Cuma sedikit.."

"Anak papa hebat!" kata Arga dengan bangga.

"Maaf karena papa semalam harus kembali kekantor karena ada beberapa pekerjaan. Papa tidak bisa menemani Samuel,"

Samuel menatapnya polos, mata kecilnya masih setengah mengantuk.

“Pekeljaan dengan Tante Shella, ya?” tanya bocah itu dengan suara cadel.

Deg.

Udara di dalam ruangan seolah langsung berubah lebih berat.

Gerakan Arga yang awalnya lembut langsung terhenti seketika. Wajahnya yang tadi hangat perlahan memucat, seperti kehilangan warna dalam satu detik.

“Bukan.. ” suaranya sedikit serak, berusaha tetap tenang. “Tante Shella sakit, jadi papa antar pulang,”

Samuel mengerjap pelan, tidak benar-benar memahami perubahan ekspresi ayahnya. Bocah itu hanya mengangguk kecil.

“Papa janji, kalau Samuel sudah sembuh kita akan jalan-jalan…”

Senyuman lebar langsung muncul di wajah bocah itu. Matanya yang tadi lemah karena sakit kini kembali berbinar, seolah kata-kata itu memberi tenaga baru untuk tubuh kecilnya.

“Benal ya, Pa?” tanya Samuel antusias dengan suara cadelnya.

“Iya…” Arga mengusap kepala anak itu pelan. “Papa janji.”

Samuel tersenyum lebar, seolah sudah tidak sabar menunggu waktu akan itu datang. Untuk sesaat, suasana ruangan terasa lebih hangat, lebih ringan dari sebelumnya.

Namun tidak lama suara pintu ruang rawat terbuka membuat Arga dan Samuel langsung menoleh bersamaan.

Cklek.

Samuel yang semula tersenyum langsung terlihat semakin bersemangat. Matanya berbinar, seolah yakin yang datang adalah Ayra.

Bahkan bocah itu sudah tidak sabar untuk menceritakan pada sang mama jika sebentar lagi mereka bertiga akan pergi berlibur.

“Mama!” serunya pelan, hampir bangun.

Namun langkah yang masuk bukanlah Ayra. Senyum itu perlahan memudar.

Karena yang berdiri di ambang pintu justru Shella. Wanita itu tampak rapi seperti biasa pakaian formal, rambut tertata rapi, dan wajah yang terlihat lebih segar dibanding semalam. Di tangannya ada beberapa kantong belanjaan.

“Shella?” Arga langsung berdiri dari kursi.

Shella tersenyum kecil ke arahnya sebelum mengalihkan pandangan pada Samuel.

“Sam… bagaimana kabarmu, sayang?” suaranya lembut.

Ia melangkah masuk, lalu menaruh beberapa barang di atas meja kecil di samping ranjang. Setelah itu, ia mengangkat satu paper bag dan mendekati Samuel.

“Tante bawa ini untuk Samuel. Pasti kamu suka…” Ia menyerahkannya dengan hangat.

Namun Samuel hanya menatapnya tanpa senyum. Bahkan tidak menunjukkan minat sedikit pun.

Tangannya tetap menggenggam selimut, matanya kembali redup seperti sebelum Arga mengucapkan janji tadi.

Arga memperhatikan perubahan itu sekilas, lalu menoleh ke Shella.

“Kamu sengaja kemari?” tanyanya langsung.

Shella tidak tampak tersinggung. Ia hanya tersenyum kecil, lalu mengangguk.

“Iya.”

Lalu dengan tenang ia melanjutkan, sambil membuka satu kantong lain.

“Aku bawakan sarapan juga untuk kalian.”

Satu per satu ia mengeluarkan makanan dari dalam kantong itu dengan rapi, lengkap, seperti sudah dipersiapkan sebelumnya. Ia bahkan menaruh satu kotak khusus di depan Arga.

“Ini untuk kamu juga.”

Arga menatapnya sebentar. “Seharusnya kamu tidak perlu repot-repot…”

Shella hanya menggeleng pelan.

“Tidak apa-apa.” Suaranya tetap tenang. “Lagipula hari ini jadwalmu cukup padat, jadi kamu harus makan lebih banyak.”

Deg.

Ucapan tersebut sampai ke telinga Ayra, wanita itu saat ini tengah berdiri mematung di ambang pintu.

Tangannya masih menggenggam kantong sarapan yang ia bawa dari luar. Bibirnya sedikit terbuka, tapi tidak ada kata yang keluar.

-

-

To be continued...

1
Anonim
BUNUH ARGA
You `ka
sekarang tinggal takut sendiri kan, Arga?? makannya jangan jadi orang bodoh!😡
sunaryati jarum
Laporkan Arga pada pihak yang berwajib atas tindakan kekerasan
Zhao_Xena: siap Mak/Good/
total 1 replies
Ma Em
Biar saja Ayra keguguran agar TDK punya anak keturunan dari Arga dan bisa lepas bebas tdk ada hubungan lagi dgn Arga , semoga nanti Ayra hamil lagi setelah menikah dgn lelaki yg baik dan bertanggung jawab juga cinta dan sayang pada Ayra .💪
gina altira
Arga kamu jahat
Zhao_Xena: marahin aja kak...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Arga ini suami macam apa sih! tega banget buat ayra kesakitan seperti itu 😡😡
Zhao_Xena: macam-macam kak..🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Tristan datang tepat waktu!💪
sunaryati jarum
Sebelum mobil bergerak Bima sudah datang menyelamatkan dan menangkap pelakunya
You `ka
ayo Bima cepat sampai. ayra dalam bahaya /Determined/
Zhao_Xena: nunggu minjem kostum Batman dulu kak.. biar bisa terbang..💃💃💃🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
enak banget Nyonya Ratna bicara seperti itu... dasar wanita picik!😤😤
You `ka
waduh.. bahaya sekali mamanya Tristan ini 😭😭🤣🤣
You `ka
calon mantu niih.. senggol dong..🤣🤣
You `ka
waaahh.... duren niih..🤣🤣
Ma Em
Oma jgn mau terbujuk oleh rayuan Bu Ratna karena Bu Ratna tdk mau hdp nya susah setelah Arga berpisah dgn Ayra makanya Bu Ratna tdk ada ngin Arga bercerai dgn Ayra , lbh baik Ayra secepatnya bisa berpisah dgn Arga karena Ayra sdh dapat kenalan baru untuk menjadi pengganti Arga yaitu Tristan .
sunaryati jarum
Calon jodoh sepertinya,doa mama Wijaya terkabul , bahkan nanti dapat bonus , karena Aira sedang hamil
Zhao_Xena: sepertinya begitu 🤣🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Bagus
Zhao_Xena: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya....🥰🥰
total 1 replies
sunaryati jarum
Bravo Aira sudah benar apa yang kamu lakukan, dibicarakan baik- baik Arga? Apa saat kamu akan menikahi Shella kamu bicarakan dengan Aira? Kalian egois tidak memikirkan perasaan Aira.Sekarang rasakan akibatnya.Numpang hidup mewah saja berani selingkuh.Dan Ratna sok- Sokan berkuasa.
Ma Em
Makanya Bu Ratna , Lisa kalau hdp mewah mu dari harta orang lain jgn sombong sok berkuasa sedangkan uang yg kalian untuk senang2 beli ini itu uang dari perusahaan milik Ayra dan setelah diambil sama yg punya nya kamu jadi gembel , sekarang kalian rasakan menyesal pun sdh tdk ada gunanya lagi .
sunaryati jarum
Kalian mau kembali ke asal 🤣🤣🤣🤭
sunaryati jarum
Nikmati saja buah dari perbuatan kalian, karena dilimpahi kemewahan kalian lupa diri asal ada harta melimpah hingga berani membohongi orang yang sangat berjasa pada kalian.
Zhao_Xena: kacang lupa kulitnya 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!