NovelToon NovelToon
Ibu Pengganti Untuk Anak Kembar Sang CEO

Ibu Pengganti Untuk Anak Kembar Sang CEO

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: bbsya

Demi membiayai pengobatan rumah sakit ibunya, Alya terpaksa mengambil keputusan paling nekat dalam hidupnya: menerima tawaran menjadi pengasuh sekaligus "Ibu Pengganti" rahasia. Tugasnya tidak mudah, ia harus menjinakkan Leon dan Lulu, sepasang anak kembar jenius berusia empat tahun yang terkenal super rewel dan selalu berhasil mengusir puluhan pengasuh sebelumnya.
​Namun, sebuah keajaiban terjadi. Di hari pertama mereka bertemu, si kembar langsung memeluk Alya dan memanggilnya "Mama".
​Hal itu membuat Adrian Vasillo, seorang CEO dingin, kejam, dan tidak tersentuh, terkejut setengah mati. Adrian yang selama ini menutup hatinya dari wanita, akhirnya menawarkan kontrak pernikahan demi kebahagiaan anak kembarnya. Alya mengira tugasnya hanya berpura-pura menjadi ibu yang baik di depan si kembar. Namun, ia keliru.
Di balik tatapan dingin Adrian, pria itu mulai menuntut hak-haknya sebagai seorang suami nyata. Di saat perasaan Alya mulai goyah, satu per satu rahasia masa lalu mulai terkuak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bbsya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai di Lereng Merapi

Pranggg!

Tablet di tangan Rendra terlempar ke sudut ruangan, layarnya retak seribu akibat benturan keras dengan lantai semen.

Adrian langsung mengunci pergerakan Rendra di bawah himpitan tubuh tegapnya. Dengan satu gerakan taktis yang terlatih, Adrian memelintir lengan kanan Rendra ke belakang punggungnya. Rendra mengerang kesakitan, napasnya tersengal di antara debu dan sisa gas air mata yang mulai menguap ditiup angin lereng Merapi yang menerobos masuk lewat jendela-jendela yang hancur.

"Lepaskan aku, Vasillo! Lepaskan!" teriak Rendra parau, mencoba meronta namun sia-sia. Kekuatan fisiknya sama sekali bukan tandingan Adrian yang bergerak dengan presisi dingin seorang predator.

"Kamu sudah kalah, Adiputra," desis Adrian tepat di samping telinga Rendra. Suaranya begitu tenang, namun getaran kemarahan yang tertahan di dalamnya sanggup membuat bulu kuduk berdiri.

Malik dan tiga anggota tim taktis langsung merangsek masuk melalui pintu pecah. Dengan sigap, mereka mengambil alih tubuh Rendra dari cengkeraman Adrian, memasangkan borgol baja di kedua pergelangan tangan pria yang kini tampak sangat menyedihkan itu.

Alya segera berlari melewati kekacauan itu untuk menghampiri Elena yang masih terikat. "Elena! Kamu tidak apa-apa?" tanya Alya panik, jemarinya dengan cepat membuka simpul tali yang mengikat pergelangan tangan dan kaki mantan istri suaminya itu.

Elena langsung ambruk ke pelukan Alya begitu ikatannya lepas. Tubuhnya bergetar hebat. "Alya... maafkan aku... aku tidak bermaksud membawa bahaya ini kembali kepadamu... aku hanya ingin pergi," isak Elena di bahu Alya.

"Sstt, sudah. Semuanya sudah berakhir. Kamu aman sekarang," bisik Alya menenangkan, sambil mengusap punggung Elena dengan lembut.

Adrian berdiri perlahan, merapikan kemeja gelapnya yang sedikit kotor karena debu lantai. Ia berjalan mendekati sudut ruangan tempat tablet Rendra tergeletak. Setelah memungutnya, ia memeriksa layarnya yang masih menyala redup meski retak parah.

"Malik," panggil Adrian tanpa mengalihkan pandangannya dari gawai tersebut.

"Ya, Tuan Besar?" Malik melangkah mendekat setelah memastikan Rendra diamankan oleh tim luar.

"Hancurkan server penyimpanan cadangan yayasannya malam ini juga. Pastikan tidak ada satu pun salinan video ini yang tersisa di dunia digital," perintah Adrian, lalu menjatuhkan tablet tersebut ke lantai dan menginjaknya hingga hancur berkeping-keping di bawah sepatu kulitnya.

"Sudah diproses oleh tim siber kita sejak sepuluh menit yang lalu, Tuan. Seluruh data komparatif di server yayasan mereka telah dihapus secara permanen menggunakan protokol pembersihan total," jawab Malik dengan nada profesionalnya yang dingin.

Rendra, yang kini diseret berdiri oleh petugas keamanan, mendongak dengan tatapan mata yang kosong namun penuh kebencian. "Kamu pikir kamu sudah menang, Adrian? Aku mungkin hancur... tapi ingatan Alya tentang masa lalu kami akan selalu menjadi hantu di dalam pernikahan kalian! Kamu tidak akan pernah bisa memiliki hatinya secara utuh!"

Adrian tidak terpancing. Ia berjalan mendekati Rendra, lalu berhenti tepat satu jengkal di hadapan pria itu. Matanya menyipit berbahaya.

"Kamu salah, Rendra," ujar Adrian tenang, namun setiap katanya terdengar sangat tegas. "Alya tidak pernah menjadi milikmu sejak hari pertama dia memilih untuk melindungiku dan anak-anakku. Masa lalu yang kamu agung-agungkan itu hanyalah ilusi dari pria pecundang yang tidak sanggup melangkah maju."

Adrian kemudian menoleh ke arah dua pengawalnya. "Bawa dia keluar dari sini. Serahkan pada pihak kepolisian Yogyakarta atas tuduhan penculikan, pemerasan, dan sabotase properti."

"Baik, Tuan!"

Setelah Rendra diseret keluar dari gedung tua tersebut, suasana di dalam ruangan perlahan-lahan mereda. Angin malam bertiup kencang, membawa pergi sisa-sisa ketegangan yang pekat.

Adrian berjalan menghampiri Alya yang masih merengkuh Elena. Ia berlutut di samping istrinya, meletakkan telapak tangan hangatnya di atas bahu Alya.

"Kita pulang sekarang," ucap Adrian lembut.

Alya menatap suaminya, merasakan kelegaan yang luar biasa besar mengalir di dalam dadanya. Badai di lereng Merapi malam ini akhirnya benar-benar telah menyapu bersih sisa-sisa masa lalu yang mengancam mereka. "Iya, Adrian. Mari kita pulang ke rumah."

1
Umi Fitriani
mampir Thor
Lili Inggrid
ceritanya menarik...runut..alur cerita enak untuk dibaca...semangat💪🔥👍
Rian Moontero
mampiiirr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!