NovelToon NovelToon
The Last Lotus

The Last Lotus

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:35.6k
Nilai: 5
Nama Author: sri devi

Demi rasa cinta yang besar, seorang perempuan menyembunyikan kebenaran. Baginya kebenaran tidak ada gunanya tanpa kepercayaan.

Rasa cinta yang memudar seiring dengan kepercayaannya kepada perempuan itu, ia berusaha mencari kebenaran untuk ibundanya, tetapi ia justru terjebak dalam cinta yang lain.

Sedangkan dia memegang kunci kebenaran yang di sembunyikan perempuan tersebut, dan juga kepercayaan yang di berikan tapi ia juga terjebak dalam cinta yang salah.

Akankah mereka berhasil mencari kebenaran?
Apakah perempuan itu mendapat kepercayaan?
Apakah dia dapat terbebas dari cinta yang salah?

Penasaran? langsung baca yuk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sri devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta

Jira tak tahu kapan pastinya dia mulai menyukai Arsa yang sejak bayi ada di dekatnya. Jira tak ingat kapan pertama kali dia merindukan Arsa bila pemuda itu tak tampak batang hidungnya. Jira juga tak mengerti sejak kapan dia merasa cemburu saat melihat Arsa bersama perempuan lain sekalipun perempuan itu Crystal, adik yang juga dikenal Arsa sejak bayi. Yang Jira tahu dia harus belajar menyembunyikan perasaan. 

Belajar dari pengalaman, Jira menyadari bahwa menujukkan rasa cinta akan membuat diri lebih terluka dan terhina saat orang yang dicinta berpaling dengan mudah. Jira tak mau direndahkan seperti ibunya yang bertahan di sisi ayahnya atas dasar cinta meski terluka. Jira juga tak mau menjadi seperti ayahnya yang diperbudak rasa cinta meski wanita pujaannya telah tiada. 

"Turun di depan lobi aja!" Jira memekik saat sopir akan berhenti di pintu samping SMA Duta Bangsa. 

"Loh, kenapa, Kak?" tanya Crystal heran. 

"Semua juga sudah tahu kita serumah," jawab Jira tanpa menoleh hingga dia tak bisa menatap wajah Crystal yang berseri. Jira bahkan tak sadar Crystal turun dari mobil dengan perlahan agar semua mata memandangnya pergi ke sekolah bersama Jira. 

"Halo, Sayang!" 

Langkah kaki Jira dan Crystal terhenti oleh seruan Arsa yang melengking jauh di parkiran. Ketika Jira tetap melangkah, Crystal memanggilnya. "Kak, dipanggil Kak Arsa!"

"Dia nggak nyebut nama," jawab Jira enteng. Crystal terpukau karena Jira menanggapi obrolannya hingga tanpa sadar dia terus memancing percakapan. 

"Kan, dia panggil sayang!" seru Crystal. 

Secara mengejutkan Jira berhenti melangkah hingga Crystal menabrak punggungnya. 

"Egh, iya, kan? Sayangnya Kak Arsa cuma Kakak ..." kata Crystal dengan takut karena Jira menatapnya tajam.

"Aku ke kelas duluan," lanjut Crystal berusaha melarikan diri tapi Jira menahan lengannya. Crystal terhenyak, rasanya butuh waktu berabad untuk bisa melakukan kontak fisik dengan Jira yang kini sedang membuka tas dan mengeluarkan sebuah buku tulis. 

"Ini catatan fisika," kata Jira sambil menyerahkan buku ke tangan Crystal lalu meninggalkannya. 

"Crys, Jira dengar nggak sih kalau tadi kupanggil?" tanya Arsa kesal tapi Crystal yang terlalu kaget oleh sikap Jira, tak menjawab. 

"Kamu kenapa?" tanya Arsa heran tapi karena Jira semakin menjauh, Arsa tak mendengarkan gumaman tak jelas Crystal. Secepatnya Arsa berlari mengejar langkah Jira. 

Dari belakang Crystal masih berdiri terpaku menatap Arsa yang memaksa merangkul pundak Jira. Crystal bisa melihat Jira menepis tangan Arsa tapi berikutnya mereka tertawa, mungkin Arsa sedang mengungkapkan kekonyolan lagi. 

Perlahan seulas senyum melengkung di bibir Crystal. Hatinya mendadak lega. Tak ada lagi rasa gundah akibat perjodohan Arsa dengan Jira kala matanya menatap buku catatan Jira di tangannya. Sambil melangkah, Crystal masih menatap punggung Jira dan Arsa yang menghilang di belokan. 

"Mereka kakak-kakakku, aku sayang mereka semua."

**

Arsa tak berhenti tersenyum menatap Jira yang memberinya wajah masam. Mereka baru saja selesai makan di sebuah cafe. Arsa berhasil merayu Jira untuk mau pulang bersamanya. 

"Ji, jadi kita pacaran?" tanya Arsa membuat Jira tersedak. 

"Semaunya!"

"Lah jadi apa? Sahabatan? Aneh, ah!" sahut Arsa asal hingga Jira tertawa. 

"Kenapa ketawa?" tanya Arsa heran walau dia senang melihat tawa lepas pada wajah ratu es di depannya ini. 

"Sejak kapan kamu jadi lucu gini, Sa?" tanya Jira, sengaja menyebut nama panggilan Arsa waktu kecil. 

"Sejak kamu sudah sadar kalau aku ada di dekatmu. Selama ini kamu seolah nganggap aku nggak ada," kata Arsa jujur. 

"Hm, bukannya kamu yang memang nggak pernah ada? Kamu nggak pernah datang untuk nyari aku, kan?" tanya Jira, menyindir Arsa yang memang datang ke rumah dengan alasan mencari Crystal. 

"Kamu jealous sama Crsytal? Dia adikmu, loh!"

"Bukan," jawab Jira dingin. Arsa menghela napas tapi tak ingin berdebat. Dia tahu perasaan Jira tentang Crystal. 

"Ya sudah, kalau gitu anggap dia adik iparmu karena buatku Crystal itu kayak adikku sendiri!"

Jira terbengong tapi kemudian tertawa lagi. "Maksa!" umpat Jira tapi Arsa hanya tersenyum dan menahan kepalanya dengan sebelah tangan dia mengamati wajah Jira. 

"Ji, kenapa dulu aku nggak pernah sadar kalau kamu cantik banget?" tanya Arsa yang sukses membuat wajahnya penuh cipratan milkshake dari sedotan yang dikibaskan Jira dengan sengaja. 

Arsa menjerit tak terima karena bajunya juga kotor tapi Jira malah tertawa. Demi tawa bahagia Jira, Arsa tak berani marah. Dia diam saja dan pasrah menerima perlakuan semena-mena Jira. Setelah puas bicara, Arsa mengantar Jira pulang dengan motornya. Di halaman, keduanya bertemu dengan Crystal yang tertawa riang menyemprotkan air ke arah tukang kebun. 

"Crys, jorok!" teriak Arsa karena melihat Crystal basah kuyup. Gadis itu menoleh dan tersenyum di kejauhan menatap Arsa dan Jira. Perlahan Crystal mendekat untuk menyapa keduanya tapi Jira segera pergi tanpa sempat menatap Crystal. 

"Nih buat kamu." Arsa mengulurkan kantong kecil berisi kentang goreng dan burger dari cafe tempat dia makan bersama Jira. 

"Wah, makasih, Kak!" Crystal memekik girang. Dilemparnya selang air sembarangan lalu diraihnya kantong di tangan Arsa. Tanpa permisi, Crystal berlari ke dalam rumah, mencetak jejak basah dan kotor di lantai rumah yang membuat Dara merasa dongkol tapi ditahannya amarah yang merambat di ubun-ubun. Tatapan Dara terhenti pada tubuh basah kuyup Crystal yang berdiri di depan kulkas. Tanpa duduk, gadis itu menikmati kentang dan burgernya dengan lahap. 

Bila itu Jira, Dara akan memekik sambil mengomel. Makan sambil berdiri bukanlah perbuatan terpuji dan cenderung memalukan.

"Dasar anak nggak bener!" maki Dara dalam hati.

Sejenak Dara mengumpat Giana juga Crystal tapi berikutnya dia terdiam memandangi wajah Crystal yang panik mencari air karena kepedasan. 

Sebuah nalar menjalar di benaknya. Crystal tidak salah, sejak bayi dia bahkan dipisahkan dari Giana. Tak ada yang memberi tahu Crystal bahwa makan sambil berdiri bukanlah hal baik. Tanpa sadar Dara mendekati ruang makan, menyeret kursi dan meletakkan di sebelah Crystal yang terkejut menatapnya. Air yang menetes dari tubuh Crystal, membuat gadis itu ketakutan. Dia tak menyadari bila ibu tirinya sedang memperhatikan. 

"Maaf, Ma ..." Crystal menunduk ketakutan. 

"Jangan makan sambil berdiri kecuali di standing party," kata Dara datar seraya berlalu untuk memanggil Bi Ami. 

"Ya, Bu?" Bi Ami datang tergopoh sambil melirik Crystal yang masih gemetaran. 

"Suruh Inah pel lantai di luar," kata Dara tanpa menatap Bi Ami. Crystal yang mendengar suara Dara perlahan duduk di kursi, entah mengapa dia merasa burger yang ditelannya kali ini terasa lebih lezat dari biasanya. 

*

Di dalam kamar, Jira tersenyum sendiri. Tangannya mengenggam sebuah gelang hitam. Gelang yang sama seperti milik Arsa. Saat di cafe, Arsa memaksa memakaikan gelang pasangan sebagai tanda mereka resmi pacaran tapi Jira menolak dengan alasan norak. 

"Jira, kamu ngapain?" suara Dara yang menggema di depan kamar sukses mengagetkan Jira. Belum sempat menyembunyikan gelang hitam di tangan, Dara sudah berada di depannya. 

"Ngapain?" selidik Dara. 

"Nggak ngapa-ngapain, mau tidur."

"Tadi ngapain aja sama Arsa?" selidik Dara lagi. 

"Makan aja," jawab Jira datar sembari berusaha mengalihkan pandangan Dara dari tangannya yang mengenggam gelang. 

"Apa itu?" tanya Dara. 

Jira mengumpat dalam hati karena tak bisa berkelit dari tatapan tajam Dara yang sudah meraih tangannya. Seulas senyum mengembang di wajah Dara. 

"Gelang couple ya? Kalian pacaran?" tanya Dara gembira. 

"Nggak, kok. Biasa aja, Ma. Sama aja kayak barang kembaran kita waktu masih kecil."

Tapi Dara tetap tersenyum lebar bahkan sudah tertawa kecil. "Ya dipakai aja, bagus, kok."

Jira menggeleng lalu seolah gelang itu tak berharga, dia melemparnya begitu saja ke atas nakas hingga Dara menggeleng-gelengkan kepalanya. 

"Ya sudah, mandi dulu kalau mau istirahat," kata Dara sambil mencium kepala Jira dan pergi ke luar. Mata Jira fokus menatap Dara, begitu wanita itu menghilang, dia segera mengunci pintu dan mengambil gelang pasangan. 

Jira tak mau memakainya karena takut gelang itu akan rusak atau hilang. Jira lebih senang menyimpannya di kotak berbentuk hati yang tersembunyi di lemari bajunya. Setelah merogoh agak jauh ke dalam, Jira tersenyum seraya meletakkan gelang itu di atas beberapa barang kecil lainnya. Termasuk sebuah gelang pemberian Crystal saat masih SD. 

1
sksksk
kece
??????@!2😍😄6h9
Nemu Lg karya yg the best
Ilfra Ilivasa
dari prolog udah bagus kak! mantap!
Ilfra Ilivasa
mantap kata-katanya! dan akan saya jawab, "ia tidak marah, melainkan sang awan lah yang menghilangkan bulan dan itu artinya bulan itu tidaklah marah. Dirinya hanya membutuhkan waktu untuk keluar dari awan itu"
Eva Sri Wahyuni
ini novel yang paling sad sih 😭
sksksk: sengaja buat yang sad" bund biar keluar air matanya 🤭
total 1 replies
sksksk
bagus banget
⚚𝓐𝔂𝓮͠𝓼𝓱𝓪͛👒
yaa aampuun thor berasa banget beban yg di tanggung jira semasa hidupnya
ga nyangka dia bakal pergi padahal yg berjuang sekuat tenaga adalah jira
kirain endingnga jira bakal bahagia padahal bahagianya hanya sementara
keren sih authornya memang ku akui ceritanya berat banget full masalah tapi itu yg jadi keseruan tersendiri gimana dia bisa menjalani semuanya dan bisa melindungi orang orang yg di sayangi
sksksk: makasi kakak sudah mampir
total 1 replies
Arasa Cimamahmuda
nyimak
nura julian
tulisan rapi 👍
sksksk: terimakasih 🥰
total 1 replies
Quora_youtixs🖋️
semangat terus sukses selalu buat karyamu 👍
Yeni Eka
Aku hadir nih thor kasih boom like
Nona Bucin 18294
💜💜💜
Nona Bucin 18294
like like like 💜
Nona Bucin 18294
Hai kak aku mampir,,,
circle
aku mampir Thor, 😘😘
Sweet chicie💞
wah aku up jejak sampai disini dlu ya kak,, nyicil baca ya ni bakal jadi pr,,, mangattt
Sweet chicie💞
rindu mampir kak, baru mulai baca udah tertarik kak, semangat ya berkarya terus,...
Sweet chicie💞
like
Sweet chicie💞
up
SoVay
hadiiiirrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!