Seorang gadis desa yang di Carikan jodoh oleh sang kakek,badan yang semakin lelah dan umur yang kian bertambah usia,membuat sang kakek mencari kan sang cucu jodoh,agar ada yang menemani cucu nya yang tidak punya siapa - siapa lagi,di saat kakek nanti sudah tiada. dan di pertemukan dengan 2 Pria kakak beradik yang sangat berbeda sikap nya membuat Reina sangat binggung saat di suruh oleh sahabat kakek nya memilih siapa yang akan Reina pilih sebagai suami.
hari - hari Reina di mulai di rumah itu untuk mengenal sebelum ia menjatuhkan pilihan.
Menurut kalian siapa yang akan di pilih Reina?,Yuk di simak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
06 - Memikirkan
Sesampai dirumah.
Reina memasak untuk makan malam ia dan Kakek nya.
"Reina." Panggil Kakek.
"Iya Kakek."jawab Reina.
"2 Hari lagi,akan ada supir Kakek Irwan datang menjemput kita,Kakek kasi tahu kamu agar kamu bisa siap - siap,kita akan bertamu ke rumah calon suami mu." Ucap Kakek Josep.
"Iya Kek." Jawab Reina dan mencoba tak menampakkan kesedihan di wajah nya pada Kakek nya.
Selesai Reina memasak,Kakek Josep dan Reina duduk makan bersama.
"Kek,apa aku boleh mengajak Salsa ikut ke kota?." Tanya Reina disela - sela menikmati makanan.
"Tentu saja boleh." Jawab Kakek Josep.
Reina yang mendengar pun tersenyum,karena merasa sediikit lega saat ia bisa membawa sahabat nya ikut serta,kini hanya menunggu jawaban dari salsa saja.
.
.
.
.
Selesai makan.
Reina duduk di teras rumah nya. sembari membaca buku yang tadi ia beli.
Tiba - tiba saja terlintas di pikiran nya sosok sahabat main nya saat Kecil Elang dan Gilang ,mereka selalu bermain bersama dan keceriaan terlihat di wajah mereka saat mereka bermain bersama. hingga pada suatu hari Kakek Irwan memutuskan berbisnis di kota mengajak putra sekaligus menantu dan cucu nya dan hanya kakek Irwan yang datang ke desa 2 tahun sekali untuk bertemu sahabat nya yang adalah Kakek Josep.
Lama tidak bertemu,entah seperti apa sekarang wajah Mereka. gumam Reina.
Reina lalu teringat salah satu dari adik beradik itu,yaitu Elang,Saat masih Kecil Elang yang lebih dekat dengan nya dan selalu perhatian pada nya,meski umur elang saat itu 15 tahun dan Reina 10 tahun,membuat Elang seperti seorang kakak yang selalu melindungi nya saat ia kecil,Reina sangat menyayangi Elang,hingga rasa sayang nya pada Elang kian memundar dan hilang,kala semakin berjalan nya waktu dan tidak pernah datang nya elang ke desa itu untuk menjenguk dan menemuinya.
Perjodohan Kakek Reina membuat Reina kembali teringat masa kecil nya bersama kedua beradik itu,dan juga perjodohan ini Masih dipertanyakan Reina dalam hati, siapa yang akan di jodohkan dengan Reina nanti.
"Reina." Panggil Kakek dan membuyarkan lamunan Reina seketika,dengan cepat ia menutup pintu yang ia baca dan reflek berdiri.
"Iya Kek." Jawab Reina.
"Duduk saja Nak,tidak apa - apa." Kata Kakek dan Reina pun duduk,kakek Josep pun duduk di samping Cucu nya itu.
"Maafkan kakek jika perjodohan ini membuat kamu sedih Reina. Apa yang Kakek lakukan semua untuk kebaikan kamu." Ucap Kakek Josep.
"Iya Kek,Reina mengerti,kakek tidak usah pikirkan lagi,Reina percaya suami pilihan Kakek sudah pasti yang terbaik untuk Reina." Jawab Reina dan menyandarkan kepala nya di pundak kakek Josep.
"Kakek sangat bersyukur punya Cucu yang baik dan patuh seperti kamu,terima kasih sudah membuat Kakek bangga.," Ucap Kakek Josep perlahan.
"Kakek...." Saut Reina tersenyum.
Kakek Josep merasa agak Lega setelah mendengar dari mulut cucu nya kalau ia sudah menerima perjodohan ini,meski kakek Josep tahu ini berat dan tidak mudah bagi cucu nya.
.
.
.
Keesokan hari nya.
Reina pun mencari sahabat nya di sela - sela kerjaan nya.
"Ada apa Rei,tumben nyamperin,biasa juga ketemuan di pohon." Ucap Salsa.
"Sal,aku mau ajak kamu ke kota mau gak?,Aku akan bertemu dengan keluarga calon suami ku,kalau aku sendiri aku rasanya gugup,paling tidak ada kamu yang menimalisir kegugupan ku." kata Reina dengan tatapan penuh permohonan.
"Sal mana mungkin aku bisa." Salsa Menghela Nafs dengan berat dan Reina sudah terlihat sedih.
"Mana mungkin aku bisa nolak kamu si,tentu saja aku mau." Lanjut salsa tertawa kecil.
seketika senyuman lebar di wajah Reina mekar ,karena sahabat nya akan ikut menemani nya ke kota beberapa hari.
.
.
.
.
.
Bersambung
gak suka tp nempel x