HIATUS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekesalan Kevin
Sakin seriusnya Kevin. Ia tidak sengaja menjatuhkan cincin lamarannya. Anin yang sedari tadi memperhatikan Kevin mengikuti kemana cincin itu terjatuh. Keduanya mengejar cincin yang mengelinding di lantai.
Cincin itu tersangkut di sebuah jaring penghalang kolam renang. Anin berusaha mengapai cincin itu.
"Hati-hati jangan sampai cincinnya jatuh ke kolam." Ucap Kevin memperingatkan
"Cepat pegang tangan saya." Anin mengulurkan tangannya.
"Kamu pindah saja biar saya yang mengambilnya." Ucap kevin.
"Kamu tarik saja tangan saya, saya hampir mendapatkannya." ucap Anin
Kevin meraih tangan Anin. sementara Anin berusaha mengapai cincin itu.
"Itu cincin pernikahanmu?" tanya Anin
"Kenapa kamu begitu ikut campur?" tanya Kevin ketus.
Saat Anin Akan mendapatkan cincin itu tangannya terlepas dari gengaman Kevin. Anin terjatuh kedalam kolam renang. Kevin membuka jasnya dan menyusul Anin kedalam kolam yang terjebak di dalam jaring.
Anin pingsan setelah mendapatkan cincin itu. Kevin membawa Anin ketepi kolam dan menidurkannya ke lantai. Kevin berusaha menyadarkan Anin dengan memompa dadanya tapi Anin belum sadar juga. Mau tidak mau kevin harus meberi nafas buatan.
Saat Kevin mendekatkan mulutnya kemulut Anin. Anin terbatuk membuat keningnya membentur kening Kevin.
"Maafkan aku." ucap Anin. "Anin memberikan cincin pada Kevin. " Aku mendapatkannya." Ucap Anin bahagia. "Ambillah gengam dengan erat semoga lamaran dan pernikahanmu berjalan lancar." Ucap Anin. ya Anin adalah gadis yang baik. Ia suka menolong orang walupun itu bisa membahayakan dirinya.
Kevin membantu Anin berdiri. "Terimakasih." ucap Kevin dan berlalu pergi.
"Kenapa kamu mengikuti saya?" tanya Kevin ketus karena Anin berjalan di belakangnya.
"Kamarku ada di sini." ucap Anin melewati kevin begitu saja.
"Untuk apa kamu mengikutiku?" tanya Anin saat melihat Kevin berjalan di sampingnya.
"Kamarku juga ada disini" ucap Kevin ketus.
-
-
-
"Jadi kamarmu disini?" tanya Anin dan Kevin bersamaan. kamar keduanya berseblahan.
"Ternyata wanita cantik yang menolongku tadi adalah orang yang ingin ia lamar. seleranya bagus juga." Batin Anin.
Anin tahu bahwa wanita yang tadi menolongnya adalah pacar Kevin karena ia melihat Ana keluar dari kamar itu buru-buru membawa kopernya.
Setelah keduanya mandi dan akan menganti baju mereka kaget saat mebuka koper masing-masing. Kevin kaget saat melihat pakaian perempuan di dalam kopernya begitupun Anin.
Flashback on
Saat Anin bertemu Ana tadi ia tidak sengaja mengambil koper Kevin karena warna koper meraka sama-sama warna silver.
Flashback Oof
"Apa mungkin koper kita ketukar?" tanya Anin dan Kevin berbarengan saat berada di depan kamar masing-masing. Kevin mengambil kopernya dan mengembalikan koper Anin lalu masuk kembali ke kamarnya.
Kevin tidak menemukan Ana di dalam kamarnya. Kevin mengambil ponselnya yang ia lupa bawa tadi. Kevin langsung menelpon Ana saat melihat enam belas panggilan tak terjawab.
"Ana kamu dimana? aku mencarimu" ucap Kevin setelah Ana menjawab telponnya.
"Kenapa baru sekarang kamu menelponku? aku mencarimu tadi." ucap Ana datar.
"Aku ada urusan tadi." ucap Kevin.
"sebenarnya aku pergi" ucap Ana lirih takut Kevin marah padanya.
"Pergi kemana?" tanya Kevin.
"Aku turun dari kapal." ucap Ana lirih.
"Kamu bilang ingin berada di sisiku. kamu bilang tidak akan kemana-mana. Apa kamu tahu kali ini..." ucapan kevin dipotong Ana. padahal Ia ingin mengatakan bahwa hari ini ia ingin melamar Ana.
"Aku tahu kamu terus mengalah untukku. Tapi kesempatan ini sangat penting bagiku."
"Aku tahu didalam mimpimu selalu aku yang kedua. Tapi Ana kali ini sungguh berbeda. Kenapa harus hari ini?" suara Kevin berubah dingin.
"Maaf" ucap Ana. ia menyadari perubahan suara Kevin.
"Sudahlah. Ana ini terakhir kalinya kamu menguji kesabaranku." Kevin menghela nafasnya dan memejamkan matanya agar emosi tidak menguasai dirinya.
"Iya ini yang terakhir. Aku mencintaimu." ucap Ana.
"Kamu selalu memiliki cara agar aku memaafkanmu. Setelah sampai di sana kabari aku." perintah Kevin.
"iya." ucap Ana.
"Sampai jumpa." Kevin mengakhiri panggilannya.
"kevin kamu gagal lagi." Kevin menatap cincin yang ia gengam dengan perasaan kacau.
TBC
Sekedar info
Novel Takdir Cinta berganti judul menjadi Terpaksa Menikah
Ingat jangan lupa di like, komen and vote.