NovelToon NovelToon
MERTUA JULID

MERTUA JULID

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Romansa
Popularitas:950
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Blurb!
Tujuh tahun menikah, tapi belum dikaruniai anak? Siap-siap telinga panas mendengar julidan mertua!
Nisa dan Dimas harus bertahan dari teror Bu Ratna, mertua sosialita gengsian yang menghalalkan segala cara absurd, demi menimang cucu. Mulai dari minum jus delima pencahar, hingga tidur di kasur giok penyiksa raga. Sanggupkah Nisa bertahan dibawah tekanan mertuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 03

_____🌺

Di klinik kandungan.

"Bukan, Sus. Yang mau periksa perut kembung itu saya, tapi nanti tolong siapin juga suntikan hormon subur buat menantu saya ini ya. Jangan sampai ketukar loh, Sus. Nanti malah saya yang hamil lagi, kan repot urusannya. Harta warisan bisa terbagi dua nanti."

Suara bu Ratna yang melengking sukses membuat seluruh mata ibu-ibu hamil di ruang tunggu klinik kandungan itu menoleh ke arah kami.

Nisa rasanya ingin menghilang saja dari bumi saat itu juga. Ia menundukkan wajah dalam-dalam, menyembunyikan pipinya yang sudah memerah seperti kepiting rebus.

Menemani mertua ke klinik kandungan adalah ide paling absurd abad ini, tapi Nisa sungguh tidak punya pilihan lain untuk menolak.

"Ma, pelan dikit ngomongnya. Dilihatin orang-orang tuh," bisik Nisa sambil menarik pelan ujung baju daster sutra mertuanya.

"Biarin aja! Orang-orang itu ngelihatin Mama karena daster Mama ini merek mahal. Mereka pasti pada kaget ada nyonya besar mau antre di klinik biasa begini. Biasanya kan Mama panggil dokter spesialis langsung ke rumah," balas bu Ratna, dengan dagu terangkat tinggi.

Nisa hanya bisa menghela napas panjang. Klinik ini padahal adalah salah satu klinik paling elit dan mahal di kawasan Jakarta Selatan, tapi di mata mertuanya itu, kalau bukan rumah sakit mewah di Singapura, semuanya masuk kategori 'klinik biasa'.

"Atas nama Ibu Ratna, silakan masuk ke ruang Dokter Haryo," panggil perawat dari ambang pintu.

Bu Ratna langsung berdiri tegap. "Ayo, Nis. Bangun. Jangan lelet begitu gerakannya. Pantesan usahamu buat hamil lambat. Gerak jalan aja, kamu kurang gesit."

Nisa mengekor pasrah di belakang mertuanya masuk ke ruangan ber-AC yang sangat dingin. Dokter Haryo, seorang pria paruh baya berkacamata tebal, tersenyum ramah menyambut kedatangan mereka berdua.

"Selamat siang, Ibu Ratna. Ada keluhan apa hari ini? Tumben sekali periksa ke sini, biasanya yang konsultasi ke saya itu pasangan muda yang mau program anak," sapa Dokter Haryo ramah dan sopan.

"Iya, Dok. Ini perut saya dari kemarin kembung terus. Begah rasanya. Mau buang angin kok susah banget, mau sendawa juga nyangkut di tenggorokan. Saya takut ada kista atau miom, Dok. Maklum, umur udah kepala lima begini," adu wanita beruban itu, sambil duduk di kursi pasien dengan gaya anggunnya.

Dokter Haryo mengangguk pelan paham. "Baik, kalau begitu kita periksa dulu ya, Bu. Silakan berbaring di ranjang periksa sebelah sana."

Sementara bu Ratna berbaring dan diperiksa perutnya oleh dokter, Nisa duduk manis di kursi seberang meja. Ia membuka ponselnya, berniat membalas pesan Dimas yang sejak tadi menanyakan keadaan mereka di klinik.

"Mas, mamamu bikin ulah lagi di klinik. Malu banget aku rasanya dilihatin banyak orang," ketik Nisa cepat lalu mengirimkannya ke Dimas.

Tidak sampai satu menit, balasan dari suaminya masuk. "Sabar ya, Sayang. Namanya juga orang tua. Nanti pulangnya Mas beliin seblak level lima deh buat pelampiasan stres kamu."

Nisa tersenyum tipis membaca pesan suaminya. Seblak level lima memang selalu menjadi obat pereda stres paling ampuh baginya selama ini.

"Gimana, Dok? Ada miom nggak di dalam perut saya?" tanyanya, memecah keheningan ruangan setelah dokter selesai menekan-nekan bagian perutnya.

Dokter Haryo kembali duduk di kursinya sambil terkekeh pelan. Ia mencuci tangannya di wastafel kecil lalu mengelapnya dengan tisu hingga kering.

"Tenang saja, Ibu Ratna. Rahim ibu bersih kok, tidak ada miom atau kista. Perut ibu kembung ini murni karena asam lambung yang naik tajam. Sepertinya ibu salah makan makanan pedas atau asam berlebihan ya belakangan ini?" tanya Dokter Haryo.

Nisa yang mendengarnya langsung menajamkan telinga. Setahu Nisa, mertuanya itu selalu mengatur jadwal makan sehat di rumah.

Ibu Ratna mendadak tampak gelagapan. Wajahnya yang tadi garang tiba-tiba berubah pucat. "Masa sih, Dok? Perasaan saya makan yang sehat-sehat terus tiap hari. Menantu saya ini loh, yang masak tiap hari. Mungkin masakan dia yang kurang bersih bikinnya kali, Dok."

Nisa langsung membelalakkan matanya kaget. Enak saja mertuanya menyalahkan masakannya! "Loh, Mah. Kok tiba-tiba Nisa yang disalahin? Nisa kan cuma masak sayur bening, tempe bacem, sama ayam goreng tepung seminggu ini. Nggak ada yang pedas loh, Ma."

"Ya mungkin minyak goreng mu, itu kurang bagus! Kamu belinya yang curah kan pasti harganya murah? Ngaku aja deh kamu!" tuduh bu Ratna tak mau kalah berdebat.

"Nisa selalu beli minyak goreng kemasan botol yang mahal itu loh, Ma. Yang Mama sendiri suruh beli di supermarket depan kompleks," bantah Nisa tak terima disalahkan begitu saja.

Dokter Haryo menengahi perdebatan mertua dan menantu itu dengan pelan. "Ehem. Bu Ratna, asam lambung itu bisa juga dipicu karena stres atau pikiran yang terlalu tegang memikirkan sesuatu. Atau mungkin ibu diam-diam sering jajan makanan di luar tanpa sepengetahuan orang rumah?"

Skakmat.

Wanita tua itu langsung menundukkan wajahnya. Tangannya meremas tali tas mewahnya dengan sangat gugup.

"Kemarin ... kemarin sore waktu Nisa sama Dimas lagi pergi berdua keluar ... Mama pesan rujak cingur level pedas lewat ojek online, Dok. Soalnya Mama ngidam banget pengen makan itu," cicit Ibu Ratna dengan suara sangat pelan, sangat kontras dengan suaranya yang melengking tadi di luar.

Nisa hampir saja tertawa terbahak-bahak mendengar pengakuan jujur mertuanya itu.

Pantas saja dari kemarin malam perut mertuanya itu berbunyi terus tanpa henti. Ternyata makan rujak cingur diam-diam! Dan parahnya, Nisa yang disalahkan karena masakannya dituduh kurang enak.

"Nah, itu dia penyebab utamanya, Bu Ratna," kata Dokter Haryo sambil tersenyum geli. "Lambung ibu sudah tidak sekuat anak muda lagi. Makanan pedas dan asam seperti rujak cingur itu sangat cepat memicu naiknya asam lambung. Nanti saya resep-kan obat maag saja ya. Tidak perlu khawatir berlebihan."

Ibu Ratna menghela napas sangat lega, namun gengsinya masih tetap setinggi langit. "Oh, jadi cuma sakit maag biasa ya, Dok? Ya sudah. Syukurlah kalau begitu. Eh, tapi tunggu dulu, Dok. Tujuan utama saya datang ke sini itu bukan cuma buat periksa perut kembung saya loh."

Dokter Haryo menaikkan alisnya bingung. "Lalu ada keluhan apa lagi yang dirasakan, Bu?"

Bu Ratna langsung menunjuk ke arah Nisa duduk. "Ini loh, Dok. Menantu saya ini. Udah tujuh tahun nikah sama anak kandung saya, tapi belum juga ngasih saya cucu satu pun. Saya mau minta tolong sama dokter. Ada nggak suntikan hormon kek, obat penyubur tingkat tinggi kek, atau ramuan ajaib apa gitu biar dia ini bisa langsung hamil bulan depan."

Nisa mendesah frustrasi dalam hati. Mulai lagi deh kaset rusaknya diputar.

Dokter Haryo menatap Nisa sebentar, lalu beralih menatap Ibu Ratna dengan tatapan tenang.

"Bu Ratna, untuk masalah infertilitas, pemeriksaannya itu tidak bisa instan. Suami istri harus datang periksa dua-duanya. Tidak bisa cuma pihak menantunya saja yang disuntik macam-macam obat."

"Anak laki-laki saya sehat, Dok! Dimas itu badannya tegap, rajin kerja tiap hari. Nggak mungkin anak saya yang bermasalah. Pasti rahim menantu saya ini yang bermasalah atau gimana gitu loh. Dokter kan ahli kandungan di sini, masa nggak ada obat pintas buat hamil?" desaknya tak masuk akal.

1
Muft Smoker
dasar keluarga unik ,, semangat trus nisaa ,, jgn lelah buat ikhtiar punya momongan ,,
Muft Smoker
astgaaa ,, /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
maka ny Bu jgn julid ,, dgr menantu udh packing2 ,, udh panik tp tertutup gengsii🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,,
anda sebenarnya sayang ma Nisa Bu ,, cuma julid ma gengsi ny tu looo gede banget same nutupin rasa sayang yg sbenarny besar tu ,,
jgn sampai km menyesal Bu ,, ayooo baikan ,, jgn2 julid2an lgi ,, 😁😁😁😁😁🤭
Muft Smoker
buruan sadar Bu ,, menantu yg sabar ny Kya Nisa jarang looo ,,
Muft Smoker
kasihan nisaa ,,
semoga cepat2 dapet momongan yx Nisa ,, buat nyumpel mulut mertua mu yg gx da rem ny ,,
Muft Smoker
cerita ny bagus kak ,, meski punya mertua julid ,, tp mereka ttap harmonis ,, semoga dcerita ini gx da org k 3 yx ,, cukup pusing ma mertua yg kdng cosplay jd ceker mercon level setan ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ ,, sabar Dimas ,, anggap aj km lgi uji nyali tanpa bendera putih ,, 🤭🤭🤣🤣
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 setan ny juga ogah Bu masukin raga ibu ,, udh panas dluan setan ny🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
next kak ,,
Muft Smoker
yx seenggaknya Bu Ratna meski omongane pedas ma Nisa ,, ttap gx trima kalo menantu ny d hina ma org lain ,,
ad nilai plus ny nih Bu Ratna ,,
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ jgn di tahan Bu ,, nanti takut tau2 berubah jdi batako🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
mertua kayak bgnii di bom aj boleh gx???😒😒😒😒😒
Muft Smoker
waah sekali2 coba deh Bu ,, mantap semua tu Bu rasa ny ,, 🤭🤭🤭
Muft Smoker
pembukaan yg mantul ,, pedas melebihi seblak level setan ,,
Medici
Wew pembukaan aja udah pedes
Cerita Tina
Baru bab awal lho. ga ada yg mau kasih jus kangkung gitu biar mertuanya pules tiap hari 😬
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: mules kali kak😭 tidur kali pules 🫣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
di kira kalau pengen bayi langsung bisa muncul sendiri apa ya?
hadeh
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 😅😅 iya jya🤣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
padahal itu semua enak loh
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
jahat banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!