"Briar" adalah seorang wanita muda berusia 20-an yang tengah berjuang menata kembali hidupnya. Terluka oleh trauma masa kecil dan kehilangan berbagai hal berharga, ia harus bertahan di dunia seorang diri.
Kesederhanaan, kepolosan, dan paras cantiknya tanpa sengaja mempertemukannya dengan Adrian, tetangga baru yang juga seorang CEO muda penuh kesempurnaan.
Tanpa ragu, Adrian masuk ke dalam hidup Briar, dan dalam waktu singkat, hubungan mereka berlabuh dalam ikatan pernikahan. Untuk pertama kalinya, Briar merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Namun, di balik hangatnya sikap sang suami, pertanyaan-pertanyaan kelam mulai menghantui:
Mengapa pria sesempurna Adrian begitu terburu-buru menikahinya?
Rahasia gelap apa yang disimpan Adrian rapat-rapat?
Ketika takdir mulai mempermainkan segalanya, sanggupkah cinta mereka bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ar's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan
Hampir satu minggu sudah aku bersikap dingin pada mas Adrian. Rasanya cukup menyiksaku karena harus bersikap seperti itu padanya dan membuatnya bersedih. Terkadang tanpa sengaja aku melihat mas Adrian bermain gitar sendirian di teras, namun tatapannya kosong kedepan. Dan meskipun aku bersikap dingin, mas Adrian tidak pernah protes ataupun marah. Mas Adrian bersikap seperti biasanya, masih sangat perhatian dan selalu ada di saat aku butuh..
Akan tetapi semakin lama perasaan ini semakin memburuk, rasanya seperti aku sangat bersalah telah memperlakukannya sedemikian rupa..
Akan tetapi aku memiliki harga diri. Mas Adrian adalah penjahat yang pernah melecehkanku. Tidak seharusnya aku bersikap baik padanya.
Jika aku tidak mampu melaporkannya ke polisi, maka aku harus mampu meninggalkannya.
Demi harga diriku.
Namun sebelum aku benar-benar pergi, setidaknya aku memberinya satu hari untuk di habiskan bersama sebelum kami benar-benar berpisah..
Keputusanku sudah bulat, aku harus pergi meninggalkannya..
-
Hari ini adalah hari jum'at, mas Adrian pergi ke kantor, tapi sabtu & minggu, mas Adrian sudah pasti libur. Sepertinya aku akan membuat rencana untuk menghabiskan waktuku bersamanya.
Aku pun mendengar suara mobil mas Adrian di luar, yang tandanya mas Adrian sudah pulang ke rumah sehabis bekerja.
"Mas..?". Aku menyapa mas Adrian yang baru saja masuk kedalam.
"Iya.. ada apa sayang??". Tanya mas Adrian dengan sedikit bersemangat, karena aku sudah terlalu lama tidak memulai sebuah percakapan kepadanya.
"Mmm.. Besok aku mau ajak kamu pergi keluar buat camping ke pinggir danau di desa Pamanku. Disana ada tempat camping modern yang tendanya udah tersedia, kira-kira jenisnya itu seperti hotel tapi dengan media perkemahan, jadi kita tinggal dateng terus enjoying the time. Kira-kira gimana menurut kamu?". Tanyaku pada mas Adrian.
"Sebentar..? Kamu serius mau ngajak mas jalan-jalan?". Tanya mas Adrian dengan wajahnya yang dengan cepat dari murung berubah menjadi ceria dan sangat bersemangat.
"Iya mas.. Jadi besok pagi kita berangkat terus alamatnya nanti kita cari lewat google map. Aku tau perkemahan ini lewat iklan di video pendek di media sosial..". Jawabku pada mas Adrian
"Tentu sayang kita bisa pergi.. Pokoknya kemanapun kamu mau, aku bakal ikut dan akan terus nemenin kamu..". Ucap mas Adrian dengan penuh semangat.
"Yaudah sekarang mendingan kamu mandi terus ganti baju terus.......". Belum sempat aku melanjutkan kata-kataku mas Adrian tiba-tiba memeluku dengan sangat erat.
"Mas..?". Aku merasakan perasaan yang campur aduk, aku ingin sekali jujur pada mas Adrian bahwa aku tau bahwa mas Adrian adalah pria jahat dari masa laluku itu, Tapi disisi lain hatiku rasanya sakit sekali karena begitu merindukannya dan harus meninggalkannya untuk selamanya.
-
"Mas.. aku masak spesial buat makan malam kali ini..". Ucapku sambil menyiapkan makan malam.
"Wahh.. boleh mas tau ini dalam rangka apa..?". Tanya mas Adrian.
"Nggak, aku cuma mau menebus waktuku yang beberapa hari ini mungkin bikin kamu sedih.. Jadi aku mau menebusnya..". Jawabku sambil tersenyum pada mas Adrian.
"Terimakasih sayang.. Akhirnya istri mas kembali lagi kestelan awal..". Ujar mas Adrian dengan senyum sumringah.
Setelah kami menghabiskan makan malam, aku dan mas Adrian berencana untuk menonton sebuah film horor sambil memakan cemilan.
Aku dan mas Adrian bersenda gurau, dan aku bisa melihat betapa bahagianya mas Adrian saat ini. Sementara aku memendam sakit dan tangisan di dalam hatiku. Rasanya aku tidak ingin ini berakhir. Aku ingin bahagia bersama mas Adrian. Akan tetapi sekarang semua ini mustahil untukku dan mas Adrian.
Malam pun semakin larut, mas Adrian tertidur di pelukanku.. Memandang wajahnya yang polos sungguh melukai hatiku. Andai saja dulu kamu tidak pernah menyentuhku mas.. Kita pasti sudah bahagia bersama sampai kita mati..
Aku sungguh menyesali semua yang terjadi..
Rasanya di masa depan, setelah semua ini berakhir, aku tidak ingin lagi bercinta dengan siapapun dan ingin hidup sendirian seperti diriku yang sebelumnya. Aku harus kuat untuk menghadapinya besok.
Yang jelas..
Aku ingin membuatnya bahagia, meski hanya dalam 1 hari..