Dimadu di Hari Pernikahannya. Ditolak mentah-mentah lewat pesan, Naura Kirana, gadis bercadar yang harus menanggung malu di hari pernikahannya.
Demi menyelamatkan keluarga, Cakra, adik mempelai pria terpaksa menggantikan posisi kakaknya.
Namun, alih-alih melindunginya, Cakra yang sejak awal membenci wanita bercadar itu justru langsung membawa dan menikahi kekasihnya sendiri tepat di hari yang sama, memadu Naura di depan mata.
Di balik itu semua, ternyata, Komandan Anggara yang merupakan calon suami Naura, tidak pernah menolaknya, semua terjadi hanya salah paham.
Pembatalan itu murni ulah licik bawahan Anggara yang merupakan seorang wanita yang terobsesi padanya.
Lalu, bagaimana kelanjutan nasib Naura? Apakah Anggara berhasil meluruskan semuanya? bagaimana kisahnya saat tiba-tiba hadirnya seorang gadis yang berusia 6 tahun yang ternyata merupakan anak kandung Naura? siapakah ayahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunda Qamariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
FLASHBACK
"Naura, coba jujur. Sebenarnya siapa ayah dari anak itu?" Mertuanya bertanya, dengan Nada menuntut.
Naura menatap sejenak wanita paruh baya itu. "Saya rasa semua itu sudah tidak penting lagi. Yang seharusnya kita bahas tentang perceraian," jawab Naura, sengaja menghindar.
Tentu saja jawaban Naura, membuat Cakra murka. Merasa kalau wanita itu sangat angkuh setelah ketahuan berbohong, Bukannya minta maaf atau merasa bersalah, dia justru membahas tentang perceraian.
"Kau pikir, aku senang hidup sama wanita sepertimu yang suka berbohong? Terlihat baik, tertutup, tapi nyatanya kau lebih buruk daripada wanita yang terbuka di luar sana. Kalau kau memang ingin bercerai, baiklah, 2 hari lagi kita akan bertemu di pengadilan!" Cakra mengucapkannya dengan mantap.
"Baiklah," jawab Naura, segera ingin pergi.
Dia tahu kalau dia tidak akan layak lagi tinggal di rumah tersebut. Makanya dia tidak akan tunggu diusir.
"Naura," panggilan dari pria tua itu terdengar kembali.
Naura menoleh ke arah Kakek Rama, dengan tatapan teduh.
"Kita belum habis membahas ini, tapi kau sudah mau pergi. Kau mau ke mana?" Tanya Rama.
"Ke mana lagi kalau bukan ke rumah Kakek, itu juga kalau kakek masih mau menerima aku, tapi kalau tidak, aku juga tidak akan pulang ke sana," jawab wanita itu jujur.
Kakek Rama yang sejak tadi tampak kecewa, tapi dalam masa Yang sama dia juga tidak tega untuk memarahi cucunya itu.
Dia sangat menyayangi Naura, apalagi dia tahu kalau cucunya itu tidak punya tempat untuk pulang selain dirinya.
"Kalau boleh Kakek tahu, siapa yang selama ini membesarkan putrimu?"
"Mas Bayu," Naura tidak menutupi, dan langsung berkata jujur.
Sontak, membuat Kakek Rama terkejut.
"Bayu, kakak kelasmu dulu?"
"Iya, Kek,"
"Apa dia ayahnya?"
Naura menggeleng, "Bukan,"
"Kita semua penasaran, kalau boleh coba beritahu siapa ayahnya, Cu,"
Naura terdiam, melihat pandangan orang-orang Yang menanti jawabannya.
Begitu pedangan Anggara Yang masih berdiri tegak di tempatnya.
FLASHBACK
Ting!
Tiba-tiba gadis itu mendapat sebuah pesan dari sahabatnya, di mana dia masih berusia 19 tahun.
Saat merogoh tas dan melihat siapa pengirim pesan, ternyata itu Dina, sahabat baiknya.
"Bestie, aku tunggu kamu ya di Hotel Cakrawala. Kita ketemu di sana ya." Bunyi pesan.
Membalas, "Maaf Dina, kau tahu kan kalau aku nggak bisa ke hotel, aku bisa dimarah sama kakek,"
"Jangan kayak gitu dong, Hotel Cakrawala itu hotel bintang 5, bukan hanya sebuah penginapan. Kamu datang ya, aku tunggu dadah," Dina tak balas lagi.
Sehingga mau tidak mau Naura terpaksa datang ke tempat lokasi yang sudah diantar oleh Dina melalui pesan juga.
Tak lupa, gadis itu juga bisa mendapat izin keluar karena dia berbohong pada kakeknya kalau dia ada tugas kelompok yang harus dikerjakan bersama sehingga membuat kakeknya mengizinkannya pergi malam-malam.
Tak butuh waktu lama, gadis itu sudah tiba di hotel tempat Dina.
Dia langsung berjalan masuk menuju ke sebuah ruangan yang sepertinya sudah dipesan oleh Dina dan Kelvin, serta teman-teman yang lainnya.
Sebelum masuk ke dalam, dia tiba-tiba melihat pemandangan yang tidak disangka-sangka. Di mana terlihat Dina sahabat baiknya itu sedang duduk di atas pangkuan Kelvin.
Kelvin, adalah kekasih Naura mereka sudah menjalin hubungan selama lebih dari setahun bahkan pria itu juga sudah berjanji akan menikahinya setelah mereka lulus kuliah nanti.
Apakah semuanya hanya sandiwara? Karena dia jelas melihat Dina duduk di atas pangkuan Kelvin. Bahkan Kelvin juga memeluk pinggang wanita itu.
Belum sempat dia mencerna apa yang berlaku, tiba-tiba dia kembali mendengar sebuah pembahasan dari mereka yang ada di dalam ruangan.
"Sesuai perjanjian kita, kalau aku bisa pacaran dengan Naura si gadis sok alim itu selama lebih setahun, maka aku yang menang!" Dengan bangga Kelvin berujar.
DEG!
Jantung Naura, seperti ingin keluar dari tempatnya saat mendengar langsung ucapan itu dari mulut Kelvin.
Selama ini, dia berpikir kalau Kelvin benar-benar serius padanya. Mengingat pria itu sudah mengejarnya selama lebih dari 2 tahun. Dia berpikir pria itu tulus, tapi ternyata dia salah, pria itu sama sekali tidak pernah mencintainya,
Flashback Bersambung....
dan anggara ayah anakmu...duhhh hanya di novel yang bisa gini.
jatuh cinta pada bapak anak sendiri🤭
masak mencintai org yg mencintai kakaknya terulang kembali..kasihan juga cakra🤭😭
wah sip anggara 👍buruan tes dna kiki biar sgra jls