NovelToon NovelToon
Menanti Kebahagiaan

Menanti Kebahagiaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Single Mom
Popularitas:594
Nilai: 5
Nama Author: Zahira alkhansa

Sabar adalah kata yang selalu di ucapkan ibuku kepadaku, kata itu lah yang membuat ku kuat karena kesedihan tidak selamanya ada, akan ada kebahagiaan yang menanti.
Sejak kecil aku dan ibuku hidup berdua, ayah ku tidak pernah kembali setelah berpamitan dengan ibu ku pergi merantau ke luar negeri, setelah pergi tidak pernah ayah ku mengirim uang untuk kehidupan kami, ibu ku kerja menjadi buruh cuci gosok dari rumah ke rumah, aku sering ikut dengan ibuku karena tidak ada yang menjaga ku di rumah.
Ibu ku berhasil menyekolahkan ku sampai aku selesai kuliah, kehidupan ku yang berat membuatku selalu berhati hati kepada semua orang sampai suatu hari aku bertemu Yuda di tempat kerja ku. dia meluluhkan hati ku, membuat ku percaya bahwa lelaki tidak semua seperti ayah ku. sampai suatu hari dia mengenalkanku kepada keluarganya, disitulah aku bertemu ayah ku, pria yang sudah 20 tahun tidak pernah aku temui yang hanya aku lihat dari fotonya di kamar ibuku. ternyata ayah Yuda adalah ayahku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahira alkhansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku mencintaimu Cahaya

" Aryo kena tikam ya, sekarang Aryo ada di RSUD, aku sudah memberitahu ibu nya Aryo. Dari tadi aku menelepon hp mu tapi tidak aktif" ucap putra.

" paket data ku habis put" aku pun langsung lemas mendengar penuturan putra.

" antar aku kesana put, kamu tunggu disini dulu, aku pakai hijab dulu" ucapku kepada putra

putra pun mengangguk.

Dengan di bonceng sepeda motor putra kami pergi ke rumah sakit, tetapi aku meminta putra mengantarkan ku ke warung ibu dulu untuk permisi, aku tidak ingin ibu khawatir.

sesampainya di rumah sakit, ibu Aryo masih menangis. Aryo masih di ruang operasi. Sementara ayah nya Aryo, sedang mengurus administrasi Aryo.

Kemudian putra mendatangiku.

" Aryo, sayang sama kamu cahaya. Dia gak hanya nganggap kamu adiknya perasaan Aryo lebih dari itu ke kamu. Tapi dia gak sanggup mengatakan nya, dia hanya mau melindungi kamu cahaya"

Aku yang masih menangis sambil berdoa tiba tiba mendengar perkataan putra rasanya seperti di sambar petir. Bagaimana bisa Aryo mencintaiku?? Bukan nya selama ini dia mengatakan bahwa aku ini adiknya, karena dia tidak memiliki adik. Rasa di dadaku tidak karuan.

" kamu bohong kan put?? Mana mungkin Aryo .." belum sempat aku menyelesaikan kata kata ku air mata ku semakin menjadi tidak tertahan kan.

" Selama ini Aryo cerita padaku Ya, dia tidak ingin kamu tahu. Takut kalau kamu menolaknya dan hubungan kalian tidak bisa dekat lagi. Kamu tahu selama ini Aryo berkelahi, karena anak anak yang mengejek kamu ya, bilang kalau ayah kamu gak jelas, ibumu bodoh. Aryo selalu marah mendengar perkataan itu dan memukul mereka yang mengatakan itu Ya." ucap putra sambil menangis juga.

dan tadi, karena kalian bertengkar dengan Ratna di sekolah, kami melewati lapang sepak bola tempat Ratna dan kawan kawan nya berkumpul. Di sana Ratna dan kawan kawan nya menghina kamu Ya, Aryo sangat marah dan memukul salah satu teman nya Ratna, kelihatan nya dia dari sekolah lain bukan anak dari sekolah kita. Lalu terjadi perkelahian di antara mereka. Dan tiba tiba anak itu mengeluarkan pisau dari sakunya dan menikam kan nya ke Aryo. Dan sekarang anak itu, masih dalam proses pencarian polisi Ya." Ucap Putra.

"Ya Allah segitunya kamu ke aku Yo. Kenapa tidak kamu biarkan saja Yo. kata kata itu sudah biasa bagiku Yo.. Dari kecil aku sudah sering mendengarnya Yo, kenapa kamu melakukan ini Yo" tangis ku pun semakin menjadi.

Selama ini Aryo adalah teman ku satu satu nya, di saat yang lain tidak mau bermain dengan ku karena aku tidak memiliki ayah, Aryo lah yang mengajak ku bermain. Di saat ibuku sakit, dan kami tidak memiliki uang untuk makan, Aryo selalu membawakan nasi ke rumah kami, katanya dari ibu nya. Tapi aku tau dia mengambil dari rumahnya secara diam diam. Kenapa aku tidak menyadari perasaan Aryo padaku?? Bodohnya aku selama ini ya tuhan. aku meratapi kebodohan ku.

Setelah 3 jam di ruang operasi akhirnya dokter keluar dari ruang operasi, dokter memangil ibu Aryo ke ruangan nya.

setelah ibu Aryo keluar dari ruangan nya, ibu Aryo menangis lagi, katanya Aryo membutuhkan darah O positif yang banyak karena Aryo banyak kehilangan darah. Dan kondisi Aryo saat ini kritis karena jantung Aryo terkena tusukan pisau, dan pendarahan masih saja terjadi.

kaki ku lemas mendengarnya, kenapa cobaan ini begitu berat ya Allah.

sementara Aryo masih di ruang ICU, kami sibuk mencari darah ke PMI PMI terdekat. Karena darah Aryo sangat langka. Kalau dalam waktu 24 jam tidak mendapatkan 4 kantong darah itu nyawa Aryo tidak dapat di selamatkan.

aku dan putra akhirnya mendapatkan 4 kantong darah O positif dari PMI di kota sebrang. Dan putra dengan cepat melajukan sepeda motornya ke rumah sakit.

Sesampai nya di rumah sakit, kami melihat ibu Aryo menangis dengan histeris. Aryo meninggal. 4 kantong darah ini tidak dapat menyelamatkan Aryo.

Putra menangis sambil memukul mukul dinding, seolah menyalahkan dirinya sendiri kenapa lama sekali mendapatkan darah itu.

Aku sendiri hanya terpaku, rasanya tidak percaya, tadi pagi dia masih memanggil nama ku di rumah, tadi pagi dia masih membonceng ku menggunakan sepeda ontelnya, tadi pagi kami masih tertawa bersama, tadi pagi kami masih bernyanyi bersama di atas sepeda. Lalu sekarang?? Aku tidak bisa melihat dan mendengar lagi semua itu.

Tubuh Aryo, terbujur kaku melewati kami di lorong rumah sakit. Aku tidak tau lagi, rasanya pandangan ku tiba tiba menjadi gelap, dan suara putra samar samar memanggilku.lalu aku tidak tahu lagi apa yang terjadi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!