NovelToon NovelToon
Transmigrasi? Aku Bisa Pulang!

Transmigrasi? Aku Bisa Pulang!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Penyeberangan Dunia Lain / Transmigrasi
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: RAS( BY.AR)

Setelah akhirnya memasuki masa pensiun, Raya memutusakan menghabiskan hari tuanya seorang diri di sebuah vila mewah yang telah ia beli dengan hasil kerja keras selama puluhan tahun.

Namun, nasib seolah mempermainkannya. Baru sehari menikmati kehidupan sebagai pensiunan kaya, keesokan paginya ia terbangun di dunia yang sama sekali asing.

Bukan hanya itu, ia kini menghuni tubuh seorang wanita berusia tiga puluhan yang terkenal genit dan mesum.

Beruntung, ia mengetahui satu rahasia besar.

Halaman belakang rumah reyot yang tak diinginkan siapa pun itu ternyata terhubung dengan zaman lain.
Dalam ruangan penghubung dimensi, ternyata menyimpan kekuatan yang mengubah nya selangkah demi selangkah menjadi abadi.

2 Agustus 2026

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Di kantor polisi.

Su Wanwan celingak-celingukan melirik sekitar area kantor polisi dari luar, sikapnya terlihat sangat waspada dan ragu-ragu dengan ekspresi yang kentara.

"Bibi, apa yang ingin anda lakukan?" Seorang polisi pria tiba-tiba keluar.

Su Wanwan memasang wajah terkejut dan sedikit takut senatural mungkin. Dia bertanya dengan ragu-ragu dan hati-hati, "apakah ini kantor polisi?"

"Benar"

"Dan apakah kamu polisi?"

Polisi itu mengangguk dan mengiyakan dengan sabar, melihat pakaian dan sikap nya, serta fakta dia adalah seorang Bibi-bibi atau orang yang lebih tua. Dia jadi lebih menghormati nya.

"Benar bibi, anda bisa mengatakan apa yang ingin anda katakan kepada saya."

"Begini... Aku sebelum nya tinggal di sebuah pedesaan pelosok gunung, sekarang turun gunung untuk menemui teman lama. Namun aku tidak tahu jalan, aku juga kehabisan uang dan aku tidak memiliki tanda pengenal identitas, pak polisi... Aku sering mendengar penatua di desa bilang jika aku butuh pertolongan aku bisa meminta bantuan polisi. Apakah polisi bisa membantu ku?"

Petugas polisi itu mengangguk dengan sedikit rasa bangga dan sikap yang lebih ramah. "Bibi, kamu tenang saja. Polisi akan membantu mu, karena kamu tidak memiliki kartu identitas maka ayo aku buatkan dulu. Namun aku harus bertanya beberapa hal kepadamu."

Su Wanwan mengangguk, untuk selanjutnya dia mengikuti proses dan membiarkan polisi itu bertanya satu-satu kepadanya. Dia terus berpura-pura sebagai orang udik dari gunung, buta huruf dan lamban, dia juga menyebutkan asal gunung tempat tinggalnya dengan strategis.

Dia menyebutkan gunung yang sangat jauh dan terpencil, juga tempat yang berhubungan dengan masa lalunya yaitu pegunungan Guangzhou desa Suo'an-- tempat yang memang pernah di kunjungi nya dulu.

Setidaknya setengah jam proses pertanyaan itu berlangsung, hingga akhirnya selesai. "Bibi KTP ini kemungkinan akan selesai besok jadi untuk sekarang bibi bisa menggunakan surat identitas sementara ini, dan mengenai tempat yang bibi tuju apakah bibi tahu alamat lokasinya dimana?"

Dengan hati-hati Su Wanwan mengeluarkan secarik kertas lusuh yang berisi alamat apartemen lamanya. Dia tidak mungkin memberikan alamat villa baru nya, karena akan langsung di curigai.

Namun dia telah merencanakan nya dengan matang, polisi membawanya ke alamat apartemen itu. Namun ternyata apartemen itu sudah di tempati pemilik baru, untungnya tetangga dari apartemen sebelah mengatakan alamat villa nya karena dulu dia tidak sengaja pamer menyebutkan villa nya.

Jadi sekarang dia tengah di antar kembali oleh polisi itu menuju villa mewah nya di pinggiran kota.

Perjalanan yang jauh memakan waktu sampai berjam-jam lamanya, Su Wanwan juga mulai kelelahan dan tertidur. Saat ini jika menghitung waktu di dunia kuno, mungkin sudah lewat tengah malam. Namun sekarang di dunia modern sudah sore hari, Su Wanwan pikir jasadnya sudah selesai di kremasi.

Beberapa waktu kemudian mereka sampai di area villa itu. Seorang satpam langsung membukakan pintu, bertanya siapa mereka.

Polisi yang berbicara dan menjelaskan secara singkat mengenai nya kepada Satpam itu. Setelah mendengarkan penjelasan dari satpam, polisi itu seketika merasa ragu namun akhirnya tetap berbicara kepada Su Wanwan.

Sambil menunggu polisi berbicara, Su Wanwan sudah mengepalkan tangannya berusaha bersungguh-sungguh dalam hatinya berteriak. 'Menangis, menangis, harus menangis! Air mata keluar, keluar, harus keluarlah!!'

Setelah polisi menjelaskan apa yang terjadi, mata Su Wanwan mulai berkaca-kaca hingga akhirnya menangis deras. Polisi itu tidak bisa menghentikan kesedihan nya karena kematian, jadi dia hanya bisa menunggu nya dengan sabar.

Setelah beberapa saat menangis keras, Su Wanwan akhirnya berhenti. Bertepatan dengan itu, seorang pria berjas tiba-tiba turun dari sebuah mobil, dia membawa tas kantoran berbentuk kotak.

'Lu Yifan, akhirnya kau datang!!' Seru Su Wanwan, dalam hatinya berbunga-bunga penuh kebahagiaan. Sementara luarnya bercucuran air mata.

"Permisi, apakah anda Su Wanwan? Saya pengacara yang di tugaskan Nenek Raya sebelum meninggal, Lu Yifan.'

***

Beberapa waktu kemudian, ruang tamu Villa.

Lu Yifan menjelaskan secara detail mengenai surat wasiat yang di tuliskan nenek Raya bahwa semua aset kepemilikan yang di milikinya akan di wariskan kepada Su Wanwan.

Su Wanwan bertingkah terkejut dan menangis sedih, meragukan dirinya dengan natural. Namun Lu Yifan memberikan bukti lainnya berupa foto gambar dirinya yang ada di dalam brankas surat wasiat.

Akhirnya keputusan dan kelayakan nya sudah terbukti bahwa Su Wanwan lah pewaris dari harta milik Raya.

"Anu... Tuan, saya tidak bisa tanda tangan. Juga menulis, s-saya buta huruf." Su Wanwan berbicara dengan malu-malu, dia harus tetap berakting sampai selesai.

"Anda cukup memberikan cap jari anda." ucap Lu Yifan.

Su Wanwan melirik singkat-- tanpa sepengetahuan mereka isi warisan yang di terima nya. Di antaranya ada Villa mewah yang di tempati nya sekarang, mobil BMW, beberapa set perhiasan, saham di perusahaan dan uang tunai sekitar 8 miliar.

Mata Su Wanwan diam-diam bersinar layaknya matahari siang, namun hanya sekejap karena sinar nya tertutup air mata yang sengaja di jatuhkan kembali.

Lu Yifan menatap Su Wanwan lekat, membuat Su Wanwan sadar dan seketika jantung nya berdebar. 'Apakah Lu Yifan curiga?! Astaga, apakah apa yang aku ucapkan di hatiku terekspresi jelas di wajah ku?'

"Nyonya Su"

"Y-ya?" Jawab Su Wanwan berdebar.

"Apakah anda putrinya nenek Raya?"

"Hah?"

Su Wanwan ngeblank sesaat hingga akhirnya tersadar kembali. "T-tidak, kami hanya teman. Nyonya Raya pernah berkunjung ke desa ku, dia banyak membantu dan akhirnya kami dekat. Dia sangat baik, kami hanya berteman, bukan Ibu anak."

Lu Yifan mengangguk singkat hingga akhirnya kembali bersikap profesional.

Setelah persuratan di selesaikan, akhirnya Su Wanwan resmi mendapatkan warisan nya. Su Wanwan mengantar mereka sampai ke pintu, hingga saat mobil itu benar-benar menghilang-- dia masuk ke dalam rumah dan kedua sudut bibirnya langsung melengkung ke atas.

"YAAAHUUUYYY!!!"

"Akhirnya bisa menikmati Villa baru ku" Su Wanwan memunculkan pintu yang terhubung ke kamarnya dan dia langsung berlari-- melompat ke atas ranjang nya.

"Ranjang ku yang empuk, nyaman sekali..."

Su Wanwan memejamkan matanya, hingga akhirnya tidur lelap menelan nya.

1
Fauziah Daud
alamak dahsyat nya Wan Wan 🤣🤣🤣
Fauziah Daud
x disangka rupanya suami zaman moden
Fauziah Daud
trusemangattt
Fauziah Daud
mantap
Dern
hah mana lanjutannyaa
Kyyy: Sabar~
total 1 replies
Dern
heh kamu jangan jadi pedofil 😭
Dern
nah bener ini kadang sistem di nt langsung bikin pu kuat tak terkalahkan bikin gak seru gak ada petualangan perkembangannya
Dern
padahal 300 cukup 😭 ini dari tadi uang kebanyakan ga si ka?
Kyyy: Sekalian bangun rumah kak...😌
total 1 replies
Dern
mungkin 7 tael lebih ok karena kan tabib desa bukan tabib kota
Kyyy: Kompensasi mental dari orang kaya kak, Su Wanwan pernah fitnah bilang kalau obatnya bermasalah dan sampe mau bawa ke pengadilan.
total 1 replies
Dern
hah apa gak kebanyakan 50 tael? 1 tael aja bisa hidup 1 tahun untuk kalangan bawah
Dern
akhirnya terpecahkan, jadi misal dia pindah ke kota, dia masih bisa akses ke dunia modern
Dern
HEH WKWKWK AIR WUDHU BJIR WKWKWKWK
Dern
baru w pertanyakan hal ini di bab sebelum, eh muncul bagian ini wkwkwk
Kyyy: Harus agak realistis 😌
total 1 replies
Dern
tapi kalau mendadka berubah banyak sedangkan dia gak keluar rumah untuk beraktifitas fisik jadi aneh gak sih ??? orang2 jadi curiga
Dern
kepo, apa bakal ada pergantian tael ke yuan. kan siapa tau dia mulai bisnis trus uang dari jaman dulu ke modern bisa dituker
Dern
emang dasarnya ibu2 nenek2 pasti ada aja yang dipamerin 🤣🤣
Dern
wow bahaya nih kalau dia tiba2 tau ada pintu ke mana saja
Dern
ini nanti 3 budak itu merasa janggal gak sama bantal selimut dan bahan masakannya?
Kyyy: Nggak deh, soalnya dulu Su Wanwan pelit dan hemat. Jadi kalo dia ngeluarin barang, dikira gak pelit, juga mereka tau Su Wanwan pernah kerja di kota (tempat bangsawan gitu) jadi barang2 bagus itu nanti di kira dari kota /bangsawan
total 1 replies
Dern
kirain tempatnya bakal stay frozen gitu, tenryata masih "normal" mengikuti waktu yang ada ya? berarti lama2 bisa habis barangnya dan gak infinite. bole2 siapa tau su wan2 belanja di dunia modern
Dern
make sense sih, tapi kan surat budak sampai mati ada di tnagan su wen2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!