NovelToon NovelToon
Aku Melepaskanmu Bukan Melupakanmu

Aku Melepaskanmu Bukan Melupakanmu

Status: tamat
Genre:Single Mom / Dokter / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Saga Mahendra percaya satu hal, pengkhianatan tidak pernah memiliki alasan. Itulah yang ia yakini sejak hari ia melihat Sahira, wanita yang ia cintai, berpelukan dengan sahabatnya sendiri. Sejak saat itu, Saga memilih pergi. Meninggalkan cinta, mimpi, dan masa lalu yang terlalu menyakitkan.

Lima tahun kemudian, ia kembali. Bukan lagi remaja yang rapuh, tapi seorang dokter dengan hati yang telah membeku. Namun, takdir mempermainkannya. Sahira muncul kembali bersama seorang anak berusia empat tahun.

Waktu tidak pernah berbohong. Lalu, siapa ayah dari anak itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Langit mulai meredup ketika seorang wanita berlari memasuki koridor rumah sakit. Napasnya tersengal, rambutnya berantakan, dan kedua tangannya gemetar saat memeluk tubuh kecil di dadanya.

“Sus … tolong … tolong anak saya…”

Suaranya bergetar, nyaris putus di tengah kalimat.

Beberapa perawat yang berjaga langsung menoleh. Salah satu dari mereka segera menghampiri, wajahnya berubah serius saat melihat kondisi anak yang digendong wanita itu.

“Bu, tenang dulu. Kita bantu, ya. Anaknya kenapa?” tanya perawat itu lembut, sambil mengarahkan mereka ke ruang penanganan.

Wanita itu menggeleng cepat, air matanya jatuh tanpa bisa ditahan.

“Dari siang demam … tinggi banget. Tadi sempat kejang… saya takut, Sus… saya takut terjadi apa-apa…”

Langkahnya hampir tersandung, tapi ia tetap memeluk anaknya erat, seolah takut kehilangan.

“Tidak apa-apa, Bu. Kita tangani sekarang,” jawab perawat itu menenangkan.

Mereka masuk ke ruang penanganan dengan cepat. Seorang perawat lain segera membantu membaringkan anak itu di atas ranjang pemeriksaan.

Tubuh kecil itu tampak lemah. Napasnya cepat, keningnya panas, dan sesekali tangannya bergerak lemah.

“Nama anaknya, Bu?” tanya perawat sambil menyiapkan alat pemeriksaan. Wanita itu mengusap air matanya, mencoba mengatur napasnya yang masih kacau.

“Sahir … Sahir Arayan…”

“Usianya?”

“Empat tahun…”

Perawat itu mengangguk, lalu mencatat dengan cepat.

“Nama Ibu?”

Wanita itu terdiam sejenak. Bibirnya bergetar, seolah ada sesuatu yang berat hanya untuk menyebutkan namanya sendiri.

“Sahira … Sahira Alamsyah…”

Perawat itu kembali mengangguk.

“Suhu anaknya sangat tinggi,” gumamnya pada rekannya. “Kita butuh dokter anak.”

Perawat lain tampak ragu.

“Poli anak sudah tutup dari jam dua, Sus…”

Sahira langsung panik mendengarnya. Ia mendekat, suaranya nyaris memohon.

“Tidak ada dokter sama sekali? Tolong … anak saya butuh penanganan…”

Perawat itu berpikir sejenak, lalu berkata cepat, “Ada dokter baru yang tadi masih di ruang praktik. Saya coba panggil, ya, Bu.”

“Mohon, Sus … tolong cepat…” suara Sahira melemah.

Perawat itu segera keluar ruangan.

Sementara itu, Sahira kembali ke sisi ranjang. Tangannya menggenggam tangan kecil Sahir yang terasa panas.

“Sayang … kamu harus kuat, ya…” bisiknya lirih. “Ibu di sini … ibu nggak ke mana-mana…”

"Ibu..." rengek Sahir dalam tidurnya.

Matanya kembali berkaca-kaca. Wajahnya penuh kecemasan dan kelelahan yang tak bisa disembunyikan.

Beberapa menit terasa seperti berjam-jam, setiap detik dipenuhi rasa takut.

Hingga akhirnya pintu ruang penanganan terbuka. Seorang dokter masuk bersama perawat tadi. Langkahnya tenang, namun tegas. Wajahnya serius, menunjukkan profesionalitas yang tak diragukan.

Sahira yang sejak tadi menunduk perlahan mengangkat kepalanya. Dan dalam satu detik dunia seolah berhenti berputar.

Tatapan mereka bertemu, Sahira membeku napasnya tertahan.

“S… Saga?” Namanya terucap lirih, hampir seperti bisikan yang tak disengaja.

Di hadapannya berdiri pria yang selama ini berusaha ia lupakan. Namun, tak pernah benar-benar bisa, Saga Mahendra. Kini bukan lagi remaja yang ia kenal. Melainkan seorang dokter dengan tatapan yang jauh lebih dingin.

Saga menatap Sahira tanpa ekspresi. Namun di dalam dirinya, sesuatu bergetar hebat.

Lima tahun, dan takdir mempertemukan mereka kembali dengan cara yang paling tidak pernah ia bayangkan. Pandangan Saga perlahan beralih ke anak kecil di atas ranjang.

Wajahnya serius.

“Sejak kapan demamnya?” tanyanya datar, profesional. Seolah mereka tidak pernah saling mengenal. Sahira terdiam sejenak, menahan segala gejolak di dadanya.

“Dari siang…” jawabnya pelan.

Dan sejak detik itu bukan hanya tubuh kecil Sahir yang membutuhkan penanganan. Tetapi juga dua hati yang pernah hancur dan belum pernah benar-benar sembuh.

Saga bergerak cepat di sisi ranjang, tangannya terampil memeriksa kondisi Sahir. Termometer digital menunjukkan angka yang membuat rahangnya mengeras.

“Tiga puluh sembilan koma delapan,” ucapnya pelan, lebih pada dirinya sendiri.

Ia mengalihkan pandangan pada perawat.

“Pasang kompres hangat, siapkan obat penurun panas, dan observasi kejangnya. Saya mau infus juga.”

“Baik, Dok,” jawab perawat sigap.

Sahir merengek lemah saat perawat mulai menangani tubuh kecilnya. Sahira spontan mendekat, menggenggam tangan anaknya erat-erat.

“Ibu di sini … nggak apa-apa, ya…” bisiknya dengan suara bergetar.

Saga memperhatikan sekilas, lalu kembali fokus pada pekerjaannya. Wajahnya tetap tenang, tapi sorot matanya tak sepenuhnya bisa menyembunyikan sesuatu yang bergejolak di dalam.

Setelah memastikan penanganan awal berjalan, Saga menarik napas pendek dan berdiri tegak.

Ia menoleh pada perawat.

“Tolong siapkan satu kamar untuk rawat inap. Anak ini harus diobservasi semalaman.”

Perawat itu mengangguk.

“Baik, Dok. Saya urus sekarang.”

Langkah kaki perawat menjauh dari ruangan, menyisakan keheningan yang terasa canggung.

Kini hanya ada mereka bertiga. Saga menatap berkas di tangannya sejenak, seolah mencari jeda sebelum akhirnya berbicara.

“Anaknya perlu dirawat satu malam,” ucapnya datar, profesional. “Suhu tubuhnya terlalu tinggi, dan ada riwayat kejang. Kita harus pantau sampai kondisinya stabil.”

Sahira mengangguk pelan, dia tidak langsung menjawab. Tatapannya masih tertuju pada wajah pucat Sahir, sementara tangannya terus mengusap lembut rambut anak itu.

“Kalau besok demamnya sudah turun dan tidak ada kejang lagi, baru boleh pulang,” lanjut Saga.

“Ya…” suara Sahira hampir tak terdengar. “Saya mengerti, Dok…”

Kata Dok itu terdengar asing di antara mereka. Saga terdiam sesaat. Ada sesuatu yang terasa mengganjal di dadanya saat mendengar panggilan itu, tapi ia menahannya Saga tidak berhak bereaksi.

Seorang perawat kembali masuk.

“Dok, kamar inap sudah siap.”

Saga mengangguk singkat.

“Baik, pindahkan pasien sekarang, dan lanjutkan observasi tiap satu jam. Kalau ada perubahan kondisi, segera lapor.”

“Siap, Dok.”

Sahira mundur sedikit saat perawat mulai memindahkan Sahir ke ranjang dorong. Tangannya sempat terlepas, tapi dengan cepat ia kembali menggenggam jari kecil itu.

“Ibu ikut…” ucapnya pelan, hampir seperti berbicara pada dirinya sendiri.

Saga berdiri di tempatnya, memperhatikan tanpa suara saat Sahira berjalan mengikuti ranjang yang membawa anaknya keluar ruangan.

Pintu perlahan tertutup.

Saga menghembuskan napas panjang, lalu meremas pelan jembatan hidungnya. Ia seharusnya hanya menjadi dokter. Hanya itu, namun kenyataannya, masa lalu yang ia kira sudah terkubur, kini berdiri tepat di hadapannya.

1
Mamah Dini11
sukurlah kmu udh. nyampe semoga kedatanganmu bisa mengubah khidupan sahira dn sahir menjadi lbh baik dn mengakhiri penderitaan mereka ,makasih saga udh datang
Mamah Dini11
semoga si aldi gk menemukan saga. jelas kalau si aldi pasti saga di perdaya lgi lindungi saga thor pliisss 🙏
Mamah Dini11
aldi di percaya dia jahat nyonya sm kayak nyonya
Mamah Dini11
ohhhh jadi dalang. di blk itu semua ternyta si aldi dn si clarA manusia busuk itu , kalau saga tau dia gk akan mau sm si clara. gk tau diri itu , klau. kmu suka sm saga kenapa. bkn kmu aja yg melayani si saga bkn nya orng lain di korbanin dasar jalang , awas aja tunggu pembalasan saga, baru tau rasa kmu. clara
Mamah Dini11
semoga aldi. gk jahat
Mamah Dini11
itu keputusan bagus sahira bkb menghindari. saga tpi lbh baiknya menjauh dari ke 2 manusia pengacau itu , kalau saga gk bisa di hindari ke manapun kmu pergi pasti dia mencarimu karna setelah tau semuanya saga tak kan diam terlbh ada anaknya bersamamu,dn semoga ke depan nya kmu bisa bersama menjadi. kluarga bahagia , dn sahir butuh sosok seorang ayah ,moga kluarga saga bisa menerima pelan2, semangat sahira kmu. harus kuat jgn lemah apalagi. lembek. 💪💪💪💪💪
Amiera Syaqilla
hello author😁
Mamah Dini11
dua kali salahpaham si saga, pasti tunangan sm so ririn di percepat , kmu vano main peluk2 man ada kekasihmu do Sana gk takut dia cemburu
Mamah Dini11
jadi doktr nya agak lemot kmu mh ,gk gesit dn gk cepat peka begitu Ada yg ganjil Dari anak itu lgsung yg lain mh ngambil tindakan ,INI banyak berbelit2 Dan banyak mikir si saga mh
park jum
jadi curiga, jangan² sahira ma revano kembar
Mamah Dini11
kmu ITU lupa apa pikun saga apa ngeles atau per nah ngelus NASA sahira Hamil beg it u Saja, pantesan gk penasaran tes dna
park jum
in saga i betulan dokter?? tapi otak nya sangat lemot
Mamah Dini11
revano km jujur Aja ke saga Kalau ketemu , biar gak Ada salahpaham lgi, biar kmu bisa tenang ,apalagi kmu udh punya kekasih, biar jelas semuanya ITU lbh baik kayak nya,
Mamah Dini11
jujur aja sahira daripada di sangka yg bkn2
Wayan Sucani
Sepertinya Sahir anaknya Saga dech
Mamah Dini11
boleh jujur gk sahira anal siapa ITU. Kalau sahir anak saga bicaralah baik2 pd saga siapa tau Dia menerima nya dgn baik pula dan mungkin hidup kmu juga lbh baij kedepan ny demi anakmu
Mamah Dini11
APA gk penasaran kmu saga sm anak ITU mirip kamu gk. cobra tes DNA siapa tau cocok dgnmu
Mamah Dini11
asalamualaikum Ku mampir ni ikut nimbrung moga céritany bagus. dn menarik
Endang Sulistia
keren
Endang Sulistia
anak Sahir 🤔🤔🤔
Aisyah Alfatih: Anakku Sahir tepatnya 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!