Celine Wang pernah percaya bahwa cinta mampu mengubah hati seorang pria yang dingin.
Selama tiga tahun pernikahannya dengan Alexander Wu, pewaris keluarga konglomerat Wu Group, Celine berusaha menjadi istri yang sempurna. Ia merawat rumah mereka, mendampingi Alexander ketika menghadapi kesulitan, dan diam-diam membantu menyelamatkan perusahaan suaminya dari krisis keuangan.
Namun, semua pengorbanannya tidak pernah dianggap berarti.
Bagi Alexander, Celine hanyalah wanita biasa yang beruntung mendapatkan tempat di keluarga Wu. Terlebih lagi, kehadiran Evelyn Zhao, cinta pertama Alexander yang kembali ke Shanghai, perlahan menghancurkan rumah tangga mereka.
Atas hasutan Evelyn dan tekanan keluarganya, Alexander menuduh Celine sebagai wanita yang tidak tahu diri, menandatangani surat perceraian, lalu mengusirnya dari rumah tanpa memberinya kesempatan menjelaskan kebenaran.
Pada malam yang sama, Celine mengetahui bahwa sebagian besar penderitaan yang dialaminya bukanlah kebetulan. Ada
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jefika Isabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7 — NAMA YANG DIHAPUS DARI SEJARAH
Malam mulai menyelimuti Shanghai ketika Celine Wang tiba di apartemennya. Sejak membuka brankas peninggalan ibunya, pikirannya terus dipenuhi pertanyaan yang belum terjawab.
Siapa yang mengkhianati ayahnya?
Mengapa nama Shengyuan Holdings muncul dalam transaksi keluarga Wang dan Wu?
Dan mengapa seseorang memperingatkannya agar menjauhi Evelyn Zhao?
Celine meletakkan buku catatan hitam di atas meja, kemudian membuka laptopnya. Ia mengetik nama Shengyuan Holdings ke dalam mesin pencari, berharap menemukan informasi yang bisa menjelaskan hubungan perusahaan tersebut dengan keluarganya.
Namun, hasil pencariannya hampir tidak memberikan apa pun.
Tidak ada laporan tahunan, tidak ada berita bisnis, bahkan tidak ada catatan mengenai pemilik perusahaan itu. Seolah-olah Shengyuan Holdings tidak pernah benar-benar ada.
Celine mengerutkan kening.
Perusahaan yang terlibat dalam transaksi bernilai besar tidak mungkin menghilang begitu saja tanpa meninggalkan jejak.
Ia mencoba mencari nama tersebut melalui arsip berita lama. Setelah hampir satu jam, sebuah artikel pendek dari lima belas tahun lalu muncul di layar.
Judulnya berbunyi:
“Perselisihan Besar Mengguncang Dunia Bisnis Shanghai.”
Artikel itu membahas runtuhnya sebuah perusahaan investasi bernama Shengyuan Financial Group. Perusahaan tersebut dikabarkan mengalami masalah keuangan setelah pendirinya, seorang pengusaha bernama Shen Guowei, meninggal dunia dalam keadaan misterius.
Namun, ada sesuatu yang lebih aneh.
Artikel tersebut menyebutkan bahwa sebelum perusahaan itu dibubarkan, sebagian besar asetnya dialihkan kepada sejumlah perusahaan lain. Salah satu perusahaan yang disebutkan adalah perusahaan keluarga Wang.
Celine membaca artikel itu berulang kali.
Shen Guowei.
Nama itu tidak asing baginya.
Ia pernah mendengar ayahnya menyebut nama Shen ketika sedang berbicara melalui telepon. Saat itu, Celine masih kecil dan tidak memahami urusan bisnis orang dewasa.
Ia hanya ingat ayahnya berkata, “Jika Shen tidak kembali, semua bukti akan hilang.”
Dahulu, ia menganggap kalimat itu tidak penting.
Sekarang, kalimat tersebut terasa seperti potongan teka-teki yang selama bertahun-tahun menunggu untuk disusun kembali.
Celine segera menghubungi Daniel Zhou.
“Daniel, aku menemukan sesuatu tentang Shengyuan Holdings.”
“Apa yang kau temukan?”
“Perusahaan itu mungkin berkaitan dengan Shengyuan Financial Group, yang runtuh lima belas tahun lalu. Pendiri perusahaan tersebut bernama Shen Guowei.”
Daniel terdiam beberapa saat.
“Shen Guowei?” ulangnya. “Aku pernah mendengar nama itu dari ayahmu.”
“Benarkah?”
“Ya. Tetapi aku tidak mengetahui detail hubungannya. Besok aku akan memeriksa arsip hukum lama. Ada kemungkinan nama perusahaan itu sengaja diubah setelah pembubaran.”
Celine menatap layar laptopnya.
“Kalau begitu, kita harus mencari tahu siapa yang menghapus namanya dari semua catatan.”
“Jangan melakukan penyelidikan sendirian malam ini,” pesan Daniel. “Kita belum tahu siapa yang sedang mengawasi masalah ini.”
Setelah panggilan berakhir, Celine menutup laptopnya.
Ia tahu Daniel benar.
Tetapi jauh di dalam hatinya, ia merasakan bahwa waktu mereka mungkin tidak banyak.
Keesokan paginya, Daniel datang membawa sebuah map tebal ke apartemen Celine.
“Aku menemukan arsip lama,” katanya sambil meletakkan map itu di atas meja.
Celine segera duduk di hadapannya.
“Apa yang tertulis di sana?”
Daniel mengeluarkan salinan dokumen perusahaan yang sudah menguning.
“Shengyuan Financial Group didirikan oleh Shen Guowei bersama dua mitra bisnis. Salah satunya adalah William Wang, ayahmu. Mitra lainnya adalah Victor Wu.”
Celine terdiam.
Ayahnya, Victor Wu, dan seorang pria bernama Shen Guowei pernah menjadi rekan bisnis?
“Jadi, keluarga Wang dan keluarga Wu bukan sekadar mitra yang baru bekerja sama beberapa tahun lalu?”
“Benar. Hubungan mereka sudah berlangsung jauh sebelum kau menikah dengan Alexander.”
Daniel membuka halaman berikutnya.
“Namun, setelah Shen Guowei meninggal, terjadi perselisihan mengenai kepemilikan aset perusahaan. Beberapa dokumen penting menghilang. Tidak lama kemudian, Shengyuan Financial Group dibubarkan dan namanya tidak lagi muncul dalam catatan perusahaan aktif.”
“Bagaimana dengan ayahku?”
“William Wang tercatat mengajukan keberatan atas pengalihan aset tersebut. Ia menuduh adanya manipulasi dokumen, tetapi kasusnya tidak pernah diselesaikan secara terbuka.”
Celine merasakan tenggorokannya mengering.
“Dan beberapa bulan kemudian, ayahku meninggal dalam kecelakaan.”
Daniel mengangguk pelan.
“Urutannya memang mencurigakan. Tetapi kita harus memisahkan fakta yang sudah terbukti dari dugaan yang masih perlu diselidiki.”
Celine menatap dokumen di hadapannya.
Ada satu hal yang belum ia pahami.
“Kalau ayahku mengetahui adanya manipulasi, mengapa dia tidak membawa semua bukti ke polisi?”
“Mungkin karena bukti yang dimilikinya tidak cukup. Atau mungkin ada sesuatu yang membuatnya takut.”
Daniel berhenti sejenak sebelum melanjutkan.
“Ada satu nama lagi dalam dokumen ini.”
Ia menunjukkan sebuah daftar pemegang saham lama.
Di bagian bawah halaman, tertulis nama Shen Yiran.
Celine membaca nama itu dengan perlahan.
“Siapa dia?”
“Putri Shen Guowei. Setelah ayahnya meninggal, ia menghilang dari catatan publik. Tidak ada informasi yang jelas tentang keberadaannya setelah pembubaran perusahaan.”
“Apakah dia masih hidup?”
“Aku tidak tahu. Tetapi jika dia masih hidup, mungkin dia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada perusahaan ayahnya.”
Celine memandang Daniel dengan tekad baru.
“Kalau begitu, kita harus menemukannya.”
Di kantor pusat Wu Group, Alexander Wu berdiri di depan meja kerjanya sambil membaca sebuah laporan rahasia.
Sekretarisnya telah berhasil menemukan salinan arsip lama mengenai Shengyuan Financial Group. Laporan itu dikirim secara anonim kepada perusahaan pada pagi hari, tanpa keterangan mengenai pengirimnya.
Alexander membalik halaman demi halaman.
Nama ayahnya muncul berulang kali.
Begitu pula nama William Wang.
Ia berhenti ketika menemukan sebuah catatan mengenai pengalihan aset yang dilakukan beberapa bulan sebelum kematian ayah Celine.
“Bagaimana mungkin aku tidak pernah mengetahui semua ini?” gumamnya.
Pintu terbuka. Victor Wu masuk dengan ekspresi serius.
“Kau memanggilku?”
Alexander mengangkat dokumen tersebut.
“Ayah, aku ingin bertanya tentang Shengyuan Financial Group.”
Ekspresi Victor berubah.
Hanya sesaat, tetapi Alexander melihatnya.
“Dari mana kau mendapatkan nama itu?” tanya Victor.
“Ada dokumen lama yang berkaitan dengan perusahaan kita. Nama Keluarga Wang juga tercantum di dalamnya.”
Victor berjalan mendekati meja dan mengambil dokumen itu.
“Ini urusan lama. Tidak ada hubungannya dengan keadaan perusahaan sekarang.”
“Kalau memang tidak ada hubungannya, mengapa ayah terlihat terkejut?”
Victor menatap putranya dengan tajam.
“Alexander, ada banyak hal dalam dunia bisnis yang tidak perlu kau ungkit kembali. Fokuslah pada masa depan Wu Group.”
“Apakah ayah mengenal Shen Guowei?”
Suasana ruangan mendadak sunyi.
Victor meletakkan dokumen tersebut dengan hati-hati.
“Aku mengenalnya.”
“Lalu apa yang terjadi setelah dia meninggal?”
“Itu sudah lama sekali.”
“Dan bagaimana dengan William Wang? Apakah ayah tahu bahwa dia pernah menuduh adanya manipulasi aset?”
Victor tidak segera menjawab.
Alexander mulai merasakan kecurigaan yang semakin besar.
“Ayah, apakah kematian ayah Celine berkaitan dengan masalah ini?”
“Cukup!”
Bentakan Victor membuat Alexander terdiam.
Victor menarik napas panjang, kemudian merapikan jasnya.
“Jangan biarkan wanita yang sudah menjadi mantan istrimu menyeretmu ke dalam masalah keluarganya. Apa pun yang sedang diselidiki Celine, itu bukan urusanmu lagi.”
Alexander menatap ayahnya.
“Ayah tahu Celine sedang menyelidiki masalah ini?”
Victor membeku.
Pertanyaan itu membuat keheningan di antara mereka terasa jauh lebih menakutkan daripada kemarahan.
Beberapa detik kemudian, Victor mengambil tongkatnya dan berjalan menuju pintu.
“Lupakan nama Shengyuan. Anggap saja perusahaan itu tidak pernah ada.”
Pintu tertutup.
Alexander tetap berdiri di tempatnya, menatap dokumen yang ditinggalkan ayahnya.
Untuk pertama kalinya, ia merasa bahwa ada sesuatu dalam sejarah keluarganya yang sengaja disembunyikan darinya.
Dan jika ayahnya benar-benar tidak bersalah, mengapa ia begitu takut pada sebuah nama?
Sore itu, Celine menerima sebuah amplop tanpa nama pengirim di depan pintu apartemennya.
Di dalamnya terdapat satu lembar foto lama.
Foto tersebut memperlihatkan Shen Guowei berdiri bersama William Wang dan Victor Wu di depan gedung Shengyuan Financial Group.
Namun, ada satu hal yang membuat Celine terpaku.
Di sudut foto, berdiri seorang gadis kecil berambut panjang yang memegang tangan Shen Guowei.
Di bagian belakang foto, terdapat tulisan tangan:
Shen Yiran masih hidup. Jangan percaya kepada orang yang mengaku mengetahui keberadaannya tanpa menunjukkan bukti.
Celine segera menelepon Daniel.
“Daniel, seseorang mengirimkan foto Shen Yiran kepadaku.”
“Apa? Dari mana?”
“Aku tidak tahu. Amplopnya tidak memiliki nama pengirim.”
“Jangan buang amplop itu. Simpan semuanya. Kita perlu memeriksa sidik jari dan mencari tahu dari mana surat tersebut berasal.”
Celine menatap foto itu lagi.
Di bawah tulisan tersebut, terdapat sebuah alamat pendek di kawasan lama Shanghai, disertai angka yang mungkin merupakan nomor gedung.
Ia tidak tahu apakah alamat itu benar-benar akan membawanya kepada Shen Yiran atau justru sebuah jebakan.
Namun, satu hal kini tidak dapat disangkal.
Nama yang dihapus dari sejarah itu mungkin masih menyimpan jawaban atas kematian ayahnya.
Celine menyimpan foto tersebut di dalam map bersama dokumen peninggalan ibunya.
Ia tidak lagi sekadar mencari alasan mengapa keluarganya kehilangan segalanya. Ia sedang menyusun kembali sejarah yang sengaja dihancurkan seseorang.
Dan di tengah semua rahasia itu, nama Victor Wu muncul semakin sering.
Pria yang selama ini dihormatinya sebagai ayah mertuanya mungkin mengetahui jauh lebih banyak daripada yang pernah ia akui.
Celine berdiri di depan jendela, memandang cahaya senja yang perlahan menghilang di balik gedung-gedung Shanghai.
“Siapa pun yang menghapus namamu dari sejarah,” bisiknya sambil menatap foto Shen Guowei, “aku akan menemukan kebenarannya.”
Ia belum mengetahui bahwa pada malam yang sama, seseorang sedang mengawasi apartemennya dari seberang jalan.
Pria itu mengangkat ponsel dan mengirimkan sebuah pesan singkat.
“Celine sudah menemukan foto itu. Kita harus bertindak sebelum dia menemukan Shen Yiran.”
Beberapa detik kemudian, balasan masuk.
“Jangan biarkan dia membuka rahasia yang seharusnya terkubur selamanya.”
Di layar ponsel pria itu, nama pengirim balasan hanya terdiri dari dua huruf.
V.W.