NovelToon NovelToon
Rahasia Suamiku.

Rahasia Suamiku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Romansa
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Ani Almira mendapatkan kabar dari pihak kepolisian bahwa Fardan suaminya mengalami kecelakaan tunggal. Namun, ketika kecelakaan itu terjadi Fardan tidak sendirian. Ani terkejut ketika polisi mengatakan penyebab kecelakaan suaminya. Ani tidak menyangka Fardan begitu tega kepadanya.
Ardi Akram seorang perwira menengah di kepolisian. Ia merasa kecewa dengan apa dilakukan oleh Nadira istrinya. Ia mengajak Ani untuk balas dendam atas perbuatan Fardan dan Nadira. Ani menolak untuk melakukan balas dendam. Namun, berkat bantuan Ardi rahasia masa lalu Fardan terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surat Panggilan.

Setelah beberapa lama di ruang pemulihan, akhirnya Fardan dipindahkan kembali ICU, Ani tidak boleh menemani Fardan.  Walaupun ia dilarang menunggui Fardan di dalam ruangan, tapi setiap hari Ani selalu datang ke rumah sakit. Ia menunggu di ruang tunggu ruang ICU. Pihak rumah sakit memperbolehkannya untuk menjenguk Fardan setiap saat, tetapi ia tidak diperbolehkan berlama-lama di dalam ruangan ICU. Apalagi sampai menginap di ruangan ICU.

      Keesokan hari ketika Ani sedang duduk di ruang tunggu ICU, Edwin datang menemuinya. Edwin memberikan amplop putih yang bertuliskan Polrestabes Bandung kepada Ani. “Apa ini, Pak?” Ani memperhatikan amplop tersebut.

      “Itu surat panggilan ke Polrestabes,” jawab Edwin.

      Ani membuka amplop tersebut lalu membaca isi surat. Besok ia diminta datang ke Polrestabes Bandung pukul 9 pagi. Ani menutup surat itu lalu ia masukkan kembali ke dalam amplop. “Baiklah, besok saya akan datang.”

     “Saya permisi, Bu. Saya hanya menyampaikan surat itu saja,” pamit Edwin.

     “Terima kasih, Pak Edwin,” ucap Ani. Edwin mengangguk lalu meninggalkan tempat itu.

      Keesokan hari Ani datang ke Polretabes. Ia memberikan surat panggilan kepada polisi yang berjaga di pos keamanan. Polisi itu mengantarkan Ani menuju ke ruangan yang dituju. Mereka berhenti di depan sebuah ruangan. Polisi itu mengetuk pintu, tidak lama kemudian pintu terbuka. Edwin menampakkan dirinya dari dalam ruangan.

      “Dan, ada tamu yang mau bertemu Komandan,” ujar polisi itu.

     “Terima kasih Pak Endang,” ucap Edwin. Endang pun meninggalkan tempat tersebut.

     “Silahkan masuk, Bu Ani.” Edwin membuka pintunya lebar-lebar agar Ani bisa masuk ke dalam. Ani melangkah masuk ke dalam ruangan itu. Di dalam ruangan ada beberapa orang polisi. Mereka sedang duduk di meja kerja masing-masing.

      Tak sengaja Ani melihat Ardi duduk di depan meja salah satu polisi. Ardi menggunakan seragam polisi. Ani terkejut mengetahui Ardi ada di ruangan tersebut. Beruntung Ardi tidak melihat kedatangannya. Ardi terlihat sedang sibuk dengan telepon seluler. Ani tetap berdiri, ia menunggu Edwin yang sedang menutup pintu. Setelah menutup pintu Edwin kembali ke meja kerja. Ani mengikuti Edwin. “Silahkan duduk, Bu Ani.” Edwin menunjuk ke kursi yang berada di depan meja kerja. Ani duduk di kursi itu.

      “Selamat pagi, Bu Ani. Sebelumnya saya belum pernah memperkenalkan diri secara resmi kepada Ibu. Padahal kita sudah sering bertemu. Nama saya AKBP Edwin. Saya ditugas untuk meminta keterangan Ibu selaku istri korban,” ujar Edwin. Ani mendengarkan keterangan yang diberikan Edwin.

      Edwin berhenti berkata, ia menoleh ke arah Ardi. “Bang Ardi!” Edwin memanggil Ardi. Ardi menoleh ke Edwin. “Duduk sini, Bang.” Edwin menunjuk ke bangku sebelah Ani. Ardi menghela napas panjang, dengan malas ia bangun dari kursi. Ia melangkah dengan gontai menuju meja Edwin. Ia duduk di sebelah Ani. Ani mencium bau parfum maskulin ketika Ardi duduk di sebelahnya.

      “Kita mulai, ya, Bu.” Edwin meletakkan kedua tangannya di atas meja. “Seperti yang Ibu ketahui suami Ibu mengalami kecelakaan pada hari Rabu tanggal 30-07-2025 pada pukul 10 lewat 23 menit di tol Cisendawu,” ujar Edwin sambil membaca layar laptop.

      “Ada yang perlu Ibu ketahui, ketika suami ibu mengalami kecelakaan suami Ibu sedang tidak sendiri. Pak Fardan berada satu mobil dengan seorang wanita. Wanita itu bernama Ibu Nadira Naviza. Ibu Nadira adalah istri dari Bapak AKBP Ardi Akram.” Ani terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Edwin. Ia tidak tahu kalau Fardan pergi bersama seorang wanita. Ketika Fardan hendak berangkat ke luar kota, ia mengatakan kalau ia berangkat sendiri.

      Edwin menoleh ke Ardi. “Bang, salaman dulu dengan Ibu Ani!” kata Edwin. Ani menoleh ke sebelahnya. Ardi mengulurkan tangan ke Ani dengan wajah yang tidak semangat. Ani menyalami tangan Ardi.

     Setelah mereka saling bersalaman, Ani kembali menghadap ke Edwin. “Apakah Ibu Nadira rekan sekantor suami saya?” tanya Ani.

      Edwin hendak menjawab pertanyaan Ani, tetapi Ardi langsung menjawab pertanyaan Ani dengan tegas. “Istri saya tidak bekerja. Dia seorang ibu rumah tangga!” Ani menoleh ke Ardi. Ardi menatap ke arahnya dengan wajah memerah, kedua telapak tangannya dikepalkan dan tatapan matanya tajam. Ia seperti marah sekali kepada Ani.

      “Bang, sabar Bang. Jangan marah-marah dulu! Ibu Ani tidak tahu apa-apa. Ia hanya tahu kalau suaminya pergi tugas ke luar kota.” Edwin berusaha menenangkan Ardi.

      Ardi langsung berdiri. “Istri macam apa yang tidak tahu kalau suaminya pergi dengan wanita lain!” seru Ardi dengan wajah yang memerah dan kedua tangannya mengepal di samping. Ia melampiaskan kemarahannya kepada Ani. Ani terkejut dan ketakutan ketika Ardi membentaknya. Edwin langsung bangun dari tempat duduk, ia menahan dada Ardi. Ia takut Ardi berbuat sesuatu kepada Ani.

      “Pak Kardi. Bawa komandan keluar dari sini!” Edwin memanggil salah satu polisi yang berada di ruangan itu.

      “Siap, Komandan.” Kardi beranjak dari tempat duduk lalu menghampiri Ardi. “Dan, keluar dulu. Tenangin diri dulu,” ujar Kardi dengan sopan.

      “Tidak usah! Saya ingin dengar jawaban perempuan ini.” Ardi menunjuk Ani dengan dagunya.

      “Kalau begitu Abang duduk di sana.” Edwin menunjuk ke sofa yang berada di ruangan itu. Ardi mendelik ke Ani dengan kesal lalu ia berjalan menuju ke sofa. Ardi duduk di sofa.

1
falea sezi
uda di selingkuh in ampe punya anak masih cinta🤣🤣 cwekk ooonnnnn
sunaryati jarum
Baru mampit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!